Liputan6.com, Hanoi - Penyebaran Virus Corona varian Delta di Vietnam sangat cepat hingga menggagalkan upaya pemerintah untuk menahan penyebaran virus. 

Vietnam telah berhasil menahan virus corona untuk sebagian besar tahun lalu, tetapi kemudian berubah sejak varian Delta menyerang kota Ho Chi Minh. 

Melansir Channel News Asia, Kamis (26/8/2021), hampir semua dari 370.000 kasus COVID-19 telah terdeteksi sejak Mei dan infeksi harian melonjak di atas 10.000 untuk pertama kalinya bulan ini.

Hal ini pun membebani rumah sakit di bagian selatan negara itu dan meningkatkan tingkat kematian kasus.

"Ini adalah contoh yang sangat baik dari sebuah negara tertinggal ketika semua negara kaya di dunia mengambil vaksin terlebih dahulu," kata Dale Fisher, ahli penyakit menular senior di National University Hospital di Singapura.

"Kerugian ini hanya akan diperburuk karena negara-negara yang sama menerapkan dosis ketiga pencegahan, sementara negara-negara seperti Vietnam berjuang dalam tingkat vaksin satu digit." 

 

Tingkat Vaksinasi

 

Vietnam telah sepenuhnya menginokulasi hanya 2 persen dari 98 juta orangnya, di antara yang terendah di Asia, karena memilih kebijakan penahanan dan tidak terburu-buru untuk mendapatkan vaksin, yang dianggap terlalu berisiko secara finansial karena kekurangan global yang parah.

“Jika tingkat vaksinasi tetap terlalu rendah, Vietnam tidak hanya dapat menyusul Indonesia (sebagai episentrum berikutnya) tetapi juga berisiko memilih varian lain yang lebih mungkin terjadi pada populasi yang tidak divaksinasi,” kata Roger Lord, dosen senior ilmu kedokteran di Universitas Katolik Australia. 

Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengirim surat kepada kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (24/8) dan mendesak program vaksin COVAX untuk memprioritaskan Vietnam "dengan cara tercepat dan dengan volume sebesar mungkin". 

Upaya vaksinasi yang lambat juga dipengaruhi oleh rencana pengadaan Vietnam, berbeda dengan banyak tetangganya yang sangat bergantung pada China untuk pasokan karena akses terbatas ke dosis vaksin dari negara Barat.

Diterbitkan di Berita

Vietnam Lockdown, Warga 'Panic Buying'

Senin, 23 Agustus 2021 15:39

KBRN, Jakarta: Warga Vietnam memadati pusat perbelanjaan di supermarket Kota Ho Chi Minh usai pemerintah mengumumkan akan menerapkan lockdown.

"Kelihatannya kacau. Terlalu banyak orang bergegas keluar untuk membeli makanan dan barang-barang penting untuk hari-hari sulit mereka ke depannya," ujar Nguyen yang berasal dari Distrik 2, Kota Ho Chi Minh, seperti dilansir laman Reuters, Senin (23/8/2021). 

Pemerintah juga akan menurunkan tentara dan polisi untuk mengawasi jalannya aturan itu serta mengirim pasokan makanan kepada para penduduk.

Hingga kini kasus Covid di Vietnam mencapai 337 ribu dengan angka kematian 7.540 jiwa. Dari jumlah kematian yang ada 80 persen berasal dari kota Ho Chi Minh.

Sejauh ini hanya 1,7 persen atau 1,64 juta jiwa yang sudah divaksin secara penuh.

Diterbitkan di Berita

okezone.com JAKARTA - Dibandingkan Vietnam, isolasi maupun karantina untuk pasien Covid-19 di Indonesia jauh lebih baik.Pasien Covid-19 di Indonesia di tampung di Wisma Atlet yang layaknya seperti apartemen.

Sementara di Vietnam, karantina pasien Covid-19 disana menggunakan sebuah tenda 'doom' layaknya kamping di gunung. Hal itu terlihat usai akun tiktok @datamichaellim_oe mempostinnya pada 3 Juni 2021 lalu.

"Quarantine in Vietnam," katanya dalam caption yang ditulis.

Dalam postingan itu memperlihatkan bagaimana ratusan tenda kapasitas dua orang berjejer rapih di sebuah aula yang disuatu gedung. Tenda itu digunakan untuk merawat pasien yang terpapar Covid-19.

Terdapat pula beberapa nomer diatas tenda yang diduga menjadi tanda pasien Covid-19. Disana para masyarakat terpapar berisitirahat di sana menunggu sebelum akhirnya sembuh.

Meski demikian berada di dalam ruangan dengan pendingin sentral membuat tenda terlihat cukup nyaman. Sehingga kesan panas saat siang hari pun tak terasa.

Belum tau pasti dimana lokasi gedung tempat karantina ratusan warga ini dilakukan serta kota tempat isolasinya. Hanya saja cuplikan video itu kini telah ditonton oleh 1,3 juta pengguna tiktok dan disukai 28,8 ribu pengguna lainnya.

Beberapa warganet melihat bahwa kondisi di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan vietnam. Karena itu masyarakat Indonesia diminta untuk terus bersyukur dibandingkan dengan negara lain.

"Bersyukur rakyat Indonesia dan Jakarta punya wisma atlet," komentar @Stephani Marianna.

"Indonesia ga ada syukurnya ngeluh mulu kerjaannya," timpal @uncle GALING. (yan yusuf)

(sst)

Diterbitkan di Berita

Hanoi, Beritasatu.com- Vietnam telah mendeteksi varian baru virus corona, atau hibrida varian Covid-19 dari India dan Inggris. Seperti dikutip surat kabar daring VnExpress melaporkan, pada Sabtu (29/5/2021), Menteri Kesehatan Vietnam Nguyen Thanh Long mengatakan pada hibrida itu menyebar dengan cepat melalui udara.

Seperti dilaporkan Reuters, setelah berhasil menahan virus corona hampir sepanjang tahun lalu, Vietnam kini berjuang melawan wabah yang menyebar lebih cepat.

Hampir 3.600 orang telah terinfeksi di 31 dari 63 kota dan provinsi sejak akhir April, terhitung lebih dari setengah dari total infeksi di negara itu.

“Setelah menjalankan sekuensing gen pada pasien yang baru terdeteksi, kami telah menemukan varian baru yang merupakan campuran dari India dan Inggris," kata Nguyen Thanh Long.

Lebih spesifik, hibrida itu adalah varian India dengan mutasi yang aslinya milik varian Inggris.

VnExpress mengutip Long yang mengatakan Vietnam akan segera mengumumkan varian yang baru ditemukan ke dunia.

Vietnam sebelumnya telah melaporkan tujuh varian virus: B1222, B1619, D614G, B117 (varian dari Inggris), B1351, A231 dan B16172 (varian dari India).

Kultur laboratorium dari varian baru, yang jauh lebih dapat ditularkan daripada jenis yang diketahui sebelumnya, mengungkapkan bahwa virus menggandakan dirinya dengan sangat cepat.

“Sifat itu menjelaskan mengapa begitu banyak kasus baru muncul di lokasi berbeda dalam waktu singkat,” kata Nguyen Thanh Long.

Vietnam telah mendaftarkan 6.396 kasus virus corona sejauh ini, dengan 47 kasus kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi empat varian SARS-CoV-2 yang menjadi perhatian global. Identifikasi itu termasuk varian yang muncul pertama kali di India, Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

Pejabat di WHO tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait varian yang diidentifikasi di Vietnam.

Lama kultur laboratorium dari varian baru menunjukkan replika virus dengan sangat cepat, mungkin menjelaskan mengapa begitu banyak kasus baru muncul di berbagai bagian negara dalam waktu singkat.

Kementerian Kesehatan menyatakan pada pertemuan tersebut bahwa pemerintah sedang bekerja untuk mengamankan 10 juta dosis vaksin di bawah skema pembagian biaya Covax, serta 20 juta dosis vaksin Pfizer-Biontech dan 40 juta dosis Sputnik V. Rusia.

Negara berpenduduk sekitar 98 juta orang sejauh ini telah menerima 2,9 juta dosis vaksin Covid-19 dan bertujuan untuk mendapatkan 150 juta dosis tahun ini.

Diterbitkan di Berita