JAKARTA, KOMPAS.TV Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf meminta pemerintah tidak perlu intervensi masyarakat soal pengeras suara masjid.

Hal ini terkait salah satu poin keputusan Itjima Ulama MUI soal pengeras suara masjid atau musholla agar diatur kembali penggunaannya untuk menjamin ketertiban di masyarakat. Salah satu poin rekomendasi itu adalah, meminta pemerintah untuk ikut membantu memberikan pengertian ke masyarakat terkait pengeras suara.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini lantas menuding pemerintah agar tidak ikut campur urusan pengeras suara ini. Kata dia, biarkan saja diselesaikan oleh masyarakat sendiri.

“(Soal pengeras suara) diselesaikan sesuai dengan kearifan lokal saja, enggak perlu pemerintah intervensi," kata Bukhori sebagaimana dilansir dari Tribunnews, Sabtu (13/11).

Salah satu poin penting yang membuat, kata Bukhori, pemerintah tidak perlu intervensi soal pengeras masjid ini adalah, jika pemerintah ikut bisa berpotensi bikin kisruh di tengah masyarakat, serta hal-hal yang tidak diinginkan.

“Akan menimbulkan kekisruhan di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Polemik tentang pengeras suara masjid/musholla ini mengemuka kembali usai muncul laporan dari media Prancis tentang pengeras suara di Jakarta yang teryata membuat sebagian masyarakat terganggu.

Salah satu respon yang muncul akibat laporan itu adalah, dalam gelaran Ijtima Ulama MUI dibahas lagi soal aturan penggunaan pengeras suara di Musholla/Masjid.  Hasilnya adalah, MUI merekomendasikan agar penggunaan pengeras suara ditinjau ulang.

Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan dalam laporan hasil Ijtima Ulama MUI, segala aktivitas ibadah, ada jenis ibadah yang memiliki dimensi syiar, sehingga membutuhkan media untuk penyiaran termasuk adzan.

“Dalam pelaksanaannya, perlu diatur kembali tentang pedoman penggunaan pengeras suara  di masjid atau mushalla untuk mewujudkan kemaslahatan dan menjamin ketertiban serta mencegah mafsadah yang ditimbulkan," ujar Asrorun dalam penutupan Ijtima Ulama di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Purwanto

 

Sumber: https://www.kompas.tv/article/231805/politikus-pks-melarang-pemerintah-mengintervensi-persoalan-pengeras-suara-masjid?page=all

 

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi malah menertawakan apa yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah memborong cabe sebanyak satu kwintal di Klaten. 

“Satu kwintal itu 100 kg pak. Dan membeli cabe 100 kg udah merasakan jadi pahlawan petani. Ini kelas partai lho? Hahahahaha,” cuit Eko Kuntadhi, Minggu malam 26 September 2021.

Untuk diketahui, turunnya harga cabai hingga mencapai  Rp7 ribu per kilogram dikeluhkan sejumlah petani di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi politisi PKS, Quatly Alkatiri.

Di tengah kegalauan para petani cabai, Wakil Ketua DPRD Jateng ini memborong cabai yang baru saja panen melalui Kelompok Tani Sejahtera di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jumat 24 September.

"Kami memborong 1 kwintal cabai dengan harga di atas harga pasar lalu kami bagikan gratis kepada masyarakat sekitar Jogonalan," kata Quatly mengutip kicauan Twitter @PKSejahtera, Sabtu 25 September.

Langkah Quatly merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap para petani cabai di daerah tersebut. Sebab harga cabai yang anjlok dianggap mengganggu stabilitas ekonomi di kalangan para petani di Wonosobo. 

"Bisa balik modal saja sudah untung banget, harga ini paling rendah untuk tahun ini, tapi masih mending daripada tahun lalu karena turun menjadi Rp 5.000 per kilogram," jelas kata Slamet, petani cabai dari kelompok tani Sejahtera desa Wonoboyo kecamatan Jogonalan Klaten.

Selain harga cabai yang turun, gabah kering juga mengalami penurunan harga. Saat ini, harga gabah kering adalah 3.000 per kilogram di tingkat petani Klaten sedangkan harga pupuk selalu mengalami kenaikan.

"Aspirasi ini akan kami teruskan ke pemerintah provinsi untuk segera membuat kebijakan tata niaga hasil tani dan penurunan harga pupuk", pungkas Quatly dinukil Voi.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani

Diterbitkan di Berita

Survei IPO: Elektabilitas PAN ungguli PKS

Sabtu, 14 Agustus 2021 13:13

alinea.id Indonesia Political Opinion (IPO) menyelenggarakan survei nasional bertajuk "Refleksi Penanganan Pandemi dan Dampak Konstelasi Politik 2024". Survei yang berjalan selama 2-10 Agustus tersebut menemukan adanya peningkatan elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN).

Dalam hasil survei yang dirilis pada Sabtu (14/8), IPO menyatakan bahwa ada hal baru dalam temuan survei mereka yakni pergerakan elektabilitas partai politik (parpol) kelas menengah.

Lebih lanjut, IPO memaparkan bahwa pergeseran posisi paling terlihat adalah menurunnya elektabilitas PKS dari urutan kelima (5,3%) pada April menjadi turun ke posisi kedelapan (4,9%) pada Agustus.

"Kondisi PKS sangat mungkin dipengaruhi lahirnya Partai Gelora, di mana temuan IPO Gelora mendapat respons elektabilitas 0,7%, ini posisi yang bagus untuk partai baru," jelas Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah.

Dedi menambahkan, perolehan Partai Gelora berbanding terbalik dengan nasib sesama pendatang baru yakni Partai Ummat yang bahkan belum mendapat respons publik sama sekali.

Sementara itu, menurut temuan IPO, PAN mengalami peningkatan signifikan dari perolehan 2,2% pada April, meningkat ke 5,8% pada Agustus. IPO menilai, konsistensi PAN akhir-akhir ini cukup menegaskan soliditas yang terbangun di kepemimpinan Zulkifli Hasan.

"Meskipun mengalami perpecahan dengan hadirnya Partai Ummat, tetapi Zulhas berhasil membuktikan kepiawaiannya menjaga soliditas PAN, bahkan berhasil mengungguli PKS, ini temuan menarik sekaligus pesan untuk PKS agar lebih waspada," ungkap Dedi.

Dia menuturkan, presentase peningkatan perolehan PAN cukup mengagetkan jika dibanding survei sebelumnya hanya 2,2%, kini PAN mengantongi perolehan elektabilitas 5,8% atau naik 100% lebih.

 

"Ini sejalan dengan respon publik pada ketokohan Zulhas yang berhasil masuk 10 besar," lanjutnya.

Lebih lanjut, menurut IPO, kondisi ini menandakan adanya pertarungan antara parpol kelas menengah dalam menghadapi konstelasi politik pada 2024, terutama parpol berbasis pemilih Islam. 

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) misalnya, meskipun berada di urutan teratas dengan angka 7,5% dalam kelompok parpol Islam, tetapi angkanya tidak jauh berbeda PAN dan PKS, sehingga masih memungkinkan terjadinya perebutan pemilih secara ketat.

"Terjadi pergerakan elektabilitas di parpol kelas menengah dan ini pertanda bagus, artinya publik memerhatikan mereka, di luar kelompok PKB, PAN dan PKS," kata Dedi.

Sementara itu, Dedi menuturkan bahwa Partai Demokrat terlihat bergeliat dengan pergerakan angka yang tercatat sejak survei pada April 2021. Kini, Demokrat berhasil bertahan di posisi keempat.

"Ini kemajuan bagus untuk Demokrat dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sementara Partai Gerindra meskipun berada di posisi tiga besar, tetapi trennya menurun," sebutnya.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, Dakwah NU Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta KH Taufik Damas menolak kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masuk dalam jajaran kepengurusan NU, terlebih di Provinsi DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan melalui cuitan yang ia bagikan pada akun twitter miliknya, Sabtu 19 Juni 2021, ketika dirinya ditanyai perihal syarat keanggotaan pengurus Nahdlatul Ulama (NU).

Awalnya, ia mengatakan bahwa SK kepengurusan NU DKI Jakarta baru diterbitkan. Ia kemudian mengaku mendapatkan pertanyaan mengapa seseorang bisa jadi pengurus NU.

Kiai Taufik kemudian memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut pada cuitan yang sama.

Ia mengatakan bahwa pihaknya menerima siapapun menjadi pengurus NU, entah dari partai mana saja, begitu juga dengan orang yang berada di dalam NU. Akan tetapi, kata Kiai Taufik, hal itu tidak berlaku bagi kader Partai Keadilan Sejahtera atau PKS.

“Saya jelaskan bahwa NU adalah melting pot. Siapa pun bisa jadi pengurus NU dari partai apapun ada di dalam NU, kecuali PKS,” tegas Taufik Damas.

Kiai Taufik Damas menjelaskan bahwa pihaknya menolak dan tak memperbolehkan kader PKS menjadi pengurus Nahdlatul Ulama lantaran menurutnya partai itu berbeda ideologi dengan NU.

“Gak boleh, karena beda ideologi,” pungkasnya. (red)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia Ade Armando mengungkit pernyataan PKS yang pernah mencalonkan Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Ustaz Abdul Somad sebagai capres 2024. 

“PKS nih becandanya kelewatan. Kalau Rizieq dan Somad percaya beneran, kan kasihan mereka?” kata Ade Armando, Kamis 17 Juni 2021.

Untuk diketahui, setahun silam, nama Habib Rizieq Shihab dan Ustaz Abdul Somad pernah dijagokan Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk maju Pilpres 2024 disambut baik PKS. PKS menyebut Habib Rizieq dan UAS punya peluang maju di Pilpres 2024.

"Para tokoh, baik yang di parpol ataupun ormas punya peluang maju di Pilpres 2024. Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad seperti juga para ketua parpol, para menteri dan utamanya para kepala daerah yang sukses punya peluang maju Pilpres 2024," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada wartawan, Senin (10/8/2020).
 
Namun, menurut Mardani, persoalan tokoh bukanlah hal yang penting saat ini. Saat ini, kata dia, yang patut diperjuangkan adalah menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) untuk Pilpres 2024.

"Pendapat saya, bukan orang yang harus kita perjuangkan pada saat ini tapi menurunkan presidential threshold yang utama. Sebagian pakar bahkan mengusulkan menghapus presidential threshold karena bertentangan dengan sistem presidentialism," ujarnya.

Mardani lantas menjelaskan mengapa PT perlu dihapus dalam Pilpres 2024. Bila PT dihapus, kata Mardani, akan muncul banyak pasangan calon (paslon) dan kompetisi Pilpres 2024 akan sehat.

"Jika kita berhasil menurunkan threshold jadi 5-10% atau menghapusnya, maka kita punya peluang menghadirkan kompetisi yang sehat antar para calon. Dan dipastikan lebih dari dua pasang calon yang ini sehat bagi demokrasi. Siapapun yang diajukan pada kompetisi yang sehat akan meningkatkan peluang publik mendapatkan presiden yang merit system dan berkualitas," ucapnya.

Mardani mengatakan, PKS pun siap melakukan pembicaraan dengan sejumlah tokoh untuk Pilpres 2024. Namun, sebisa mungkin, PKS akan mengajukan kader sendiri di 2024.

"PKS siap berkomunikasi dengan para tokoh yang tokoh yang sama satu visi. Dan akan berusaha untuk memajukan kader PKS," imbuhnya.

Sebelumnya, PA 212 bicara mengenai banyak tokoh selain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang bisa diusung di Pilpres 2024. Misalnya Habib Rizieq hingga Ustaz Abdul Somad.

Sebelumnya, Partai Gerindra meminta Prabowo Subianto untuk kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2024. Bagi PA 212 yang pernah mendukung Prabowo, Ketum Gerindra itu sudah selesai dan berharap ada calon lain yang lebih muda.

"Bagi kami PS (Prabowo Subianto) sudah selesai, masih banyak kader muda yang layak pimpin negeri ini ke depan, 2024 saatnya yang muda yang berkarya," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif kepada wartawan, Minggu (9/8).

"Banyak tokoh muda ada SSU (Sandiaga Salahudin Uno), Wagub DKI (A Riza Patria), Gubernur DKI (Anies Baswedan), Gym, UAS (Ustaz Abdul Somad, HRS (Habib Rizieq Shihab), dan lain-lain," sambungnya dilansir detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

kontraradikal.com

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengatakan bahwa PKS adalah wujud dari dua ideologi lokal NII dan transnasional Ikhwanul Muslimin dari Mesir.

Salah satu tokoh pendiri PKS bahkan menjadi dewan syuro yaitu Hilmi Aminudin latar belakangnya sebagai anak Panglima Militer NII atau Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI TII) Danu Muhammad Hasan.

Hilmi menurut Ken mengenal Ikhwanul Muslimin saat belajar di Timur Tengah dan mendirikan gerakan ini di Indonesia sepulangnya dia ke Tanah Air.

Pola pergerakan PKS di Indonesia adalah copy paste gerakan Ikhawanul Muslimin di Mesir yaitu pola pembangunan basis sosial partai, misalnya, dimulai dari gerakan Tarbiyyah dengan membangun sel-sel usrah yang dibina sehingga menjadi basis kader solid.

Demikian pula dalam masalah citacita politik, masyarakat yang madani, dan semacamnya. Rumusan yaitu Partai Kebebasan dan Keadilan ( Hizbul Hurriyah wal Adalah) yaitu partai bentukan IM, sama persis dengan rumusan Partai Keadikan Sejahtera yaitu partai sekaligus jamaah atau dikenal dengan al-hizbu huwa al-jama’ah, wal jamaah hiyal hizb (partai adalah jamaah dan jamaah adalah partai).

Copy paste PKS dan IM juga sebagai ciri ciri kelompok ini adalah dalam penggunaan istilah seperti kalimat tarbiyyah, liqo’, usrah, harakah, dan siyasah, termasuk pada ideologi serta perkembangannya, terutama terkait dengan pandangan terhadap demokrasi dan masyarakat sipil, pembangunan organ partai, strategi perjuangan, strategi rekrutmen massa, basis massa, sentimen anggota, rujukan tokoh, serta pola-pola pembagian kader yang mengarah kepada tarbiyyah.

Makanya tidak heran bila selama ini PKS berjuang keras mendekati tokoh partai lain untuk mendukung RUU Perlindungan Ulama karena tokoh tokoh agama pendukung khilafah yang selama ini sejalan dengan pemikiran PKS dan IM ditangkap aparat dengan beragam kasus termasuk ada juga yang ditangkap densus terkait terorisme.

Menurut Ken, di Mesir yang merupakan negara asal terbentuknya IM ada 50 pimpinan Ikhwanul Muslimin Mesir masuk dalam daftar teroris, pengadilan kriminal kairo juga telah mengeluarkan keputusan untuk memasukkan 50 nama pemimpin tersebut dalam list, berlaku selama lima tahun mulai dari tanggal putusan.

Pengadilan juga memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan kelompok Ikhwanul Muslimin dalam daftar terorisme, lima tahun dari masa berlaku sebelumnya.

Sebelumnya, pihak berwenang Mesir melarang aktivitas Ikhwanul Muslimin pada 2013, ketika kelompok itu dimasukkan dalam daftar terorisme setelah menggulingkan pemerintahan almarhum presiden Mohamed Morsi.

Menurut Ken, Ikhwanul Muslimin dan PKS adalah kelompok munafik, karena sejatinya ideologinya adalah anti demokrasi, tapi faktanya mereka memanfaatkan demokrasi karena memang mereka hanya bisa hidup di iklim demokrasi.

Kelompok inilah yang menggunakan pendidikan sebagai salah satu cara untuk menyebarkan pahamnya, bahkan sampai keusia dini lewat sekolah islam terpadu, makanya tidak heran bila ada SD IT atau SMP IT yang meniadakan upacara bendera, tidak memasang foto garuda Pancasila dan tidak memasang foto Presiden dan Wakil Presiden disekolahnya. Tutup Ken

Diterbitkan di Berita

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan menjaga kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini disampaikan Ali seusai pertemuan antara DPP NasDem dan PKS pada Jumat petang, 30 April 2021.

"Partai Nasdem dan PKS sepakat apa pun perbedaan yang terjadi tapi kami akan tetap berkomitmen konsisten menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan kemudian tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Ali seusai pertemuan di Akademi Bela Negara NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan.

Ali mengatakan NasDem juga setuju untuk tak memberi tempat bagi radikalisme di Tanah Air. Dia berujar tak ada tempat bagi penganut radikalisme di Indonesia yang menganut demokrasi.

"NasDem dan bersama-sama (PKS) bersepakat untuk memerangi paham-paham radikal dan teroris," kata Ali.

Ketua Fraksi Partai NasDem di Dewan Perwakilan Rakyat ini mengakui setiap partai memiliki tujuan dan kepentingan masing-masing, termasuk NasDem dan PKS. Namun dia berpendapat perbedaan itu bisa dipertemukan lewat dialog yang terus-menerus dilakukan.

Kalaupun tak ada titik temu, ujarnya, setidaknya kedua partai dapat memahami posisi masing-masing.

"Perbedaan yang terjadi antara Partai Nasdem dan PKS insya Allah bisa akan terus-menerus bisa dicairkan titik temunya, paling tidak kita bisa saling memahami ketika perbedaan itu tidak bisa dipertemukan," ucap Ali.

Ali mengatakan pertemuan petang ini merupakan kunjungan dari PKS yang memang berkeliling menemui pimpinan partai-partai politik dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, PKS memang diketahui sudah bertemu dengan Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrat, PDI Perjuanganz Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Golkar.

Diterbitkan di Berita

BeritaHits.idPolitisi Ferdinand Hutahaean memberikan kritikan keras perihal pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang kembali viral.

Dalam sebuah artikel menyebutkan Mardani Ali Sera meminta pemerintah untuk memberikan keadilan terhadap WNI eks ISIS.

Sontak, hal tersebut pun ditanggapi oleh Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter @FerdinandHaean3.

Ferdinand meminta Mardani untuk berbicara dengan WNI eks ISIS. Menurut Ferdinand, mereka bahkan tidak memberikan keadilan terhadap negara dan rakyatnya.

 

 

 

"Hei saudara Mardani Ali Sera, mengapa engkau tidak coba bicara kepada para eks WNI anggota ISIS itu untuk adil terhadap Indonesia dan rakyatnya yang tak mau hidup dalam bayang-bayang ketakutan yang ditebar oleh teroris?" ujarnya, dikutip Beritahits.id.

Selanjutnya, Ferdinand mengatakan bahwa keadilan yang benar itu ialah menolak WNI eks ISIS untuk kembali menjadi WNI.

Menurut Ferdinand, tanpa mereka masih banyak WNI yang setia dengan negara Indonesia.

"Adil itu menolak WNI eks anggota ISIS kembali jadi WNI. Masih banyak rakyat yang setia NKRI," jelasnya.

Sebelumnya, Mardani Ali Sera pernah bersikeras meminta pemerintah untuk memulangkan WNI eks ISIS ke tanah air.

 Menurutnya, emulangan WNI eks ISIS ini harus dilakukan dengan penanganan serius.

Mardani mengaku kasihan melihat WNI eks ISIS yang hidup di sana. Sebab, banyak di antara mereka hanya mengikuti keluarganya atau ayahnya yang mengangkat senjata.

Dirinya juga menyetujui jika pemulangan WNI eks ISIS dilakukan dengan menyertakan program deradikalisasi yang melibatkan Kementerian Agama, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Sosial, hingga kementerian bidang perekonomian.

Diterbitkan di Berita

PORTAL JEMBER – Mantan Politisi Patrai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyoroti mimik muka atau ekspresi Ketua Umum PKS, Mardani Ali Sera saat mendengarkan statemen Rocky Gerung dalam sebuah acara diskusi.

Hal itu diungkapkan Ferdinand dalam akun Twitternya karena melihat ekspresi Mardani Ali yang tampak tertawa kecil saat mendengarkan penjelasan Rocky Gerung.

“Wajah @MardaniAliSera tampak sumringah tertawa mendengar statemen Rocky Gerung,” cuit Ferdinand, dilansir PORTAL JEMBER dari akun Twitter @FerdinandHaean3, 6 Maret 2021.

Bahkan dengan keras Ferdinand mengatakan bahwa hal tersebut sebagai bentuk kualitas yang rendah dari politisi PKS saat mendengarkan pernyataan yang menurutnya bodoh.

 

 

“Begitulah kualitas rendah politisi PKS ini, tertawa bahagia mendengar sebuah kebodohan,” kata Ferdinand.

Hal tersebut dilayangkan Ferdinand menanggapi sebuah tayangan diskusi antara Rocky Gerung, Mardani Ali Sera dan beberapa tokoh politik lainnya.

Pembahasan dalam diskusi tersebut membicarakan mengenai kebijakan presiden yang mencabut Perpres Miras dan seruan mencintai produk dalam negeri serta membenci produk asing.

Dalam statemennya, Rocky Gerung mengatakan bahwa Jokowi adalah produk dalam negeri yang gagal.

Hal tersebut kemudian dibantah oleh peserta lainnya karena dianggap tidak pantas jika Rocky menyatakan hal tersebut kepada orang nomer satu di Indonesia.

Akhirnya terjadi perdebatan sengit yang membuat suasana diskusi menjadi tak kondusif dan membuat Mardani tertawa kecil.

 

Diterbitkan di Berita

Andi Nugroho Cyberthreat.id – Juru Bicara Presiden RI Joko Widodo, Fadjroel Rachman, mengimbau supaya pengguna internet bisa bermedia sosial secara waras di tengah fenomena para pendengung (buzzer). Ia mengingatkan kembali kasus Saracen yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.

Tampil bersama Mardani Ali Sera (Ketua DPP PKS) dan Zulfikar Akbar (Editor Cyberthreat.id) di program Kata Netizen bertajuk bertajuk "Lagi-lagi Buzzer" di Kompas TV, Kamis (18 Februari 2021), Fadjroel mengangkat soal Saracen lagi karena menilai hal itu sebagai momok di dunia buzzer yang pernah sangat menghebohkan.

Saracen adalah sekelompok orang menerima bayaran dan sengaja menyebarkan isu berbau SARA. Salah satu pentolannya bernama Jasriadi yang pada 2018 divonis 10 bulan penjara.

Kasus Saracen tersebut, menurut Fadjroel, yang membuat citra buzzer akhirnya divonis negatif. "Orang-orang di balik Saracen sudah ditangkap jauh-jauh hari, karena fitnah dan kejahatan lain dilakukan mereka," katanya.

"Sekarang, tinggal mencari, apakah ada partai politik tertentu di balik Saracen? Saya tidak tahu, apakah PKS menggunakam buzzer atau tidak?"

Mardani Ali Sera langsung merespons pernyataan tersebut."Kami tidak menggunakan buzzer. Akun-akun kami jelas, orang-orangnya jelas, identitasnya jelas," Mardani menegaskan. Di sisi lain, Fadjroel juga mengklaim tidak benar adanya anggapan bahwa pemerintah menggunakan buzzer.

"Sebab pemerintah punya lembaga resmi. Ada humas," kata Fadjroel. "Kalaupun ada [buzzer], itu di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dibuka untuk publik, dan hanya untuk kebutuhan kampanye pariwisata," Fadjroel menegaskan.

Fadjroel juga sepakat dengan rencana penertiban buzzer, termasuk aturan hukum yang mengaturnya. "Di luar itu, jika ada yang dirasa mengganggu, saya, misalnya, tinggal saya blok [akun medsosnya]," kata Fadjroel yan mengaku sering mendapat serangan di medsos.

"Biasanya dari akun-akun tidak jelas, username mereka pun biasanya diikuti dengan angka. Jangankan akun saya, akun presiden pun sering diserang oleh akun-akun tidak jelas," Fadjroel membeberkan.

Artinya, menurut dia, dibutuhkan kewarasan dalam bermedia sosial. "Saya setuju dengan Pak Zulfikar tadi, bahwa sekarang kita membutuhkan kewarasan dalam bermedia sosial," tutu dia.

Sebelumnya Zulfikar Akbar mengimbau supaya publik juga tidak kalah "smart" dibandingkan smartphone yang kini sudah dimiliki oleh 98 persen dari penduduk Indonesia.[]

Diterbitkan di Berita