Perihal ini, umat Gereja Katolik Mater Dei Madiun turut serta melakukan penjagaan dan bantuan pengamanan kegiatan ibadah salat tarawih di Masjid Mujahidin yang lokasinya hanya beberapa meter di sisi selatan Gereja Mater Dei tersebut.

"Penjagaan yang kami lakukan di Masjid Mujahidin ini sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Tujuannya memberikan kenyamanan jamaah masjid dalam melaksanakan ibadah di bulan suci ramadan, serta menjalin hubungan sosial antar umat beragama," kata Koordinator Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Gereja Katolik Mater Dei Madiun Yustinus Karyono pada rri.co,id, Jumat (23/4/2021).

Yustinus menjelaskan, bentuk kegiatan yang dilakukan salah satunya ikut membantu mengatur lalu lintas sekaligus menyebrangkan jamaah yang hendak ke masjid.

Sementara itu, Badan Gereja Katolik Paroki Mater Dei Madiun Yusup Trimanto menyatakan, ada 12 orang yang terlibat dalam bantuan pengamanan luar masjid.

Penjagaan dan pengamanan dilakukan menjelang hingga selesai salat tarawih mulai pukul 18.30 WIB sampai 20.00 WIB.

Tidak hanya pada salat tarawih, lanjutnya, ketika lebaran umat gereja juga membantu pengamanan, menjaga kekhidmatan umat muslim melaksanakan salat ied.

"Saudara-saudara kami muslim sangat welcome terhadap sedikit bantuan yang kita berikan. Karena ini sebagai bentuk toleransi dan kita juga sering dibantu oleh saudara-saudara kami umat muslim ketika kita melaksanakan hari raya,” terangnya.

Kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Madiun, Asep Fron mengharapan, apa yang dilakukan oleh umat katolik mampu memberikan kenyamanan masyarakat muslim untuk menjalankan ibadah di bulan ramadhan.

“Selain itu, harapannya momentum ini dapat dicontoh orang muda khususnya dari katolik, merangkul siapapun semua stakeholder yang ada di Kota Madiun maupun yang ada di Indonesia untuk menjalin silaturrahmi dan hubungan beragama yang baik. Ini adalah satu cara untuk menangkis intoleransi yang beredar dan berkembang di Indonesia,” ucapnya.

Pihak lain, seorang jamaah Masjid Mujahidin Kota Madiun,Ghea Ramadhani mengapresiasi, upaya umat Gereja katolik Mater Dei yang turut serta menjaga dan mengamankan kegiatan salat tarawih.

“Harapannya tentu bisa mempererat silaturrahmi antar umat beragama agar bangsa ini bisa sesuai dengan ideologi Bhineka Tunggal Ika dan semoga bisa menjadi contoh untuk lainnya agar bisa lebih aman dan damai,” kata Ghea.

Adapun, Takmir masjid Mujahidin Kota Madiun Maryono menilai, apa yang dilakukan umat katolik Gereja Mater Dei merupakan wujud kebersamaan antar umat beragama yang harus tetap terjaga.

“Kami mengucapkan terimakasih ini adalah suatu bentuk kebersamaan. Jadi Gereja Mater Dei ada kegiatan, kami dari masjid pun ikut mengamankan maupun mengatur dari lalu lintas,” pungkasnya.

 

Diterbitkan di Berita
KBRN, Jakarta: Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz setuju untuk mempersingkat pelaksanaan Sholat Tarawih di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah selama Ramadan tahun ini. Sholat sunah malam itu akan dipangkas menjadi 10 rakat. 

Sheikh Al-Sudais juga memastikan pelaksanaan ibadah di 2 Masjid Suci itu akan memenuhi semua standar WHO terkait protokol kesehatan.

“Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman terus menindaklanjuti segala sesuatu yang akan memberikan layanan terbaik bagi para peziarah dan jemaah selama musim yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya dikutip dari Saudi Gazette, Senin (12/4/2021).

"Kepresidenan telah melengkapi kemampuan manusia dan mekanik secara penuh untuk melayani jemaah dan jemaah selama Ramadhan bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat dalam melayani para tamu Tuhan," tambahnya.

Pihak berwenang Saudi juga mengizinkan pelaksanaan umrah dan salat di 2 Masjid Suci selama bulan suci. Namun untuk kegiatan iktikaf ditiadakan.

Pemerintah Arab Saudi menetapkan hari pertama bulan Ramadan jatuh pada Selasa (13/4/2021). 

Hal ini dikarenakan belum ada laporan terkait terlihatnya bulan sabit, yang biasa menjadi penanda dimulainya awal Ramadan pada Minggu (11/4/).

“Dalam hal tidak ada kesaksian tentang penampakan bulan sabit Ramadhan pada hari Minggu, hari ke-30 Syaban akan selesai pada hari Senin dan bulan puasa akan dimulai pada hari Selasa, 13 April. Hal ini sejalan dengan tradisi Nabi SAW, " kata Mahkamah Agung Arab Saudi dalam sebuah pernyataan dikutip dari Saudi Gazette, Senin (12/4/2021).

Diterbitkan di Berita