Alasan Sebagian Orang Kurang Resisten Terhadap COVID-19

Kamis, 30 September 2021 08:41
(0 pemilihan)

Dalam makalah mereka yang diterbitkan di jurnal Science, kelompok tersebut menjelaskan studi mereka tentang sistem interferon dan perannya dalam memerangi virus SARS-CoV-2.

Ketika pandemi global telah menyebar, menjadi jelas bahwa beberapa orang memiliki gejala yang jauh lebih serius ketika tertular COVID-19 daripada yang lain.

Memang, beberapa orang ditemukan tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara yang lain menjadi sangat sakit sehingga mereka meninggal. 

Dalam upaya baru ini, para peneliti melakukan skrining ekspresi gen terstimulasi interferon yang ekstensif untuk mengisolasi kemungkinan enzim yang terlibat dalam memperingatkan sistem kekebalan terhadap infeksi, seperti dikutip dari Medical Xpress, Kamis (30/9/2021). 

Interferon adalah protein-protein sinyal yang memperingatkan tubuh ketika entitas invasif seperti bakteri dan virus terdeteksi. Pekerjaan oleh para peneliti membawa mereka ke OAS1, enzim yang bereaksi terhadap sinyal interferon dengan meminta respons imun ketika virus SARS-CoV-2 terdeteksi. 

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa OAS1 menempel pada membran menggunakan gugus prenyl sebagai bagian dari proses pensinyalan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa pensinyalan ini dapat menghambat replikasi virus SARS-CoV-2. 

Memperhatikan nilainya dalam melindungi orang dari COVID-19, para peneliti melihat transkriptomika dari 500 pasien COVID-19 yang telah mengalami berbagai gejala dan menemukan bahwa mereka yang tidak memiliki prenylated OAS1 mengalami gejala yang jauh lebih parah. 

Mengapa beberapa orang dilahirkan tanpa enzim ini masih menjadi misteri, tetapi pekerjaan tim dapat membantu menghasilkan jenis vaksin baru untuk melawan COVID-19 dan jenis infeksi lainnya.

Penasaran dengan temuan mereka, para peneliti mengalihkan perhatian mereka ke mamalia lain yang mungkin terlibat dalam pandemi ini — kelelawar tapal kuda.

Mereka menemukan bahwa hewan itu tidak memiliki bentuk prenylated OAS1 yang melindungi manusia dari virus, dan membantu menjelaskan mengapa virus itu sangat mematikan bagi spesies tersebut.

Temuan ini juga dapat membantu menjelaskan mengapa kelelawar merupakan inang yang sangat produktif bagi berbagai virus.

Baca 558 kali Terakhir diubah pada Kamis, 30 September 2021 08:44
Bagikan: