VOA Indonesia

NASA mengatakan pada hari Jumat (16/4) bahwa pihaknya telah memberikan kontrak senilai $ 2,9 miliar kepada SpaceX, perusahaan luar angkasa swasta milik pengusaha miliarder Elon Musk, untuk membangun pesawat antariksa untuk membawa astronot ke bulan pada awal 2024, mengalahkan Blue Origin milik Jeff Bezos dan kontraktor pertahanan Dynetics Inc.

Proposal yang diajukan oleh Musk, yang juga CEO Tesla Inc., itu mengalahkan proposal dari Bezos, pendiri Amazon.com Inc., yang bermitra dengan Lockheed Martin Corp., Northrop Grumman Corp. dan Draper. Bezos juga memiliki harian The Washington Post.

 

Badan antariksa AS itu mengumumkan kontrak untuk pendaratkan manusia secara komersial pertama itu – yang merupakan bagian dari program Artemis NASA – dalam sebuah konferensi video. NASA mengatakan wahana pendaratnya akan membawa dua astronot Amerika ke permukaan bulan.

“Kita harus menyelesaikan pendaratan berikutnya secepat mungkin,” kata Steve Jurczyk, pelaksana tugas administrator NASA. “Ini adalah waktu yang luar biasa untuk terlibat dalam eksplorasi manusia, bagi seluruh umat manusia.”

“Jika mereka mencapai tonggak sejarah mereka, kita memiliki kesempatan pada 2024,” tambah Jurczyk.

 

NASA mengatakan akan membutuhkan uji terbang ke bulan sebelum manusia melakukan penerbangan tersebut.

Pejabat NASA Mark Kirasich mengatakan bahwa badan tersebut berharap untuk melihat ketiga perusahaan yang bersaing untuk pendaratan awal di bulan ini trus berlomba untuk menyediakan transportasi ulang-alik ke bulan. [lt/pp]

Diterbitkan di Berita

VOA Indonesia

Prototipe roket SpaceX berhasil mendarat dengan sendirinya setelah melakukan uji coba ketinggian pada hari Rabu (3/3) dari Boca Chica, Texas. Namun pesawat ruang angkasa itu meledak berkeping-keping sekitar delapan menit setelah mendarat.

Reuters melaporkan, itu adalah upaya pendaratan ketiga yang berakhir dengan bola api setelah Starship sukses melakukan uji terbang. Roket tersebut dikembangkan oleh SpaceX untuk membawa manusia dan 100 ton kargo untuk misi masa depan ke Bulan dan Mars.

Namun, pada tes kali ini, roket tersebut berhasil terbang mengangkasa sejauh 10 kilometer, mengarah turun secara horizontal, kemudian berbalik berdiri tegak dan melakukan pendaratan yang sempurna di fasilitas uji coba Boca Chica, Texas.

Video di landasan peluncuran menunjukkan pesawat itu miring sedikit dan mengeluarkan aliran asap sebelum meledak delapan menit setelah mendarat. Dalam uji coba sebelumnya, pesawat meledak setelah mendarat dengan keras.

Di akun Twitternya, pendiri dan CEO SpaceX Elon Musk mengatakan, “Starship 10 mendarat utuh! RIP SN10, berhenti secara terhormat.” Belum ada penjelasan langsung mengenai mengapa roket meledak. Tetapi diduga ini terjadi karena ada kebocoran bahan bakar.

 
 
Roket Starship lengkap, yang akan berdiri setinggi 120 meter saat digabungkan dengan pendorong tahap pertama yang sangat berat, adalah roket. generasi terbaru SpaceX yang dapat digunakan kembali. Musk berambisi untuk membuat perjalanan luar angkasa manusia lebih terjangkau.

Penerbangan orbital Starship pertama direncanakan akan dilakukan pada akhir tahun. Musk mengatakan dia bermaksud untuk menerbangkan miliarder Jepang Yusaku Maezawa keliling bulan dengan Starship pada tahun 2023. [ah/au, uh/ab]

Diterbitkan di Iptek