PIKIRAN RAKYAT - Ekonom senior, Emil Salim mempertanyakan terkait anggaran alutsista yang mencapai Rp1.750 triliun di saat rakyat sedang bergumul dengan pandemi Covid-19.

Emil Salim juga mempertanyakan apakah belanja senjata itu mendesak ketika krisis ekonomi yang masih merajalela.

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menyinggung apakah ada studi kelayakan dan rencana untuk di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Ketika rakyat sedang bergumul dgn pandemi Covid19 yg belum tertundukkan, krisis ekonomi yg masih merajalela sehingga derita rakyat belum tertanggulangi, urgenkah belanja senjata ABRI SEKARANG Rp. 1750 trilliuni rupiah? Adakah studi kelayakannya dan rencana utuh di Bappenas?," kata Emil Salim dalam akun Twitternya pada Rabu, 2 Juni 2021.

 

 
Cuitan Emil Salim soal anggaran belanja alutsista yang mencapai Rp.1.750 triliun.

 

Anggaran alutsista tersebut membuat publik curiga yang kan dikelola oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI).

PT TMI disebut-sebut sebagai broker dalam proyek dengan bujet fantastis tersebut. Hal itu diketahui berdasarkan surat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menunjuk PT TMI sebagai pengelola proyek pengadaan.

Meski demikian, PT TMI membantah terlibat dalam proyek pengadaan alutsista dari Kementerian Pertahanan.

PT TMI dibentuk Kementerian Pertahanan pada bulan Desember 2019 melalui Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) dengan tugas mengurus pengadaan alutsista, transfer teknologi sistem pertahanan, dan proyek-proyek strategis lainnya.

Pengamat pertahanan dan militer, Connie Rahakundini Bakrie, mengungkap kecurigaannya ihwal perusahaan yang dikabarkan menjadi broker pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Kementerian Pertahanan.

Connie Rahakundini Bakrie bercerita, dia sempat diundang oleh direktur PT TMI berkunjung ke kantor. Namun, saat sudah sampai di kantor PT TMI, Connie dibuat terkejut dengan kondisi kantornya.

"Saya datang ke sana bertiga. Staf saya 2 di mobil, saya turun sendiri karena memang hanya saya yang diundang," tutur Connie Rahakundini Bakrie dikutip Pikiran-rakyat.com dari video di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored.

"Saya lihat ada logo besar banget PT TMI. Cuma saya mulai aneh, kok gedungnya busuk banget, ya? Kok (perusahaan yang) mengurusi (bujet) Rp1.760 triliun rumputnya sudah liar begini," ucapnya. Dia juga mempertanyakan PT TMI mengurusi uang sebesar Rp1.760 triliun.

Rencana Kementerian Pertahanan membeli alutsista dengan bujet Rp1.760 triliun terutang dalam dokumen rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Kementerian Pertahanan dan TNI tahun 2020-2024.***

Diterbitkan di Berita

Bhismo Dwi Pamungkas alinea.id 

Untuk pertama kalinya galangan kapal milik perusahaan nasional, PT PAL berhasil ikut serta dalam produksi kapal selam.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menghadiri acara serah terima Kapal Selam ke-3 KRI Alugoro-405, dari PT PAL kepada Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subiyanto, yang bertempat di Galangan DSME-Okpo Korea Selatan dan PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu (17/3).

Kapal Selam KRI Alugoro di Galangan DSME-Okpo Korea Selatan dan PT PAL Indonesia, merupakan kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia pada 26 Desember 2014 dan peletakan lunas dilakukan pada 30 Mei 2016.

Pengiriman section dari Korea Selatan ke Indonesia dilakukan pada 19 Maret-25 Mei 2017. Pemberian nama Alugoro pada 11 April 2019. Penyerahan kepada Pemerintah Republik Indonesia pada 17 Maret 2021.

Nama Alugoro diambil dan dibentuk dari salah satu senjata berbentuk Gada yang dimiliki Prabu Baladewa, yang merupakan tokoh wayang yang dikenal adil, tegas dan jujur. Nama Alugoro pernah digunakan untuk nama kapal selam yang didatangkan dari Uni Sovyet, yaitu RI Alugoro-406 yang merupakan bagian dari paket pengiriman 12 Kapal Selam Whiskey Class.

Dalam sambutannya Menteri Pertahanan Prabowo Subiyanto mengatakan, hal ini sebagai tonggak historis. Di mana untuk pertama kalinya galangan kapal milik perusahaan nasional, PT PAL berhasil ikut serta dalam produksi kapal selam.

“Kita sadari bersama betapa pentingnya pertahanan. Kita sedang membangun kemampuan pertahanan. Bukan karena ingin gagah-gagahan. Bukan karena ingin mengancam siapapun. Tidak. Berkali-kali, turun termurun dari pendiri bangsa, kita tegaskan bahwa bangsa Indonesia cinta damai tapi lebih cinta kemerdekaan,” tegas Menhan Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/3).

Menhan Prabowo memaparkan bahwa alat pertahanan banyak yang sudah sangat tua dan sudah saatnya diremajakan. Untuk itu, peran dari industri pertahanan akan sangat menonjol.

“Kami harap peran serta, inisiatif, kerja keras teknolog-teknolog, sarjana-sarjana, cendekiawan, dari ahli-ahli. Kami harap semua bersatu untuk kerja keras,” tegasnya.

Pengadaan Kapal Selam Alugoro-405 merupakan salah satu program pembangunan kekuatan pertahanan khususnya Matra Laut. Sebelum Alugoro-405, Kemhan telah serahterimakan kapal selam pertama KRI Nagapasa-403 dan kapal selam kedua KRI Ardadedali-404 yang dibangun di Korea kepada TNI AL. Dengan telah diserahterimakannya Kapal Selam Alugoro-405 ini, Menhan Prabowo yakin bahwa kapal selam ketiga pesanan Kemhan tersebut dapat memperkuat Alutsista TNI khususnya di jajaran TNI AL.

Hadir pada acara tersebut, di antaranya Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono. Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid, Katimlak KKIP Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo, Deputi Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Kementerian BUMN Carlo Tewu dan PLT Direktur Utama PT PAL Indonesia Persero Etty Soewardani.

Diterbitkan di Berita