Alhamdulillah, Indonesia makin Makmur tahun 2050. Kemakmuran Indonesia menduduki peringkat ke 4 di seluruh dunia. Juara dunia adalah China, kemudian India, Amerika Serikat, dan Indonesia pada peringkat ke 4. Prediksi dilakukan oleh Dr. Top 10 untuk GDP PPP, silakan klik https://www.youtube.com/watch?v=DIHLUqJghdc dan oleh Data Rush untuk GDP Nominal, silakan klik https://www.youtube.com/watch?v=9bU1pjiw9kk . Menurut Dr. Top 10, pada tahun 2020, GDP PPP Indonesia mencapai $17,3 triliun, GDP per Capita $60.069, dengan jumlah penduduk 288 juta. Sedangkan menurut Data Rush, GDP Nominal Indonesia mencapai $16,07 triliun. (Perbedaan antara GDP PPP dan GDP Nominal dapat disimak dalam tulisan ini, silakan klik https://inharmonia.co/index.php/opini/opini/bersiap-hadapi-krisis-2023 ). Berapa GDP PPP maupun Nominal Indonesia sekarang ini, tahun 2023? Silakan simak data yang dikumpulkan Wikipedia ini. Mungkinkah Indonesia akan sehebat itu? Tentu saja mungkin sekali. Kalau ramalan Dr. Top 10 dan Data Rush meleset, Indonesia tidak berada pada peringkat 4 dunia, tetapi mungkin pada peringkat ke 5 atau ke 6 di seluruh dunia. Masih bagus. Namun, harus dicatat, Indonesia bisa makin makmur dan makin jaya pada tahun 2050, kalau Indonesia masih ada, tidak pecah berantakan. Ingat, Uni Soviet yang hebat, bisa bubar pada tahun 1991. Yugoslavia juga pecah. Suriah hampir pecah. Kampanye busuk Bandingkan Indonesia dengan Eropa. Eropa yang satu benua, satu daratan, pecah menjadi puluhan negara, yang saling perang. Apa yang bisa mempersatukan Indonesia yang terdiri atas 17.000 pulau? Dulu, Indonesia bersatu karena punya musuh bersama, yaitu penjajah Belanda. Sekarang ini Belanda tidak menjadi penjajah, bahkan menjadi negara sahabat. Mengapa Indonesia tetap bersatu? Adakah ancaman bagi persatuan Indonesia? Ancaman terhadap persatuan Indonesia dengan mudah dapat disaksikan di media sosial. Ujaran kebencian dan kampanye busuk mudah disimak, terutama dalam bentuk video pendek. Begitu anda menyimak video pendek yang berasal dari potongan wawancara media televisi, dan isinya kurang masuk akal, kemungkinan besar video pendek itu bagian dari kampanye busuk. Untuk menyimak informasi yang sebenarnya, silakan telusuri melalui cek fakta di search engine, baik di google maupun youtube. Sekali lagi perlu diingat, bahwa Uni Sovier hancur karena disinformasi (silakan klik https://inharmonia.co/index.php/opini/opini/dengan-disinformasi-komunisme-soviet-hancur ). Jangan membayangkan Indonesia jaya dan makmur, kalau masyarakat dicuci otaknya dengan kampanye busuk di media sosial. Saksikan Suriah, sebelum dan setelah konflik. Ada gedung hebat yang pembangunannya mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan atau tahunan, hancur dibom dalam beberapa menit. Kota dan negara berantakan, nyawa melayang, yang hidup jadi menderita. Oleh karena itu, jangan ikut membuat kampanye busuk, jangan ikut menyebarkannya, dan lakukan tabayyun, check and recheck, terhadap semua kampanye busuk yang banyak beredar pada tahun politik saat ini. Semoga Indonesia selamat dari ancaman perpecahan. Semoga Persatuan Indonesia berhasil dilestarikan. (Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co).***