PIKIRAN RAKYAT – Dunia telah dilanda wabah Covid-19, tak terkecuali Tanah Air yang turut merasakan dampaknya. Sulit dimungkiri, masih banyak orang yang tidak mempercayai akan adanya bahaya virus Covid-19.

Teori konspirasi tentang Covid-19 pun menyebabkan masalah yang lebih besar, dengan anjuran tidak divaksinasi, memakai masker, atau mengikuti pedoman lain.

Beberapa teori aneh tentang virus tersebut telah mendorong orang percaya untuk membakar menara sel 5G , menutup klinik vaksinasi, atau bahkan menelan racun yang disebut-sebut sebagai obat.

Pakar misinformasi dan psikologi yang diwawancarai oleh The Associated Press, menawarkan beberapa kiat, soal bagaimana cara berbicara dengan teman atau keluarga, yang mempercayai teori konspirasi tentang Covid-19.

Berikut adalah 8 cara berbincang dengan orang yang percaya akan teori kospirasi Covid-19, sebagaimana Pikiran-Rakyat.com kutip dari AP News:

  1. Dengarkan, Jangan Berbicara

Pemercaya pada teori konspirasi kemungkinan besar tidak akan terpengaruh oleh orang yang mengejek pandangan mereka.

Alih-alih memberi sanggahan, dengarkan dan ajukan pertanyaan tentang bagaimana mereka menjadi tertarik pada teori konspirasi.

Dari mana mereka mendapatkan informasi, dan apakah mereka telah mempertimbangkan penjelasan lain. Jika memungkinkan, lakukan percakapan secara offline.

  1. Tetap Tenang

Berdebat dengan seseorang tentang teori konspirasi kemungkinan besar hanya akan menghasilkan tekanan darah yang lebih tinggi.

Ingatlah bahwa beberapa orang tidak akan berubah pikiran apa pun yang Anda katakan, dan memperdebatkan manfaat penggunaan masker atau vaksin, yang terbukti tidak akan meyakinkan mereka.

  1. Ganti Topik

Bahas pengalaman dan minat yang sama untuk membantu orang tersebut fokus pada koneksi pribadi. Jika seseorang terus memikirkan teori konspirasi, dengan sopan katakan Anda lebih suka membicarakan hal lain.

Sedangkan untuk meningkatkan pertahanan Anda sendiri terhadap teori konspirasi dan informasi yang salah tentang virus (atau topik lainnya), para ahli menyarankan hal berikut:

  1. Perluas Diet Media Anda

Memeriksa berbagai sumber berita, termasuk beberapa outlet utama lokal, nasional, dan internasional.

Hal tersebut adalah cara terbaik untuk tetap mendapat informasi dan menghindari lubang kelinci kesalahan informasi dan teori konspirasi. Jangan hanya mengandalkan media sosial untuk berita Anda.

  1. Periksa Sumber

Lihat untuk melihat siapa yang menulis konten, dan siapa yang dikutip di dalamnya. Apakah mereka dinamai? Apakah mereka memiliki posisi, atau pengalaman, yang memberikan kredibilitas pada klaim mereka? Apakah sudut pandang lain diungkapkan dalam artikel itu?

Berhati-hatilah dengan klaim yang dibuat oleh "orang dalam", poster internet anonim atau siapa pun yang mengutip desas-desus sebagai fakta.

Juga, periksa tanggalnya, informasi yang salah sering mengunggah foto atau berita lama dan mengklaim bahwa itu baru.

  1. Hati-Hati Terhadap Konten yang Bermain Dengan Emosi

Teori misinformasi dan konspirasi sering kali mengeksploitasi kemarahan, ketakutan, atau emosi lainnya. Berhati-hatilah dengan konten yang menampilkan bahasa yang sangat emosional, atau yang tampaknya dimaksudkan untuk membuat Anda marah.

Jika Anda membaca sesuatu yang benar-benar membuat Anda bersemangat, tunggulah sampai emosi Anda mereda sebelum memposting ulang atau mengirimkannya ke teman.

  1. Verifikasi Klaim Luar Biasa

Jika Anda membaca sesuatu yang membuat klaim luar biasa, yang tampaknya terlalu bagus, terlalu mengerikan atau terlalu aneh untuk menjadi kenyataan.Periksa untuk melihat apakah itu dilaporkan di tempat lain. Jika itu cerita penting, outlet lain akan mengkonfirmasi detailnya.

Berhati-hatilah dengan klaim yang meledak-ledak jika hanya dibuat di satu situs web atau oleh satu pengguna media sosial.

  1. Perbanyak hobi

Pandemi Covid-19 telah menjadi saat stres dan ketakutan yang meningkat bagi semua orang, dan ada banyak pertanyaan yang sah tentang virus.

Para ahli mengatakan kebiasaan sehat seperti olahraga, meditasi, hubungan positif, relawan, dan bahkan hobi dapat meredakan beberapa ketakutan,  dan membuat kita lebih tahan terhadap informasi yang salah dan teori konspirasi yang mengeksploitasi rasa takut atau amarah kita.***

 

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: AP News

Diterbitkan di Berita