suaraislam.co Beredar sebuah video Pengakuan Teroris JI yang menggunakan kotak amal untuk mendanai terorisme.

Dalam video yang beredar, Fitria Sanjaya, Pimpinan BM ABA dan Anggota Jamaah Islamiyah mengaku setiap tahun kelompoknya bisa mendapat Rp 28 M dari kotak amal dan digunakan untuk latihan teroris, persenjataan dan gaji karyawan.

Beredarnya video tersebut mendapat komentar dari warganet. Ia menyindir pihak-pihak yang meminta Densus 88 agar tidak hanya mengurusi kotak amal bahkan mereka mendesak pembubaran Densus 88.

“Bukti pengakuan TERORIS JI, mereka menggunakan KOTAK AMAL sebagai sumber pemasukan Setiap tahun, mereka bisa dapat Rp 28 M digunakan utk latihan teroris, persenjataan, gaji karyawan, dll”, tulis Jhon Sitorus di akun twitternya @Miduk17

“Fadli Zon harusnya paham, DENSUS 88 bukan menarget Islam, tapi TERORIS berkedok agama”, imbuhnya

Diterbitkan di Berita

KOMPAS.com - Sebuah video yang merekam seorang bocah laki-laki diikat di leher dan kedua tanganya ke belakang viral di media sosial, Rabu (26/5/2021). Leher bocah tersebut diikat dengan tali nilon warna kuning oleh seorang pria.

Sementara kedua tangannya diikat ke belakang dengan tali warna biru. Lalu bocah tersebut diseret seperti hewan disaksikan warga dan rekan sebayanya.

Bocah tersebut terlihat tak berkutik diperlakukan tak manusiawi. Video berdurasi 15 detik tersebut direkam di Desa Ceumpeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Curi uang untuk beli makan Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Ahmad Yani membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bocah tersebut mengambil uang kotak amal di masjid untuk makan.

Hal tersebut terpaksa ia lakukan karena ayahnya sedang sakit dan tak bisa bekerja. Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Setelah mencuri, uang tersebut digunakan untuk beli makan ia dan ayahnya.

Sementara sisanya diberikan kepada pamannya. Mengetahui hal tersebut, paman pelaku mengembalikan seluruh uang yang diambil oleh keponakannya.

“Ayahnya sakit dan dirawat di rumah. Pelaku membeli makanan untuk dirinya dan ayahnya. Sisanya diberikan ke pamannya. Paman bocah ini menggenapkan uang Rp 1,5 juta sesuai isi celengan masjid itu dan sudah diserahkan,” kata Ahmad.

Ahmad mengatakan polisi juga telah mendatangi pelaku yang mengikat leher bocah tersebut. Ia adalah Bakhtiar M Johan, Kepala Urusan Pembangunan di Desa Ceumpedak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Menurut Ahmad antara pelaku Bachtiar dan keluarga bocah sepakat untuk tidak memperpanjang kasus tersebut.

Sementara itu Bakhtiar mengaku meminta maaf atas tindakannya menyeret bocah yang diduga mencuri kotak amal. Permohonan maaf itu disampaikan Bakhtiar lewat rekaman video berdurasi 30 detik.

Dalam video permintaan maaf, pria ini beralasan bahwa aksi kekerasan itu sebagai bentuk terapi kejut bagi bocah itu. “Saya meminta maaf kepada semua orang yang keberatan atas aksi itu,” kata Bakhtiar, Jumat (28/5/2021).

Penulis: Masriadi | Editor : Abba Gabrillin

 

Diterbitkan di Berita

Yudha Bahar sindonews.com DELISERDANG - Tim Densus 88 Anti Teror mabes Polri, bersama Polda Sumatera Utara, melakukan penggerebekan sebuah gudang barang bekas di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Dalam penggerebekan gudang barang bekas di Jalan Sunan Kalijaga Pasar 5 tersebut, petugas menemukan sedikitnya 500 kotak amal dari dalam gudang barang bekas milik Amin yang disewa terduga anggota jaringan teroris, Usup.

Selain menemukan kotak amal , petugas juga menemukan ribuan selebaran bertuliskan Yayasan Amal Islam Ibnul Jauzy yang diduga dijadikan modus terduga teroris untuk mendapatkan dana dari masyarakat.

Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara, juga menemukan sejumlah buku hingga dua helai baju milik terduga teroris .

Ratusan kotak amal ini, mulai berada di gudang sejak dua tahun lalu, dan hanya dijalankan oleh satu orang pria yang tinggal bersama seorang istri dan empat anaknya di gudang tersebut. Kini pria itu dalam pengejaran polisi.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Hadi Wahyudi mengatakan, penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan dari rangkaian operasi Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, yang sebelumnya juga telah dilakukan penyitaan kotak amal serupa di kawasan Tanjung Balai, beberapa waktu lalu.

Penggerebekan gudang kotak amal ini, dilakukan setelah 18 terduga teroris ditangkap dari sejumlah tempat di Sumatera Utara.

Dalam penggerebekan gudang penyimpanan kotak amal ini, petugas belum menangkap pemilik kotak amal , namun identitasnya sudah diketahui. Seluruh barang bukti, akan dibawa ke Polda Sumatera Utara, guna proses penyidikan lebih lanjut.
(eyt)

Diterbitkan di Berita

Puteranegara sindonews.com JAKARTA - Sebanyak 31 kotak amal yang disita Densus 88 Antiteror Polri terkait dengan penangkapan 18 orang terduga teroris di Sumatera Utara (Sumut) diletakkan di tempat umum atau terlihat oleh masyarakat umum.

"Di tempat tempat umum. Tidak lah terlihat kok, tidak disembunyikan (kotak amal)," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Kendati demikian, Hadi belum bisa mengungkapkan soal berapa jumlah dari isi kotak amal tersebut. Menurutnya, hal itu bakal disampaikan langsung oleh Mabes Polri. "Kami tak tahu berapa jumlah keseluruhan, nanti disampaikan secara lengkap oleh Mabes," ujar Hadi.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menahan 18 orang terduga teroris di Sumatera Utara mulai Jumat (19/3/2021) hingga Senin (21/3/2021)

Ke-18 terduga teroris itu ditahan di lokasi yang berbeda-beda, mulai dari Medan, Binjai, Langkat, Padangsidimpuan, Tanjung Balai, Labuhanbatu, dan juga Deli Serdang.
(zik)

Diterbitkan di Berita