SPPG Buka Suara Usai Siswa-Guru SMKN 1 Klaten Diduga Keracunan MBG

 Mobil ambulans Matur Dokter stand by di SMKN 1 Klaten.  Mobil ambulans Matur Dokter stand by di SMKN 1 Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Jumat, 10 April 2026 18:12
(0 pemilihan)

detikJateng Klaten - Puluhan siswa dan guru SMKN 1 Klaten mengalami gejala mulas sampai diare setelah sehari sebelumnya memakan mi ayam jatah program MBG. Pihak SPPG yang bersangkutan memberikan penjelasan.

Pantauan detikJateng di SMKN 1 Klaten Jalan Wahidin Sudirohusodo, dua mobil MBG dan satu ambulans Dinas Kesehatan tampak di halaman. Siswa dan guru beraktivitas biasa, tidak ada evakuasi.

Dari penelusuran, menu MBG di sekolah tersebut berasal dari SPPG Jonggrangan di Jalan Jogja-Solo, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara. Tim Dinas Kesehatan juga mendatangi SPPG tersebut.

Pihak SPPG menegaskan distribusi MBG sudah sesuai prosedur. MBG hari Rabu (8/4) didistribusikan ke sekolah pukul 09.00 WIB disertai peringatan batas waktu konsumsi.

"Untuk kronologis sendiri itu kita distribusi di jam 09.00 WIB, sudah (sesuai prosedur). Kemudian kita juga menyampaikan melalui driver atau petugas distribusi itu untuk batas konsumsi satu jam setelah pengiriman," ungkap Kepala SPPG, Nurani Dwi Tyagita kepada detikJateng di kantornya, Jumat (10/4/2026) siang.

Menurut Nurani, menu tanggal 8 April tersebut mestinya dikonsumsi satu jam setelah pengiriman atau jam 10.00 WIB. Dengan demikian distribusi dan batas konsumsi sudah disampaikan.

"Kalau batas konsumsinya sudah (disampaikan)," imbuh Nurani yang juga membenarkan Dinas Kesehatan Pemkab Klaten sudah mengambil sampel bahan.

Koordinator SPPG Kecamatan Klaten Utara (Korcam), Fadil menjelaskan, karena kejadiannya itu hari Kamis (9/4) pagi, pihaknya perlu berkoordinasi dengan pihak terkait maka sampel diambil hari ini. Untuk hasil pemeriksaannya menjadi kewenangan Dinas Kesehatan.

"Untuk hasil itu apa diurus sama Dinkes, hasil sampel dikirim ke Jogja (laboratorium), dan hasilnya tidak dibuka untuk umum. Kalau di sini sudah sesuai, sudah tepat waktu," katanya kepada detikJateng. "Hasilnya apa itu tetap di Dinkes dan itu pun tidak untuk publik. Ya betul (menu mi ayam)," imbuh Fadil.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Anggit Budiarto menjelaskan hari Kamis (9/4) pagi begitu mendapat informasi pihaknya langsung melakukan tracking di SMKN 1. Jumlah yang terdampak ada 70 siswa dan tiga guru.

"Ada kurang lebih 70 siswa dan tiga guru. Yang dilaporkan kepala Puskesmas dan tim ada gejala yang pusing saja, mual dan muntah tapi tidak semua," jelas Anggit kepada detikJateng.

Untuk penyebabnya apa, kata Anggit, belum bisa dipastikan karena menu MBG. Sebab semua harus ditegakkan melalui proses diagnosa. "Sampel yang kita dapatkan semua diperiksa karena secara medis harus ada sampel dan diagnosa. Jadi belum (penyebab) kita koordinasikan untuk tegakkan diagnosa," kata Anggit.

Sebelumnya diberitakan, siswa SMKN 1 Klaten mengalami gejala mulas bahkan diare. Gejala tersebut dialami siswa sejak setelah sehari sebelumnya sempat menyantap mi ayam program makan bergizi gratis (MBG).

"Ya cuma diare, ya belum (sembuh). Ya diarenya dari semalam, cuma perutnya muser-muser, mangsur-mangsur (diare)," ungkap seorang siswa, R, kepada detikJateng di sekolah, Kamis (9/4/2026) siang.

Dijelaskan R, meskipun mengalami mulas dan diare, belum ada informasi yang sampai dibawa ke RS. Dirinya tidak tahu penyebab pastinya tapi hari Rabu (8/4) memang menyantap menu MBG. "Kemarin makan MBG mi ayam itu pak. Tidak sampai ke RS saya," kata siswa kelas XII itu.

(alg/afn)

Sumber: https://www.detik.com/jateng/berita/d-8438255/sppg-buka-suara-usai-siswa-guru-smkn-1-klaten-diduga-keracunan-mbg

 

Baca 56 kali Terakhir diubah pada Jumat, 10 April 2026 18:16
Bagikan: