inHarmonia inHarmonia
  In Harmonia   In Harmonia
  • Home
  • Opini
  • Berita
  • Iptek
  • Budaya
  • Saring Informasi
  • Apa Siapa
  • Wawancara
  • InharmoniaTV
inHarmonia inHarmonia
  In Harmonia   In Harmonia
  • Home
  • Opini
  • Berita
  • Iptek
  • Budaya
  • Saring Informasi
  • Apa Siapa
  • Wawancara
  • InharmoniaTV

UI Masuk 5 Besar Kampus Asia Tenggara Versi THE WUR Arts and Humanities 2022

Kamis, 11 November 2021 10:20

TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Indonesia (UI) berhasil menduduki peringkat pertama di tanah air, dan peringkat kelima di Asia Tenggara, serta peringkat 301-400 di dunia versi Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2022 By Subject untuk rumpun ilmu Arts and Humanities. Pemeringkatan tersebut diumumkan melalui laman resmi THE World University Rankings.

Dalam mengukur kinerja perguruan tinggi, THE WUR by Subject 2022 menggunakan indikator yang sama dengan THE WUR 2022. Indikator tersebut telah dikalibrasi untuk menyesuaikan setiap bidang ilmu.

THE WUR by Subject 2022 dalam bidang Arts and Humanities melakukan penilaian pemeringkatan berdasarkan lima indikator, yaitu Industry Income (2,5 persen), International Outlook (7,5 persen), Teaching (37,4 persen), Research (37,6 persen), dan Citations (15 persen).

Pada indikator Industry Income, UI berhasil mencapai nilai sempurna (100) yang menjadikannya termasuk ke dalam jajaran lima besar universitas dengan indikator Industry Income tertinggi di dunia.

UI juga merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang berhasil masuk dalam kategori THE WUR by Subject 2022 dalam bidang Arts and Humanities. Atas pencapaian berada pada posisi terbaik di Indonesia tersebut, Rektor UI Ari Kuncoro merasa bangga.

Sepanjang satu tahun ini, menurutnya, ketika kita semua masih berada dalam situasi keprihatinan akibat pandemi Covid-19, UI tidak surut melakukan berbagai kegiatan terkait Tri Dharma. 

"Dedikasi bagi negeri, kami buktikan lewat inovasi dan pengabdian masyarakat, terutama yang kami harap mampu berdampak bagi kita semua. Semua kerja keras tersebut seolah terbayar atas pemeringkatan UI yang hingga November 2021 selalu menjadi yang terbaik," ujar dia melalui keterangan tertulis, Rabu, 10 November 2021. 

Pencapaian ini menunjukkan bahwa hasil kinerja dan kolaborasi seluruh elemen yang ada di UI, berbuah positif. UI yang saat ini menuju entrepreneurial university, berupaya meningkatkan rankingnya di Asia, dan untuk diperhitungkan dalam daftar kampus dunia.

"Tahun depan saya berharap agar skor yang masih kecil di bidang tertentu, dapat dipacu untuk mewujudkan UI menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dan semakin direkognisi di skala global. Terima kasih kepada seluruh sivitas akademika UI atas semua kerja keras selama ini, sehingga UI menjadi perguruan tinggi peringkat pertama di Indonesia," ujar dia. 

Di kawasan Asia Tenggara, hanya delapan universitas yang berhasil masuk ke dalam subjek Arts and Humanities. UI memperoleh peringkat kelima dari delapan institusi di wilayah Asia Tenggara, yakni berada di atas Universiti Putra Malaysia, Universiti Sains Malaysia dan Universiti Teknologi MARA.

Indikator yang unggul dari UI di wilayah Asia Tenggara adalah indikator Industry Income di peringkat pertama. Pemeringkatan pada rumpun ilmu ini menyoroti universitas-universitas yang memimpin di seluruh disiplin ilmu berikut: Art, Performing Arts and Design; Languages, Literature and Linguistics; History, Philosophy and Theology; Architecture; dan Archaeology.

Pada tabel pemeringkatan tahun ini, THE WUR by Subject 2022 dalam bidang Arts and Humanities mencakup 606 universitas, naik dari 565 tahun lalu.

Reporter: Irsyan Hasyim (Kontributor) Editor: Erwin Prima

 

Sumber: https://tekno.tempo.co/read/1527236/ui-masuk-5-besar-kampus-asia-tenggara-versi-the-wur-arts-and-humanities-2022/full&view=ok

 

Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...

Pagelaran ketoprak DGB UI gerakkan kebudayaan dan hidupkan tradisi

Rabu, 18 Agustus 2021 21:20

Depok (ANTARA) - Ketua Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Indonesia (UI) Prof. Harkristuti Harkrisnowo mengatakan pagelaran ketoprak DGB UI diharapkan mampu menggerakkan kebudayaan dan menghidupkan tradisi.

"DGB UI membawa misi menggerakkan kebudayaan menghidupkan tradisi. Terima kasih kepada Makara Art Center (MAC) dan para Guru Besar (GB) yang telah ikut berpartisipasi mewujudkan pementasan ini di tengah-tengah kesibukan mengajar. Semoga bisa menghibur para penonton dari cerita dan lakon-lakon yang diperankan oleh para GB UI," kata Harkristuti dalam keterangannya, Rabu.

Prof. Harkristuti juga menyampaikan tantangan selama proses produksi di antaranya bagaimana bisa mengumpulkan 50 orang GB UI dalam dua kali seminggu untuk latihan olah suara dan tata gerak.

Hal ini merupakan usaha para GB UI untuk tetap memperhatikan kesehatan meningkatkan imunitas di tengah pandemi dan juga tetap memberdayakan diri menggali kebudayaan.

"Perjuangan yang luar biasa, harapannya ke depannya bisa menyelenggarakan lagi," ujarnya. Sementara itu Kepala Makara Art Center UI Dr. Ngatawi Al-Zastrow mengatakan persembahan para GB UI ini merupakan sentuhan kebudayaan, merajut hati merawat imunitas.

Menurutnya ini adalah even kebudayaan yang luar biasa dalam memperingati Hari Kemerdekaan, sebuah inovasi baru, yaitu Ketoprak Virtual. Zastrow berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi generasi muda, yaitu membuat teater/sendratari virtual.

Ia mengatakan bahwa mitologi maupun sejarah bisa dipahami sebagai sumber referensi/pelajaran dari kisah/lakon untuk inspirasi dalam kehidupan. Penonton diharapkan dapat memaknai sendiri pesan dalam Pagelaran Ketoprak.

"Ambil yang jernih, buang yang tidak baik. Mari meningkatkan imunitas dengan kreativitas," ujarnya. Pagelaran Ketoprak Virtual GB UI memanen apresiasi dan disambut antusias oleh lebih dari 300 penonton di kanal Youtube MAC UI dan 100 peserta di platform Zoom.

Penonton yang hadir menyaksikan tidak hanya dari sivitas akademika UI, juga ada dari Universitas lain seperti Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Sumatera Utara.

Dekan FISIP UI Arie Soesilo mengatakan bahwa pagelaran tersebut luar biasa. Talenta-talenta tersembunyi para guru besar UI seperti Prof. Fuad Hassan tuliskan Panji-panji Ilmu dan Seni Berkibar Tinggi di Almamater ini.

Pimpinan Produksi, Prof. Dr. Titik Pudjiastuti mengatakan DGB UI tidak tinggal diam, meski harus bekerja dari rumah, jiwa hasrat dan seni tetap berkobar untuk mementaskan Ketoprak lagi dengan satu tujuan menghibur para penonton agar lupa sejenak dengan pandemi yang melanda dunia.

Lakon berjudul DST dimainkan oleh 26 profesor lintas fakultas di UI -- dari FK, FKG, FT, FMIPA, FPsikologi, FISIP, FIA, FIB, FH, FEB, FF, dan FKM-- berperan sebagai tokoh dan pemain dalam pagelaran Ketoprak GB UI.

Kisah tersebut membawa pesan moral, yaitu kebaikan akan selalu menang dari kejahatan.

Kali ini Ketoprak GB UI yang dipentaskan bukan Ketoprak yang bermain di atas panggung dengan iringan gamelan, melainkan Ketoprak yang dipertontonkan secara daring, yang kemudian disebutnya ‘Ketopring’.

Oleh karena itu, semua kegiatan Ketoprak dilaksanakan sendiri-sendiri di rumah masing-masing, sesuai perannya, latihan hanya bertemu di dunia maya, tidak ada pertunjukkan olah tubuh, dan sutradara hanya mengarahkan intonasi suara dan mimik wajah.

"Sungguh luar biasa, meskipun sibuk mengajar dan kegiatan lainnya, para GB UI tetap semangat dan ceria sewaktu latihan. Yang lebih menakjubkan, ketika para GB harus membuat rekaman sendiri, sesuai peran masing-masing dengan sukarela. Kreativitas muncul, harus dandan sendiri, dan memakai kostum yang diusahakan sesuai dengan cerita, maka jubah hitam GB UI ikut digunakan," ujar Prof. Titik.

Kisah Dewi Sri Tanjung dipercaya sebagai legenda yang hidup dalam memori kolektif masyarakat Banyuwangi. Kisah ini menandai lahirnya istilah ‘banyu wangi’ yang berarti air yang berbau wangi.

Legenda itu sendiri mengisahkan Dewi Sri Tanjung yang tidak lain adalah keturunan dari keluarga Pandawa.

Cerita yang dipertunjukkan oleh Ketoprak Guru Besar UI ini bermula dari Raden Sidapaksa yang selesai berguru kepada Ajar Maharesi, seorang resi dari pertapaan di lereng gunung Raung.

Resi tersebut memerintahkan Raden Sidapaksa untuk mengabdikan diri kepada Raja Sulakrama di kerajaan Sindureja dan menerapkan ajarannya di bawah bimbingan raja tersebut.

Perjalanan turun gunung pun dilakukan dan sampailah ia di kerajaan yang kemudian Raja Sulakrama menerima pengabdiannya.

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...

Novel: Saya Dukung BEM se-Indonesia untuk Menurunkan Jokowi Sesuai Keinginan Rakyat

Jumat, 02 Juli 2021 20:17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin, mendukung BEM UI yang mengkritik dan menjuluki Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'The King of Lip Service'.

Novel juga menyatakan mendukung BEM se-Indonesia untuk menurunkan Jokowi dari jabatan Presiden yang menurutnya sesuai keinginan rakyat.

"Saya mendukung langkah BEM UI dan BEM se-Indonesia untuk menurunkan Jokowi sesuai keinginan rakyat dan konstitusi," kata Novel kepada netralnews.com, Kamis (1/7/2021).

"Dan perlu diketahui sesuai TAP MPR Nomor 6 Tahun 2001 presiden sudah tidak dipercaya rakyat wajib mundur," sambungnya.

Novel kemudian membeberkan alasan dirinya setuju dengan pernyataan BEM UI bahwa Presiden Jokowi kerap mengumbar janji manis tapi tidak direalisasikan.

"Sampai saat ini bukti dari kinerjanya hanya janji-janji belaka, bahkan diduga untuk menutupi janji yang tidak ditepati dengan janji lagi," ujarnya.

Sebagai contoh, Novel menyinggung pernyataan Jokowi yang pernah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meroket hingga 7 persen.

Selain itu, Novel juga mengungkit pernyataan Jokowi pada 20018 lalu yang menyebut anak-anaknya belum tertarik masuk dunia politik. Namun pada 2020,putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka mengikuti Pilkada Solo dan terpilih menjadi Wali Kota.

Tak cukup sampai di situ, Novel pun mempersoalkan gelaran Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 hingga kerumunan pendukung Gibran yang melanggar protokol kesehatan (prokes) saat Pilkada Solo.

"Seperti ekonomi dikatakan meroket dan meroket. Juga dikatakan anaknya tidak berpolitik praktis malah nyatanya dengan menghalalkan segala cara, bahkan Pilkada maut tetap digelar, bahkan sampai sampai menantang prokes dengan selebrasi kemenangan di Solo. Padahal sampai saat ini pandemi terus bergejolak," ungkapnya.

Seperti diberitakan, BEM UI di akun Twitter-nya mengunggah poster bertuliskan 'Jokowi: the king of lip service'. Julukan tersebut diberikan kepada Jokowi  karena BEM UI menilai mantan Gubernur DKI Jakarta itu sering mengobral janji manis yang kerap tidak direalisasikan.

"Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya," tulis @BEMUI_Official, Sabtu (26/6/2021).

"Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sekadar bentuk "lip service" semata. Berhenti membual, rakyat sudah mual!" tegas BEM UI. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

 
Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...

Sejumlah BEM Kampus Swasta Tantang BEM UI Selesaikan Persoalan Pandemi

Jumat, 02 Juli 2021 11:05

KUASAKATACOM, Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang mengaku sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah Kampus Swasta di Jabodetabek, menantang para mahasiswa yang tergabung di BEM UI, untuk bergerak melakukan langkah-langkah konkret, agar keluar dari lilitan berbagai persoalan akibat pandemi Covid-19. 

Dalam rilis yang diterima, 10 kampus swasta yang menamakan dirinya sebagai BEM Sejabodetabek menyebut BEM UI sangat eksklusif dan hanya mampu berolok-olok terhadap Pemerintahan, khususnya Presiden Joko Widodo. 

Budi Rahmansyah, yang didapuk sebagai Koordinator BEM Sejabodetabek itu mengatakan, mereka menggelar konferensi pers di sebuah cafe Jakarta. Menurut mereka banyak sikap BEM UI yang tidak mewakili perasaan mahasiswa Indonesia. 

“Politik mahasiswa adalah politik pengabdian. Bukan olok-olok. Saat ini, yang kami rasakan, dan banyak dari keluarga mahasiswa yang berduka karena keluarga mereka banyak yang sakit, bahkan meninggal dunia karena Covid. Lalu, BEM UI tanpa pernah mengetahui perasaan kita, mengambil kesempatan politis di saat sulit,” ujar Budi Rahmansyah, Rabu (30/6). 

Budi Rahmansyah merinci, paling tidak, ada 10 BEM dari kampus swasta yang tergabung dalam BEM Sejabodetabek, yang mengecam cara-cara yang dilakukan BEM UI karena menyebut Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lips Service. 

Kesepuluh Kampus Swasta yang menyatakan diri sebagai BEM Sejabodetabek itu adalah BEM Indonesia Banking School, BEM STMIK Jayakarta, BEM STAI Al Aqidah, BEM Universitas Islam Jakarta, BEM STMIK Mercusuar, BEM Universitas Ibnu Chaldun, BEM STIAKIN Sekolah Ilmu Administrasi Kawula Indonesia, BEM Universitas Azzahra, Universitas Bhayangkara, dan BEM STMIK Pranata Indonesia. 

Mereka mengatakan, pergerakan BEM UI sangat eksklusif. Dengan tidak pernah memperhatikan perasaan rakyat miskin yang sebenarnya. Sementara kebutuhan rakyat miskin saat ini adalah bisa segera keluar dari situasi krisis karena Covid-19. 

“Tidak ada korelasinya mengolok-olok Presiden dan perubahan keadaan krisis saat ini. Apakah dengan BEM UI mengolok-olok Pak Jokowi lantas Covid langsung hilang dan krisis langsung selesai?” tukasnya.

Budi beranggapan, saat ini empati adalah respon yang benar dengan kondisi di saat lonjakan pasien Covid-19 sedang melejit.  Dia mengatakan, BEM UI tidak mengerti dan tidak bisa bersikap empati, karena diduga sudah disusupi oleh kelompok kepentingan politik tertentu. 

“Arah gerakan mereka sudah tidak seusai dengan doktrin gerakan mahasiswa yang kita kenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” lanjutnya. 

Model yang diperlihatkan BEM UI, katanya lagi, diduga lebih ke arah gerakan politik praktis. Mengambil alih kekuasaan dengan mengolok-olok Kepala Negara. “Dengan tujuan mengajak untuk membenci Presiden dengan cara olok-olok,” katanya. 

Politik mahasiswa adalah politik Tri Dharma. Membangun Bangsa Negara dengan pengabdian, ketulusan dan kecintaan. Menurut Budi, apa yang dilakukan BEM UI lebih ke arah membangun kebencian. 

“Bagaimana pun mengolok-olok akan selalu melahirkan kebencian. Tidak ada cinta kasih dan pengabdian di balik olok-olok,” pungkasnya.

Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...

Rektorat Anggap Kritik BEM UI kepada Jokowi Lewat Poster Salahi Aturan

Minggu, 27 Jun 2021 21:30

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP ) Universitas Indonesia Amelita Lusia menjelaskan maksud pihaknya memanggil BEM UI, setelah kritik mereka terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi viral di media sosial.

Dalam kritiknya, BEM UI menyebut Jokowi sebagai King of Lips Service dan disertai foto Jokowi memakai mahkota. 

Menurut Amelita, kritik BEM UI itu dinilai kurang tepat dalam penyampaiannya karena menggunakan foto Jokowi sebagai meme. Padahal, menurut Amelita, presiden merupakan simbol negara. 

"Jadi bukan lah cara menyampaikan pendapat yang sesuai aturan yang tepat, karena melanggar beberapa peraturan yang ada," ujar Amelita kepada Tempo, Ahad, 27 Juni 2021. 

Terkait pemanggilan yang dilakukan pada hari Ahad sore atau saat perkuliahan libur, Amelita beralasan karena hal ini bersifat darurat dan kampus perlu bersikap tegas. Amelita menyebut meme Jokowi yang dibuat oleh BEM UI itu telah membuat keramaian di media sosial. 

"Pemanggilan ini adalah bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan yang ada di UI," ujar Amelita. 

Perihal apakah ada sanksi yang diberikan pihak kampus kepada BEM UI, Amelita tak menjawabnya.

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra belum membalas pesan Tempo terkait hasil pertemuan dengan rektorat hari ini.

Pada Sabtu kemarin, BEM UI melalui akun Instagram mereka @bemui_official, menggelari Jokowi dengan sebutan King of Lips Service. Gelar ini diberikan karena Jokowi dinilai sering tak konsisten dalam ujarannya.

"Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu," bunyi siaran pers BEM UI di akun Instagram mereka @bemui_official pada Sabtu, 26 Juni 2021. Tempo sudah menghubungi narahubung BEM UI Fathan untuk mengutip siaran pers tersebut. 

M JULNIS FIRMANSYAH 

Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...

Terduga Teroris JAD yang Ditangkap Densus di Bogor Lulusan Kimia UI

Rabu, 16 Jun 2021 13:26
Adhyasta Dirgantara - detikNews Jakarta - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) berinisial KDW di Bogor, Jawa Barat, Senin (14/6) malam lalu. KDW merupakan lulusan Universitas Indonesia (UI)

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia. KDW merupakan lulusan UI Fakultas MIPA.

"Ya. Yang bersangkutan (KDW) alumni Kimia FMIPA UI," ujar Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia saat dimintai konfirmasi, Rabu (16/6/2021).

Amelita mengatakan KDW mulai berkuliah di UI pada 2009. Tak butuh waktu lama, KDW lulus 3 tahun kemudian pada 2012.

"Angkatan 2009 dan lulus pada 2012," ucapnya.

Amelita menepis kabar kalau KDW adalah lulusan terbaik di UI kala itu. Dia juga enggan membeberkan keseharian KDW selama menjadi mahasiswa.

"Bukan lulusan terbaik. Untuk pertanyaan ini (keseharian KDW selama masih mahasiswa) bukan di ranah kami," tutup Amelita.

Penyedia Bahan Baku Bom

Sebelumnya, Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial KDW (30) di Bogor, Jawa Barat. Polri mengungkap KDW berperan sebagai penyedia bahan baku untuk bom.

"Densus telah mengamankan satu tersangka pelaku teror di Indonesia. Diamankan di Bogor, Jawa Barat, atas nama KDW berumur 30 tahun. Ini termasuk di dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (15/6).

"Peran tersangka KDW ini yang mempersiapkan bahan-bahan kimia yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuat bom," sambungnya.

Selain itu, Rusdi membeberkan sejumlah barang bukti saat Densus 88 menangkap KDW. Beberapa di antaranya merupakan bahan kimia, seperti dekstran, sodium borate, hingga HCL.

"Dari tersangka KDW diamankan bermacam-macam bahan-bahan kimia, antara lain dekstran, magnesium sulfat, sodium borate, HCL, belerang, dan bahan-bahan kimia lain. Ini diamankan dari tersangka KDW," tutur Rusdi. 

(mea/mea)

Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...

Mahasiswa Fasilkom UI kembangkan "CardiWatch" aplikasi pemeriksa kesehatan jantung

Minggu, 30 Mei 2021 14:03

 

Depok (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) mengembangkan "CardiWatch" yang merupakan aplikasi pemeriksaan khusus kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular.

"Dengan teknologi semua orang dapat ikut serta dalam pencegahan, mendeteksi, dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan jantung," kata Clouddian Fazalmuttaqin dalam keterangannya, Minggu.

Aplikasi ini dikembangkan oleh mahasiswa Fasilkom UI yaitu Clouddian Fazalmuttaqin, Nathasya Eliora Kristianti, Douglas Raevan Faisal, dan Adam Maulana. Aplikasi bernama CardiWatch ini merupakan aplikasi low-cost dengan layanan tindakan pencegahan.

Screening awal berbasis photoplethysmograph (PPG) digunakan untuk monitoring detak jantung, dengan melihat perubahan volume darah dalam pembuluh darah, dan konsultasi seputar kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular langsung dengan dokter spesialis jantung.

Penciptaan aplikasi ini berawal dari keinginan tim untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di bidang teknologi kesehatan dengan memuat teknologi yang ramah pengguna, khususnya masyarakat awam. 

Selain itu, adanya fakta bahwa penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia, bahkan di dunia, juga melatarbelakangi pembuatan aplikasi ini.

Fitur utama aplikasi ini adalah screening Arrhythmia, yaitu kondisi gangguan pada irama jantung. Untuk dapat melakukan screening, pengguna hanya meletakkan salah satu jari mereka pada gawai pintar yang telah ter-install di aplikasi CardiWatch dengan posisi menutupi kamera belakang dan flash.

Setelah itu, hasil screening akan ditampilkan kepada pengguna yang berisi beats per minutes (bpm) jantung dan indikator Arrhythmia atau tidak.

Berkat inovasi tersebut, Clouddian bersama tim berhasil mengamankan posisi mereka sebagai finalis di ajang Imagine Cup 2021 yang diselenggarakan oleh Microsoft.

Kompetisi ini melibatkan para ahli teknologi muda dari seluruh dunia untuk mempromosikan adaptasi platform, memperluas akses pasar, dan mencari talenta terbaik.

Pada kompetisi peserta membuat proyek baru dan inovatif yang menonjolkan bakat dan minat mereka, dan akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan para profesional, memperoleh keterampilan baru, memenangkan pendanaan untuk memaksimalkan penerapan ide-ide mereka, dan menerima bimbingan dari para pemimpin teknologi.

Melalui beberapa putaran kompetisi online dan tatap muka, para peserta memperebutkan gelar kejuaraan berhadiah uang tunai dan program mentoring.

Imagine Cup menitikberatkan pada inovasi yang mengubah cara hidup manusia, tentang solusi, dan aplikasi yang bisa menyelamatkan nyawa manusia.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan jawaban yang efektif guna meningkatkan gaya hidup masyarakat di seluruh dunia, melalui ide-ide teknologi yang mereka ciptakan.

“Pencapaian para mahasiswa kami ini menunjukkan bahwa materi pengajaran di bangku kuliah dapat memberi solusi terhadap permasalahan di masyarakat,” kata Pejabat Dekan Fasilkom UI, Dr. Petrus Mursanto.

Petrus menambahkan Fasilkom UI, mendukung talenta-talenta berbakat di bidang teknologi, untuk terus berinovasi guna menjawab permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

 
Pewarta : Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2021
Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...

Dukung Perang Lawan COVID-19, ILUNI UI Vaksinasi Ribuan Alumni

Selasa, 13 April 2021 10:34

Agung Bakti Sarasa sindonews.com BANDUNG - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) terus berpartisipasi dalam vaksinasi COVID-19 kepada lebih dari 8.000 alumni UI warga Jakarta dan Depok.

Pemberian vaksinasi pertama dilakukan untuk alumni lanjut usia (lansia) warga Jakarta di RSCM Kencana pada 11 Maret lalu dilanjutkan dukungan layanan vaksinasi drive thru untuk alumni UI di Depok dan dosen UI terhitung sejak 22 Maret hingga 21 Mei mendatang di RSUI Depok.

Ketua Umum ILUNI UI, Andre Rahadian menuturkan, program vaksinasi ini merupakan wujud dukungan terhadap pemerintah dalam mengatasi COVID-19 melalui program vaksinasi COVID.

"Kami membuka layanan sentra vaksinasi untuk alumni UI dan dosen UI yang diadakan di RSCM dan RSUI. Kami juga membuka kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk dengan swasta, seperti kerja sama vaksinasi drive thru dengan XL Axiata untuk vaksin di Depok dengan target tiga puluh ribu penerima vaksin selama durasi program," ujar Andre dalam keterangan resminya, Senin (12/4/2021) petang.

Andre mengungkapkan, sedikitnya 8.000 lebih warga Jakarta dan Depok menerima manfaat program ini, temasuk di antaranya alumni UI, pasangan alumni UI, keluarga dari alumni UI, serta dosen UI.
 
Andre menerangkan, program vaksinasi alumni di Jakarta pada 11 April 2021 kemarin merupakan vaksinasi kedua setelah sebelumnya ILUNI UI mengadakan vaksinasi tahap pertama pada 11 Maret 2021 lalu.

"Ada ratusan alumni yang berpartisipasi dalam program vaksinasi alumni pertama. Dalam program ini, ILUNI UI bekerja sama dengan RSCM dan atas pengawasan dari Dinkes Pemprov DKI Jakarta dan Kemenkes RI," ujarnya.

Lebih lanjut Andre menjelaskan, dalam program vaksinasi di RSCM, ILUNI UI berkontribusi dalam menyediakan relawan nakes dan non-nakes.

ILUNI UI juga membuka pendaftaran penerima vaksin, melakukan penjadwalan traffic management, serta pre-skrining untuk para lansia.

"Kami mendapatkan banyak dukungan dari RSCM dan juga dari relawan yang berasal dari ILUNI Fakultas," katanya.

Sementara itu, dalam progam vaksinasi Drive-Thru Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI, ILUNI UI berkolaborasi dengan XL Axiata, UI, Kemenkes RI, Pemprov Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Depok.

Termasuk mitra bisnis lainnya, seperti Benih Baik, Protelindo, Tower Bersama Group, Alita, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Dalam program ini, ILUNI UI memberikan dukungan kepada pihak XL Axiata berupa penyediaan tenaga relawan non-medis yang membantu proses administrasi, menyediakan pelaksana teknis lapangan, membantu proses perizinan selama vaksinasi di RSUI, serta membantu dalam hal publikasi,” jelas Andre.

Sejauh ini, sudah ada total 3.577 penerima vaksin non-lansia, termasuk di dalamnya dosen UI, dosen PNJ, dan pelayanan publik serta 4.811 peserta vaksin lansia.

Sehingga, per 8 April 2021 lalu, tercatat 8.388 orang berpartisipasi dalam program vaksinasi Drive-Thru Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini menyatakan rasa terima kasih atas sinergi antara XL Axiata dan ILUNI UI dalam pelaksanaan progam vaksinasi Drive-Thru Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit.

Dia menyebut, ILUNI UI dan XL Axiata memiliki kesamaan visi-misi dalam mendukung program vaksinasi dari pemerintah.

Dia juga berharap, kerja sama yang terjalin mampu memberi dampak signifikan akan penyaluran vaksinasi kepada masyarakat.

"Tentunya merupakan suatu kehormatan bisa bekerja sama dengan RSUI dan ILUNI UI dalam program vaksinasi ini. Semoga kerja sama dapat terjalin lebih erat dan memberikan manfaat luas kepada masyarakat. XL Axiata berkomitmen untuk membantu penyelenggaraan vaksinasi sebagai bagian dari pencegahan penyebaran COVID-19," katanya.

Direktur Utama RSUI, Astuti Giantini menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak dalam penyediaan sentra vaksinasi untuk warga Depok dan dosen-dosen UI.

"RSUI mengapresiasi atas penyelenggaraan vaksin drive thru ini. Meski telah mendapatkan vaksin, tentunya kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan. RSUI juga akan tetap memberi pelayanan terbaik untuk warga UI dan masyarakat," ujarnya.
 
(boy)
 
 
Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...

MWA UI Akan Gelar Webinar Tentang Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan Indonesia

Rabu, 10 Maret 2021 11:04

Puguh Hariyanto sindonews.com JAKARTA - Setelah sukses menyelenggarakan webinar pertama tentang ekonomi pada bulan Januari 2021 lalu, kali ini pada tanggal 25 Maret 2021 Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia ( MWA UI ) akan menggelar webinar series kedua tentang kesehatan yang berkolaborasi dengan Kementerian Riset Dan Teknologi/Badan Riset Dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Mengingat saat ini Indonesia sedang menghadapi dan berperang melawan pandemi Covid-19 maka tema yang diangkat adalah "Ketahanan Dan Kemandirian Kesehatan Indonesia". Beberapa isu penting akan menjadi fokus diskusi, antara lain 1.

Disrupsi Teknologi Kesehatan terkait Big Data & Artifical Intelegence, 2. Covid 19 dan Ketahanan Kesehatan Indonesia, 3. Adaptasi dan Adopsi Teknologi dan yang ke 4. Medical Tourism.

"Tujuan dari webinar kali ini yaitu diharapkan para pembicara dapat membahas berbagai permasalahan kesehatan bangsa Indonesia termasuk kondisi pandemi yang sedang kita alami dan juga diharapkan menghasilkan berbagai pemahaman dan usulan rekomendari kebijakan (policy breef) untuk membangun ketahanan dan kemandirian kesehatan Indonesia, yang nantinya akan dirangkum oleh Prof Budi Wiweko bersama teman teman dari FK UI guna menjadi satu sumbangan pemikiran untuk pemerintah," ujar Ketua MWA UI Saleh Husin kepada media, Rabu (10/3/2021).

Wakil Presiden Prof KH Ma'ruf Amin akan menjadi pembicara kunci. Saleh Husin selaku Ketua MWA UI memberikan welcome speech dan Rektor UI memberikan opening speech. Diskusi panelnya dibagi dalam dua sesi dimana pembicara pada sesi pertama dengan subtema Covid-19 dan Ketahanan Kesehatan Indonesia yaitu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawangsa, Juru Bicara satgas covid-19 Prof Wiku Adisasmito, Dekan Fakultas Kedokteran UI Prof Ari Fahrial Syam, dan Sekretaris UI dr Agustin Kusumayati PhD yang merupakan pakar kesehatan masyarakat dan dipandu oleh moderator Metro TV Leonard Samosir.

 

MWA UI Akan Gelar Webinar Tentang Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan Indonesia


Dan, pada panel sesi kedua dengan subtema Riset dan Inovasi Dalam Membangun Ketahanan dan Kemandirian Bangsa dimana Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Prof Bambang Brojonegoro yang sekaligus menjadi koordinator acara webinar ini akan bersama Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono PhD, Dekan Fakultas Teknik UI Dr Hendri DS Budiono, Kepala Laboratorium UI Prof Amarila Malik, Presiden Direktur Dexa Medica Ir Ferry A Soetikno dan Wakil Direktur IMERI FK UI Prof Budi Wiweko menjadi pembicaranya dengan moderator dari Kompas TV yaitu Sofie Syarief.

"Untuk itu saya berharap rekan-rekan dari pemerintah daerah terutama dinas kesehatan dan dinas terkait lainnya serta adik-adik mahasiswa terutama dari rumpun ilmu kesehatan dan teknik, termasuk siapapun warga masyarakat dapat bebas menjadi peserta webinar guna dapat memperdalam pemahamannya tentang kesehatan dari para nara sumber yang sangat kapabel dan pakar dalam bidangnya masing-masing," kata Saleh Husin.

"Pendaftaran terbuka untuk umum dan registrasi dapat dilakukan melalui tautan http://ui.id/mwawebinarseri2 dan tidak dipungut biaya, serta peserta akan mendapat e-sertifikat," ujar anggota MWA UI Corina DS Riantoputra yang juga merupakan seorang pakar psikologi.

Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...

Kolaborasi Ikatan Alumni ITB Unpad UI IPB Membangun Jawa Barat

Jumat, 05 Maret 2021 09:39

Siti Afifiyah tagar.id Jakarta - Ikatan alumni Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor, berkolaborasi menginisiasi pengembangan human capital dan sumber daya Jawa Barat. Kolaborasi ikatan alumni empat perguruan tinggi di Jawa Barat ini ditandai penandatanganan para Ketua Ikatan Alumni di kantor Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. 

Hadir lengkap Ketua Umum ITB Ridwan Djamaluddin yang juga adalah Dirjen Minerba ESDM, Ketua Umum IKA Unpad Ira Hermawan, Ketua Umum ILUNI Andre Rahadian, dan Ketua Umum Himpanan Alumni IPB R. Fathan Kamil.

"Kerja sama ini adalah bukti nyata dukungan alumni perguruan tinggi di Jawa Barat dalam mengoptimalkan potensi besar Jawa Barat sebagai provinsi berpenduduk terbesar dengan sumber daya human capital unggul, ekonomi, dan daya tarik wisata yang kaya," ujar Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni ITB Bernardus Djonoputro.

Ketua Ikatan Alumni Unpad Ira Hermawan menkankan pentingnya kerja sama dalam membangun Jawa Barat dalam aspek budaya yang unggul. "Sejak digulirkan ide awal bersama IA ITB, diikuti ILUNI dan HA IPB, kegiatan ini diharapkan berdampak positif pada daerah melalui kerja sama jejaring alumni."

  

Ikatan Alumni ITB
Ketua Umum Ikatan alumni ITB, Unpad, UI, dan IPB, menandatangi kolaborasi menginisiasi pengembangan human capital dan sumber daya Jawa Barat, di kantor Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. (Foto: Tagar/Ikatan Alumni ITB)

 

Kolaborasi ini akan dilanjutkan dengan penyelenggaraan dua acara besar, yaitu Dialog Peradaban Jawa Barat dan kegiatan Festival Kebudayaan dan Pariwisata Jabar (Jabar Cultural and Tourism Festival). Rangkaian kegiatan berlansung 22-25 Maret 2021 di beberapa kota di Jawa Barat termasuk Bandung, Bogor, Cirebon, Garut, dan Lembang.

Penandatanganan MOU empat ikatan alumni ini akan diiikuti penyelenggaraan kegiatan di kota-kota Jawa Barat, baik dalam skala nasional maupun internasional. Panitia pusat dalam waktu dekat akan melansir jadwal kegiatan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. []

Diterbitkan di Berita
Baca selengkapnya...
  • Awal
  • Sebelum
  • 1
  • 2
  • Berikut
  • Akhir
Halaman 1 dari 2
  In Harmonia   In Harmonia
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Login
Copyright © 2020 InHarmonia.co All rights reserved.