JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengurus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhammad Abdullah Darraz membeberkan, ada indikasi kelompok radikal menyusup ke TNI-Polri serta sejumlah lembaga negara lain.

"Ada indikasi aparat itu diinfiltrasi (kelompok radikal). Semoga ini tidak secara institusional,” ujar Darraz pada Rabu (6/10/2021), dikutip dari Antara. Darraz mengatakan, infiltrasi unsur radikal ini biasanya terjadi secara terselubung dan masif.

Akibatnya, pemerintah luput memperhatikan dan penanganannya terlambat. "Memang kelompok radikal ini sebetulnya begitu masif melakukan infiltrasi, yang mana hal ini tidak disadari oleh pimpinan di instansi tersebut, sehingga penanganannya cenderung terlambat," kata Darraz.

Abdullah Darraz, yang tergabung dalam Gugus Tugas Pemuka Lintas Agama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pun membeberkan modus penyusupan radikalisme ke TNI-Polri dan berbagai lembaga negara.

“Saat ini polanya adalah infiltrasi kepada oknum dengan mereka diajari ngaji dan sebagainya, yang lalu pada akhirnya lama kelamaan mulai diperkenalkan dengan ideologi mereka yang bertentangan dengan Pancasila," beber Darraz.

Modus infiltrasi lewat pengajian-pengajian atau ceramah maupun mentoring oleh tokoh agama yang radikal ini begitu marak. Dengan modus itu, sebanyak 19,4 persen ASN terindikasi radikal dan intoleran, berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Alvara Research pada 2018.

Darraz mengaku khawatir dengan infiltrasi unsur radikalisme dalam TNI-Polri sebagai penjaga keamanan dan pertahanan negara. Sementara, aparatur negara mestinya menjadi benteng pertahanan negara dan teladan penanaman Pancasila dalam diri pribadi seseorang sebagai warga negara Indonesia.

"Ya, selama ini kita menganggap kalau aparat ini merupakan orang yang paling kuat (jiwa) nasionalismenya. Nah kalau sudah diinfiltrasi, ini repot juga," ujar alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Garut ini. "Maka dari itu harus ada kesadaran dari pimpinan instansi/lembaga bahwa bahaya ini nyata dan ada," imbuhnya.

Di sisi lain, Darraz mengakui cenderung sulit mengidentifikasi penyusupan kelompok radikal dalam TNI-Polri dan lembaga aparatur negara. Dirinya berharap ada kesadaran dan kepekaan dari pimpinan instansi terhadap bahaya radikalisme, terutama yang menyasar aparatur negara.

Abdullah Darraz pun mengungkapkan langkah-langkah yang mesti dilakukan para pemimpin instansi untuk mencegah masuknya ideologi radikal dan intoleran ke dalam tubuh institusi atau lembaga negara. "Kuncinya yang pertama adalah menyadari bahwa gerakan ini (radikal dan intoleran) ada,” jelas Darraz.

“Kedua, sesegera mungkin mendeteksi sumbernya dimana, karena saya sendiri meyakini bahwa pendekatan kelompok radikal tersebut menargetkan orang-perorangan dengan mengajarkan hal-hal yang bertentangan atau polemik," imbuhnya.

Darraz juga berpesan agar pimpinan TNI-Polri dan berbagai lembaga negara memberikan penanaman nilai Pancasila. “Ketiga adalah internalisasi nilai-nilai ideologi Pancasila, nilai kebangsaan, nilai kebinnekaan, serta nilai-nilai positif di negara Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Vyara Lestari

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo bertolak ke Jawa Barat, Kamis, untuk memimpin Upacara Penetapan Komponen Cadangan Tahun Anggaran 2021 di Batujajar, Bandung Barat.

Bersama rombongan terbatas, Presiden lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Kamis pagi.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung, Presiden Jokowi dan rombongan dijadwalkan menuju Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Presiden akan memimpin Upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) Tahun Anggaran 2021 di Batujajar. Pada siang harinya, Presiden dan rombongan akan menuju ke Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung, untuk kemudian lepas landas kembali ke Jakarta.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Barat, antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin.

Adapun Komponen Cadangan (Komcad) merupakan program yang dicanangkan Kementerian Pertahanan. Komcad adalah program sukarela atau tidak wajib yang diamanatkan oleh UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN).

Mobilisasi komponen cadangan hanya bisa dilakukan oleh Presiden atas persetujuan DPR RI, dan di bawah kendali Panglima TNI.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

okezone.com JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghormati lawan atau musuh negara dengan mengevakuasi jenazah dan diperlakukan dengan humanis.

Hal ini dibuktikan oleh aksi heroik prajurit TNI yang tergabung dalam Koospsgabsus Tricakti dengan melakukan evakuasi dua jenazah kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah.

Setelah berjibaku melewati lebatnya hutan dan merubah rencana evakuasi dengan membuat rakit menyusuri beberapa arus sungai deras dan rangkaian air terjun di sekitar Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi, Tim Evakuasi Koopsgabsus Tricakti pada pukul 14.30 WITA akhirnya berhasil membawa jenazah dua teroris Poso keluar dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (14/7/2021).

Tim evakuasi di lapangan yang dipimpin langsung Wapangkoopsgabsus Brigjen TNI Rafael Granada Baay menyebutkan bahwa hari keempat evakuasi jenazah, tim di lapangan diberikan kelancaran.

“Tiga hari sebelumnya tim evakuasi menghadapi banyak rintangan alam, medan dan cuaca yang sering berubah-ubah mulai dari TKP dan di sepanjang rute evakuasi,” ujarnya.

Koopsgabsus TNI menurunkan 2 Tim Tricakti dan 1 Tim Chandraca, sejak hari Minggu 11 Juli 2021, terus berupaya mengevakuasi jenazah. Informasi di lapangan hari pertama, tim evakuasi hanya dapat bergerak sekitar 600 meter dari TKP menuju titik penjemputan landing zone darurat yang telah disiapkan.

“Kesulitan utama adalah beratnya medan karena vegetasi tumbuhan yang rapat serta banyaknya bebatuan besar di tebing sisi kiri dan kanan sungai, sehingga menyulitkan pasukan menembus rute yang dilewati,” kata Brigjen TNI Rafael.

Tim evakuasi hari kedua pada hari Senin pagi (12/7/2021) dari pukul 06:00 WITA kembali dilanjutkan setelah sempat istirahat tadi malam karena terkendala cuaca hujan deras dan tidak ada jalan sehingga harus merintis rute baru keluar TKP.

Hari ketiga evakuasi pada Selasa pagi 13 Juli 2021, pukul 07.00 WITA, tim evakuasi hampir berhasil mengangkat jenazah menggunakan Heli Caracal TNI AU, namun karena sempitnya medan serta lebatnya hutan menyulitkan manuver heli untuk hover, dengan aman, bila dipaksakan akan sangat beresiko untuk keamanan alutsista.

Brigjen TNI Rafael yang mengkoordinir pergerakan evakuasi siang ini, pukul 12:20 WITA di Poskout Tricakti, menginformasikan evakuasi yang melibatkan masyarakat kembali menemui kendala setelah sempat menggunakan rakit menyusuri sungai sepanjang hampir 500 meter dari posisi sebelumnya, ternyata di depan terdapat air terjun lebih 75 meter yang memaksa tim evakuasi menurunkan jenazah menggunakan tali. 

Rabu (14/7/2021), pukul 13:30 WITA, tim evakuasi berhasil menjangkau landing zone darurat yang aman untuk dilakukan pengangkatan jenazah menggunakah hoist dan basket stretcher dari pesawat Heli Super Puma dukungan operasi Koopsau II Makassar, yang diterbangkan oleh Pilot Mayor Pnb Budiyono dari Lanud Hasanudin Makassar.

Siang ini juga pukul 14:30 WITA, dua jenazah teroris Poso, segera diberangkatkan dari Mayonif 714/SM ke RS. Bhayangkara Polda Sulteng, langsung dipimpin Brigjen TNI Rafael.

Menurut Brigjen TNI Rafael keberhasilan evakuasi jenazah teroris Poso tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang telah mencurahkan semua tenaga dan pemikiran pasca penyergapan  serta penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

“Setelah melalui semua perjuangan berat tersebut kedua jenazah teroris berhasil di evakuasi, langsung diberangkatkan ke RS. Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilaksanakan autopsi dan identifikasi lebih lanjut oleh Tim Inafis Satgas Madago Raya,” katanya.

 

(aky)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya bakal menggelar patroli gabungan dalam rangka menegakkan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) di masyarakat.

Patroli masif akan dilakukan bersama TNI dan Pemprov DKI Jakarta menyusul terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan patroli ini akan diawali dengan pelaksanaan apel bersama di Monas pada Jumat (18/6) sore.

"Nanti sore kami akan apel di Monas, kita akan sama-sama nanti apel, di sana kita lakukan patroli masif termasuk di dalamnya adalah yustisi," tutur Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (18/6). 

Patroli akan dilakukan di seluruh wilayah Jakarta. Dalam pelaksanaannya, akan dilakukan pembagian tim untuk patroli di masing-masing wilayah.

Petugas yang terjun ke lapangan juga akan membagikan masker kepada masyarakat.

"Kembali lagi bagaimana kita mengingatkan masyarakat, kerumunan kita bubarkan, pengetatan PPKM berskala mikro ini, dengan aturan-aturan itu yang kita tegakkan sekarang untuk mendisiplinkan masyarakat," ucap Yusri.

Diketahui, kasus Covid-19 di Jakarta terus mengalami peningkatan. Pada Kamis (17/6) kemarin, tercatat kasus positif harian Covid-19 DKI Jakarta mencapai 4.144 orang.

Menyikapi hal ini, Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menggelar rapat evaluasi terkait penanganan Covid-19 di Jakarta.

"Kita melaksanakan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang sudah kita laksanakan beberapa hari yang lalu, dihadapkan kepada dua target yang harus dicapai oleh DKI, yaitu herd immunity dan PPKM," kata Mulyo di Polda Metro Jaya, Jumat (18/6).

(mjo/bmw)

Diterbitkan di Berita

jpnn.com, JAKARTA - Mayjen TNI Dudung Abdurachman sudah resmi menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) terhitung sejak Selasa, 8 Juni 2021.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman berjanji akan menyiapkan jajarannya untuk terus mendukung sinergi antara Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya. "Saya sebagai Pangkostrad mempunyai pasukan yang begitu besar.

Saya akan back-up Kodam Jaya dalam rangka bersinergi dengan Polda Metro Jaya," kata Dudung di Polda Metro Jaya, Jumat (11/6).

Dudung yang sebenarnya menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya menegaskan TNI-Polri akan selalu berada di garis depan untuk menghadapi siapa saja yang mencoba mengganggu persatuan dan kesatuan NKRI.

"Siapa pun yang mencoba-coba mengganggu, mengoyak-oyak persatuan dan kesatuan, TNI-Polri pasti akan terdepan hadir membela rakyat," ujar Dudung.

Pangkostrad Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyambangi Mapolda Metro Jaya untuk berpamitan kepada jajaran Polda Metro setelah dirinya melepas jabatan Pangdam Jaya untuk menjabat sebagai Panglima Kostrad.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebut Pangkostrad Mayjen Dudung Abdurachman sebagai teladan dalam menjaga stabilitas Jakarta dan seluruh Indonesia.

"Beliau adalah teladan, kebanggaan dalam menjaga Ibu Kota, menjaga etalase Indonesia untuk tetap damai dan sejuk," kata Fadil dalam upacara pelepasan di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Irjen Fadil juga menyampaikan, upacara pelepasan yang digelar oleh Polda Metro Jaya adalah bentuk penghormatan jajaran kepolisian terhadap jasa Dudung selama menjabat sebagai Pangdam Jaya.

"Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman bukan sekedar Pangdam Jaya bagi seluruh anggota Polda Metro Jaya, tapi beliau adalah teladan, kebanggaan dalam menjaga keamaan," ujar Fadil.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman adalah Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) lulusan Akademi Militer 1988.

Jika Muncul Papiloma pada Dada, Leher atau Ketiak, Baca Ini! Anda Wajib Minum Ini! Agar Tensi 120/80 dan Pembuluh Darah Bersih Kolestrol Ternyata Mudah Dibersihkan: Baca Kabar Baiknya Segera! Varises akan Menghilang dalam 1 Hari! Catatlah Resepnya!

Dudung Abdurachman menjabat Pangdam Jaya sejak 27 Juli 2020. Sebelum itu, Dudung menjabat Gubernur Akmil periode 2018-2020.

Dia juga sempat menjabat sebagai wakil asisten teritorial KASAD pada 2017-2018.

Nama Mayjen Dudung Abdurachman ramai diperbincangkan saat ia menyerukan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) pada 2020 serta penurunan terhadap seluruh spanduk dan poster Habib Rizieq Shihab. (antara/jpnn)

Diterbitkan di Berita

Syaiful W Harahap tagar.id Poso, Sulawesi Tengah – Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Komisaris Besar Didik Supranoto mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hingga ke hutan-hutan di pegunungan Poso. Kelompok yang berjumlah sembilan orang itu saat ini telah berpencar menjadi dua kelompok. Yoanes Litha melaporkannya untuk voaindonesia.com. []

Menurut Didik, kelompok pertama berjumlah empat orang dan dipimpin Ali Kalora, sementara kelompok kedua berjumlah lima dan orang dipimpin Qatar. Kelompok kedua inilah yang melakukan pembunuhan terhadap empat petani kopi, warga desa Kalemago Lore Timur pada 11 Mei 2021.

 

Aktivitas Personel TNI-Polri

Aktivitas Personel TNI-Polri di Pos Komando Taktis Satgas Operasi Madago Raya di desa Tokorondo, Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 12 Januari 2021 Foto: voaindonesia.com/Yoanes Litha)

 

“Kemudian ke mana mereka, ini tentu tim operasi yang lebih tahu. Tapi yang jelas, sekarang ini tim mengoptimalkan kegiatannya untuk melakukan pengejaran di dua kelompok ini. Jadi personel yang tergabung dalam Madago Raya ini kita optimalkan untuk melakukan tugasnya” jelas Didik Supranoto di Mapolda Sulteng, Kamis (20/5).

Ditambahkan Didik, selain melakukan pengejaran ke dalam hutan, Satgas Madago Raya juga melakukan penyekatan di lokasi-lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan kelompok itu. MIT diduga mencari logistik bahan makanan di perkebunan milik warga di sekitar kaki gunung di wilayah Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong.

 

Warga mengusung

Warga mengusung empat peti mati menuju pekuburan Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 12 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com/Yoanes Litha)

 

“Kemudian dari Polres-Polres ini juga melakukan monitor di wilayah bawah, di perkampungannya. Jadi saya harapkan masyarakat tidak terlalu takut. Silakan untuk melakukan kegiatannya di perkebunan, persawahan atau ladang mereka,” kata Didik seraya menambahkan belum ada rencana penambahan perkuatan personel Madago Raya yang dikerahkan untuk memburu kelompok MIT.

1. Warga Masih Trauma

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengatakan dari pemantauan pihaknya, warga di desa Kalemago masih merasakan trauma setelah empat warga di desa itu menjadi korban kelompok MIT. Menurutnya, warga di desa itu berharap pemerintah dapat memperbaiki saluran irigasi agar warga juga dapat mengolah sawah sehingga mereka memiliki alternatif sumber mata pencaharian selain kegiatan berladang berkebun di sekitar lereng gunung.

“Salah satu yang kami sampaikan kepada Bupati Poso agar mendukung adanya irigasi di daerah perkampungan Kalemago, agar mereka bisa melakukan kegiatan perekonomian selain berladang juga menggarap sawah,” kata Edwin Partogi Pasaribu dihubungi dari Palu, Jumat (21/5).

LPSK bersama perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polda Sulteng, Selasa (18/5), berziarah ke makam empat warga desa Kalemago yang menjadi korban kelompok MIT. Kehadiran LPSK dimaksudkan untuk memberikan dukungan moril maupun materiil. LPSK juga memberikan santunan kepada perwakilan keluarga korban yang penyerahannya dilakukan di Polda Sulteng.

Edwin berharap kelompok MIT dapat menyerahkan diri kepada aparat keamanan sehingga dapat mengakhiri kekerasan di Sulawesi Tengah.

 

Wakil Ketua Lembaga

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu, dan perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polda Sulteng, berziarah ke makam empat korban serangan terorisme di Kalemago, Lore Timur, Kabupaten Poso (Foto: voaindonesia.com/Yoanes Litha)

 

“Mereka (MIT) bisa langsung ke aparat penegak hukum atau juga menghubungi LPSK untuk kami fasilitasi penyerahan dirinya agar kekhawatiran mereka diperlakukan secara kasar tidak terjadi," ungkap Edwin.

2. Penyelesaian Secepatnya

Sahir Sampeali, Tokoh Masyarakat Tampo (Tanah) Lore di Kabupaten Poso, menegaskan keinginan masyarakat agar masalah gangguan keamanan yang disebabkan oleh kelompok MIT dapat segera tuntas untuk memulihkan rasa aman masyarakat setempat.

“Yang paling kami rasakan adalah rasa tidak aman, tidak pernah merasakan keamanan. Satu contoh, saya pribadi seorang muslim yang hidup di wilayah Lore, yang hidup di wilayah jalan antara Poso dan Lore, Saya seorang muslim, saya juga merasakan ketidakamanan, apalagi dengan saudara-saudara saya yang kristiani, coba bisa dibayangkan itu,” ungkap Sahir Sampeali, Senin, 17 Mei 2021.

Ditambahkannya, aksi teror oleh MIT turut berdampak pada perekonomian warga yang takut mengolah lahan kebun di lereng gunung biru karena khawatir dengan keselamatan mereka bila sewaktu-waktu bertemu dengan kelompok tersebut (yl/ah)/voaindonesia.com. []

Diterbitkan di Berita

Merdeka.comAnggota TNI identik dengan sikap tegas dan disiplin. Ketegasan anggota TNI pun kerap terlihat, salah satunya dalam video berikut ini.

Video berikut ini memperlihatkan anggota TNI yang memberikan teguran keras dan hukuman pada Ormas yang mengganggu proyek kabel jaringan di Depok.

Melihat video tersebut, para netizen pun memberikan beragam komentarnya. Banyak dari mereka yang mendukung langkah anggota TNI itu. Berikut ulasan lengkapnya.

Ada Ormas Ganggu Proyek Kabel Jaringan

 

 

Dilansir dari channel Youtube Dian Rizqi Fauzi, terlihat anggota TNI tengah memberikan teguran keras pada Ormas. Berdasarkan keterangan unggahan, Ormas itu diketahui mengganggu proyek kabel jaringan di Depok.

"Video ini diunggah untuk menginformasikan kepada penonton bahwa, Ormas Di Depok Jawa Barat Didapati hendak menghalangi/
mengganggu proses pemasangan jaringan kabel salah satu provider.

Semoga pemerintah setempat lebih selektif lagi dalam menerbitkan izin terhadap ormas² yang seperti ini.
Jelas sangat meresahkan.

Akhirnya Seorang TNI memberi tindakan di tempat dengan menyuruh mereka Push up sebanyak 20 kali.

Semoga saja jera yaa. aamiin," tulis pemilik channel Youtube dalam unggahannya (4/12/2020).

Langsung Diberi Hukuman oleh Anggota TNI

 

 

Mengetahui ada Ormas yang mengganggu proyek kabel jaringan, anggota TNI lantas memberikan teguran keras dan hukuman pada mereka. Anggota TNI itu meminta mereka melakukan push up sebanyak 20 kali.

"Sikap push up sikap push up. Hitung," perintah anggota TNI.

"Kamu butuh sinyal enggak, lha iya ini tujuannya untuk itu kan, kamu enggak ada ini (kabel jaringan) kamu enggak bisa telfon kan," kata perekam video.

"Nyari rezeki yang halal, enggak kayak gini caranya," imbuh anggota TNI.

"Siap pak," jawab mereka serempak.

Dukungan dari Para Netizen

Para netizen pun memberikan beragam komentar atas video tersebut. Banyak dari mereka yang mendukung langkah anggota TNI.

"Terimakasih Bapak TNI.. sudah memberikan pelajaran yang berharga kepada mereka,  Sehat selalu Bapak Bapak TNI semoga selalu dalam lindungan TUHAN YANG MAHA KUASA," tulis Novi Arifianto.

"Trima kasih Bpk TNI,,anda kebanggaan kami,tempat perlindungan seluruh masyarakat Indonesia,,kami mencintaimu,,bravo TNI,,jayalah bangsaku,,Indonesia,,tanah kelahiran dan tumpah darah kami???," sambung Fajar Gultom.

"Aku bangga kepada TNI, trmks bapak2 TNI, KEREN," imbuh Untukmu Kuberbagi.

Video Anggota TNI Murka Ada Ormas Ganggu Proyek Kabel Jaringan

Berikut videonya.

 

https://www.youtube.com/watch?v=bdbnMjwBK5U&t=8s

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Kontak tembak TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali terjadi di Kampung Mayuberi, Ilaga, Puncak, Papua, Minggu (16/5/2021) pukul 03.19 waktu setempat. Atas kejadian itu dua anggota KKB tewas dan satu terluka.

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal mengatakan, saat ini TNI Polri masih menyisir sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) kontak tembak. Selain itu, kata dia tim juga masih mengejar satu anggota KKB yang melarikan diri dengan membawa 1 AK 47 milik rekannya yang tewas.

"Hari ini Satgas Gakkum Nemangkawi akan melakukan olah TKP di Mayuberi," ujar Iqbal dalam keterangannya, Minggu (16/5/2021).

Dia menuturkan, dalam penyisiran tim menemukan dua jasad teroris KKB, satu pucuk senjata organik jenis Moser 7.62, satu Bh HT, amunisi 17 butir dan empat selongsong peluru. 

Menurutnya, situasi di Kota Ilaga saat ini sangat kondusif. Aktivitas warga seperti biasa dan pasar ramai penjual serta pembeli.

"Camp Mayuberi di kuasai TNI-Polri, kami akan terus mengejar dan melakukan penegakan hukum kelompok teroris yang saat ini berada pada zona Mini (Mimika, Intanjaya, Nduga dan Ilaga/puncak)," tuturnya.

Diterbitkan di Berita

POJOKSATU.id, BOGOR – Penyebar video yang menyebut TNI kerahkan tank sekat pemudik biar dibom akhirnya ditangkap. Penyebar video hoax tersebut bernama Faisal Rahman (35). Kini, dia tengah menjalani pemeriksaan di Mako Yon Armed 7 Dam Jaya.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan, Faisal Rahman merupakan warga Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Faisal Rahman diduga merekam dan menyebarkan video tank TNI di perbatasan Bekasi – Bogor. Ia menyebut TNI mengerahkan tank baja untuk menyekat pemudik.

Herwin menegaskan bahwa tank baja jenis AMX di Jalan raya Narogong Cileungsi tersebut bukan untuk melakukan penyekatan pemudik.

Menurutnya, keberadaan kenderaan tempur milik Yonarmed-7/105 GS itu dalam rangka latihan taktis tingkat baterai TW II tahun 2021.

Faisal Rahman Minta Maaf

Faisal Rahman telah menyampaikan permintaan maaf atas beredarnya video hoax tersebut.

“Saya Faisal Rahman, 35 tahun. Pembuat video hoaks tentang penyekatan jalan oleh TNI dengan menggunakan tank. Saya menyatakan bahwa video yang saya buat tersebut tidak benar dan hoaks,” kata Faisal dalam video.

“Saya mohon maaf kepada semua TNI seluruh Indonesia atas perbuatan saya yang telah mencemarkan institusi TNI,” sambung Faisal.

Sebelumnya, jagad dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video yang menunjukan sebuah tank baja milik TNI turun ke jalan, Jumat (7/5).

Video tersebut menunjukan tank baja sedang melintas di jalan raya. Jalan di lokasi ditutup oleh petugas TNI.

Yang menghebohkan, suara pria dalam video yang diduga menjadi perekam gambar menyebut TNI kerahkan tank sekat pemudik di perbatasan Bekasi – Bogor.

“Penyekatan mudik di perbatasan Bekasi – Bogor. Nggak tanggung-tanggung, TNI nurunin tank baja. Nah yang mudik biar dibom,” ujar pria dalam video berdurasi 30 detik tersebut. (one/pojoksatu)

Diterbitkan di Berita

Bayu Adi Wicaksono  VIVA – Akhir pekan di awal Maret 2021, ketenteraman rakyat Indonesia kembali terusik dengan kegaduhan yang tercipta dari kisruh di tubuh salah satu partai politik. Pemicunya adalah digelarnya Kongres Luar Biasa PD yang akhirnya memunculkan nama Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko sebagai ketua umum PD.

Puncaknya, senior Moeldoko di Tentara Nasional Indonesia, yaitu Jenderal TNI (HOR) Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY ikut meradang dan menyeret-nyeret prahara politik itu dengan karier militer Moeldoko.

SBY dengan lantang menyatakan penyesalan telah memberikan kepercayaan kepada Jenderal TNI Moeldoko untuk menjabat sebagai Panglima TNI ke 18.

"Hanya mendatangkan malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI. Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya mohon ampun kehadirat Allah SWT tuhan yang maha kuasa atas kesalahan saya itu," ujar SBY saat itu.

 

VIVA Militer/Istimewa

 

Nah pembaca setia VIVA militer, kali ini Senin 8 Maret 2021, Kita tak akan membahas lebih jauh soal prahara politik Moeldoko dan SBY. Tapi akan fokus pada kehidupan militer kedua tokoh itu sebelum purna tugas.

Perlu diketahui, Jenderal TNI Moeldoko merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjadi orang kepercayaan SBY. Moeldoko merupakan Jenderal TNI terakhir yang dilantik SBY sebagai Panglima TNI, sebelum SBY melepaskan jabatan Presiden RI kepada Joko Widodo.

Jika SBY sekarang mengaku menyesal mengangkat juniornya itu menjadi Panglima TNI, tentunya sangat aneh. Sebab Moeldoko merupakan calon tunggal yang dimajukan SBY kepada DPR untuk menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono.

Dan jika dilihat dari rekam jejaknya, karier militer Jenderal TNI Moeldoko benar-benar melesat drastis di era SBY. Saat SBY menjabat Presiden RI pada 2004, Moeldoko masih berpangkat Kolonel. Namun, dalam waktu 10 tahun dia melesat berpangkat jenderal TNI sekaligus Panglima TNI.

 

Photo :

 

Yang menarik dari sosok SBY dan Moeldoko ialah, mereka berdua merupakan prajurit TNI yang sama-sama menjadi lulusan terbaik Akademi Militer dan meraih tahta penghargaan Adhi Makayasa. Tak cuma itu mereka sama-sama menyempurnakan gelar itu dengan memegang tongkat Tri Sakti Wiratama.

SBY meriah gelar Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama pada 1973, sedangkan Moeldoko meraih Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama pada tahun 1981.

Memang karier militer Moeldoko lebih moncer dari SBY. Karier tertinggi SBY sebagai prajurit TNI aktif hanya sampai menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal TNI. SBY baru menyandang 4 bintang setelah mendapatkan penghargaan jenderal kehormatan alias HOR di era Presiden Megawati Soerkarnoputri.

Sedangkan Moeldoko tak cuma menjabat Panglima TNI, dia juga pernah jadi Kepala Staf TNI AD (KSAD), dan berhasil meraih pangkat Jenderal TNI penuh alias bintang empat.

Diterbitkan di Berita
Halaman 1 dari 2