Lagi, 34 Siswa di Sumbawa Diduga Keracunan MBG Pilihan

Senin, 02 November 2026 22:24
(0 pemilihan)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia menghentikan sementara operasional Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano. Penghentian tersebut dilakukan setelah 34 siswa diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan tersebut.

“Sejumlah 34 siswa yang diduga keracunan MBG sudah ditangani di fasilitas kesehatan. Alhamdulillah siswa yang sempat dirawat sudah pulang ke rumah masing-masing,” kata Anggota Satgas MBG Kabupaten Sumbawa Dr. Rusmayadi kepada wartawan, Senin (2/11).

Sampel makanan yang diduga menjadi faktor 34 siswa keracunan juga sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dikes) untuk pengujian. Penyebab keracunan akibat bakteri e-coli seperti yang terjadi bulan lalu atau ada faktor lainnya masih menunggu hasil pengecekan Dinkes.

Pemerintah daerah tetap akan memberikan atensi khusus terkait dugaan keracunan MBG tersebut. Tujuannya supaya tidak terulang kembali hal yang sama terutama bagi para penerima manfaat dari program tersebut.

“Kami tetap akan memberikan atensi khusus terkait persoalan ini, kami juga meminta SPPG lainnya untuk mematuhi SOP yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” ucapnya.

Pihaknya masih menunggu hasil uji makanan tersebut, tetapi operasional SPPG Tarano dihentikan sementara, agar memberikan rasa aman termasuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Pemerintah juga segera memanggil seluruh SPPG berdasarkan surat edaran dari Mendagri terkait pengawasan SPPG. Sejumlah 14 indikator kunci yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Mendagri dan akan disepakati.

“Besok (hari ini, red) kita akan rapat dengan seluruh SPPG menindak lanjuti instruksi Mendagri,sehingga tidak ada lagi kasus keracunan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Pihaknya meminta kepada seluruh SPPG untuk melakukan pengawasan ketat terhadap sumber bahan makanan. Kondisi bahan makanan harus diperhatikan serius bukan hanya soal kebersihan, melainkan juga asal usulnya.

“Adanya kasus dugaan keracunan ini menjadi titik awal untuk merumuskan langkah identifikasi bahan pangan lokal dan cara pengolahan yang aman,sehingga ke depan tidak terjadi hal yang sama,” ujarnya mengingatkan. (ils)

 

Sumber: https://suarantb.com/2026/11/02/lagi-34-siswa-di-sumbawa-diduga-keracunan-mbg/

 

Baca 19 kali Terakhir diubah pada Senin, 02 November 2026 22:27
Bagikan: