damailahindonesiaku.com Gresik – Densus 88 menangkap seorang pria terduga teroris di Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa (9/11/2021) pagi. Ia adalah AS (44), warga Kabupaten Lamongan yang tinggal di Kompleks Perumahan Kota baru Driyorejo (KBD), Gresik.

AS tinggal di rumah mertuanya bersama istri dan empat anaknya sejak 3 tahun terakhir. Dari catatan administrasi, AS kelahiran Kabupaten Lamongan. Sementara sang istri lahir di Kota Surabaya. Oleh masyarakat sekitar, AS dikenal sebagai tukang servis elektronik.

Alumnus pelatihan militer di Filipina AS adalah ketua Koordinator Surabaya Jamaah Islamiyah (JI). Selain itu, ia ternyata memiliki kemampuan militer tingkat tinggi dan tercatat sebagai alumnus kamp atau pelatihan militer di Moro, Filipina Selatan.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengungkapkan, AS mengikuti pelatihan militer tersebut melalui jalur kadet angkatan ke-3 di Moro, Filipina Selatan.

“Jadi merupakan atau alumnus pelatihan Moro,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Berbekal kemampuan militer yang diperolehnya itu, AS sempat menjadi instruktur atau pelatih militer, Tadrib Poso. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Takwiyah Qodimah 2008-2011, dan Takwiyah Rodifah tahun 2012. Selain itu, AS juga merupakan instruktur Tadrib Kolaka 1 dan 2 pada 2011.

AS memberikan pelatihan Jasadiyah untuk tactical, survival, menembak PCP dan rakitan Takwiyah di Cubanrois dan Cemoro Kandang.

“Jadi yang bersangkutan melatih pelatihan fisik atau pertempuran. Seperti taktikal, survival, menembak, melatih menyiapkan senjata rakitan atau bom rakitan,” jelasnya. Terakhir, AS mengikuti Turba Tajhiz Bitonnah di Surabaya, dan saat ini menjabat sebagai Ketua Korda Surabaya masa JI Darurat (Tim Lajnah) 2021.

Anwar, salah satu kerabat AS bercerita jika pria 44 tahun itu ditangkap pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB. AS ditangkap saat sedang mengantar salah satu anaknya ke sekolah. Namun, Anwar mengaku tak mengetahui kronologi terkait penangkapan kerabatnya tersebut.

Sementara itu Ketua RT setempat, Sarpan megatakan petugas menggeledah rumah AS dan menemukan puluhan buku tentang jihad. Selain buku, petugas gabungan dari Densus 88, Polda Jatim dan Polres Gresik juga membawa laptop dari rumah AS.

Buku jihad itu diangkut petugas dengan membawa tiga kardus. Kemudian, tas berisi tiga laptop milik AS dibawa petugas. Saat penggeledehan, petugas menyisir rumah AS. Saat itu, di rumah AS hanya ada istri, dua anak dan mertua.

“Disisir semuanya, masuk kamar-kamar, lemari dan lainnya. Istrinya ngomong tidak tahu kalau suaminya punya buku seperti ini,” terangnya.

 

Sumber: https://damailahindonesiaku.com/terduga-teroris-di-gresik-alumnus-pelatihan-militer-di-filipina-dan-miliki-kemampuan-militer-tinggi.html

 

Diterbitkan di Berita

KBRN, OKU Timur: Latihan bersama (Latma) Garuda Shield 15 tahun 2021 yang melibatkan ribuan personil TNI AD bersama US Army, dan berlangsung selama 2 pekan, Sabtu (14/8.2021) berakhir.

Upacara penutupan berlangsung di lapangan Mako Puslatpur, Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatera Selatan dengan Inspektur Upacara Wakasad Letjen TNI Bakti Agus Fadjari.

Sebagaimana diliput Reporter RRI Joni Ariandi, saat penutupan Latma itu, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam sambutan yang disampaikan Wakasad Letjen TNI Bakti Agus Fadjari menyampaikan terimakasih dengan telah terselenggaranya secara baik kegiatan Latma Garuda Shield 15 Tahun 2021. Dari Divisi US Army, yakni Mayor General Josepsh A Riyan selaku Inspektur Upacara.

“Latihan terbesar dalam sejarah kerja sama militer TNI AD dan US Army ini pun diharapkan dapat lebih mempererat kerja sama, interoperabilitas dan sinergi mulai dari level strategis sampai dengan tingkat operasional akan semakin mudah terbentuk melalui komunikasi secara langsung di lapangan sehingga membawa kontribusi nyata bagi terwujudnya perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan,” kata Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam sambutan disampaikan Wakasad Lenjen TNI Bakti Agus Fadjari.

Sementara itu, Major General Joseph A. Ryan dalam sambutannya mengucapkan terima kasihnya kepada Kasad beserta para pejabat TNI AD yang telah menyelenggarakan latihan ini dengan luar biasa dari mulai tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan, sehingga dapat berjalan dengan baik, lancar dan aman.

Latma Garuda Shield yang telah dimulai sejak tahun 2007 ini telah memberikan pelajaran luar biasa dan merupakan fondasi bagi kemitraan TNI AD dan US Army yang berkelanjutan melalui latihan-latihan lainnya di masa akan datang.

Upacara penutupan yang dipusatkan di Puslatpur Kodiklatad Baturaja ini, juga dihadiri oleh Dankodiklatad, Aster Kasad, Waasintel Kasad Bidang Inteltek dan Hublu, Waaslat Kasad Bidang Kermamil, serta tamu undangan lainnya.

Diterbitkan di Berita

VOA Indonesia - Sebuah stasiun radio Israel menyelenggarakan acara mingguan di mana frasa dan kata-kata dasar dalam bahasa Arab diajarkan untuk meningkatkan pemahaman warga Israel mengenai bahasa Arab, dan untuk mempermudah hubungan lintasmasyarakat antara orang-orang Arab dan Yahudi.

Di Yerusalem, Galei Zahal, stasiun radio militer Israel, menyiarkan acara mingguan yang disebut Arabic Corner atau Pojok Bahasa Arab. Dalam acara tersebut, sang host diajari frasa dan kata-kata dasar dalam bahasa Arab oleh seorang guru tamu.

Acara berdurasi dua puluh menit itu dipandu oleh Ishay Shnerb dan guru tamu Sundos Alhoot. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman orang Israel mengenai bahasa Arab, serta untuk memudahkan hubungan lintasmasyarakat antara orang Arab dan Yahudi.

'Kami memulainya di Galei Zahal untuk mengajarkan lebih banyak orang mengenai kata-kata spesifik dalam bahasa Arab, sehingga setidaknya akan ada satu kata dalam suatu kalimat yang dapat diucapkan dalam bahasa Arab.

Setiap siaran, kami mengajarkan satu topik," ujar Sundos Alhoot, guru bahasa Arab dalam siaran Arabic Corner.

 

Tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, menyiapkan materi untuk acara radio di studio stasiun di Jaffa, Tel Aviv, 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)
Tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, menyiapkan materi untuk acara radio di studio stasiun di Jaffa, Tel Aviv, 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)

 

Di Israel, jumlah orang Arab yang berbicara dalam bahasa Ibrani jauh lebih banyak daripada jumlah orang Yahudi Israel yang dapat berbicara dalam bahasa Arab.

'Inilah faktanya. Saya tidak tahu bahasa Arab. Saya berusia 27 tahun dan tumbuh besar di sini. Orang-orang Palestina tinggal 100 meter dari rumah orang tua saya. Ada 250 ribu orang Palestina tinggal di Yerusalem sini dan saya tidak memahami bahasa mereka. Saya tidak dapat mengobrol dengan mereka," kata Ishay Shnerb, host Arabic Corner.

Ishay Shnerb mengaku ia tidak dapat berkomunikasi dengan orang-orang Palestina di sekitar tempat tinggalnya bahkan pada tingkat yang paling sederhana.

Shnerb menegaskan ia tidak perlu tahu bahasa Arab formal dan hanya ingin dapat berbicara dengan orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Ada satu miliar Muslim dan orang Arab, dan ia tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka, lanjutnya.

 

Berbagai lembaga di Israel, seperti Madrassa dan Shaharit, ingin mengubah hal itu dengan mempromosikan belajar bahasa Arab sebagai cara untuk memperbaiki hubungan antara orang-orang Yahudi dan orang Arab.

Sebenarnya ada juga institusi pendidikan lebih dini, seperti sekolah-sekolah yang mengajarkan bahasa Arab dan Ibrani sekaligus, di berbagai penjuru Israel.

Ishay Shnerb mengemukakan mengenai pentingnya mempelajari bahasa pihak lain atau pihak yang berseberangan.

"Anda dapat masuk ke opini politik di tengah masyarakat Israel dan memberikan justifikasi untuk masing-masing pihak. Kalau Anda lebih cenderung berhaluan kiri, Anda ingin lebih banyak berbincang dengan tetangga-tetangga Anda dan dengan orang Palestina serta siapapun yang Anda kehendaki," papar Ishay Shnerb.

 

Seorang tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, berdiri di pintu masuk stasiun radio di Jaffa, Tel Aviv 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)
Seorang tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, berdiri di pintu masuk stasiun radio di Jaffa, Tel Aviv 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)

 

"Kalau Anda lebih cenderung berhaluan kanan, maka kadang-kadang ada isu seperti ‘kenali musuhmu’, ketahui apa yang mereka rencanakan. Apapun itu, Anda harus tahu bahasanya, Anda harus bisa berbicara atau berbincang-bincang. Orang-orang ini bukannya tak terlihat, mereka ada di sekitar kita," tambahnya.

Ketegangan antara komunitas Arab dan Yahudi mencapai titik tertinggi selama perang terbaru Israel dengan Gaza.

Di kota Lod, ketegangan tersebut menimbulkan kerusuhan dan kematian dua warga: Musa Hassuna, 32, yang dibunuh seorang tersangka penembak Yahudi, dan Yigal Yehoshua, 56, oleh sekelompok penyerang yang diduga adalah orang-orang Arab.

'Sewaktu kita memahami kelompok lain, kita tidak akan takut pada mereka. Dan kita meruntuhkan penghalang ketakutan itu sewaktu belajar bahasa Arab. Kalau Anda tahu bahasa, Anda juga tahu mengenai budaya masyarakat," kata Sundos Alhoot, sang guru tamu bahasa Arab di acara Arabic Corner.

 

Tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, menyiapkan materi untuk acara radio, Tel Aviv tengah, 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)
Tentara Israel dari Galei Tzahal, stasiun radio tentara Israel, menyiapkan materi untuk acara radio, Tel Aviv tengah, 10 November 2013. (Foto: REUTERS/Nir Elias)

 

Alhoot memberi contoh ‘Allahu Akbar’, kata-kata yang menunjukkan tentang ketakjuban dalam bahasa Arab. Sewaktu mengatakan ‘Allahu Akbar’, jelas Alhoot, orang Arab mengemukakan sesuatu yang ‘wow’ atau ‘indah’.

Tetapi, kata Alhoot lagi, ada sebagian orang yang ketika mendengar kata-kata ’Allahu Akbar’ kemudian terbersit dalam benak mereka ‘terorisme’, ‘takut’, ‘mengapa ia mengatakan itu?’, atau ‘ini pasti mengenai terorisme.’

Padahal bukan itu maksudnya, tegas Alhoot. Sewaktu murid-murid belajar bahasa Arab, barulah mereka tahu bahwa ‘Allahu Akbar’ adalah semacam ekspresi ketakjuban dan mereka akan mengatakan ‘baik, semuanya baik-baik saja, kata Alhoot. [uh/ab]

Diterbitkan di Berita

Suara.com Mantan pilot Angkatan Udara Israel memberikan testimoni kejahatan perang yang telah dilakukan pemerintah serta militernya.

Menyadur Anadolu Agency, Selasa (18/5/2021), Yonatan Shapira mengungkapkan pemerintahan yang pernah dibelanya adalah "penjahat perang".

Dalam wawancara dengan Anadolu Agency, mantan pilot Angkatan Udara Israel tersebut menjelaskan apa yang ia rasakan ketika masih bergabung dengan militer.

"Saya menyadari selama Intifada kedua, apa yang dilakukan Angkatan Udara Israel dan militer Israel adalah kejahatan perang," kata Yonatan Shapira.

Ia melanjutkan, "Kami meneror jutaan orang Palestina. Ketika saya menyadari itu, saya memutuskan untuk tidak hanya pergi, tetapi juga mengajak pilot lain untuk menolak menjadi bagian dalam kejahatan ini."

Shapira diberhentikan dari militer pada tahun 2003 setelah menentang kebijakan pendudukan dan penindasan pemerintahan Tel Aviv terhadap Palestina.

Sejak saat itu, ia meluncurkan kampanye yang mendorong anggota militer lainnya untuk tidak mematuhi perintah menyerang warga Palestina.

Sebagai hasil dari kampanye yang dia lakukan dengan teman-temannya, 27 pilot militer telah diberhentikan dari Angkatan Udara Israel sejak 2003 karena menentang perang.

Pendidikan militeristik zionis

Shapira juga berbagi pengalaman ketika dia mengenyam pendidikan di Israel. Ia menyebut, sistem pendidikan Israel kental bernuansa militeristik serta zionisme.

"Anda hampir tidak tahu apa-apa tentang Palestina, Anda tidak tahu tentang Nakba 1948, Anda tidak tahu tentang penindasan yang sedang berlangsung," jelas Shapira.

"Mereka dikirim untuk melempar rudal dan bom di pusat kota Palestina. Pada titik tertentu, saya menyadari bahwa ini adalah tindakan terorisme," katanya.

Shapira juga menegaskan kembali, bersama dengan teman-temannya yang mengundurkan diri dari militer, bahwa tindakan pendudukan Israel adalah kriminal.

"... pendudukan ini adalah tindak kriminal yang sedang berlangsung dan kejahatan perang, dan kami tidak ingin terus mengambil bagian dalam kejahatan perang ini," tegasnya.

Shapira juga mengatakan, karena ingin melindungi publik, dirinya harus berada di sisi Palestina, ketimbang menjadi tentara Israel.

"Ini adalah proses psikologis dan sangat sulit tetapi begitu Anda menyadari bahwa Anda adalah bagian dari organisasi teroris, Anda memahami bahwa Anda harus mengatakan tidak, Anda harus mengambil konsekuensi," Shapira menekankan.

Sebanyak 192 warga Palestina, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita, tewas dan 1.235 lainnya terluka sejak Israel memulai serangan udara di Gaza pada 10 Mei.

Militer Israel mengatakan lebih dari 50 pesawat tempur melakukan serangan selama 20 menit di Jalur Gaza sesaat sebelum fajar pada hari Senin.

Mereka menyerang 35 "target teror" dan menghancurkan lebih dari 15 km (9,3 mil) jaringan terowongan bawah tanah milik Hamas, tambahnya.

Belum ada laporan tentang korban baik luka-luka maupun tewas setelah adanya klaim serangan tersebut.

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Pusat Kelaikan Kemhan RI menyerahkan Sertifikat Kelaikudaraan Militer jenis Helikopter BELL-412 EPI SN.37026 Noreg: HA-5225 dan SN.37027 Noreg: HA-5226 kepada PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Kapuslaik Laksma TNI Teguh Sugiono, S.E., M.M mengucapkan selamat kepada PT Dirgantara Indonesia (Persero). 

"Sertifikat yang diberikan, kedepannya dapat bermanfaat demi kemajuan PT Dirgantara Indonesia (Persero) sebagai Industri dalam mendukung pertahanan negara," kata Teguh di akun Instagram Kemhan RI yang dilihat rri.co.id, Jumat (26/2/2021).

Dikutip dari Wikipedia, Bell 412 adalah sebuah helikopter serbaguna yang diproduksi oleh Bell Helicopter Textron. Helikopter ini adalah pengembangan dari model Bell 212, perbedaan utamanya terletak pada 4 bilah rotor utama komposit.

Bell 412 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia dinamakan NBell 412. 

Diterbitkan di Berita

Militer Dilatih Disinformasi

Senin, 16 November 2020 09:37

Catatan: Tulisan ini menjadi bagian masukan dari Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh Dewan Pers, 22 Maret 2018 tentang “Peta Persoalan dan Prinsip Pembatasan Peliputan di Lingkungan Strategis dan Instansi Vital”. Sebelum disempurnakan, tulisan ini semula berjudul “Pedoman Peliputan TNI”. (Redaksi)

Diterbitkan di Saring Informasi