JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia Ade Armando mengungkit pernyataan PKS yang pernah mencalonkan Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Ustaz Abdul Somad sebagai capres 2024. 

“PKS nih becandanya kelewatan. Kalau Rizieq dan Somad percaya beneran, kan kasihan mereka?” kata Ade Armando, Kamis 17 Juni 2021.

Untuk diketahui, setahun silam, nama Habib Rizieq Shihab dan Ustaz Abdul Somad pernah dijagokan Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk maju Pilpres 2024 disambut baik PKS. PKS menyebut Habib Rizieq dan UAS punya peluang maju di Pilpres 2024.

"Para tokoh, baik yang di parpol ataupun ormas punya peluang maju di Pilpres 2024. Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad seperti juga para ketua parpol, para menteri dan utamanya para kepala daerah yang sukses punya peluang maju Pilpres 2024," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada wartawan, Senin (10/8/2020).
 
Namun, menurut Mardani, persoalan tokoh bukanlah hal yang penting saat ini. Saat ini, kata dia, yang patut diperjuangkan adalah menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) untuk Pilpres 2024.

"Pendapat saya, bukan orang yang harus kita perjuangkan pada saat ini tapi menurunkan presidential threshold yang utama. Sebagian pakar bahkan mengusulkan menghapus presidential threshold karena bertentangan dengan sistem presidentialism," ujarnya.

Mardani lantas menjelaskan mengapa PT perlu dihapus dalam Pilpres 2024. Bila PT dihapus, kata Mardani, akan muncul banyak pasangan calon (paslon) dan kompetisi Pilpres 2024 akan sehat.

"Jika kita berhasil menurunkan threshold jadi 5-10% atau menghapusnya, maka kita punya peluang menghadirkan kompetisi yang sehat antar para calon. Dan dipastikan lebih dari dua pasang calon yang ini sehat bagi demokrasi. Siapapun yang diajukan pada kompetisi yang sehat akan meningkatkan peluang publik mendapatkan presiden yang merit system dan berkualitas," ucapnya.

Mardani mengatakan, PKS pun siap melakukan pembicaraan dengan sejumlah tokoh untuk Pilpres 2024. Namun, sebisa mungkin, PKS akan mengajukan kader sendiri di 2024.

"PKS siap berkomunikasi dengan para tokoh yang tokoh yang sama satu visi. Dan akan berusaha untuk memajukan kader PKS," imbuhnya.

Sebelumnya, PA 212 bicara mengenai banyak tokoh selain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang bisa diusung di Pilpres 2024. Misalnya Habib Rizieq hingga Ustaz Abdul Somad.

Sebelumnya, Partai Gerindra meminta Prabowo Subianto untuk kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2024. Bagi PA 212 yang pernah mendukung Prabowo, Ketum Gerindra itu sudah selesai dan berharap ada calon lain yang lebih muda.

"Bagi kami PS (Prabowo Subianto) sudah selesai, masih banyak kader muda yang layak pimpin negeri ini ke depan, 2024 saatnya yang muda yang berkarya," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif kepada wartawan, Minggu (9/8).

"Banyak tokoh muda ada SSU (Sandiaga Salahudin Uno), Wagub DKI (A Riza Patria), Gubernur DKI (Anies Baswedan), Gym, UAS (Ustaz Abdul Somad, HRS (Habib Rizieq Shihab), dan lain-lain," sambungnya dilansir detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

suaraislam.co

Beredar video Abdul Somad (UAS) yang merayakan ulang tahun. Dalam video tersebut, Somad terlihat merayakan ulang tahun bersama sang istri Fatimah Az Zahra.

Video perayaan ulang tahun tersebut mendapat hujatan dan kecaman dari warganet.

Dalam postingannya, pengguna Twitter Namaku_Mei, memberikan sindiran pedas kepada Somad. Ia mengatakan perayaan ulang tahun kini telah halal setelah Abdul Somad dulunya sempat menyebut perayaan hari kelahiran itu merupakan tradisi kaum murtad.

“Merayakan ulang tahun Alhamdulillah sudah halal,” cuit netizen Namaku_Mei.

 

 

Dalam video itu, terdengar suara Somad tengah ceramah soal hukum merayakan ulang tahun. Ia pun menyebut, perayaan Ultah dengan meniup lilin adalah tradisi kaum murtad.

“Selamat murtad, selamat murtad, selamat murtad,” ucap Ustaz Somad dalam video tersebut.

Abdul Somad meminta kepada orang tua agar tidak merayakan ulang tahun anaknya dengan meniup lilin lantaran hal itu merupakan tradisi kaum murtad.

“Yang sudah mengajarkan anaknya ini (merayakan ulang tahun) di tahun-tahun lalu, jangan lagi diulang. Siapa yang ikut melakukan tradisi suatu kaum maka dia bagian dari kaum tersebut,” ungkap Somad

Diterbitkan di Berita

MEDIA BLITAR – Ustaz Abdul Somad menanggapi isu pembatalan haji 2021 hingga menyinggung pemerintah mengalokasikan dana tersebut untuk membangun infrastruktur jalan.

Pendakwah yang baru saja menikahi gadis belasan tahun ini memberikan pengakuan yang cukup mencengangkan karena sudah menyebut pemerintah tidak bijak.

Laki-laki yang akrab disapa UAS ini mengatakan kalau umat Islam diam maka pemerintah akan bertindak semena-mena. Sebaliknya, jika umat Islam bergerak pemerintah akan berhenti.

“Duit tak ada, dipakai dana haji. Umat islam rebut, umat Islam mengamuk. Kami bayar haji untuk berangkat haji, bukan duit kami bayar pakai bangun jalan, investasi,” ungkap Ustaz Abdul Somad yang viral di media sosial dilansir MediaBlitar.com pada Rabu, 9 Juni 2021.

“Umat Islam ngamuk baru berhenti!,” tambahnya.

Bukannya mendapat pujian, Ustaz Abdul Somad ini malah menerima banjir hujatan dari netizen gegara pernyataannya yang dinilai persuasive.

“Dakwahnya tendensius dan menghasut, sepertinya punya ambisi. Tidak murni lagi sebagai pendakwah, semoga umatnya sepat sadar,” komentar netizen @masgun.

“Ngurus istri dan ana aja nggak becus…gimana mau ngurus umat…ngomong kok ngawur. Kalo ada yang ngelaporin baru tahu rasa ini orang,” komentar netizen @indonesiamaju.

 

komentar menohok dari netizen untuk Ustaz Abdul Somad Media Blitar

 

“Ustaz koq ceramahnya Cuma nyebar isu hoax kagak jelas…seharusnya ceramahnya memberi pencerahan,” komentar @widihartanto.

Dalam pernyataannya Ustaz Abdul Somad mengatakan kalau pemerintah kerap memancing amarah umat Islam sehingga menimbulkan pro dan kontra.

UAS mengatakan kalau umat Islam ribut, maka penggunaan dana haji tidak dilanjutkan. Tetapi, kalau umat Islam diam, maka pemerintah bakal diam-diam menggunakan dana haji untuk membangin infrastruktur jalan.

“Jika umat Islam diam lanjut, diamlah kalian habislah Masjid ini,” ucapnya.

Kemudian, Ustaz Abdul Somad menuturkan kepada para petinggi agar tidak mempermainkan roda pemerintahan.

Sebab, UAS menyebut kalau para penguasa nantinya akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.

“Yang punya jabatan, yang punya kekuasaan, yang punya tandatangan, kalian akan dituntut di hadapan Allah. Jabatan kalian hanya 2 periode tapi hisab kalian dia akhirat selama-lamanya,” ujarnya.

Menanggapi isu yang beredar, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menampik pernyataan yang disebut Ustaz Abdul Somad.

Anggito menjelaskan kalau dana haji tidak dialokasikan untuk membangun infrastruktur jalan melainkan karena kepentingan Kesehatan di masa pandemic.

“Tidak ada alokasi investasi di infrastruktur, tentu banyak yang menginterpretasikan bahwa ini akan menimbulkan resiko tinggi bagi dana haji,” ujar Abimanyu dilansir dari Antara.***

Editor: Nur Yasin

Diterbitkan di Berita

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews Surabaya - Ustaz Abdul Somad dikabarkan akan menikah dalam waktu dekat. Calon istrinya diketahui merupakan gadis berusia 19 tahun.

Gadis yang disebut lulusan sebuah pondok besar di Jatim ini berasal dari Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Kabar rencana pernikahan Ustaz Abdul Somad ini dibenarkan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Jombang, Ilham Rohim. Ilham Rohim mengatakan, dai kondang ini mendaftarkan diri untuk menikah sejak awal April 2021.

"Iya, beliau (Ustaz Abdul Somad) sudah daftar di KUA Peterongan sebelum puasa kemarin," kata Ilham Rohim saat dikonfirmasi, Sabtu (24/4/2021).

Sementara saat disinggung terkait akad nikah, Ilham Rohim mengaku belum mengetahui kapan dan di mana tempat pelaksanaannya. Dia mengatakan rencananya berlangsung di sebuah hotel.

"Rencananya tanggal 20 Mei 2021 di salah satu hotel. Tapi hotel mana belum tahu," pungkasnya.

Sebelumnya, foto selembar kertas formulir persetujuan calon pengantin antara Abdul Somad Batubara (Ustaz Abdul Somad) dengan Fatimah Az Zahra Salim Barabud sempat beredar di Facebook.

Namun, pengunggah menghapus foto formulir itu. Saat ini, hanya ada foto salah satu berita tentang Ustaz Abdul Somad dikabarkan menikah di salah satu media.

(sun/bdh)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi masyarakat Horas Bangso Batak melaporkan Ustaz Abdul Somad ke Polda Metro Jaya. Abdul Somad dilaporkan ke polisi terkait pernyataannya dalam sesi tanya jawab ceramah tentang salib yang viral di media sosial.

Kuasa Hukum HBB Erwin Situmorang mengatakan laporan itu dibuat lantaran kliennya yakni Netty Farida Silalahi yang juga sebagai anggota HBB merasa dirugikan atas pernyataan tersebut.

Ia menyebut pernyataan yang disampaikan oleh Abdul Somaf tidak benar sehingga harus diusut oleh pihak kepolisian.

"Seperti kita ketahui ceramah beliau di Pekanbaru itu yang menyatakan bahwa salib itu di dalamnya ada iblis dan kafir, ada jin dan menyatakan juga di ambulan bahwa itu ada lambang kafir itu pernyataan yang tidak benar," tutur Erwin di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/8).

Erwin menyampaikan dengan laporan ini diharapkan ke depannya tak ada lagi pernyataan yang menyinggung agama.

"Karena kita umat yang saling mengasihi, menghargai satu sama lain," ujarnya.

Sementara itu, Netty Farida Silalahi mengaku dirinya mengetahui video pernyataan ustaz Abdul dari sebuah grup whatsapp pada 16 Agustus lalu. Video itu, kata Netty, yang kemudian ia jadikan sebagai barang bukti dalam laporan yang ia buat.

"(Pertama kali tahu ucapan Ustaz Somad) dalam Whatsapp grup HBB. Kita juga sudah mendapatkan info bahwa teman-teman kita yang di Medan akan membuat laporan di Polda Sumut," tutur Netty.

Laporan itu diterima oleh pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/5087/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 19 Agustus 2019. Dalam laporan itu, Netty sebagai pihak pelapor dan pihak terlapornya adalah Ustaz Abdul Somad.

Abdul somad dilaporkan ke polisi dengan dugaan pelanggaran Pasal 156 KUHP.

(dis/gil)

Diterbitkan di Berita

SuaraSumbar.idTim Densus 88 Anti Teror menggeledah satu rumah dugaan pergerakan terorisme di Bukittinggi, Sumbar pada Jumat (19/3/2021).

Pantauan Covesia.com---jaringan Suara.com, pada Sabtu (20/3/2021) di lokasi, terlihat rumah tersebut sudah diberi garis polisi.

Selain itu, di lokasi juga terlihat spanduk yayasan amal yang dibentang di depan rumah dengan latar belakang foto Ustaz Abdul Somad (UAS). Yayasan tersebut adalan Yayasan Amal Syam Organizer. 

Dalam penggeledahan yang dilakukan, Tim Densus 88 menyita uang dan kotak-kotak amal.

Yayasan amal Syam Organizer diketahui melatarbelakangi spanduk yang terpasang di salah satu rumah dugaan terorisme di Bukittinggi.

Berdasarkan penelusuran Covesia.com, melalui situs yayasan amal tersebut, Syam Organizer berdiri pada tahun 2013, berawal dari sebuah event organizer yang mengadakan roadshow tabligh akbar untuk mengkabarkan kondisi umat Islam yang sedang terzolimi di seluruh belahan dunia.

Kemudian berkembang menjadi satu lembaga kemanusiaan internasional yang fokus membantu korban bencana kemanusiaan di Negeri Syam.

Untuk di Indonesia, Syam Organizer sendiri sudah tersebar di 21 cabang di Indonesia termasuk Kota Padang, Sumbar.

Dalam situsnya, yayasan amal ini memiliki kantor pusat di jalan Suryodiningratan, kecamatan Mantrijero, Yogyakarta- DIY dan telah mendapatkan predikat audit WTP 2019.

Sejak berdiri, Syam Organizer telah memiliki berbagai program seperti save the children of sham, emergency relief, qurban peduli syam, water for sham, winter aid project syam organizer, ramadhan peduli syam, sham bread factory dab sham productive assistance.

Guna mengkonfirmasi kebenaran apakah ada hubungan cabang yayasan tersebut di Bukittinggi atau tidak, Covesia sudah berusaha menghubungi nomor kontak yang ada di website syamorganizer.org pada Sabtu petang. Namun, nomor kontak handphone tidak dapat dihubungi dengan balsan operator provider “…mohon periksa kembali nomor tujuan Anda.”

Sementara, ketika mencoba menghubungi nomor kontak kantor yayasan, terdengar perintah, “…nomor tujuan Anda sendang sibuk, cobalah beberapa menit lagi.”

Diterbitkan di Berita