GenPI.co - Amien Rais meminta Prasiden Prabowo Subianto mengentikan joget dan adegan mewah. Sebab, hanya memicu kemarahan rakyat. Ketua Majelis Syura Partai Ummat itu mengatakan kondisi bangsa saat ini, bukan hanya tidak baik-baik saja. Namun, bergerak makin eksplosif secara sosial politik. Dia mengaku sering mendatangi pengajian di sejumlah daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. “Saya sempat melihat suasana lesu, apalagi di pasar-pasar tradisional,” katanya, dikutip dari Youtube pribadinya, Rabu (10/6). Amien Rais mengungkapkan banyak pasar yang sudah sepi pukul 09.00 WIB. Padahal, masih banyak pedagang yang hanya bengong. “Wajah riang dan ceria ibu-ibu pedagang pasar, sepertinya sudah hilang entah ke mana,” tuturnya. Mantan ketua MPR itu mengaku sudah menganjurkan para menteri, terutama Presiden Prabowo Subianto untuk tidak joget-joget lagi. “Begitu adegan mewah disiarkan ke publik, reaksi rakyat kita seragam, yaitu marah dan mengumpat,” tuturnya. Amien Rais menyampaikan semua pun berharap dan berdoa peristiwa people power pada 21 Mei 1998 tidak terulang. Dia menjelaskan kesadaran rakyat Indonesia pada hak asasi manusia, dewasa ini sudah sangat mendalam. “Kalau terjadi semacam people power lagi, scale dan magnitude sudah berkali-kali lebih besar dibandingkan 30 tahun lalu,” ucapnya. Sumber: https://www.genpi.co/polhukam/282256/amien-rais-minta-prabowo-berhenti-joget-disebut-picu-kemarahan-dan-umpatan-rakyat