jpnn.com, JAKARTA - Ferdinand Hutahaean angkat bicara terkait dinamika Partai Demokrat (PD) setelah Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumut memecat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai berlambang bintang mercy.

Bagi mantan ketua biro energi dan sumber daya mineral DPP Partai Demokrat ini, prahara yang menimpa PD merupakan dinamika berorganisasi.

Dia mengatakan bahwa konflik terkadang muncul dari perbedaan pendapat dan bisa juga karena kepemimpinan yang lemah, tak mengakar dan tidak mendapat legitimasi kharisma politik.

"Dan konflik juga bisa muncul karena semangat perubahan," ucap Ferdinand kepada JPNN.com, Sabtu (6/3). Ferdinand menyampaikan pemahaman bahwa organisasi politik itu bersifat terbuka dan bukan kerajaan.

KLB pun menurutnya sesuatu yang sah untuk dilakukan sepanjang memenuhi syarat dalam AD/ART. Namun, dia melihat pertarungan sesungguhnya bukanlah di arena KLB, tetapi di pengadilan yang nantinya akan bergulir.

"Inilah pertarungan politik dan pertarungan hukum serta pertarungan kekuatan sesungguhnya siapa yang layak memimpin, dan siapa yang dipercaya grassroot," jelas Ferdinand.

Secara pribadi, pria yang pernah memimpin Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) ini tidak mau melihat KLB Sibolangit dari sisi aturan AD/ART, tetapi secara politik kader yang hadir menginginkan perubahan.

Hasilnya, kata Ferdinand, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi pilihan untuk perubahan tersebut, sekaligus menang telak melawan dominasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan AHY.

"Moeldoko telah menjadi pilihan untuk perubahan serta Moeldoko telah menang 2-0 melawan SBY dan AHY," ucap Ferdinand.

Kemenangan pertama Moeldoko adalah berhasil menyingkirkan AHY sebagai ketum secara politik, dan yang kedua mantan Panglima TNI itu memenangkan opini publik. "Bahwa publik saat ini melihat dan mendengar Demokrat KLB, dan Moeldoko ketum baru.

Itulah kemenangan Moeldoko saat ini. Tinggal dua pertandingan lagi yaitu di Kemenkumham dan di pengadilan," tutur pria asal Sumatera Utara ini.

Ferdinand memprediksi akhir dari prahara Demokrat ini akan tetap dimenangkan oleh suami Koesni Harningsih tersebut. "Apakah Moeldoko akan menang 4-0 nantinya? Kita akan melihat ke depan hasilnya.

Tetapi prediksi saya, Moeldoko akan memenangkan pertandingan ini baik secara politik maupun secara hukum," pungkasnya.(fat/jpnn)

Diterbitkan di Berita

inharmonia.co Jakarta - Beredar sebuah poster undangan Tabligh Akbar yang menyebut Haikal Hassan sebagai Duta Pencegahan Covid-19 DPR RI viral di media sosial dan menuai berbagai tanggapan negatif. Sebagian besar warganet yang menanggapi, meminta konfirmasi dari akun Twitter DPR RI terkait poster tersebut.

Ferdinand Hutahaean juga turut menanggapi poster tersebut dalam sebuah cuitan yang diunggahnya pada Kamis (4/3/2021). "Kacau kalau ini benar, duta pencegahan covid tapi mau bikin kerumunan," tulis Ferdinand.

 

 

Poster ini menyebutkan bahwa Haikal Hassan akan menjadi pengisi acara Tabligh Akbar 'Menjadi Musim yang Lebih Baik' dan ia diperkenalkan sebagai seorang penceramah Duta Pencegahan Covid-19 DPR RI.

Akun pengunggah poster itu, yakni @P3nj3l4j4h_id meminta konfirmasi dari pihak DPR RI terkait kebenaran informasi dalam video tersebut.

"Halo @DPR_RI mau konfirmasi, beneran ini @haikal_hassan adalah Duta Pencegahan Covid-19 DPR RI?" tulis akun tersebut.

"Jika benar apakah tidak ada lagi warga yang layak dan pantas jadi duta pencegahan Covid 19 DPR RI? Tuips kriteria jadi Duta begini apa ya, ada yang tau?" lanjut akun tersebut.

 

Poster Babe Haikal Duta Pencegahan Covid-19 DPR RI (Twitter)

 

Menanggapi cuitan-cuitan tersebut, para warganet memberikan beragam komentar. Beberapa dari mereka mempertanyakan kebenaran Haikal Hassan sebagai duta.

"Sumbangsih dia selama pandemi ini apa ya? Apa ada ikut mencegah kerumunan?" cuit akun @tjhinfa***

"Beneran bang, kaya nggak ada lainnya yang lebih pantas diangkat sebagai duta," cuit akun @1ND1R***

 
Di dalam poster Tabligh Akbar yang akan digelar di Kota Langsa dan Aceh Tamiang itu para peserta diminta untuk menyiapkan infaq terbaiknya dengan alasan keummatan.
 
"Tepu-tepu cari uang pakai kedok agama. Gak ada kapok-kapoknya jualan agama." cuit akun @UKumalaj***

 

 

Diterbitkan di Berita

Nefan Kristiono MATA INDONESIA, JAKARTA – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengingatkan kita betapa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah ancaman bagi negara, kedamaian dan perbedaan karena banyak negara membasmi induknya Hizbut Tahrir.

Terakhir dilakukan Rusia yang menangkapi anggota Hizbut Tahrir dalam sebuah operasi khusus.

“Hanya mental2 teroris yg merasa HTI bkn ancaman. HTI adalah musuh negara, ancaman bagi kedamaian dan perbedaan maka harus dibasmi di manapun,” begitu pernyataan Ferdinand yang diterima Mata Indonesia News, Minggu 21 Februari 2021.

Seperti diberitakan Kantor Berita TASS, melakukan penangkapan itu, Kamis 18 Februari 2021. Dinas Keamanan Federal (FSB), pengawal nasional dan Kementerian Dalam Negeri Rusia menggelar operasi tersebut di 10 wilayah Rusia.
 
Menurut keterangan FSB, anggota Hizbut Tahrir itu giat menggunakan saluran-saluran online menyebarkan ide-ide terorisme dengan menyebarkan intoleransi terhadap agama lain dalam upaya merekrut Muslim Rusia menjadi anggota organisasi teroris internasional.
Pemerintah Rusia telah menetapkan Hizbut Tahrir sebagai organisasi terlarang karena akan mendirikan kekhalifahan dunia dengan upaya menggulingkan pemerintahan yang sah di Rusia baik melalui kudeta militer maupun revolusi Islam.
Diterbitkan di Berita
PR TASIKMALAYA - Cipinang Melayu dilanda banjir, Ferdinand Hutahaean lantas memberikan kritik pedas kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kritikan Ferdinand Hutahaean disampaikan karena Gubernur Anies Baswedan berani beragumen bahwa Cipinang Melayu sudah bertahun-tahun tidak banjir.

Menurut Ferdinand Hutahean, Gubernur Anies Baswedan berani sekali posting hal tersebut di media sosialnya.

Kritikan pedas Ferdinand Hutahean terhadap Anies Baswedan disampaikannya melalui Twitter @FerdinandHaean3 pada Jumat 19 Februari 2021.

"Oh sudah 8 kali toh, Cipinang Melayu kebanjiran tahun ini?" tuturnya dikutip Pikiranrakyat-Tasikmalaya.com dari Twitter @FerdinandHaean3.

"Kenapa Gubernurnya berani banget posting di medsos Cipinang Melayu setelah bertahun-tahun banjir, tahun ini tidak kebanjiran?" lanjutnya.

Dalam unggahannya, Ferdinand Hutahean menanyakan perihal Cipinang Melayu yang dimaksud.

"Wahhhh parah!! Gubernur yang berbohong atau Cipinang Melayu-nya berbeda?" lanjut tanyanya.

 

Cuitan Ferdinand Hutahean.*
Cuitan Ferdinand Hutahean.* Twitter.com/@FerdinandHaean3

 

Sebelumnya, Ferdinand Hutahean menanyakan kebenaran berita banjir yang melanda Cipinang Melayu tersebut.

"Yang benar nih Cipinang Melayu? Jangan mendiskreditkan Anies Baswedan yang sudah bilang tak banjir," tanya Ferdinand Hutahean.

Ferdinand Hutahaean juga menanyakan kebenaran pernyataan Anies Baswedan.  

 

"Memang situ tidak baca cuitan Anies dengan fotonya sama nenek yang sama? Tapi beneran nih serius Cipinang Melayu? Ahhhh kita tanya Anies deh!"tutur Ferdinand Hutahean.

 

Cuitan Ferdinand Hutahean.*
Cuitan Ferdinand Hutahean.* Twitter.com/@FerdinandHaean3

 

***

 
Diterbitkan di Berita
Halaman 2 dari 2