BANDUNG, itb.ac.id—Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapatkan kabar membanggakan dari Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) 2021.

Pasalnya, ITB berhasil meraih gelar juara umum setelah memperoleh 18 medali dalam kegiatan tersebut. Kabar menggembirakan ini disampaikan dalam acara Penutupan dan Penganugerahan KNMIPA 2021 pada Jumat (30/7/2021).

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek ini merupakan ajang kompetisi sains tingkat nasional untuk jenjang pendidikan tinggi.

Ia memperlombakan bidang matematika, kimia, fisika, dan biologi. Seleksi dimulai dari tingkat perguruan tinggi sejak Februari 2021, lalu disaring ke tingkat wilayah hingga berakhir di tingkat nasional.

Menyesuaikan situasi pandemi, kompetisi ini diselenggarakan secara daring tahun ini. Seluruh peserta diwajibkan untuk menyalakan kamera selama pelaksanaan seleksi untuk mengurangi kemungkinan tindak kecurangan.

Meski demikian, mahasiswa ITB tetap semangat dalam mempersiapkan diri dan mengikuti perlombaan hingga memperoleh medali terbanyak.

Pada bidang matematika, ada empat mahasiswa yang meraih medali. Mereka adalah Kinantan Arya Bagaspati (emas), Abdillah Ahmad (emas), Reynald Saputra (perak), Aditya Dwianto (perunggu). Pada bidang kimia, ada lima peraih medali.

Mereka adalah Azarya Adirama (emas), Mark Soesanto (emas), Bayu Dwiputra (perak), David (perak), Muhammad Rafli Fadhilah (perunggu).

 

 

Bidang fisika juga memiliki lima peraih medali. Mereka adalah Bryan (emas), Arkananta Rasendriya (perak), Dharma Prasetya Permana (perunggu), Muhammad A’an (perunggu), Aulia Anshari Rahman (perunggu).

Sementara pada bidang biologi, ada empat peraih medali, di antaranya Christopher Chandra (emas), Amalia Alita Fananda (emas), Alfred Patisenah (perak), Josefanny (honorable mention).

 

 

Segenap civitas academica ITB lantas mengucapkan selamat kepada para medalis KNMIPA 2021. Mereka juga mengapresiasi Anju sebagai salah satu mahasiswa ITB yang turut berjuang pada bidang biologi.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemantik prestasi lainnya yang dapat mengharumkan nama almamater.

 

Diterbitkan di Berita

Neneng Zubaidah/Aan Haryono sindonews.com JAKARTA - Walau sempat harus berhenti sejenak dari kompetisi akibat pandemi, Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mampu menunjukkan keunggulannya pada kompetisi tingkat internasional .

Kali ini, salah satu tim kebanggaan ITS ini meraih juara 1 lomba mobil prototipe berbahan bakar reaksi kimia lewat ajang Process Engineering and Energy Days (PGD) 2021 Universitas Indonesia, Sabtu (13/3) lalu.

Tim Spektronics ITS berhasil maju bersama 15 finalis lain, mengalahkan 90 pendaftar lainnya dari mancanegara. Tim Spektronics mengirimkan subtim bernama Spektronics OG (Online Generation) yang digawangi oleh Michael Adrian Subagio, Rasyendria Rangga (Teknik Elektro 2018), Delvin Theodorus Hansell (Teknik Kimia 2019), Mahendra Daniswara (Teknik Material Metalurgi 2019), dan Lulu Sekar Taji (Teknik Kimia Industri 2019).

Spektronics OG mengusung mobil bertenaga proton exchange membrane (PEM) fuel cell yang sangat mungkin untuk direalisasikan. Ketua Tim Michael Adrian Subagio bercerita, perkembangan energi kini telah beralih ke mobil listrik dari mobil berbahan bakar bensin.

Ia juga menambahkan, pengisian energi dengan hydrogen relatif lebih cepat dan mampu berjalan lebih jauh dibanding mobil listrik lain. Tak henti di situ, lanjut Michael, kematangan inovasi tim yang beranggotakan 5 orang ini juga nampak pada maksimalnya penggunaan energi.

Mereka mampu mengonversi limbah panas hasil produksi hidrogen menjadi sumber tenaga tambahan. Hidrogen yang digunakan pun merupakan hasil reaksi kimia yang mereka susun sendiri dengan kemurnian lebih dari 99 %.

“Banyak pertimbangan detail yang kami buat melalui inovasi ini, misalnya penstabilan keluaran tenaga listrik. Kami juga memakai mekanisme pemberhentian mobil dengan reaksi iodine clock yang susah untuk distabilkan dan hal itu menjadi tantangan sendiri bagi kami,” katanya melalui siaran pers, Senin (15/3).

Di antara 16 finalis yang lolos lainnya, Spektronics OG membawa mobil yang berbeda dari yang lainnya. Menurut Michael, kebanyakan tim lainnya dalam kompetisi tersebut membawa mobil bertekanan dan baterai yang notabene telah lama menjadi sumber energi pilihan mobil prototipe dengan reaksi kimia.

Lomba yang dikhususkan untuk calon process engineer ini diadakan secara daring seutuhnya. Dimulai dari seleksi proposal hingga presentasi karya. Permulaan Tim Spektronics pun tidak berjalan terlalu mulus. Disebabkan pandemi, tahun lalu seluruh lomba prototipe mobil kimia yang hendak diikuti harus dihentikan.

Oleh karenanya, anggota tim yang berasal dari angkatan 2019 masih belum memiliki pengalaman sama sekali. Hingga seminggu sebelum penutupan, Michael dan tim harus mengejar demi menyelesaikan segala berkas administrasi, paper singkat, desain mobil 3D, serta videonya.

Hari utama kompetisi yang diadakan pada Jumat (12/3), menitikberatkan 60 % penilaian pada presentasi dan 40 % sisanya pada poster. Ketika itu, kendala yang mereka temui ialah dari aspek ekonomi mobil karyanya. Juri sempat berkomentar tentang mahalnya harga PEM fuel cell yang harus diimpor dari Amerika Serikat.

Akan tetapi, setelah melihat performa dan keawetannya, harga mahal tersebut tentunya sebanding. “Apalagi, fuel cell yang kami pakai ini telah kami gunakan selama tiga tahun dan performanya masih sangat maksimal,” tambah Michael.

Tantangan lain yang dihadapi tim ialah ketika harus memaksimalkan 40 % penilaian dari poster yang membutuhkan banyak suara. “Namun, karena bantuan yang sangat luar biasa dari tim non-technical Spektronics dengan mengajak teman-teman ITS lainnya, kami mampu menjadi juara di kompetisi Chem-E-Car PGD UI 2021 ini,” ungkap pemuda 21 tahun tersebut.

Ke depannya, Spektronics ITS akan terus berinovasi dan berusaha untuk mengembangkan hasil risetnya ke skala yang lebih besar sehingga dapat diaplikasikan. Michael mengaku, ia juga telah membuat rentetan daftar rencana penelitian bersama tim.
(mpw)
Diterbitkan di Berita