Catatan redaksi,
Tulisan ini adalah sambutan Indracahya pada acara FJB#7, di Marina Jakarta, tanggal 27 April 2025. Sambutan ini adalah bagian dari silaturahim para pencinta Indonesia.
Assalamu'alaikum,
Salam sejahtera,
Puji syukur kehadirat Allah swt.
Kawan-kawan Fortuga (Forum Tujuh Tiga, Forum Alumni ITB Angkatan 1973) yang saya cintai, Fortuga Jumpa Berkala (FJB) atau dulu Fortuga Monthly Gathering dimulai dari pertanyaan rekan Faiz Shahab pada bulan juli 2024, apa yang akan anda lakukan di usia 70.
Saya jawab ada, bagaimana kita kalau kopidarat setelah sekian tahun kita terpisah karena covid. Maka kita bertemu di RPF (Rumah Persahabatan Fortuga) pada hari Minggu 25/8/24. Surprising, yang hadir lebih dari 30 orang. Itulah FJB #1. Saat itu kita beri ucapan selamat yang ulang tahun, dan mendoakan yang wafat dan kawan-kawan yang dalam ujian. Ada pencerahan dari Kang Nana Rukamana (PL) tentang nikmat umur panjang.
Saat itu saya jelaskan angan-angan saya ke depan : bikin media perjuangan in harmonia bersama M. Ridlo Eisy (GL), Litbang TI ISEDC bersama Agus Tjahajana MS dan Batik (Bakti TI), Rumah Cerdas bersama teman alumni ITB.
Sejak itu hampir tiap bulan kita ketemu. Tadinya sebulan sekali tapi karena Yudi bilang, bosen panggih jeung maneh unggal bulan, dibuat jadi 2 bulanan.
Makanan urunan, potluck, masing-masing bawa andalannya. Anehnya, alhamdulillah sejak FJB#1, makanannya tidak ada satupun yang enak. Semuanya “enak sekali". Berlimpah, sampai-sampai masing-masing pulang bawa bekel. Di RPF juga ada Band Fortuga music club gebetan Mas Kekem (SI), jadi kita isi juga dengan nyanyi-nyanyi dan sedikit menari. Plus pingpong. Yang hadir, naik dari 30 jadi 80-an orang.
Bulan puasa, FJB diisi dengan buka puasa bersama. Saat itu ada nini-nini 73 yang bilang iba meninggalkan seorang aki-aki buka puasa sendirian di rumah. Jadi, diputuskan next FJB boleh bawa pasangan yang syah masing-masing. Fjb#7 ini yang hadir diperkirakan melampaui kapasitas nyaman rumah Fortuga, kasian tetangga, maka diputuskan acara dibuat di Marina Batavia yang salah satu pemiliknya adalah rekan kita Arie Bastaman. Kita dapat special discount. Hatur nuhun Kang Arie.
Di FJB, selain ngobrol kangen-kangenan, terjadi rekonsiliasi fraksi-fraksi di Fortuga yang sempat ada, akibat pileg dan pilpres. Covid itu jahat, dia memisahkan kita secara fisik, tapi politik lebih jahat lagi, dia memecah belah kita secara emosi. Kita terpolarisasi dalam kubu-kubu. Namun untungnya kita semua sadar, bahwa dunia politik adalah panggung sandiwara yang dipenuhi kemunafikan dan tipu daya. Kita terkecoh dan berseteru dengan kawan sendiri. FJB melebur itu semua.
Kita semua cinta negeri ini, kita ingin anak cucu kita hidup di negeri yang lebih baik di masa depan. Kita berusaha, tapi malah konflik dengan kawan kita sendiri. Untungnya kita sadar, justru kita harus bersatu untuk memperjuangkan ini semua. Jangan terpecah belah dan berkelahi sesama kita sendiri.
Hari ini, di FJB#7 yang hadir tercatat 150 Fortuga, total 200 berikut istri/suami anak dan cucu. Memang ke depan ada baiknya kita libatkan anak cucu kita masing-masing, agar mereka melanjutkan silaturahim kita semua, sampai akhir zaman. Pesan nabi, “sungguh sebaik baik kebaikan adalah menjaga hubungan baik dengan sahabat bapak ". (HR Tirmidzi).
Terimakasih untuk rekan-rekan panitia Gaby (FA), Nani (PL), Lusina, Atie (SI), Faiz (EL), Harsan Badawi, Darwanto, Kekem, Sony, Batik, Alie, Sapta, Kang Nana (PL), Pendi (EL), Titah (TI), Tery (TI), Fati (AR), Agus (GL), Aam (TA), Yani (AR), Hatta (TM), Yoga (TK), Fuad (SI).
Terima kasih juga untuk rekan-rekan yang mendukung pembiayaan sehingga acara ini berlangsung dengan baik, yang hadir maupun tidak hadir, di dalam negeri maupun yang di luar negeri.
Terimakasih banyak rekan-rekan yang hadir dari Surabaya, Malang, Bandung dan berpartisipasi dalam acara ini.
Semoga hari esok lebih baik dari hari ini, untuk kita semua maupun untuk anak cucu kita dan untuk bangsa ini. Dirgahayu Indonesia.***