KBRN, Jakarta: Timor Timur alias Timor Leste dilanda bencana banjir bandang dan longsor pada Minggu (4/4/2021) kemarin.

Akibatnya, Istana Kepresidenan Timor Leste ikut terendam oleh banjir. Bencana alam ini pun memakan korban jiwa hingga delapan orang.

Kedelapan korban meninggal dunia akibat longsoran tanah di pinggiran ibu kota Timor Leste, Dili. Kabar duka ini dilaporkan oleh kantor berita resmi Timor Leste, Tatoli.

"Kami sedang fokus pada korban lansia, anak-anak, dan ibu hamil untuk dievakuasi ke tempat yang aman," tulis Tatoli mengutip pernyataan Menteri Perlindungan Rakyat Sipil Timor Leste Joaquim Gusmao.

Sementara, pejabat Perlindungan Rakyat Sipil Timor Leste belum memberikan komentar langsung terkait kejadian longsor ini.

Aliran listrik di seluruh wilayah Timor Leste terputus. Istana Kepresidenan Timor Leste terendam banjir.

Hujan lebat dan angin kencang masih terus mengacaukan situasi di Dili, Timor Leste, sejak Sabtu sore, 3 April 2021.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut siklon tropis kini sedang bergerak mendekati Selat Sawu yang terletak di selatan NTT dan utara Timor Leste.

Inilah penyebab cuaca ekstrem di NTT, NTB dan Timor Leste. BMKG mengatakan hujan deras, gelombang tinggi, dan angin kencang masih akan melanda wilayah tersebut beberapa hari ke depan.

Diterbitkan di Berita