JAKARTA, NETRALNEWS.COMPolemik tudingan Mendikbudristek keluarkan aturan yang membuka ruang budaya seks bebas di dunia kampus masih ramai menjadi perdebatan. Denny Siregar ikut memberikan tanggapan terkait salah kaprah dalam memahami kekerasan seksual. 

Mulanya seorang warganet dengan nama Melawan  Zalim  @MelawanKezalima mencuit: “Coba ibumu atau adik perempuan mu atau anak perempuan mu di perkosa orang dengan alasan suka sama suka ..  Bunting tuh keluargamu tapi Zina dan Maksiat ..”

Denny Siregar pun mengomentarinya dengan pertanyaan mendasar.

“Emang ada ya perkosaan atas dasar suka sama suka?? Kalo suka sama suka itu contohnya bibib sama firza. Saking sukanya sampe kabur ke luar negeri..,” kata Denny Siregar.

Sementara secara terpisah sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim membantah telah menerbitkan aturan yang melegalkan perzinaan atau seks bebas di lingkungan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Dinukil CNN I(ndonesia, aturan yang menuai polemik itu merupakan Peraturan Mendikbudristek nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi yang diundangkan pada 3 September 2021.

"Tidak ada satu pun kata dalam Permen PPKS ini yang menunjukkan bahwa Kemendikbudristek memperbolehkan perzinaan. Tajuk diawal Permendikbudristek ini adalah 'pencegahan', bukan 'pelegalan'," kata Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam dalam keterangan tertulis, Senin (8/11).

Nizam mengatakan aturan tersebut diterbitkan dengan berfokus untuk melakukan pencegahan dan penindakan atas kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, definisi dan pengaturan dalam permen tersebut khusus untuk mengatasi hal tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, kata dia, sejumlah organisasi dan perwakilan mahasiswa menyampaikan keresahan atas kekerasan seksual yang terjadi di perguruan tinggi. Namun demikian, hal itu nyatanya tidak ditindaklanjuti oleh pimpinan perguruan tinggi.

"Kebanyakan dari mereka takut melapor dan kejadian kekerasan seksual menimbulkan trauma bagi korban. Hal ini menggambarkan betapa mendesaknya peraturan ini dikeluarkan," ujar dia.

Beleid tersebut, kata dia, merupakan jawaban atas kebutuhan perlindungan dari kekerasan seksual di perguruan tinggi. Oleh sebab itu, kementerian memiliki kewenangan untuk menerbitkan peraturan tersebut.

Ia mengatakan bahwa kementerian wajib memastikan setiap penyelenggara maupun peserta pendidikan dapat menjalankan fungsi Tri Dharma perguruan tinggi.

Nizam mengatakan bahwa aturan tersebut dirancang untuk membantu pimpinan perguruan tinggi untuk meningkatkan keamanan di lingkungan mereka dari kekerasan seksual.

"Moral dan akhlak mulia menjadi tujuan utama pendidikan kita sebagaimana tertuang dalam UUD, UU 20/2003, UU 12/2012, dan berbagai peraturan turunannya. Termasuk Permendikbud No 3/2020 tentang standar nasional pendidikan tinggi," jelasnya

Penafsiran Permendikbudristek seolah melegalkan seks bebas di kampus turut menjadi sorotan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lincolin Arsyad.

Menurut Arsyad, hal itu merupakan salah satu masalah dari beleid tersebut. Ia pun mendesak agar Nadiem mencabut penerbitan Permen itu.

"Agar perumusan peraturan sesuai dengan ketentuan formil pembentukan peraturan perundang-undangan dan secara materil tidak terdapat norma yang bertentangan dengan agama, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," kata Arsyad.

Arsyad merujuk pada rumusan norma kekerasan seksual yang diatur dalam Pasal 5. Ia beranggapan standar benar dan salah dari sebuah aktivitas seksual tidak lagi berdasar nilai agama dan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun persetujuan dari para pihak.

"Hal ini berimplikasi selama tidak ada pemaksaan, penyimpangan tersebut menjadi benar dan dibenarkan, meskipun dilakukan di luar pernikahan yang sah," kata dia.

 
 
Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun sebuah tugu berbentuk sepatu. Tugu ini dibangun di kawasan Sudirman persis di dekat Stasiun Sudirman BNI City, Jakarta Pusat.

Namun sayang hasil kerja keras Gubernir Anies Baswedan itu banyak dikomentari oleh berbagai pihak, salah satunya pegiat media Sosial, Denny Siregar (DS). Di akhir cuitannya, Denny masih penasaran apa gunanya pembangunan tugu tersebut. "Buat nendang?," ujar Denny.

Cuitan Denny pun direspon berbagai komentar oleh netizen, Berikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Sabtu (18/9/2021).

@Hutabarat_DM17: Buat anggaran biar bisa di korupsi,buat tugu lagi mayan ada dana keluar,habis itu rubah lagi tugu nya tugu monyet,mayan lagi dana keluar,mumpung bisa di olah,mane ICW diem aja gak ada nyayi nya.

@Ayyun Zahwa: Tugu bambu, tugu sepeda, tugu peti mati, tugu sepatu...ini faedahnya apa ya?.kayak anak PAUD sedang main "playdogh". Mending anak PAUD, kreatifitas dan imajinasi mereka berkembang. Lha ini pemborosan, mubazir dan unfaedah..Pemimpin yg pola pikirnya masih "kanak kanak"..

@AriSisw62447767: Bener juga ya, pepatah,, kalau dah benci,apapun yg dilakukan akan salah terus, dan sebaliknya jika dah di puja2 salah pun akan di bela,,,

@simbolonmarudu1: Mungkin Taunya Begitu2 Doank Kali, Cara Untuk Ngabisin Uang Rakyat. Nanti Nggak Pake Lama Dibongkar, Sudah Dibongkar, Kelebihan Bayar Pula.

@aswan691: biar dibilang ada kerja ( penghamburan dana daerah  untuk yg kedua kali ) masih inget nge cat genteng rumah dipasar minggu..?

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gegara rumah terancam digusur, Denny Siregar sarankan Rocky gerung agar tinggal di rumah Ketua DPP PKS, Mardani Ali sera. 

“Gua kasihan juga ma Rocky Gerung, rumahnya mau digusur.. Mungkin RG bisa tinggal sementara di rumah @MardaniAliSera?” kata Denny Siregar, Sabtu 11 September 2021. “Dengar2 doi tinggal sendirian…,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Dosen Filsafat, Rocky Gerung sebelumnya menanggapi santai somasi dan ancaman pihak PT Sentul City Tbk terkait hak kepemilikan tanah yang ditempati di Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Sentul City menuduh saya dan mengancam meninggalkan tempat itu dalam waktu 7 hari. Saya anggap itu prank. Karena dia bilang itu punya dia. Jadi saya pikir, ini orang gila apa,” ujar Ricky Gerung di kanal YouTube Rocky Gerung Official dikutip Sabtu (11/9/2021). 

Rocky Gerung bilang, dia telah menempati daerah itu sejak tahun 2009 yang dibelinya dari seorang warga, yang sejak tahun 1960 mendiami kawasan itu. Sehingga dia yakin sebagai pemilik tanah yang sah.

“Saya tinggal di situ sejak 2009. Tiba-tiba dia datang dia bilang saya menyerobot itu. Padahal saya bikin pagar. Saya bikin pagar untuk menandakan bahwa itu hak saya. Itu di dalam hukum saya menguasai secara fisik tanah itu. Karena itu saya pagari. Saya pagari tanah yang saya beli,” ujar Rocky Gerung.

Mantan pengajar di UI ini mengklaim memiliki bukti bukti tertulis berupa surat tanda terima, dan kuitansi pembelian.

Jadi itu legal saya beli. Suratnya, tanda terima, kuitansi, bukti bahwa itu tidak ada sengketa sejak 15 tahun lalu,” ujarnya. Dan orang yang punya itu sudah sejak tahun 1950 di situ. Tiba -tiba ada intruders, namanya Sentul City dan itu kurang ajar kan,” ucapnya.

Rocky Gerung menilai, sikap Sentul City itu menandakan banyak masyarakat yang mendapat perlakuan serupa dari perusahaan-perusahaan raksasa yang menyerobot tanah warga.

Lebih lanjut, Rocky Gerung yang kini menggandeng Haris Azhar sebagai kuasa hukumnya ini, berencana menggugat balik pihak Sentul City sebesar Rp1 triliun.

“Kalau saya gugat balik, mungkin saya gugat Rp1 triliun. Saya somasi balik dia. Rp1 harga materiilnya, Rp1 triliun harga imateriilnya karena di situ ada banyak memori, banyak percakapan intelektual, kenangan,” tutur Rocky.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gegara sebut-sebut “jenggot” seolah identik dengan Islam, Denny Siregar mendapat komentar pedas dari seorang warganet dengan akun Twitter UHFF @UHFF26124117.

“Saya orang kalimantan. Jangan bawa2 jenggot. Dan jangan sebut jenggot itu kadrun. Kalau anda islam seharusnya anda malu ngatain jenggot. Jenggot itu syariat islam dan nabi Muhammad juga berjenggot, klo anda menghina jenggota berarti menghina syariat islam,” kata akun UHFF.

Denny Siregar pun kaget karena jenggot disebut sebagai syariat Islam. “Wah jenggot syariat Islam.. Baru tahu. Kalau Nabi berjenggot ya karna beliau org arab. Rata2 org arab memang begitu krn hormon rambutnya begitu. Abu Jahal, abu Lahab dan semua musuh Nabi jg berjenggot. Krn mrk jg org arab. Apa itu syariat Islam juga?” kata Denny Siregar, Sabtu malam 4 September 2021.

Bahkan Denny kemudian malah mempertanyakan sosok Musni Umar dan Haikal Hassan yang teka berjenggot. “Gile. Gua baru tau salah syarat utk jadi Islam harus berjenggot. Gimana nih ustad Musni Umar dan Haikal Hassan gak berjenggot ? Bukan Islam pastinya.. Ah, sial. Gua di blok ma mereka..,” pungkasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengungkap bagaimana kebiadaban Taliban yang telah menganiaya dan menyiksa seorang perempuan sejak dinikahkan di usia 8 tahun dan di usia 16 tahun harus bernasib tragis.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

BIBI AISHA & KEJAMNYA TALIBAN..

Kisah Bibi Aisha, bisa jadi adalah salah satu kisah terkejam di dunia..

Bibi Aisha dulu adalah seorang anak perempuan yang berusia 8 tahun yang tinggal di Afghanistan. Dia dinikahkan oleh ayahnya karena berhutang pada anggota Taliban. 

Dan pada usia 16 tahun kemudian, keluarga Bibi Aisha menyerahkannya pada keluarga suaminya yang semuanya pengikut Taliban. Hidup berubah jadi neraka oleh Bibi Aisha karena terus menerus mendapat siksaan, yang kemudian membuat dia akhirnya kabur dari rumah keluarga suaminya.

Bibi Aisha berhasil ditemukan oleh keluarga suaminya. Lalu mereka membuat pengadilan sendiri dan memutuskan Bibi Aisha harus dipotong telinga dan hidungnya. Suaminya yang mengeksekusi Bibi Aisha sendiri di pegunungan Oruzgan. Bibi Aisha yang pingsan ditinggalkan dengan bermandi darah dan dianggap sudah mati saat itu juga.

Untungnya, dalam situasi kritis, Bibi Aisha bertemu dengan beberapa orang baik yang segera menyelamatkan dia. Bibi Aisha kemudian dibawa ke Amerika, karena takut jika dia ditemukan lagi oleh keluarga suaminya, dia akan dicincang.

Foto Bibi Aisha di majalah Time dengan hidung yang hilang dan telinga hilang yang tertutupi oleh rambut, seketika jadi sampul majalah Time tahun 2010. Foto itu viral dan membuka mata dunia betapa kejamnya Taliban, terutama terhadap wanita dan anak perempuan yang mereka anggap hanya budak belaka.

Ketakutan yang sama sekarang melanda warga Afghanistan, ketika Taliban sudah mulai menguasai negara itu. Gelombang pengungsian terjadi disana, mereka menghindari kekejaman Taliban yang pernah mereka saksikan ketika organisasi yang berafiliasi dgn Alqaeda itu pernah menguasai negara mereka.

Dan tampaknya akan terjadi. Taliban sudah masuk Kabul, ibukota Afghanistan. Dimulailah cerita-cerita seram yang akan membuat kita miris, tentang hilangnya rasa kemanusiaan.

Kita harus hati-hati disini. Taliban menjadi simbol baru buat ormas radikal. Gerakan mereka pasti bangkit dan bendera2 Taliban akan dikibarkan..

Kalau kita lengah, entah itu ibu, istri, adik, anak dan saudara kita, akan mengalami peristiwa horor yang sama yang dialami oleh Bibi Aisha..

Seruput kopinya, kawan.. 

Denny Siregar

Taliban Nyaris Kuasai Afganistan

Diberitakan, kelompok Taliban sudah melancarkan serangan di berbagai kota hingga membuat ratusan tentara Afghanistan menyerah. Amerika Serikat (AS) yang sudah menarik lebih dulu pasukannya kini lepas tangan dengan meminta Afghanistan untuk berjuang sendiri.

"Para pemimpin Afghanistan harus bersatu," kata Biden kepada wartawan di Washington, DC. 

"Mereka harus berjuang untuk diri mereka sendiri," imbuhnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (11/8/2021).

Lebih lanjut, Biden mengatakan AS akan terus mendukung pemerintah Afghanistan di Kabul. Dia juga menambahkan tak menyesali keputusannya menarik pasukan AS dari negara konflik itu pada 31 Agustus usai dua dekade perang.

Meski meminta Afghanistan berjuang sendiri, pihaknya menekankan bahwa Washington akan terus mendukung pasukan keamanan Afghanistan dengan serangan udara, makanan, peralatan, dan uang untuk pembayaran gaji.

"Kami melatih dan melengkapi lebih dari 300.000 pasukan Afghanistan dengan peralatan modern selama dua dekade," tutur Biden.

"Mereka pasti ingin berperang. Jumlah mereka melebihi jumlah Taliban," imbuhnya.

Saat ini, sudah ada delapan kota yang dikuasia Taliban. Terbaru, Taliban menguasai kota Farah dan Pul-e-Khumri di Provinsi Baghlan dalam selisih beberapa jam saja.

"Taliban sekarang berada di kota ini," kata anggota parlemen Baghlan, Mamoor Ahmadzai kepada AFP.

"Mereka mengibarkan bendera di alun-alun utama dan di gedung kantor gubernur," imbuhnya.

Perebutan kota-kota tersebut pun dikonfirmasi Taliban dalam postingan di Twitter.

Akibat serangan terus-menerus, ribuan warga Afghanistan dilaporkan melarikan diri dari kota-kota yang baru direbut Taliban. Mereka menyebut Taliban melakukan sejumlah aksi brutal, mulai memukul, menjarah, hingga membawa paksa gadis atau janda.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar kembali membuat heboh warganet. Kali ini ia menanggapi pernyataan netizen tentang tuduhan “konspirasi” terkait Covid-19. 

Mulanya adalah akun DeDe MuflihaH @MuflihahDede mencuit: 

“Covid itu konspirasi yg ingin menghancurkn islam soalnya datangny setiap hari raya...covidnya berdasi covid buatn cukong,” kata DeDe MuflihaH.

Denny pun memberikan komentar. 

 

https://twitter.com/Dennysiregar7/status/1412288368516476930 

 

“Kenapa apa2 selalu dikaitkan ma Islam ya ? Lemah amat Islam di mata kadrun..,” kata Denny Siregar, Selasa 6 Juli 2021.

Tak hanya sampai di situ, selang beberapa saat ia kembali menanggapi cuitan akun KomikKita@komikkitatweet yang menyindir kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam upaya penggalangan donasi untuk penanganan Covid.

"Ngemis Sumbangan ke Dubes ..? kenapa gak minta donasi rakyat "monas" yang 7 Juta itu tong...?" tanya Komikkita.

Denny pun tertawa, “Wkwkwkkw...”. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar melontarkan pernyataan-pernyataan “nylekit” dan keras pada para pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) usai kasus penangkapan sopir Pengacaranya yang terbukti membawa senjata tajam saat sang Pengacara mengikuti proses sidang. 

“Emang orang2nya Riziek niatnya mau cari ribut... Entar dihajar beneran, trus bilang dizolimi,” kata Denny Siregar. “Liat pendukung Riziek kayak gitu semua.. Amit2 kalo mereka nanti kuasai Indonesia. Bisa goblok semua orang dibuatnya..,” lanjutnya.

“Model para pengikut Riziek itu bukan dibangun dari logika berfikir, keilmuan dan kesadaran diri.. Tapi lewat fanatisme dgn gambar2 di baliho, dogma2 bahwa dia ulama dan cucu Nabi dan yang melawannya neraka tempatnya. Hasilnya? Ya kaya gitu, goblok berjamaah. Gada otaknya,” tegas Denny.

Sementara sebelumnya diberitakan, Polisi mengamankan seorang pria bernama Asep Siswoyo yang merupakan sopir kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, karena membawa senjata tajam. 

"Tersangkanya masih dalam penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Indra Tarigan di Jakarta, Jumat (26/3/2021). 

Indra mengatakan bahwa Asep Siswoyo diamankan di depan Wali Kota Jakarta Timur sekitar pukul 08.10 WIB. Asep diamankan oleh personel Reskrim Polres Metro Jakarta Timur. 

Indra menjelaskan Asep Siwoyo diamankan saat hendak melanjutkan perjalanan menuju bengkel untuk servis mobil usai mengantar Alamsyah Hanafiah ke PN Jakarta Timur. 

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan barang bukti berupa pedang panjang berukuran kurang lebih 50 sentimeter (cm) dengan sarung pedang berwarna coklat dan gagang pedang berbentuk kepala naga. 

Tak hanya satu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu senjata tajam berupa badik dengan panjang kurang lebih 20 cm yang disimpan di dalam kendaraan. 

Yang bersangkutan masih dimintai keterangan oleh Reskrim Polres Metro Jakarta Timur guna mengetahui motif dan tujuan lebih lanjut seperti dinukil Bisnis.com

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto

Diterbitkan di Berita

INDOZONE.IDBelakangan ini, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menjadi bulan-bulanan netizen lantaran mengunggah foto saat memeroleh suntikan vaksin COVID-19.

Sebab, Said selama ini dikenal aktif mengkritik kebijakan vaksinasi tersebut. Tak lama usai menuai bully, Said akhirnya menghapus unggahannya tersebut.

Akan tetapi, tangkapan layar cuitan melalui akun Twitter @msaid_didu itu sudah beredar luas.

"Penjelasan kenapa saya ikut vaksinasi :1) saya menghormati program vaksinasi KemBUMN yg undang eks KemBUMN 2) dari dulu saya setuju vaksinasi 3) yg saya protes adlh mekanisme pengadaan dan uji klinis vaksin dari China 4) stlh semua uji dilalui artinya vaksin tsb aman," tulis Said melalui Twitter.

 

Sebelum dihapus, Said Didu awalnya mengunggah foto saat disuntik vaksin. Dia pun mengucap syukur lantaran sudah melaluinya.

 

"Alhamdulillah vaksinasi I," tulis Said, Kamis (18/3/2021) kemarin.

Sindiran pun datang dari mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan pegiat media sosial Denny Siregar.

Sebab, Said dikenal aktif mengkritik kebijakan pemerintah soal vaksinasi tersebut. Melalui akun Twitter @FerdinandHaean3, Kamis (18/3/2021), Ferdinand memberi selamat kepada Said.
Tak hanya itu, Ferdinand bahkan mengusulkan agar Said dibuatkan patung.

 

"Selamat bang, semoga sehat selalu setelah divaksin. Sbg org yg pd awalnya berkomentar miring bahkan menolak atau meragukan vaksin Sinovac dari Cina, abang layak dijadikan contoh dan dibuatkan patung vaksinasinya diruang publik menjadi contoh panutan spy semua warga mau divaksin," tulis Ferdinand.

 

Pegiat media sosial Denny Siregar juga menyindir mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu yang akhirnya menerima vaksin COVID-19.

Melalui akun Twitter @Dennysiregar7, Kamis (18/3/2021), Denny awalnya bertanya soal kabar Said telah disuntik vaksin.
 

Seperti diketahui, Said aktif mengkritik kebijakan pemerintah soal vaksinasi.

 

"Eh maaf, numpang nanya...@msaid_didu udah divaksin ya?" tanya Denny.

Tak lama kemudian, Denny mengunggah tangkapan layar cuitan Said yang menunjukkan dirinya sedang disuntik vaksin. 

 

"Oh sudah vaksin ternyata...," cuit Denny dibumbui moticon tertawa.

 

https://twitter.com/Dennysiregar7/status/1372407009723609095

 

 

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM Bencana banjir yang tidak pernah hilang dari Jakarta membuat masyarakat lelah. Namun, menurut Sekertaris Jendral PDIP Hasto Kristianto, pemerintah pusat melalui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah berusaha untuk bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta menangani banjir.

Hanya saja, Menteri Basuki, kata Hasto mengeluh karena susah bekerjasama dengan Anies Baswedan untuk tangani banjir di Jakarta ini. Pegiat media sosial, Denny Siregar pun ikut berkomentar. Menurutnya, Anies bukan susah diajak bekerjasama, karena sebenarnya Anies tidak mengerti apa yang dimaksud Menteri Basuki.

“Bukan susah kerjasama, pak Bas.. Emang doi gak ngerti apa yang pak Bas maksud.

Harusnya kalo ngobrol ama @aniesbaswedan pake kelir, baru doi ngangguk2,” tulis Denny di akun Twitternya, Minggu (21/2/2021).

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sempat marah-marah karena sulit bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menangani banjir Jakarta.

"Pak Basuki, Menteri PU pun sampai marah-marah karena betapa sulitnya bekerja sama dengan pemimpin DKI tersebut,” ungkap Hasto.

Hal itu disampaikannya sebelum memulai acara Program Gerakan Penghijauan dan Bersih-Bersih Daerah Aliran Sungai (DAS), Cinta Ciliwung Bersih, di Waduk Cincin, Jakarta Utara, Minggu (21/2/2021).

Karena menurut Hasto, banjir sangat merugikan warga. Dia pun bisa merasakan bagaimana kerugian warga yang terdampak banjir.

Pasalnya, kediaman Hasto di Villa Taman Kartini, Bekasi, pun ikut kebanjiran. Ini sudah tahun ketiga dia merasakan kebanjiran.

“Selain lumpur di mana-mana, barang rusak, yang paling membuat khawatir adalah ular sering terbawa. Selain itu kecoa ada dimana-mana. Tempat menjadi terasa kumuh dan tentu saja ancaman penyakit," ucap Hasto.

"Jadi saya bisa merasakan betapa susahnya warga Jakarta yang sering terdampak banjir," imbuhnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati

Diterbitkan di Berita