Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Lembaga survei Development Technology Strategy (DTS) Indonesia merilis hasil survei terbarunya yang digelar minggu pertama hingga keempat Oktober 2021. Hasilnya, dalam survei capres, Ganjar masih di urutan teratas.

“Ada tiga nama capres yang secara konsisten memiliki rating tertinggi berdasarkan temuan survei, yaitu Ganjar Pranowo (31,57%), Prabowo Subianto (28,10%), dan Anies Baswedan (24,58%),” kata Direktur Eksekutif DTS Indonesia Ainul Huda, Minggu (14/11).

Selain itu, temuan lembaga survei yang berdiri tahun 2018 itu, terdapat beberapa calon alternatif seperti Ridwan Kamil, Erick Thohir, Sandiaga Uno dan AHY.

Meski ketiga kandidat selalu menempati urutan teratas dalam beberapa skenario yang disusun di survei (21 nama, 7 nama, 3 nama), dinamika dan perubahan distribusi pemilih masih terjadi.

“Dengan kata lain, belum ada kandidat yang secara konsisten lebih superior dibanding lainnya. Dalam skenario tiga nama capres, jika Prabowo tidak mencalonkan diri dan digantikan oleh figur lain, maka persaingan akan lebih ketat,” urai Huda. 

Dalam sejumlah simulasi, jika tiga capres itu adalah Ganjar, Anies dan Ridwan Kamil, maka selisih rating Ganjar dan Anies akan tipis. “Komposisinya Ganjar (33,33%), Anies (32,70%), dan Ridwan Kamil (13,49%). Pendukung Prabowo sebagian besar akan berpindah dukungan ke Anies,” beber Huda.

Simulasi lainnya, jika tiga nama capres itu Anies, Ganjar dan Erick Thohir, maka Anies akan mengungguli Ganjar, dengan komposisi Anies (38,51%), Ganjar (34,31%) dan Erick (4,59%). Sebagian besar pendukung Prabowo berpindah ke Anies.

“Jika tiga pasangan capres itu Prabowo, Anies dan Erick Thohir, Prabowo sedikit unggul dari Anies, dengan komposisi Prabowo (34,85%), Anies (33,09%) dan Erick (10,41%). Pendukung Ganjar akan berpindah ke Prabowo dan sebagian kecil ke Erick,” tandas Huda.

 

Sumber: https://kumparan.com/kumparannews/survei-dts-elektabilitas-ganjar-31-57-prabowo-28-10-anies-24-58-1wuwZsUCysq/full

 

 

 
Diterbitkan di Berita
Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S) Jerry Massie menyoroti banyaknya pihak yang mendeklarasikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sebagai capres 2024.

Menurutunya, beberapa pihak atau kelompok terlihat sudah gencar dalam memberikan dukungan kepada Sandi. Kendati demikian, menurutnya hal tersebut hanya sekadar deklarasi saja.

"Memang kelompok ulama ijtima sudah mendeklarasikan Sandiaga Uno jadi capres. Tapi ini kan masih sebatas deklarasi," ujar Jerry sebagaimana dikutip dari GenPI.co. Dirinya menilai sah-sah saja apabila ada seseorang dinominasikan atau didukung sebagai capres pada 2024.

Kendati demikian, dirinya tak yakin Sandi bisa membobol benteng Gerindra yakni, Prabowo. "Secara linear partai Gerindra pastinya tetap mendukung atau mencalonkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dia masih kuat bung!" katanya.

Dia tak menampik adanya kemungkinan Sandi bisa menjadi cawapres seperi 2019 lalu berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra. "Semua bisa terjadi, bisa juga ditandemkan lagi Prabowo-Sandi. Akan tetapi, kalau Prabowo sudah dipasangkan dengan Puan, dia akan mengalami deadlock atau jalan buntu," ujar jerry.

Seperti diketahui, Ijtimak Ulama dan Pemuda Islam Indonesia mendeklarasikan dukungan untuk Sandiaga atau Sandi sebagai capres pada Pilpres 2024. KH Arif Fahrudin, salah satu inisiator Ijtimak Ulama dan Pemuda Islam Indonesia itu menyebutkan ada beberapa alasan memilih Sandi sebagai calon presiden.

"Dalam hal keagamaan Sandi dinilai sebagai pemimpin moderat yang pro dan peduli antarumat beragama. Sandi tidak pernah melontarkan ujaran kebencian terhadap agama lain," kata Arif.

Arif juga menyebutkan Sandi menjadi sosok yang memiliki integritas dan tidak memiliki dosa politik. Selanjutnya, dia menilai Sandi sosok yang amanah. "Mampu menjaga kepercayaan terhadap publik. Hal itu terlihat saat menjadi wagub DKI dan saat ini dipercaya menjadi Menparekraf," ucapnya.

 

 

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) harusnya tidak menganggap Ganjar Pranowo sebagai anak tiri atau anak indekos.

Bagaimana pun PDIP harus sadar dan membuka mata, bahwa Ganjar merupakan kader yang punya peluang besar terpilih dalam Pilpres 2024. "Jangan sampai Ganjar dianggap anak tiri, atau anak indekos. Apa pun judulnya, Ganjar barang bagus," kata pengamat politik Adi Prayitno dalam keterangannya, Minggu (14/11/2021).

Dalam bacaan politiknya, Adi menuturkan, PDIP harus melihat langkah Partai Golkar memberi karpet merah bagi Ganjar Pranowo sebagai persoalan serius. "Ini harus dilihat serius PDIP. Ini (ajakan Nurdin Halid untuk Ganjar Pranowo) akan menjadi ancaman kalau Ganjar diambil partai lain," ujar Adi Prayitno.

Adi menambahkan, ada kredit poin yang dimiliki Ganjar soal popularitas untuk Pilpres 2024. Bahkan dalam sejumlah temuan yang dilakukan lembaga survei, elektabilitas Ganjar sebagai figur baru dalam pertarungan Pilpres 2024 berada di tiga besar.

"Ganjar bisa diterima berbagai kalangan, basis Islam, nasionalis, dukungan muncul di luar Jawa juga," tutupnya.

(maf)

 

Sumber: https://nasional.sindonews.com/read/598907/12/ganjar-pranowo-tak-bisa-dianggap-anak-tiri-pengamat-ini-barang-bagus-1636859465

 

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar mengklarifikasi pemberitaan dari media online detik.com dan secara tegas menyatakan tidak pernah ada kata - kata dukungan pada Anies Baswedan. 

Sebab Kedatangan Anies Baswedan ke Ponpes Sabilurrosyad KH Marzuki Mustamar, Kota Malang, Jum'at (12/11/2021) hanya bentuk silaturahim saja dan tidak ada maksud memberikan dukungan politik kepada Anies Rasyid Baswedan sebagai capres. 

"Saya tidak ada memberikan dukungan kepada Anies untuk menjadi Capres, dan ucapan saya kepada sekelompok anak kecil bersama ibunya yang minta foto, sangat disayangkan diplintir seolah saya mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden, padahal sama sekali tidak ada deklarasi tersebut," ujar KH Marzuki Mustamar melalui keterangan pers, Sabtu (13/11/21).

Kyai Marzuki juga menyayangkan rekan media yang membuat asumsi seolah - olah hal tersebut menjadi dukungan politik. “Sama sekali tidak ada calon calonan, dukung-dukungan kepada Anies Baswedan. Lagi pula kontestasi ini masih sangat jauh," tegas Kyai Marzuki.

KH Marzuki Mustamar membeberkan kronologis tersebut berawal dari, seusai solat Jumat, Anies jalan bersama dengan KH Marzuki, terus di tengah perjalanan bertemu dengan anak-anak kecil dan ibu-ibunya. 

Ibunya anak itu menyuruh anak-anak foto dengan Anies, KH marzuki bilang kepada anak TK itu "ini kalau mau foto ada calon presiden".

"Jadi kalau ada yang percaya dan menanggapi itu sebagai deklarasi mendukung Anies, sama saja dengan anak kecil. Kepada rekan - rekan media tolong jangan menganggap hal tersebut menjadi serius," lanjut Kyai Marzuki.

KH Marzuki menjelaskan kehadiran Anies Baswedan ke Ponpes Sabilurrosyad tak pernah dijadwalkan sebelumnya. "Tahunya ndadak (mendadak), saya diberi tahu, katanya Pak Anies mau datang. Kami dari kemarin keliling, terus pagi tadi ada kabar," ujar KH Marzuki.

Menurutnya, isi silaturahmi tersebut juga hanya bertukar pikiran bagaimana menyatukan visi-misi bahwa NKRI nomor satu dan jangan mengedepankan kepentingan apapun dan yang ada untuk menguatkan NKRI dan harus adil kepada semua.

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ogah menanggapi kesiapan Partai Golkar menampung dirinya jika tidak mendapatkan tempat di PDI Perjuangan pada kontestasi Pilpres 2024 . Ganjar saat ini tidak memikirkan urusan pemilu.

“Saya konsentrasi urus dampak pandemi. Ekonomi perlu digenjot, PTM sekolah perlu mendapatkan pengawasan. Kami juga lagi siaga bencana karena hujan mulai turun,” ujar Ganjar Pranowo kepada SINDOnews, Kamis (11/11/2021).

Diberitakan SINDOnews sebelumnya, hingga saat ini Partai Golkar belum memiliki kandidat wakil presiden untuk mendampingi Airlangga Hartarto.

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar, Nurdin Halid menegaskan, partainya telah sepakat mengusung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres) 2024.

Namun, sampai saat ini belum ada calon wakil presiden yang diusung dari Partai Golkar. "Jadi Ganjar Pranowo itu tidak usah khawatir. Dia kalau tidak dapat tempat di partainya, ada Partai Golkar yang selalu terbuka untuk dia," kata Nurdin Halid dalam Dialektika Demokrasi yang bertajuk "Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi?" di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Menurut Nurdin, masalah apakah Ganjar Pranowo bisa menjadi cawapres atau capres yang diusung Partai Golkar bisa dibahas di kemudian hari. Namun, Nurdin juga menyarankan agar Ganjar Pranowo segera mencari rumah baru jika ditolak PDIP.

(rca)

 

Sumber: https://nasional.sindonews.com/newsread/596533/12/golkar-siap-tampung-dirinya-ganjar-saya-konsentrasi-urus-dampak-pandemi-1636629062

 

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono membuat video sentilan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang baru-baru ini viral karena terperosok ke got.

Video itu diunggah di akun Twitter Arief, @bumnbersatu. Dalam video tersebut, Arief ditanya rekannya soal arti tulisan 'GAP' pada baju yang ia kenakan.

"Kaos GAP ini jangan-jangan (artinya) Gerakan Arief Poyuono atau Gerakan Arief Presiden nih?" tanya perekam video seperti dilihat di @bumnbersatu, Selasa (14/9/2021).

Menanggapi pertanyaan itu, Arief mengatakan kalau ia hanya orang biasa dan posisinya di partai cuma sebagai anggota, sehingga tak pernah terlintas di benaknya untuk mencalonkan diri jadi presiden.

"Presiden? Ngaco aja. Saya mah orang biasa, anggota partai aja bukan pengurus partai," jawab Arief Poyuono. Perekam video kembali bertanya "Tapi kalau rakyat mendukung nggak apa-apa kan?".

Menjawab pertanyaan tersebut, Arief menegaskan bahwa sekalipun rakyat menginginkan, ia akan menolak dicalonkan sebagai presiden. Pasalnya, lanjut Arief, dirinya tidak ingin terperosok ke got seperti Gubernur Anies hanya karena memikirkan Pilpres 2024.

"Ya nggak mau mas, nggak mikir mas, nanti banyak pikiran kejeblos got kayak Anies, iya kan?. Mikirin Pilpres 2024 terus mikirin Formula E, kejeblos saya di selokan," sentil Arief Poyuono.

Sebelumnya, video yang menampilkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kecemplung ke dalam got sempat viral di media sosial beberapa hari lalu.

Dalam video itu, Anies terlihat berjalan bersama rombongan sambil melambaikan tangan ke arah warga yang menyapanya. Lantaran tak memperhatikan jalan, Anies tiba-tiba terperosok ke got.

Beberapa orang yang berada di lokasi langsung cekatan membantu mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu keluar dari got.

Peristiwa itu terjadi saat Anies meninjau kegiatan vaksinasi di sentra vaksin Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (11/9/2021). Anies juga menceritakan kejadian tersebut melalui berbagai akun media sosialnya.

Anies mengatakan, setelah terperosok ke got, ia mengganti sepatunya dengan sendal namun sendal itu juga putus. Anies pun mengaku berjalan tanpa memakai alas kaki hingga akhirnya mendapat sepatu pinjaman.

"Perjalanan seru tadi di Sentra Vaksinasi Tanah Merah. Kecebur got, ganti sandal jepit. Eh, sandalnya putus. Sempat nyeker sampai dapat sepatu pinjaman," tulis Anies di akun Twitternya, Sabtu (11/9/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan pernah menjadi Presiden Indonesia.

Bukan tanpa sebab, ia menilai bahwa saat ini Anies terancam digarap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kalau prediksi saya, Anies enggak pernah jadi capres ya. Sebab, KPK aja bisa jadi ancaman untuk dirinya," ujarnya.

Terlebih, partai politik yang berpotensi melirik Anies hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem.

"Banyak rintangan yang harus dia lewatkan," ujarnya  

Kontan saja, netizen pun langsung beraksi. Seperti dilihat dalam akun Facebook, Mak Lambe Turah.

MLT: “Udah ada yang mau nebeng jadi wapres didukung 130 juta umat gitu lohh.”

Lintang Abdi: “Silahkan yg mau dukung dia ... tpi aku tidak ah".

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia Ade Armando mengungkit pernyataan PKS yang pernah mencalonkan Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Ustaz Abdul Somad sebagai capres 2024. 

“PKS nih becandanya kelewatan. Kalau Rizieq dan Somad percaya beneran, kan kasihan mereka?” kata Ade Armando, Kamis 17 Juni 2021.

Untuk diketahui, setahun silam, nama Habib Rizieq Shihab dan Ustaz Abdul Somad pernah dijagokan Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk maju Pilpres 2024 disambut baik PKS. PKS menyebut Habib Rizieq dan UAS punya peluang maju di Pilpres 2024.

"Para tokoh, baik yang di parpol ataupun ormas punya peluang maju di Pilpres 2024. Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad seperti juga para ketua parpol, para menteri dan utamanya para kepala daerah yang sukses punya peluang maju Pilpres 2024," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada wartawan, Senin (10/8/2020).
 
Namun, menurut Mardani, persoalan tokoh bukanlah hal yang penting saat ini. Saat ini, kata dia, yang patut diperjuangkan adalah menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) untuk Pilpres 2024.

"Pendapat saya, bukan orang yang harus kita perjuangkan pada saat ini tapi menurunkan presidential threshold yang utama. Sebagian pakar bahkan mengusulkan menghapus presidential threshold karena bertentangan dengan sistem presidentialism," ujarnya.

Mardani lantas menjelaskan mengapa PT perlu dihapus dalam Pilpres 2024. Bila PT dihapus, kata Mardani, akan muncul banyak pasangan calon (paslon) dan kompetisi Pilpres 2024 akan sehat.

"Jika kita berhasil menurunkan threshold jadi 5-10% atau menghapusnya, maka kita punya peluang menghadirkan kompetisi yang sehat antar para calon. Dan dipastikan lebih dari dua pasang calon yang ini sehat bagi demokrasi. Siapapun yang diajukan pada kompetisi yang sehat akan meningkatkan peluang publik mendapatkan presiden yang merit system dan berkualitas," ucapnya.

Mardani mengatakan, PKS pun siap melakukan pembicaraan dengan sejumlah tokoh untuk Pilpres 2024. Namun, sebisa mungkin, PKS akan mengajukan kader sendiri di 2024.

"PKS siap berkomunikasi dengan para tokoh yang tokoh yang sama satu visi. Dan akan berusaha untuk memajukan kader PKS," imbuhnya.

Sebelumnya, PA 212 bicara mengenai banyak tokoh selain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang bisa diusung di Pilpres 2024. Misalnya Habib Rizieq hingga Ustaz Abdul Somad.

Sebelumnya, Partai Gerindra meminta Prabowo Subianto untuk kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2024. Bagi PA 212 yang pernah mendukung Prabowo, Ketum Gerindra itu sudah selesai dan berharap ada calon lain yang lebih muda.

"Bagi kami PS (Prabowo Subianto) sudah selesai, masih banyak kader muda yang layak pimpin negeri ini ke depan, 2024 saatnya yang muda yang berkarya," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif kepada wartawan, Minggu (9/8).

"Banyak tokoh muda ada SSU (Sandiaga Salahudin Uno), Wagub DKI (A Riza Patria), Gubernur DKI (Anies Baswedan), Gym, UAS (Ustaz Abdul Somad, HRS (Habib Rizieq Shihab), dan lain-lain," sambungnya dilansir detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

Jakarta, INDONEWS.ID -- Hasil riset lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) terkait elektabilitas calon presiden 2024 memunculkan nama Prabowo Subianto dengan perolehan 19,9 persen, disusul Anies Baswedan 11,9 persen, Ganjar Pranowo 11,3 persen, Ridwan Kamil 4,1 persen, Tri Rismaharini 4,0 persen, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 1,8 persen, dan Puan Maharani 0,7 persen.

Sementara, hasil survei itu Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan elektabilitas Prabowo 22,5 persen, disusul Ganjar Pranowo sebesar 10,6 persen, dan Anies Baswedan 10,2 persen.

Survei LSI tersebut digelar pada 25-31 Januari dengan wawancara tatap muka, dengan melibatkan 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengklaim margin of error surveinya 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Ada juga survei Indobarometer yang dilakukan pada 1-10 Februari 2021 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei tersebut menempatkan Prabowo Subianto pada 17,2 persen, disusul Ganjar Pranowo 15,9 persen, dan Ridwan Kamil.

Walau tak masuk dalam radar sejumlah lembaga survei, nama tokoh seperti Rizal Ramli, dan Susi Pudjiastuti tak boleh dipandang remeh.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin misalnya menyebut mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Rizal Ramli berpeluang untuk menjadi calon presiden (capres).

Menurutnya, sosok pria yang kerap disapa RR itu layak maju pada pemilihan umum atau Pemilu 2024 mendatang.

Salah satu alasannya, kata Ujang, Rizal Ramli layak menjadi capres setelah memperhitungkan sepak terjangnya selama ini.

"Sangat layak untuk menjadi capres. Pengalamannya di pemerintahan sudah cukup untuk bisa berbuat untuk memperbaiki bangsa," kata Ujang seperti dikutip Tagar, Sabtu, 13 Juni 2020.

Direktur Indonesia Political Review itu menilai banyak sosok yang digadang-gadang akan mencalonkan diri pada Pemilu 2024 mendatang.

Bahkan, menurutnya nama Rizal Ramli menjadi salah satu kandidat di antara beberapa tokoh yang akan mengajukan diri, meskipun nama RR tidak keluar di hasil berbagai lembaga survei.

"Setiap orang atau tokoh, termasuk Rizal Ramli tentu punya keinginan untuk maju," ujar Ujang.

Wakafkan Sisa Hidup

Sementara itu, ekonom senior, Dr. Rizal Ramli, mengapresiasi survei elektabilitas calon presiden 2024 mendatang.

Walaupun belum masuk dalam radar survei kali ini, Rizal Ramli pernah masuk dalam survei pada pemilu presiden 2019 lalu. Dalam salah satu survei, sosok Rizal Ramli, bersama Prabowo Subianto dan Joko Widodo masuk dalam tiga besar.

"Saya apresiasi semua survei, saya ucapkan juga terimakasih untuk rakyat Indonesia," ujar Ramli, di Jakarta, Jumat (25/5/2018) waktu itu.

Dalam keterangannya, mantan Menko Perekonomian itu mengatakan dirinya akan mewakafkan sisa usianya untuk mengubah Indonesia menjadi lebih makmur dan hebat.

Mantan Menko Kemaritiman itu menyatakan siap menjadi calon presiden. Dirinya akan mengajak masyarakat Indonesia untuk berjuang bersama-sama menuntaskan reformasi agar Indonesia menjadi lebih adil, makmur, dan berjaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, survei Indonesia Development Monitoring (IDM) menempatkan Prabowo Subianto dengan tingkat elektabilitas tertinggi yaitu mencapai 39,2%, disusul Jokowi 21,3%, Rizal Ramli 11,1%, mantan Panglima TNI, Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo 7,5%, dan politisi Demokrat, Agus Yudhoyono, dengan 4,1%. Sementara yang belum menentukan pilihan 16,6%.

Survei IDM ini dilakukan dengan metode multistage random sampling pada 400 kabupaten/kota di 33 provinsi di Indonesia. Survei melibatkan 2.450 responden pada 28-18 Mei 2018. (Very)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dinilai masih berpeluang menang sebagai calon presiden kendati tanpa dukungan PDI Perjuangan.

Peluang itu disampaikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) berdasar hasil survei yang mereka umumkan pada Minggu (13/6).

Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad menuturkan survei dilakukan melalui wawancara terhadap 1.220 responden berusia 17 tahun ke atas di seluruh Indonesia pada 21-28 Mei 2021 lalu.

Dari hasil survei dengan margin of error penelitian 3,05 persen, lembaganya telah menjajaki survei dengan skenario Ganjar maju sebagai capres, tanpa melibatkan dukungan dari simpatisan partai Banteng Moncong Putih.

Selain mengabaikan pemilih PDIP, skenario atau simulasi itu mensyaratkan pemilih mengenal tiga nama capres. Selain Ganjar, ada nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Hasilnya, Ganjar unggul dibanding kedua nama lainnya.

"Ganjar mendapat suara 35,3 persen, Prabowo 30,8 persen, dan Anies 25,5 persen," ujar Saidiman dalam paparannya.

Skenario itu dilakukan menyusul gonjang ganjing di internal PDI-Perjuangan, terkait kemungkinan Ganjar berpeluang tak diusung partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut.

Menurut Saidiman, dalam prahara itu, PDIP konon lebih memilih memasangkan Puan Maharani dan Prabowo Subianto dari Gerindra untuk pemilihan presiden 2024. Di sisi lain, sejumlah partai seperti PKS dan Nasdem disebut-sebut akan mencalonkan Anies Baswedan.

"Santer terdengar bahwa PDIP dan Gerindra mungkin sekali akan memajukan nama pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani dalam kontestasi kepresidenan 2024," kata dia.

Namun, kata Saidiman, hasil surveinya menyebut Ganjar tetap berpeluang menang tanpa PDIP. Dukungan Ganjar datang dari partai lain seperti dari PKB (68 persen), Demokrat (40 persen), partai non-parlemen (46 persen), dan yang menyatakan "belum tahu" memilih partai mana (31 persen).

Selain itu, Ganjar, katanya, juga mendapat suara lebih baik dari pemilih Nasdem dibandingkan Anies. Sekitar 27 persen pemilih Nasdem menyatakan mendukung Ganjar, dan hanya 21 persen yang menyatakan mendukung Anies.

"Dengan demikian terlihat bahwa peluang Ganjar masih tetap besar kalaupun tidak dipilih sebagai calon oleh PDIP," kata dia.

(thr/agt)

Diterbitkan di Berita
Halaman 1 dari 2