JAKARTASATU.COM– Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais, melontarkan kritik tajam kepada Presiden Prabowo Subianto melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Jumat (5/6/2026). Mantan teman dekat Prabowo itu menyampaikan sembilan poin masukan yang menyentuh berbagai aspek kepemimpinan, dari gaya pidato, kebijakan Papua, hingga pengelolaan sumber daya alam. “Masyarakat lama-lama bosan melihat presidennya terlalu banyak bicara. Hindari penyakit demam panggung.” Amien meminta Prabowo mengurangi kebiasaan berpidato panjang lebar yang dinilainya tidak berisi. Ia juga menyinggung kebiasaan menggebrak meja saat marah, yang disebutnya tidak pantas bagi seorang kepala negara yang memimpin lebih dari 288 juta penduduk. Pada poin kedua hingga keempat, Amien menyoroti persoalan Papua. Ia mendesak pemerintah memperlakukan warga enam provinsi di Papua setara dengan warga Indonesia lainnya, menghapus segala bentuk diskriminasi, dan yang paling keras: menghentikan praktik pengurasan kekayaan tambang oleh korporasi asing seperti Freeport McMoRen, British Petroleum, dan PT Stanvac Indonesia yang disebutnya berlangsung “secara ugal-ugalan”. “Sejak Prabowo jadi presiden ke-8, belum ada langkah nyata melawan korporasi asing yang menggotong barang tambang Indonesia ke luar negeri. Baru sebatas omong-omong ria.” Amien juga mengangkat temuan Menteri Pertahanan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin yang mendapati adanya bandara swasta liar beroperasi di Morowali tanpa kehadiran aparat negara—imigrasi, Bea Cukai, maupun TNI/Polri. Fenomena ini, menurut Amien, adalah bukti nyata adanya state within a state, sementara Prabowo “diam membisu” terhadap penggarongan nikel dan timah oleh China di Sulawesi. Pada poin ketujuh, Amien menyebut Prabowo masih terlalu memperhitungkan pengaruh mantan Presiden Joko Widodo yang kini disebutnya sudah “menjadi macan kertas” dan “hampir lumpuh”. Ia mendorong Prabowo lebih berani mengambil keputusan besar tanpa bayang-bayang Jokowi. Kritik berikutnya menyasar gaya hidup pemerintahan Prabowo yang dinilai terlalu suka berpesta dan bertamasya ke luar negeri dengan rombongan besar yang menginap di hotel-hotel mewah, sementara kehidupan rakyat kecil makin terjepit. “Pak Prabowo terkesan ingin jadi presiden sebatas menikmati fasilitas yang aduhay,” sindir Amien. Terakhir, merujuk pada laporan investigatif majalah Tempo edisi 24 Mei lalu yang membongkar sisi gelap Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya, Amien mendesak agar Teddy dijauhkan dari Istana Presiden selama hari kerja. Empat bulan sebelumnya, Amien pernah membuat video berjudul Copot Kapolri dan Awasi Teddy yang ditonton sekitar 387.000 penonton. Ia mengingatkan bahwa memerintah negara sebesar Indonesia “tidak boleh disambi cengengesan bersama pembantu yang citranya sudah kurang baik.” (Ris/jaksat) Sumber: https://jakartasatu.com/2026/06/06/kritik-keras-amien-rais-ke-prabowo-banyak-bicara-minim-tindakan/