Lamongan, petisi.co – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, sebuah keluhan muncul dari wali murid dan guru di SDN Tambakrigadung 2, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Melalui unggahan di grup media sosial Facebook yang kemudian viral, dilaporkan bahwa menu lauk berupa ayam saus mentai yang dibagikan pada hari Kamis, 7 Mei kemarin, diduga dalam kondisi tidak segar dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Unggahan di grup media sosial Facebook yang kemudian viral, Berdasarkan tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang beredar, salah seorang wali murid memberikan laporan langsung mengenai kondisi makanan tersebut. “Ngaputen nggih untuk ayam saus mentai ayamnya agak bau bu,” tulis salah satu anggota grup mengadu kepada pihak sekolah. Menanggapi laporan tersebut, seorang netizen kemudian mengunggahnya ke komunitas Facebook dengan nada peringatan keras kepada penyelenggara program MBG. “Maaf saya dapat laporan dari wali murid siswa SDN Tambakrigadung 2, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Bahwa menu MBG hari ini dagingnya bau dan tidak layak konsumsi,” tulis unggahan tersebut. Ia juga meminta agar pihak penyelenggara lebih serius dalam memperhatikan kualitas bahan pangan. “Tolong MBG kalau sudah niat kasih ya yang benar bergizi, paling tidak ya yang layak konsumsi. Jangan malah menambah penyakit,” tambahnya. Dalam unggahan yang sama, warga mendesak agar Badan MBG, khususnya di wilayah Tikung, Lamongan, untuk memperketat pengawasan terhadap kinerja pegawai dan pekerja yang mengolah makanan tersebut. Keamanan pangan bagi siswa sekolah dasar dianggap sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar. Di sisi lain, pihak sekolah tampaknya telah merespons aduan tersebut secara internal. Dalam potongan chat yang beredar, pihak sekolah menyampaikan terima kasih atas informasinya dan berjanji akan meneruskan keluhan tersebut kepada petugas MBG esok pagi. Padahal, jika dilihat dari brosur menu yang dibagikan, sajian tersebut diklaim memiliki kandungan gizi yang lengkap. Untuk porsi besar, tercatat mengandung: Energi: 590,7 kkal, Protein: 25,2 g, Lemak: 18,41 g, Karbohidrat: 71,87 g dan Serat: 3 g. Namun, standar gizi yang tinggi di atas kertas tersebut kini dipertanyakan oleh publik lantaran kualitas bahan baku yang diterima siswa di lapangan justru dinilai membahayakan kesehatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan maupun pihak terkait di Kabupaten Lamongan mengenai kebenaran informasi ini dan angkah evaluasi atau investigasi terhadap penyedia katering program MBG di wilayah tersebut. (yus) Sumber: https://petisi.co/viral-menu-ayam-saus-mentai-mbg-di-sdn-tambakrigadung-2-diduga-busuk-wali-murid-jangan-tambah-penyakit/