Yuda Febrian Silitonga - detikNews Karawang - Sebuah rumah di Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang digeledah tim Densus 88 Anti Teror. Rumah tersebut dihuni terduga teroris berinisial LN (34) yang sudah ditangkap lebih dulu.

Ketua RT, Hamid (50) menuturkan, kejadian tertangkapnya terduga teroris dari hasil keterangan yang didapatkannya dari petugas kepolisian saat penggeledahan rumah LN (34), di Blok C no. 6, Perum Regency Klari, Desa Klari, Kecamatan Klari.

"Jadi saya, dihubungi babinkantibmas, hari Sabtu, kemarin, katanya, suruh ikut dalam penggeledahan diduga teroris di Perum Regency Klari bersama tim Densus," jelasnya saat diwawancarai, Senin (4/4/2021).

Dia menuturkan petugas kepolisian telah menangkap salah satu terduga teroris, namun lokasi penangkapannya di wilayah Johar, Kecamatan Karawang Timur.

"Saya dapat info kata polisi, pelaku ditangkap di Johar, tapi tidak tau penangkapannya seperti apa, saya hanya dihubungi untuk menyaksikan penggeledahan rumah diduga teroris," tuturnya.

Saat penggeledahan, ia menyaksikan polisi membawa barang-barang milik pribadi LN (34) sebagai barang bukti."Jadi saya liat, ada dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), BPKB, senjata tajam, laptop, HP, buku tabungan, terus ATM, dan buku-buku agama," tuturnya.

Sementara itu, identitas korban itu inisial LN (34) asal dari Ciamis, namun katanya ia belum pernah mendapatkan laporan terkait nama warga tersebut."Jadi namanya belum ada di kependudukan di RT, karena emang dia tidak melaporkan," terangnya.

Sementara itu, dari keterangan warga sekitar, Ahmad Ngafif (37) mengatakan LN ini warga pindahan baru, sudah berumah tangga, dan tidak pernah berbaur dengan warga sekitar.

"Terduga ini kalau yang saya tau itu warga baru, dia suami istri, tapi tidak pernah bersosialisasi, dia baru 3 bulan menempati rumah," terangnya.

Selain itu, Ngafif juga mengatakan selama 3 bulan, LN ini tidak sering beraktivitas dengan para tetangga rumahnya."Jadi selama 3 bulan itu tidak pernah ngobrol atau aktifitas dengan para tetangga," tuturnya.

Ia juga menjelaskan, sebelum ditempati LN, rumah tersebut ditinggali oleh Zakaria."Jadi dulu itu pak Zakaria, yang memang tinggal, dan suka bebersih di situ, terus selang satu bulan diganti LN," ungkapnya.

Lanjutnya, sewaktu ditinggali Zakaria, rumah tersebut memang kosong."Jadi rumah itu sudah dikontrak sama pak Zakaria, kata pak Zakaria waktu ngobrol saat awal-awal bersih-bersih rumah yang ditempati LN sekarang," katanya.

Dalam pantauan di lapangan, rumah Blok C no 6 Perum Regency Klari yang ditempati terduga teroris ini sudah segel garis polisi, dan di depannya terdapat masjid yang menurut Ngafif tidak pernah menjadi tempat ibadah terduga.

"Padahal di depannya itu ada mesjid, tapi saya belum pernah lihat dia shalat," tandas pria yang aktif juga sebagai DKM Masjid Perum.

Sampai berita ini ditulis, saat dihubungi pihak kepolisian belum memberikan kejelasan apapun. (mud/mud)

Diterbitkan di Berita

KOMPAS.com - Kasus Covid-19 dengan mutasi virus corona B.1.1.7 telah terdeteksi di Indonesia, tepat setahun setelah kasus pertama Covid-19 diumumkan. Menurut para ilmuwan, mutasi B.1.1.7 ini 70 persen lebih menular daripada sebelumnya.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengonfirmasi adanya dua kasus Covid-19 dengan varian B.1.1.7 pada 2 Maret 2021. Meski kasus lainnya belum ditemukan, tidak menutup kemungkinan mutasi virus telah menyebar.

Bagaimana jejak dari kasus mutasi virus corona B.1.1.7 tersebut di Indonesia?  

1. Jakarta

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dua kasus mutasi virus berasal dari WNI yang kembali dari Arab Saudi. Kompas.com, 5 Maret 2021, memberitakan, salah satu TKW yang terinfeksi mutasi virus B.1.1.7, perempuan berinisial A, pulang ke Indonesia pada 31 Januari 2021 melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Setiba di Indonesia, A menginap di salah satu hotel yang berlokasi dekat Wisma Atlet, Jakarta. Dia sudah menjadi TKW selama dua tahun. Saat menginap, A menjalani tes swab dengan hasil positif Covid-19 dan langsung dikarantina di Wisma Atlet.

 

2. Karawang

Selesai karantina, A sempat mampir ke rumah suaminya di Dusun Cioter Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, dua kasus mutasi virus corona itu ditemukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Virus varian B.1.1.7 UK ini terdeteksi ada di Karawang, dari warga Karawang yang bepergian dengan pesawat Qatar Airways, sesuai prosedur mendarat diisolasi 10 hari,” kata Ridwan Kamil, seperti dikutip Kompas.com, 3 Maret 2021.

Universitas Padjadjaran diminta meneliti tentang mutasi virus tersebut. Ridwan Kamil juga memerintahkan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera mengantisipasi penyebarannya.

"Jangan sampai kecolongan. Kita tidak bisa mengendalikan, mumpung masih kecil, harus segara dideteksi. Kalau telat, harga treatment-nya sangat mahal sekali," kata dia.

 

3. Brebes

Setelah dari Karawang, perempuan berinisial A sempat pulang ke rumah orangtuanya di Brebes sejak 12 Februari 2021. Di Brebes, dia menggelar hajatan pernikahan anaknya pada 25-26 Februari.

Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Djoko Gunawan mengungkapkan, Dinas Kesehatan telah melakukan pelacakan terhadap tetangga dan tamu yang sempat menghadiri hajatan.

Djoko mengaku, pihaknya baru mengetahui jika virus corona yang sempat menginfeksi A merupakan virus varian baru B.1.1.7 pada 3 Maret 2021. Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr Sartono mengatakan, tujuh keluarga perempuan itu sudah menjalani pemeriksaan swab PCR.

Sartono memastikan mereka dalam kondisi baik. Untuk langkah kewaspadaan, mereka diminta melakukan isolasi mandiri. Diberitakan Kompas.com, Sabtu (6/3/2021), Presiden Joko Widodo mengatakan, dua pasien yang terpapar mutasi virus B.1.1.7 sudah dinyatakan negatif.

 

Foto Infografik: Mutasi Virus Corona B.1.1.7 (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)


Penulis : Nur Fitriatus Shalihah
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


Diterbitkan di Berita

Bekasi, inharmonia.co,- Paguyuban Lantip (Lanjut Usia Tetap Aktip) bekerja sama dengan Rotary Club Bekasi Raya turun ke lapangan membantu warga korban banjir di Desa Kobak Ceper, Karawang Barat, akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan Senin, 1 Maret 2021, dihadiri oleh Lantip PDG Sam, Lanti[ WiQ, Gubernur Rotary Terpilih District 3410 Rio Nardi, Presiden Rotary Club Bekasi Raya Rasdi, PP Kenny, P. Kusnadi, Rotarian Lia dari Rotary Club Jakarta Menteng, dan relawan setempat.

Air banjir yang terjadi di Desa Kobak Ceper mencapai ketinggian antara 2,5 sampai dengan 3 meter. Dalam aksi kemanusiaan ini, Lantip Indonesia membagikan 200 boks nasi, pembalut wanita, sabun mandi, dan alat kebersihan. Sedangkan dari Rotary Club Bekasi Raya membagikan susu untuk anak-anak, vitamin, mie instan dan makanan sehat buat anak-anak.

Sementara itu, pada hari yang sama, Rotary Club Bandung Dago bekerja sama dengan Food Bank Bandung membagikan susu dari @arlaindonesia sebanyak 900 dus untuk 173 anak di Kelurahan Mekarjaya Kota Bandung.

“Susu tersebut  dibagikan secara bertahap selama 1 bulan untuk program pencegahan stunting. Di masa pandemi Covid-19, program ini dapat membantu para orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anaknya,” Rotarian R Gumilang Pramuwidyatama, dari Rotary Club Bandung Dago. (mre)

 

Anak-anak Kelurahan Mekarjaya, Kota Bandung, menerima bantuan susu dari Rotary Club Bandung Dago bekerja sama dengan Food Bank Bandung, Senin, 1 Maret 2021.

 

 

 

Diterbitkan di Berita