bensinkita.com Perhatian Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, terhadap masyarakat ekonomi lemah di pedesaan cukup besar.

Buktinya, seorang ibu rumah tangga pedagang gas yang viral gara-gara mengangkut LPG dengan sepeda kayuh, juga ditemui Erick Thohir saat blusukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Tak hanya itu, kedatangan Erick Thohir menemui pedagang gas bernama Neni itu juga untuk menyerahkan bantuan outlet bright gas. Dengan adanya bantuan outlet bright gas tersebut, pendapatan Neni sebagai pedagang gas diharapkan bisa meningkat untuk menafkahi keluarganya.

Seperti diketahui, sosok Neni sebagai perempuan tangguh ini sempat jadi viral di media sosial setelah fotonya yang mengangkut empat tabung LPG 3 kilogram sekaligus diunggah di instagram oleh seorang warga.

Pada awalnya, Neni merupakan penjual minyak tanah. Ketika pemerintah melakukan konversi minyak tanah dengan LPG, Neni memilih ganti berjualan gas LPG. Karena itu, Neni sering mondar-mandir ke agen LPG untuk menukarkan tabung kosong dengan tabung berisi LPG 3 kilogram. 

Tanpa disadarinya, kegiatan sehari-hari Neni saat mengangkut tabung dengan sepeda kayuh ternyata difoto seorang warga dan diunggah ke media sosial hingga viral.

Tak diduga gara-gara fotonya viral, Neni justru bisa mendapat bantuan outlet bright gas  dari Pertamina yang diserahkan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Pertamina dan Pak Menteri atas bantuannya ini. Selain itu saya terima kasih kepada yang memviralkan saya, sehingga saya bisa mendapat kesempatan ini, Alhamdulillah,” ujar Neni.

 

 

Menurut Neni, fotonya yang sempat viral di media sosial adalah kegaiatanya sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan LPG 3 kilogram untuk masyarakat sekitar teempat tinggalnya.

Saat difoto, Neni mampu mengangkut empat tabung LPG sekaligus dengan sebuah sepeda. Sedang  anaknya juga bisa mengangkut 4 tabung sekaligus.

“Dari agen, saya langsung antarkan ke pelanggan. Kalau dekat saya yang antar pakai sepeda, kalau agak jauh anak saya yang antar. Alhamdulillah ada sedikit-sedikit keuntungan saya kumpulkan untuk beli tabung lagi,” ujar Neni.

 

 

Seperti diketahui, selama menjabat Menteri BUMN, Erick Thohir kerap blusukan ke berbagai daerah dan berdialog dengan para pedagang kecil. Erick Thohir berharap, BUMN ikut mendorong pelaku usaha kecil bisa naik kelas guna mengurangi disparitas dan terciptanya keseimbangan.

Melihat langsung bagaimana BUMN terus membantu rakyat kita yang perlu bantuan untuk sekedar menjalankan kehidupannya, BUMN hadir untuk mereka naik kelas tidak sekedar bertahan hidup.

Mari kita bangun ekonomi Indonesia yang seimbang dilandasi dengan akhlak,” kata Erick dalam akun media sosialnya.

Diterbitkan di Berita

Annisa Saumi alinea.id 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan pendirian Indonesia Battery Corporation (IBC) atau holding baterai kendaraan listrik. Erick mengatakan persiapan pendirian holding ini dilakukan pihaknya sejak setahun lalu. 

"Adanya pandemi Covid-19 mempercepat proses transformasi ke arah baterai listrik. Tentunya dengan adanya EV battery ini akan membuat Indonesia lebih bersahabat dengan ekonomi hijau," kata Erick dalam konferensi pers, Jumat (26/3).

Pembentukan holding ini menjadi salah satu langkah berani Indonesia untuk bersaing dengan negara lain seperti China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan dalam industri baterai kendaraan listrik. 

Sebagai informasi, perusahaan holding IBC ini terdiri dari empat BUMN, yaitu PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) yang dikenal dengan Inalum atau MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).

"Alasan kami membuat IBC, tidak lain ingin mengosolidasikan potensi yang kita punya dan manfaatkan bersama-sama. Kita juga membuka kerja sama dengan partner lainnya yang saling menguntungkan," ujarnya. 

Dia menuturkan, pada April nanti, dirinya bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi akan mengunjungi AS dan Jepang untuk membuka kerja sama EV battery dengan pihak-pihak yang ada di kedua negara tersebut.

"Kita bekerja sama dengan banyak pihak, tetapi ini harus terkonsolidasi. Jangan sampai ini hanya mengalihkan kekayaan alam kita ke luar negeri," ucapnya. 

Diterbitkan di Berita

voi.id  JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melalui PT Bio Farma (Persero) telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri.

Tujuannya untuk mempercepat target herd immunity atau kekebalan kelompok. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan melalui kerja sama tersebut pemerintah membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan swasta untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi.

Adapun caranya melalui penyediaan vaksin gratis bagi karyawan beserta anggota keluarga mereka. "Program vaksin gotong royong ditargetkan menyasar 10,1 juta orang," katanya dalam webinar Universitas Indonesia, Kamis, 25 Maret.

Erick berharap dengan bantuan para pengusaha swasta dalam program vaksinasi ini, herd immunity di Indonesia dapat segera tercapai.

Sebelumnya, Erick memastikan pelaksanaan vaksin COVID-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi mandiri berasal dari BUMN. Proses pembelian itu diwajibkan pemerintah kepada perusahaan swasta dalam negeri.

Dalam catatan pemerintah, pihak swasta membutuhkan 7,5 juta dosis vaksin. Meski begitu, pemerintah baru bisa menyediakan 3,5 juta dosis pada Maret 2021 mendatang. Targetnya, vaksinasi mandiri juga dilakukan pada Maret 2021.

"Ini gratis tapi melibatkan swasta. Mereka beli dari pemerintah atau BUMN dan dibagikan pada para pekerja di perusahaan swasta," ujar Erick.

Pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia telah memastikan akan menjamin biaya dari vaksin gotong royong atau vaksin mandiri. Artinya, biaya vaksinasi tersebut tak akan dibebankan kepada karyawan melainkan akan ditanggung oleh pengusaha.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan, harga vaksin gotong royong akan ditetapkan oleh pemerintah. Namun, bukan untuk komersialisasi.

Sementara itu, kata Shinta, pengadaan vaksin akan dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) sebagai holding BUMN farmasi. Nantinya, pengusaha akan membeli vaksin tersebut.

"Tujuannya adalah untuk perusahaan itu bisa membiayai karyawannya untuk divaksinasi, jadi ini tidak ada unsur komersialisasi," tutur Shinta.

Shinta mengatakan, pengusaha berperan membelikan vaksin untuk kemudian disuntikkan kepada buruh atau karyawan. Adapun perusahaan yang mengikuti program ini bersifat sukarela dan tidak diwajibkan.

"Jadi perusahaan itu membiayai untuk karyawannya bisa mendapatkan vaksin secara gratis. Ini optional. Tidak harus mengikuti program ini," ujarnya.

Diterbitkan di Berita