Fakta-Fakta Blackout di Sumatera, Pengakuan Warga sampai PLN Buka Suara

Minggu, 24 Mei 2026 12:00
(0 pemilihan)

MEDAN, KOMPAS.TV - Sejumlah wilayah di Sumatera, dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, mendadak mengalami blackout atau mati lampu secara merata pada Jumat, 22 Mei 2026 lalu.

Berikut fakta-fakta seputar peristiwa tersebut, dari pengakuan warga yang mengalami pemadaman sampai keterangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang buka suara.

Pengakuan Warga yang Terdampak Blackout 

D Medan, warga mendatangi sejumlah kafe, warung, dan tempat-tempat usaha yang menghidupkan mesin genset pasca kota tersebut mengalami mati listrik secara menyeluruh.

"Setelah magrib, setelah mati lampu, aku tadi ngecek kok tiba-tiba seluruh Medan mati lampu. Jadi, aku langsung inisiatif nyari tempat untuk men-charger alat-alat elektronik," ungkap warga Medan, Adil Nugraha di Medan, 22 Mei 2026, dipantau dari video YouTube KompasTV

Adil mengatakan sinyal belum terganggu usai 5 menit setelah mati listrik, tetapi setelahnya jaringan mulai terputus-putus. "Jadi, langsung cari tempat yang ada listrik. Mana tahu ada bisa jaringan kan, untuk menghubungi kawan-kawan ataupun keluarga di kampung kita," ucapnya.  

Warga Padang, Muhammad Ikhsan mengatakan dirinya mengatakan pemadaman listrik terjadi sejak 22 Mei 2026 petang.  "Pemadaman listrik dari sekitar Magrib-an dan belum ada dari PLN konfirmasinya sampai kapan pemadaman ini," ujarnya di Padang, 22 Mei 2026. 

Ikhsan mengungkap listrik di rumahnya tetap menyala karena memakai genset. Namun, bahan bakar yang sudah mulai susah dicari di daerah tersebut menjadi salah satu kekhawatirannya. Ia pun berharap listrik segera menyala kembali. 

PLN Minta Maaf 

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf atas blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera sejak 22 Mei 2026 malam. 

"PT. PLN Persero ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh, karena adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak tadi malam,”  katanya dalam konferensi pers di Jakarta, 23 Mei 2026. 

Ia mengatakan gangguan terjadi pada 22 Mei 2026 malam pukul 18.44 WIB. Darmawan menyebut pihaknya langsung melaporkan kondisi pemadaman tersebut kepada Kementerian ESDM. 

Ia menyatakan PLN mendapat arahan dari kementerian agar terus melakukan berbagai langkah untuk memperbaiki sistem kelistrikan di Sumatera yang terganggu. 

Penyebab Blackout 

Darmawan dalam kesempatan itu mengungkap penyebab blackout di sejumlah wilayah Sumatera. “Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi, yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca, sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut,” ungkapnya. 

Akibatnya, sistem transmisi tersebut keluar dari sistem kelistrikan Sumatera dan menyebabkan shock pada pembangkit-pembangkit listrik PLN. Hal itu, kata dia, mengakibatkan terjadinya oversupply tenaga listrik karena beban di sebagian wilayah hilang.

“Frekuensi sistem kelistrikan di daerah tersebut naik dan tegangannya juga naik, sehingga pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem, atau kalau dalam istilahnya dari publik adalah pembangkitnya secara otomatis padam,” bebernya.

Namun, kata dia, ada juga daerah-daerah yang mengalami defisit karena pembangkitnya menjadi berkurang. Maka frekuensinya turun, voltasenya turun, sehingga menjadi beban bagi pembangkit PLN dan secara otomatis pembangkit di daerah tersebut juga keluar, lepas dari sistem ketenagalistrikan dan juga padam. 

Kejadian itu menurut penjelasannya, juga menimbulkan efek domino, sehingga mengakibatkan gangguan sistem ketenagalistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara, sampai Aceh.

Pascagangguan sistem kelistrikan tersebut, Darmawan mengatakan pihaknya langsung mengerahkan seluruh kekuatan dan melakukan asesmen tentang dampak kerusakan pada gardu induk dan sistem transmisi.

 

"Alhamdulillah dalam waktu sekitar dua jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi kami bisa kami pulihkan,” kata dia. 

 

Sumber: https://www.kompas.tv/regional/670721/fakta-fakta-blackout-di-sumatera-pengakuan-warga-sampai-pln-buka-suara?page=all#goog_rewarded

 

Baca 113 kali
Bagikan: