KBRN, Moskow: Ancaman teroris di Mali tetap ada dan mungkin bertambah buruk setlah Perancis mengurangi kehadirannya di negara itu, menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Mali Abdoulaye Diop pada hari Kamis (11/11/2021).

"Ancaman [teroris] tetap ada. Saat ini cenderung memburuk mengingat keputusan pemerintah Prancis untuk mengurangi kehadirannya [di negara itu]," katanya.

Lavrov menunjukkan bahwa dengan latar belakang ini, aktivitas teroris di utara negara itu mungkin tumbuh. Dia menunjukkan bahwa Rusia akan terus memberikan bantuan militer ke Mali dalam perjuangan melawan terorisme.

“Kami akan terus memperluas bantuan pemerintah secara menyeluruh kepada angkatan bersenjata Mali dengan menyediakan perangkat keras militer dan dengan melatih perwira Mali di akademi militer Kementerian Pertahanan Rusia,” kata Lavrov, seperti dikutip dari TASS, Jumat (12/11/2021).

Dia mengingatkan bahwa Rusia dan Mali memiliki sejarah panjang kerja sama militer dalam perlawanan terhadap teroris. "Kami melanjutkan tradisi ini untuk memungkinkan pemerintah Mali secara efektif mengusir ancaman teroris," katanya.

Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia - Sebanyak delapan masjid di Pantai Gading, yang gaya bangunannya diyakini berasal dari Kekaisaran Mali tujuh abad yang lalu, telah mendapatkan status Warisan Dunia dari Unesco.

Bangunan-bangunan tersebut adalah "saksi yang sangat penting bagi perdagangan trans-Sahara" yang memfasilitasi penyebaran agama Islam dan budaya Islam, kata lembaga PBB urusan kebudayaan itu.

Bentuk masjid-masjid tersebut merupakan perpaduan dari gaya arsitektur Islam dan arsitektur lokal.

 

Masjid bergaya Sudano-Sahelian di Kouto, Pantai Gading.

Masjid bergaya Sudano-Sahelian di Kouto, Pantai Gading. SUMBER GAMBAR,CORBIS/GETTY IMAGES

 

Masjid-masjid yang terletak kota Tengréla, Kouto, Sorobango, Samatiguila, M'Bengué, Kong, dan Kaouara adalah yang terlestarikan dengan paling baik di antara 20 masjid besar yang tersisa di Pantai Gading, tempat ratusan masjid pernah berdiri pada awal abad ke-20, menurut Unesco.

🔴BREAKING!

Sudanese style mosques in northern #CotedIvoire🇨🇮recognized as @UNESCO #WorldHeritage site.

Bravo!👏

ℹ️ https://t.co/X7SWIos7D9 #44WHC pic.twitter.com/POaqI2Wo09

— UNESCO 🏛️ #Education #Sciences #Culture 🇺🇳 (@UNESCO) July 27, 2021 ">
 
 
 

Menurut Unesco, mereka menampilkan interpretasi gaya arsitektur yang berasal dari abad ke-14 di Kota Djenné, bagian dari Kekaisaran Mali. Gaya itu menyebar ke Sudan pada abad ke-16 dan berkembang untuk menyesuaikan dengan iklim yang lebih basah.

Masjid-masjid di Pantai Gading memiliki gaya arsitektur khas Sudan, diduga dikembangkan antara abad ke-17 dan abad ke-19 ketika pedagang dan cendekiawan Muslim datang dari Kekaisaran Mali di selatan, memperpanjang rute perdagangan trans-Sahara.

 

Masjid di Kong, Pantai Gading utara

Masjid di Kong, Pantai Gading utara AFP/GETTY IMAGES

Dua jemaat Muslim bercakap-cakap di dalam masjid di Kong

Dua jemaat Muslim bercakap-cakap di dalam masjid di Kong, Pantai Gading. AFP/GETTY IMAGES

Diterbitkan di Berita

Muhaimin sindonews.com NIAMEI - Kelompok teroris membantai 137 orang di Niger dalam sehari pada hari Minggu. Mereka datang sepeda motor dan menembak segala sesuatu yang bergerak.

Pemerintah setempat mengatakan pembantaian ratusan orang ini tercatat sebagai serangan paling mematikan yang pernah melanda Niger. Kekejaman kelompokteroris ini juga menggarisbawahi tantangan keamanan besar yang dihadapi presiden baru Mohamed Bazoum.

Juru bicara pemerintah Zakaria Abdourahamane mengonfirmasi 137 orang tewas dalam serangan hari Minggu di desa-desa dekat perbatasan Niger dengan Mali.

"Dalam memperlakukan penduduk sipil secara sistematis sebagai target sekarang, bandit bersenjata ini telah melangkah lebih jauh ke dalam kengerian dan kebrutalan," kecam Abdourahamane dalam pernyataan yang dibacakan di stasiun televisi, seperti dikutip Gulf News, Selasa (23/3/2021).

Pemerintah mengumumkan tiga hari berkabung nasional untuk para korban mulai Selasa. Pemerintah berjanji akan memperkuat keamanan di wilayah tersebut dan membawa para pelaku yang bertindak pengecut dan kriminal itu ke pengadilan.

Orang-orang bersenjata itu tiba dengan sepeda motor dan menyerang desa Intazayene, Bakorat dan Wistane."Mereka menembaki segala sesuatu yang bergerak," kata seorang pejabat setempat.

Pembantaian mengerikan itu menambah jumlah korban jiwa di wilayah perbatasan Mali-Niger menjadi 236 hanya dalam waktu seminggu.

Niger tercatat sebagai negara termiskin di dunia menurut peringkat pembangunan PBB untuk 189 negara. Negara itu juga berjuang dengan pemberontakan kelompok Islamis yang meluas dari Mali dan Nigeria.

Ratusan nyawa telah hilang, hampir setengah juta orang telah meninggalkan rumah mereka, dan kerusakan parah telah terjadi di negara bekas koloni Prancis itu.

Ketiga desa yang jadi lokasi pembantaian terletak di wilayah Tahoua yang gersang di Niger barat, berbatasan dengan wilayah Tillaberi di zona perbatasan yang terkenal dengan serangan ekstremis.

Pada 15 Maret, tersangka "jihadis" membunuh 66 orang di wilayah Tillaberi, menyerang bus yang membawa pembeli dari pasar Banibangou, dan kemudian menggerebek desa Darey-Daye, membunuh penduduk dan membakar toko biji-bijian.

Pada hari yang sama, serangan yang diklaim oleh ISIS di apa yang disebut "daerah tiga perbatasan" di mana perbatasan Niger, Burkina Faso dan Mali bertemu menewaskan 33 tentara Mali.

"Setelah pembantaian Banibangou, kemarin para teroris, dengan cara barbar yang sama, menyerang penduduk sipil yang damai di Intazayene dan Bakorat," kata Bazoum dalam tweet pada hari Senin, yang menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada kerabat korban.

Diterbitkan di Berita

BAMAKO, KOMPAS.com – Kelompok teroris yang terafiliasi dengan ISIS Afrika Barat mengeklaim bertanggung jawab atas penyergapan yang menewaskan 33 tentara Mali.

Klaim tersebut diwartakan oleh kelompok pemantau organisasi teroris, SITE Intelligence Group, pada Minggu (21/3/2021). Melansir Reuters, penyergapan dan serangan mematikan tersebut terjadi pada Senin (15/3/2021) pekan lalu.

Dalam penyergapan dan serangan di Tessit, kota utara Mali yang berbatasan dengan Niger tersebut, sebanyak 14 tentara juga mengalami luka-luka.

Menurut SITE Intelligence Group, ISIS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para milisinya mengambil alih tiga kendaraan tentara. Selain itu, para milisi tersebut juga merampas senjata dan amunisi sepasukan tentara Mali yang disergap tersebut.

Sebelumnya, kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan di perbatasan Mali dan Nigeria. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan puluhan tentara Mali dan Nigeria.

Selain itu, kelompok tersebut juga melakukan penggerebekan sekaligus penyerangan di sebuah desa di Tongo Tongo, Nigeria pada 2017. Dalam serangan tersebut, sebanyak empay tentara dari pasukan khusus Amerika Serikat tewas.

Sebanyak lima tentara Nigeria juga tewas dalam serang itu. Awal bulan ini, kelompok teroris menyerang kamp tentara di Mali pada pagi waktu setempat. Akibat serangan tersebut, 10 tentara Mali dilaporkan tewas sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency.

Menurut laporan media lokal, para teroris menyerang sebuah detasemen Angkatan Bersenjata Mali yang berbasis di desa Boni, wilayah Mopti. Sebuah kelompok teroris yang berafiliasi dengan Al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.

Klaim tersebut dikabarkan dan disebarkan oleh media propaganda yang dekat dengan Al Qaeda, Tadayt. Anadolu Agency melaporkan, wilayah Mopti sering menjadi sasaran organisasi teroris sejak 2012.

Editor : Danur Lambang Pristiandaru

 

Diterbitkan di Berita