Jakarta, CNN Indonesia -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap belasan terduga teroris di wilayah Riau, Senin (14/6). Belum diketahui jaringan kelompok belasan teroris tersebut.

"Jumlah ada 13 orang di wilayah Riau," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi wartawan.

Namun, Ramadhan belum bisa bicara lebih lanjut terkait penangkapan terhadap para terduga teroris itu. Ia juga belum mengungkap identitas dan jaringan terkait 13 terduga teroris tersebut. "Sabar ya, Densus 88 masih bekerja," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menangkap 11 terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Merauke, Papua. Mereka diduga hendak melakukan sejumlah aksi teror di gereja hingga kantor polisi.

JAD di Merauke ini terkait dengan kelompok kajian Villa Mutiara yang merupakan jaringan teroris di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divis Humas Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan para terduga teroris yang berada di Makassar saling mengenal dengan yang ditangkap di wilayah Merauke.

Beberapa orang yang ditangkap Merauke merupakan warga Makassar. Berdasarkan penyelidikan Densus 88, jaringan Makassar melebar ke sejumlah wilayah lain seperti Kalimantan Timur dan Papua.

(mjo/fra)

Diterbitkan di Berita

Elshinta.com - Gubernur Riau Syamsuar meminta Majelis Ulama Indonesia berperan untuk mengajak pendakwah atau ustadz tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat, setelah dirinya mendapat laporan ada da'i yang berceramah di dekat kediamannya menyebut pandemi COVID-19 merupakan rekayasa bangsa Yahudi Israel. 

"Saya mendapatkan laporan di sebuah masjid Pekanbaru masih ada ustadz-ustadz yang ceramahnya menyampaikan COVID-19 adalah rekayasa dan kerjaan Yahudi, Israel. Padahal di Israel juga ada dan banyak kasus COVID-19," kata Syamsuar kepada wartawan di Pekanbaru, Senin.

Syamsuar berharap isi ceramah bukan merupakan provokasi dan mengenai penanganan pandemi namun diharapkan berisi ajakan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Penerapan protokol kesehatan sangat penting di tempat umum bahkan juga di tempat ibadah.

Ia khawatir apabila ada warga yang percaya begitu saja isi ceramah yang menyebut COVID-19 adalah rekayasa. "Itu ceramah yang tidak benar sehingga masyarakat menilai COVID-19 sudah hilang," sesal Syamsuar.

Syamsuar mengatakan Pemprov Riau akan menggandeng MUI Riau untuk menyosialisasikan penerapan prokes di tempat-tempat ibadah. 

"Saya sudah sampai kepada ketua MUI Riau agar menyampaikan kepada para ustadz, saat menyampaikan ceramah di masjid atau mushala hendaknya diselipkan ajakan untuk mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19," katanya.

Dari laporan diterimanya, Syamsuar mengatakan saat ini masih ada masjid-masjid yang tidak menerapkan protokol kesehatan saat pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadhan. Hal tersebut tentunya berbahaya dan bisa menjadi penyebab penularan COVID-19.

"Saya dapat kabar masih ada masjid yang tidak melakukan protokol kesehatan, untuk itu para ustadz atau ulama hendaknya dapat mengingatkan hal tersebut," ujarnya. 

Diterbitkan di Berita
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Aksi teror tak hanya menimpa Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Pekanbaru, Muspidauan semata saja, juga ke rumah Ketua Pimpinan Wilayah Nahdhlatul Ulama (NU) Provinsi Riau, Rusli Ahmad. 
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan membenarkan aksi teror dialami Ketua PW NU Riau tersebut.
 
"Rumah Ketua NU dicorat-coret pada bagian dinding rumah menggunakan tinta spidol dengan meninggalkan pesan "NU dan Muhammadiyah urus agama saja, jangan urus yang lain"," ungkap Kombes Teddy, Kamis (11/3/2021).
Kombes Teddy menjelaskan, selain teror di atas, ada juga teror menggunakan kata-kata tidak sopan dicoret pelaku di rumah Ketua NU.
 
"Ada kata kasar, ditulis pelaku menggunakan spidol. Saat ini kita sudah berkoordinasi dengan Polresta Pekanbaru," tegas Mantan Wadirkrimsus Polda Lampung tersebut. 
 
Sebelumnya, rumah Ketua LAMR Pekanbaru yang juga Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Riau, Muspidauan mendapat teror saat subuh di jalan Puyuh, Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Jumat, 5 Maret 2021.
Kasi Penkum dan Humas di Kejati Riau tersebut mendapat teror potongan kepala anjing di depan teras rumahnya usai balik salat subuh.
 
Laporan: DEFRI CANDRA
Diterbitkan di Berita