PERINGATAN HARI HAK ASASI MANUSIA 10 Des 2025PUISI: Yesmil Anwar HAk ASASI MANUSIA(bukan) sebatas pemanis bibir Semakin berkuasa semakin zalimSemakin kaya semakin rakusSemakin berilmu semakin kufur Kaum kapitalis menciptakan kerudung kebusukannya dengan aji-aji hak asasi manusiaMenindas dengan belalai persamaan hak dan demokrasi ala baratSementara mereka sendiri bagai dajal berbulu dombaZionis sang penemu rumusan hak asasi manusia yang di bawanya ke barat memaku kebencian klasik pada saudaranya Palestina sang jelita Atas nama hak asasi manusia Sang Adikuasa meninabobokan negara miskin dengan bantuan yang tak bermasa depan, menggulung dalam perserikatan bangsa-bangsa yang menganggap dirinya beradap di meja perdamaian_bagai boneka keadilan sebatas pemanis bibir Lalu mereka dengungkan dengan label hak asasi universal_ katanya untuk semua bangsa dari semua bangsaUntaian tepuk tangan; gemuruh solidaritas, gaungnya berhenti di dinding-dinding luka Gaza yang hancur lebur...Terbendung dalam dingin yang membeku di Ukraina yang rakyatnya dirajam perang_ seolah tak berjarak dengan urat leher merekaDi benua hitam lumuran perkosaan kebebasan mati suri dalam nyanyian penderitaanApa yang kita petik dari puluhan dekade sebuah deklarasi? Hanya mimpi-mimpi indah yang menjauhkan kenyataan dengan harapan... Setiap bangsa punya keunikan sendiriSetiap bangsa punya budaya kebijakan lokal jatidiri_ itulah hak asasi.... Timur dan barat tak mungkin disatukan, karena keduanya berdiri dengan kokoh_saling memberi dan menerimaPartikularisme adalah keniscayaan...Mentari dunia timur adalah kepompong pengharapan wajah bangsa ini_ biarkan terbang sebagai kupu-kupu kebebasan yang wajib dihormati Kita raut hak asasi bangsa ini dengan jiwa dan semangat adat ketimuran, dengan nilai-nilai yang hidup disini_ di bumi pertiwibukan sekedar pemanis bibir... Baluran wajah religiusitas yang penuh cinta...Itulah inti Hak Asasi Manusia 2025#Seniman Teater dan penyair_ sebelum pensiun, staf pengajar mk HAM di Unpad dan Unpas Bandung