Wantannas Audiensi dengan ITB

Minggu, 25 April 2021 09:32

"Persoalan ketahanan nasional sekarang ini bukan hanya dalam ranah militer saja, namun sudah menyangkut multidimensional, seperti masalah keamanan nasional," terang Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas) Laksdya TNI Harjo Susmoro, dalam pertemuan dengan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (23/4/2021).

Harjo mengatakan, persoalan keamanan nasional meliputi seluruh aspek kehidupan, kelangsungan hidup masyarakat berbangsa, bernegara dan juga masalah kesejahteraan rakyat yang harus diperjuangkan bersama.

"Ancaman inilah yang membuat banyak negara dewasa ini telah menguatkan peran lembaga Dewan Keamanan Nasional (Wankamnas) yang merupakan lembaga pemerintah dalam pengambilan keputusan terkait masalah Kamnas yang bersifat krusial, mendesak, dan strategis," ungkapnya.

Menurut Harjo, hal ini terjadi bukan hanya di Indonesia, namun juga di Amerika Serikat serta beberapa negara besar lainnya.

"Indonesia punya wadahnya berupa forum Dewan Ketahanan Nasional hanya saja kurang dioptimalkan, kita sudah melaksanakan studi banding dengan negara-negara lain seperti negara Turki, Rusia, Jepang, Amerika Serikat, Inggris dan minggu yang lalu dengan negara China, semuanya memiliki Lembaga Keamanan Negara dan berjalan dengan baik serta berada dibawah Presiden atau Kepala Negara,” ucap Harjo.

Harjo menambahkan, saat ini Setjen Wantannas sedang menjajaki komunikasi dan sosialisasi dengan lembaga pendidikan seperti universitas yang notabene-nya bebas kepentingan agar semakin banyak pihak-pihak termasuk akademisi yang menyadari bahwa peran Lembaga Keamanan sangat diperlukan negara ini. 

"Ketahanan Nasional dalam bidang pendidikan dapat dilakukan dengan pembinaan dan peningkatan aspek sosial budaya serta wawasan kebangsaan. Hal ini sangat tepat jika tempuh melalui jalur mahasiswa sebagai generasi muda yang mempunyai ciri khas yang dominan dan menonjol dalam pembangunan nasional untuk mencapai tujuan Nasional," ujarnya.

Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah menyampaikan, dukungannya untuk pelaksanaan pendidikan wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter kepada mahasiswa. Pendidikan bela negara dan wawasan kebangsaan adalah bagian dari pembangunan mental kebangsaan. 

"Mahasiswa diharapkan mempunyai pemahaman dan sikap bela negara dan wawasan kebangsaan," pungkasnya.

 

Diterbitkan di Berita