IBUKOTAKINI.COM – Akun media sosial Presiden Prabowo Subianto dibanjiri komentar warganet setelah belum terlihat adanya pernyataan resmi belasungkawa terkait gugurnya satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Gelombang komentar itu muncul di unggahan Presiden mengenai kunjungan kenegaraan ke Jepang. Dalam unggahan tersebut, Presiden menyampaikan agenda pertemuannya dengan Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo pada 30 Maret 2026. “Dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Jepang, Presiden melakukan pertemuan dengan Kaisar Naruhito sebagai bagian dari rangkaian agenda resmi untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut. Disebutkan pula bahwa Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan di sektor perdagangan, teknologi, pendidikan, dan lingkungan. Namun, di kolom komentar, ribuan warganet justru menyoroti kabar gugurnya satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Sejumlah akun mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai belum menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. “Oyyy, enggak ada statement kah dari pemerintah soal TNI UNIFIL di Lebanon yang tewas?” tulis salah satu warganet yang mendapat lebih dari 1.000 tanda suka. Komentar lain berbunyi, “Pak, ada TNI yang tewas di Lebanon.” Ada pula warganet yang mengaitkan peristiwa itu dengan pernyataan Presiden sebelumnya terkait situasi Timur Tengah. “Statement bapak yang bilang menjamin keamanan Israel itu benar-benar membuat saya dan rakyat Indonesia sangat kecewa. Apalagi sekarang tentara Indonesia ada yang gugur,” tulis seorang pengguna. Beberapa komentar bernada lebih keras bahkan menantang ketegasan pemerintah dalam menyikapi tewasnya prajurit tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum terlihat adanya unggahan khusus di akun media sosial Presiden yang secara langsung menyinggung gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Sebelumnya, satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB dilaporkan tewas akibat serangan di wilayah tugasnya. Insiden tersebut mengingatkan kembali sikap Presiden Prabowo yang diam atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini akibat serangan gabungan penjajah Amerika - Israel, 28 Februari 2026. *** Sumber: https://ibukotakini.com/read/tak-ada-belasungkawa-untuk-prajurit-tni-gugur-di-lebanon