MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus yang telah dinyatakan sembuh kini mencapai angka 10.167 orang, dari total kasus Covid-19 keseluruhan yakni sebanyak 13.264 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengatakan, angka pasien sembuh memang terus mengalami peningkatan. Namun perlu diwaspadai pula, penambahan jumlah konfirmasi positif juga masih terjadi.

“Semalam terjadi penambahan kasus sebanyak 279 orang, penambahan pasien sembuh ada sebanyak 235 orang, sementara pasien meninggal bertambah sebanyak 12 orang,” kata Badai Sabtu (26/6/2021).

Penambahan di tiga kategori tersebut, lanjut Badai, menjadikan jumlah pasien aktif kini berada di angka 2.015 orang. Dengan rincian 413 pasien menjalani perawatan di rumah sakit, dan 1.602 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri.

“Juga masih ada sebanyak 266 suspek dan 212 probable,” ujarnya. Delapan dari sembilan kecamatan pun kini dikategorikan sebagai zona merah penyebaran Covid-19.

“Hanya Kecamatan Kaliwungu saja yang kini berstatus oranye. Ini menunjukkan jika Kudus masih mempunyai risiko tinggi penularan Covid-19,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat Kudus tetap patuh akan penerapan protokol kesehatan 5M. Yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Karena untuk menghentikan penularan virus ini butuh upaya bersama dari semua elemen di masyarakat,” jelas dia.  

Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Kudus – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kudus mencatat adanya penambahan pasien baru, pasien sembuh, dan pasien meninggal pada Jumat (19/6/2021) malam.

Kabar baiknya, jumlah pasien sembuh lebih banyak dari pasien baru. Sehingga membuat jumlah pasien aktif menurun walau tak signifikan. Rinciannya, adalah 237 pasien konfirmasi baru, 256 pasien yang telah sembuh, dan 26 pasien konfirmasi yang meninggal dunia.

“Penambahan di tiga kategori tersebut, menjadikan jumlah kasus aktif kembali menurun di 1.922 orang, atau menurun sebanyak 45 pasien,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Sabtu (19/6/2021).

Sementara untuk akumulasi, lanjutnya, hingga Sabtu pagi, total kasus ada sebanyak 11.634 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Untuk jumlah pasien sembuh, kini berada di angka 8.744 orang. Kemudian pasien meninggal berada di angka 968 orang.

“Sementara jumlah pasien aktif yang kami sebutkan tadi, 1.922 orang. Dari jumlah itu 1.530 pasien menjalani isolasi mandiri dan 392 lainnya dalam perawatan di rumah sakit,” rincinya.

Kabupaten Kudus, lanjut Badai, juga masih mengawasi setidaknya 5.789 kontak erat pasien Covid-19, 380 suspek yang masih menunggu hasil swab-PCR, dan 189 probable.

“Oleh karena itu kami harapkan masyarakat bisa melaksanakan disiplin protokol kesehatan secara baik dan benar,” katanya.

Penerapan prokesnya, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. “sehingga bisa memutus rantai penularan virus ini,” lanjut Badai.

Para pasien yang kini menjalani isolasi pun diharapkan bisa melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Sehingga klaster keluarga bisa dihindari. “Pasien yang tengah dirawat juga kami upayakan kesembuhannya,” jelas dia.

Kabupaten Kudus sendiri kini tengah menerapkan kebijakan sepekan di rumah saja guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Pelaksanaannya sudah berjalan hingga akhir pekan ini.  

Reporter: Anggara Jiwandhana

Editor: Ali Muntoha

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
  
Kondisi tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah, yang sempat terpapar COVID-19 akibat menangani pasien di fasilitas pelayanan kesehatan kini telah berangsur pulih.
 
Hingga 12 Juni 2021, 308 nakes terkonfirmasi positif COVID-19, 277 tenaga kesehatan dalam perawatan isolasi mandiri, dan 193 lainnya sudah dinyatakan sembuh.
 
“Namun, hari ini (Kamis, 17/6), 90% nakes yang isolasi mandiri sudah bisa mulai masuk kerja dan kembali melayani masyarakat. Ini sebuah berita yang menggembirakan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan kepada mereka benar-benar efektif melindungi dari kondisi terburuk,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo dikutip dari situs Kemenkes, Jumat (18/6).
 
Vaksin Ampuh! 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Corona Sudah Sembuh (1)
Warga menutup lingkungnya untuk penanganan COVID-19 di Kudus. Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif/ANTARA
 
Jumlah tenaga kesehatan di Kudus sendiri saat ini mencapai kurang lebih 6.000 orang. Dengan perlindungan yang diberikan melalui program vaksinasi bagi nakes yang dimulai periode Januari-Maret 2021 lalu, nakes di Kudus tidak terlalu banyak terpapar COVID-19.
 
“Hampir 100% nakes di Kudus yang berjumlah sekitar 6.000 orang telah menerima vaksinasi dosis satu dan dua. Dari jumlah tersebut, hanya 308 nakes yang terpapar atau sekitar 5,13% dari jumlah keseluruhan nakes dan sebagian besar di antaranya sudah sembuh dan mulai bekerja kembali,” ujar Badai.
 

Data RSUD Kudus

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Aziz Achyar menyampaikan data terbaru pada Kamis (17/6), bahwa dari total 153 nakes yang terkonfirmasi kasus positif COVID-19 di rumah sakit tersebut, hanya 11 orang (7,1%) yang dirawat inap, 86 (56%) sisanya melakukan isolasi mandiri.
 
Vaksin Ampuh! 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Corona Sudah Sembuh (2)
Suasana di Kudus, Jawa Tengah, pada Senin (7/6) pagi, usai pemberlakuan di rumah saja. Foto: Indra Subagja/kumparan
 
Kemudian dari 153 kasus konfirmasi COVID-19 tersebut 59 (38,5%) nakes RSUD dr. Loekmono Hadi sudah dinyatakan sembuh. Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 bagi nakes efektif mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian.
 
Hingga Kamis (17/6), nakes dan tenaga penunjang kesehatan di Kudus yang telah divaksinasi dosis pertama mencapai 6.085 orang dan yang telah mendapatkan dosis kedua sebanyak 5.888 orang.
  

Menggencarkan Vaksinasi di Kudus

Untuk mengantisipasi dan melakukan intervensi kesehatan di Kudus, Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan vaksin COVID-19 sejumlah 50 ribu dosis khusus guna mempercepat cakupan vaksinasi di Kudus.
 
Hal ini merupakan upaya melindungi masyarakat Kudus dari COVID-19 karena terbukti vaksinasi memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang sudah mendapatkannya lebih dahulu.
 
 
Vaksin Ampuh! 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Corona Sudah Sembuh (3)
Bupati Kudus Hartopo saat tinjau penanganan corona. Foto: kumparan
 
“Untuk saat ini kita sudah menggencarkan vaksinasi secara masal di Kudus, supaya nanti bisa melandaikan penularan COVID-19,” ujar Bupati Kudus H.M Hartopo, Kamis (10/6) lalu.
 
Diakui Hartopo, lonjakan kasus COVID-19 berawal dari pemudik yang pulang ke Kudus.
 
“Perlu kita informasikan bahwa masyarakat jangan abai dengan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi. Vaksinasi sendiri sebetulnya hanya sarana meningkatkan imunitas. Supaya seandainya terpapar COVID-19 tidak bergejala berat,” terangnya.
 
 
Diterbitkan di Berita