BLITAR, KOMPAS.com - Warga Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur berunjuk rasa memprotes pembangunan kantor dan gerai koperasi merah putih di area lapangan desa. Dengan mengendarai puluhan sepeda motor, lebih dari seratus warga mendatangi Kantor Desa Wonodadi dengan membawa berbagai poster berisi sikap penolakan mereka, Selasa (13/1/2026). Aksi protes itu berakhir dengan dialog antara warga dengan pemerintah desa yang difasilitasi oleh Camat dan Komandan Koramil Wonodadi. Sebelum berdialog, warga menempelkan belasan poster pada pagar Kantor Desa. Sementara sejumlah personel TNI ikut berjaga melakukan pengamanan di lokasi. Salah satu tokoh warga, Imam Rohman alias Bondet mengatakan, warga tidak menolak keberadaan koperasi desa merah putih tapi menolak pembangunan gedung di area lapangan. "Kami tidak menolak koperasi merah putih. Kami menolak gedungnya dibangun di lapangan desa," kata Imam kepada Kompas.com, Selasa (13/1/2026) malam. Menurut Imam, keputusan pemerintah desa untuk membangun kantor dan gerai koperasi merah putih di lapangan desa diambil beberapa bulan lalu melalui sebuah musyawarah desa. Tapi Imam mengeklaim undangan musyawarah itu tidak terbuka sehingga hanya sedikit warga yang mengetahui hasilnya. Seorang anggota TNI dari Koramil Wonodadi memberi isyarat tangan kepada pengunjuk rasa yang menggeber mesin sepeda motor di depan Kantor Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Selasa (13/1/2026) (Dok. Warga Wonodadi) Sebagian warga lainnya memutuskan untuk berunjuk rasa menolak pembangunan gerai koperasi di lapangan setelah material bahan bangunan mulai dimobilisasi ke area lapangan sejak beberapa hari lalu. Proses penggalian pondasi bangunan, kata dia, telah mulai dilakukan oleh para pekerja dengan pengawasan dari personel TNI. "Lapangan ini kan ruang publik yang penting bagi warga. Bukan hanya buat olahraga tapi juga kegiatan lain seperti bazar, pasar malam, dan lainnya," ujar Imam. Menurut Imam, bangunan koperasi itu direncanakan berukuran cukup besar yakni tujuh meter kali 30 meter persegi. "Tuntutan warga tidak bisa ditawar. Bangunan koperasi harus dipindahkan dari lapangan desa," tandas dia. Kata Imam, dalam dialog yang berlangsung di Kantor Desa tersebut, Kepala Desa Wonodadi yang bernama Mahmudi akhirnya menyepakati tuntutan warga. "Masalah lokasinya yang baru dimana akan diputuskan nanti di musyawarah desa yang akan segera dilaksanakan," tambah dia. Lokasi baru bangunan koperasi paling memungkinkan, kata dia, adalah tanah kas desa yang terletak di dekat Kantor Kecamatan Wonodadi. "Tadi Pak Kades sempat bilang kalau di tanah kas desa akan butuh banyak tanah urug. Kami jawab, kami warga siap membantu mencarikan tambahan dana untuk tanah urug," kata dia.Sumber: https://surabaya.kompas.com/read/2026/01/13/215611778/warga-blitar-protes-koperasi-merah-putih-dibangun-di-lapangan-desa.