Pendidikan Digusur Demi Laba: Ironi Pembongkaran SD Tlogo 1 Blitar untuk Kopdes Merah Putih!

Minggu, 19 April 2026 14:56
(0 pemilihan)

PRIANGANTIMURNEWS– Slogan "mencerdaskan kehidupan bangsa" mendadak terasa hambar di Kabupaten Blitar.

Di saat pemerintah pusat gencar bicara soal kualitas  pendidikan, di tingkat desa, bangunan sekolah justru harus rata dengan tanah demi sebuah proyek ekonomi. SD Tlogo 1 kini tinggal puing, dikorbankan untuk memberi jalan bagi pembangunan gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Prioritas yang Terjungkir Balik

Keputusan pemerintah desa setempat menuai protes keras dari wali murid. Mereka menilai ada 'sesat pikir' dalam menentukan prioritas pembangunan. Fasilitas pendidikan yang menjadi hak dasar anak-anak dianggap lebih rendah nilainya dibanding ambisi pembangunan koperasi.

"Kami menyayangkan kebijakan ini. Mengapa ekonomi harus memakan korban fasilitas pendidikan? Kami minta proyek ini dipindah agar tidak mengganggu belajar mengajar," tegas perwakilan orang tua yang merasa masa depan anak mereka sedang dipertaruhkan sebagaimana dilansir dari Instagram @pikiranrakyat.

Pendidikan

Meskipun secara administratif SD Tlogo 2 merupakan hasil peleburan (merger) dari SD Tlogo 1, 2, dan 3, bukan berarti pembongkaran tersebut tanpa dampak. Faktanya: Fasilitas vital lenyap termasuk Perpustakaan, ruang kepala sekolah, dan ruang ekstrakurikuler ikut terdampak pembongkaran.

Selain itu, KBM terganggu. Sebanyak 182 siswa terpaksa bertahan dalam suasana belajar yang jauh dari ideal di sisa ruangan yang ada. Kepala SD Tlogo 2, Sugianto, mengaku tidak dilibatkan dalam penentuan lokasi.

Ia bahkan terkejut ketika alat berat tiba-tiba datang di Jumat ( 10/04) pagi saat aktivitas sekolah masih berlangsung.

Mengenal "Koperasi Merah Putih" (KDMP)

Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebenarnya merupakan inisiatif besar yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa melalui digitalisasi dan hilirisasi produk lokal.

Namun, di balik nama nasionalis "Merah Putih", pelaksanaan di lapangan justru memicu konflik sosial jika mengabaikan aspek kearifan lokal dan kebutuhan pendidikan.Sains Idealnya, KDMP hadir sebagai penyelamat ekonomi rakyat, bukan "eksekutor" bagi gedung-gedung tempat anak bangsa menuntut ilmu.

Sumber Daya Pendidikan

Pembangunan yang memicu trauma pada siswa karena melihat sekolahnya dirobohkan tentu menjadi catatan merah bagi kredibilitas program ini di mata masyarakat bawah. Pembangunan ekonomi yang sehat seharusnya tumbuh berdampingan dengan pendidikan, bukan saling memangsa.

Menghancurkan perpustakaan untuk membangun gedung koperasi adalah sebuah ironi besar; kita mungkin akan memiliki koperasi yang megah, namun kita sedang membiarkan generasi mendatang tumbuh dalam keterbatasan ruang literasi.

Jika untuk memajukan ekonomi desa kita harus meruntuhkan dinding sekolah, maka sebenarnya kita sedang membangun kemajuan di atas fondasi yang rapuh.Sumber Daya Pendidikan Uang bisa dicari dan gedung bisa kembali dibangun, namun ketenangan belajar anak-anak tidak bisa dibeli.

Pemerintah Kabupaten Blitar dan pihak desa harus segera sadar bahwa mencetak laba lewat koperasi tidak akan pernah bisa menggantikan investasi jangka panjang dalam mencetak manusia. Jangan sampai gedung koperasi berdiri tegak, namun kualitas pendidikan di Desa Tlogo justru roboh tak bersisa.***
 

Sumber: https://priangantimurnews.pikiran-rakyat.com/news-priangan/pr-12210138119/pendidikan-digusur-demi-laba-ironi-pembongkaran-sd-tlogo-1-blitar-untuk-kopdes-merah-putih?page=all

Baca 11 kali
Bagikan: