SuaraJawaTengah.idBeredar sebuah video yang menampilkan seorang manusia silver di tangkap Satpol PP Kota Semarang menuai sorotan tajam. Pasalnya manusia silver ini bukan orang biasa. 

Melalui unggahan video di akun instagram @satusuaraexpressofficial, pada Minggu (26/09/2021). Video tersebut menampilkan detik-detik Satpol PP Kota Semarang menangkap manusia silver. 

Awalnya manusia silver tersebut sedang berjalan di samping sungai. Tiba-tiba dua orang anggota Satpol PP yang mengenakan kaos berwarna merah langsung menangkap manusia silver tersebut. 

Manusia silver yang diduga telah berusia senja ini sempat ingin melarikan diri. Namun karena penjagaan yang ketat. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Setelah itu manusia silver tersebut diarahkan menuju mobil Satpol PP yang telah terparkir untuk dibawa ke kantor. 

Rupanya sesudah di interogasi oleh pihak Satpol PP Kota Semarang. Ternyata terkuak fakta mengejutkan soal identitas manusia silver tersebut. Manusia silver itu merupakan pensiunan polisi. Hal itu diketahui dari identitas kartu penduduknya.

Manusia silver ini diketahui bernama Agus Dartono kelahiran Batang, Jawa Tengah. "Semoga nasib bapak ini mendapat perhatian dari pimpinan Polri atas pengabdian terhadap bangsa dan negara," tulis keterangan caption akun tersebut. 

 

Manusia silver yang ditangkap satpol pp Kota Semarang ternyata adalah pensiunan Polisi. [Instagram/@satusuaraexspress]
Manusia silver yang ditangkap satpol pp Kota Semarang ternyata adalah pensiunan Polisi. [Instagram/@satusuaraexspress]

 

Unggahan video tersebut pun langsung menarik perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka yang memention akun instagram Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga Presiden Joko Widodo. 

"Pak @ganjarpranowo minta tolong perhatiannya pak, suwun," ucap akun @tibrizi**.

"kasihan nasib pensiunan, karena pensiun yang diterima sangat kecil harus jadi pemgemis," kata akun @gue**.

Kontributor : Fitroh Nurikhsan

Diterbitkan di Berita

betanews.id 

Jalur kereta api Semarang-Lasem yang telah lama mati atau non-aktif akan segera direaktivasi. Saat ini Proses studi kelayakan reaktivasi jalur kereta Semarang-Lasem saat ini sudah berjalan.

Reaktivasi jalur yang dulu dioperatori Samarang–Joana Stoomtram (SJS) Maatschappij ini, untuk menumbuhkan perkonomian kawasan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya kepada Tim Liputan Khusus Beta News, beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan, reaktivasi jalur tersebut bisa dilanjutkan hingga Bojonegoro.

Dia menjelaskan, proses studi kelayakan dilakukan melalui pengumpulan data-data sekunder, permintaan, demand, data RTRW dan survei-survei di lapangan. Melalui studi tersebut akan diperoleh trase dan jadwal rencana pembangunan, serta jadwal operasi.

Studi kelayakan ditargetkan selesai tahun ini.

Studi masih berjalan, lintasnya mana saja yang layak, dan data-data lain masih dikumpulkan. Target studinya tahun ini bisa selesai

Putu Sumarjaya, Kepala BTP Jateng

“Studi masih berjalan, lintasnya mana saja yang layak, dan data-data lain masih dikumpulkan. Target studinya tahun ini bisa selesai, tetapi pelaksanaannya (pembangunan) kapan, belum bisa kami sampaikan,” jelas Putu saat wawancara melalui lalu melalui sambungan Zoom, beberapa waktu lalu.

Putu, begitu dia akrab disapa, tidak bisa memberi informasi lebih terkait rencana reaktivasi jalur Semarang-Lasem. Ia hanya menjelaskan saat ini Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian belum sampai tahapan putusan.

Sehingga pihaknya belum mendapat informasi secara rinci dari pusat. “Ini masih sangat awal, karena studi kelayakannya baru dimulai tahun ini. Nanti kalau hasil studinya sudah jadi, trasenya sudah ditentukan, baru kami akan melakukan sosialisasi,” terangnya kepada tim Liputan Khusus Beta News.

Putu berharap, kepala-kepala daerah yang wilayahnya dilintasi jalur reaktivasi untuk mendukung. Reaktivasi ini dilakukan untuk menumbuhkan perekonomian kawasan di wilayah yang dilintasi jalur.

Pembangunan Jalur Kereta Api Lebih Murah

Djoko Stejowarno, Pengamat Transportasi. Foto: Kaerul Umam

 

Sementara itu, pengamat trasnportasi, Djoko Setijowarno mengungkapkan, kereta api memiliki sejumlah keunggulan dibanding moda transportasi darat lainnya. Selain ramah lingkungan, juga lebih cepat dan tepat waktu.

“Selain itu, pembangunan jalur kereta api ini juga lebih murah jika dibandingkan dengan tol. Biaya perawatan juga tidak sebesar perawatan jalan raya atau tol,” tuturnya.

Menurut penghitungannya, kata Djoko, untuk anggaran jalur layang diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 500 juta perkilometer. Sementara jalur biasa tanpa hambatan lahan, sekitar Rp 40 juta hingga Rp 50 juta perkilometer.

Selain biayanya yang lebih murah juga proses pengerjaannya lebih cepat.

Dalam proses studi, Ditjen Perkeretaapian juga melibatkan kepala daerah. Yang saya lihat antusiasnya tinggi yakni dari Bupati Pati

Djoko Setijowarno, Pengamat Transportasi

Djoko begitu dia akrab di sapa, mengatakan, bahwa biaya perawatan jalan raya saat ini relatif tinggi karena beban jalan yang berat. Sehingga dengan adanya transportasi kereta diharapkan bisa menjadi solusi lebih murah selain pembangunan jalur tol.

“Dalam proses studi, Ditjen Perkeretaapian juga melibatkan kepala daerah. Yang saya lihat antusiasnya tinggi yakni dari Bupati Pati,” ungkap Djoko.

Di nilai Djoko sebagai bupati paling antusias, Haryanto tidak menampik hal tersebut. Bahkan dirinya mengaku sudah lama menanti realisasi reaktivasi jalur kereta tersebut. Tak hanya menunggu, dia juga sudah beberapa kali mengusulkan adanya reaktivasi itu.

“Saya juga sudah berapa kali mengusulkan dan mengikuti diskusi maupun juga rapat-rapat yang diselenggarakan. Saya sangat mendukung, karena adanya kereta api sudah barang tentu akan menumbuhkan perekonomian,” terangnya saat ditemui di Pendapa Kabupaten Pati, beberapa waktu lalu.

Orang nomor satu di Pati itu memperkirakan, jika mengaktifkan kembali jalur lama, yang akan dihadapi adalah kendala sosial. Karena jalur kereta yang lama saat ini sudah banyak yang menjadi hunian warga dan menjadi tempat publik.

 

Haryanto, Bupati Pati. Foto: Kaerul Umam

 

“Kalau yang sudah dihuni oleh warga, kemudian jadi pemukiman dan tempat publik, sudah barang tentu tidak bisa direaktivasi. Contoh Alun-alun, dulu kan Alun-alun Pati juga jalur kereta api,” kata Haryanto.

Dia berharap reaktivasi bisa segera terlaksana. Selain dirinya, Haryanto juga membeberkan bahwa Bupati Demak, Kudus, Rembang, Tuban dan Bojonegoro juga ikut mendukung. Ia mengaku sudah mengikuti rapat setidaknya tiga kali, dan bertemu kepala daerah lain.

“Saya hadir tiga atau empat kali saat ada diskusi, karena saya berkeinginan untuk bisa merealisasikan itu. Agar keseimbangan bisa terjadi. Jangan sampai nanti kereta ini hanya dibangun di kota-kota besar, seperti Semarang-Solo, Semarang-Jogja kemudian Jakarta-Bandung. Kami juga ingin masyarakat Pati bisa menikmati,” tambahnya.

Dukungan senada juga disampaiakan seorang sejarawan asal Semarang, Tjahjono Rahardjo. Menurutnya, kondisi geografi dan demografi pulau Jawa khususnya, sangat layak untuk dikembangkan transportasi kereta api.

Ia mencontohkan negara Jepang dan Belanda, dari segi kepadatan penduduk dan penyebarannya mirip dengan Indonesia.

“jaringan kereta api di sana luar biasa, orang tidak perlu lagi naik kendaraan pribadi, apalagi naik pesawat. Di tempat kita ini masih diutamakan jalan tol dan Bandara. Kalua di Belanda itu Bandara cuma dua, tapi mereka kemana-mana naik kereta api,” terangnya.

Tim Lipsus 7: Ahmad Rosyidi (Reporter/Host), Dafi Yusuf, Kaerul Umam, Rabu Sipan (Reporter/Videographer), Suwoko (News Editor), Andi Sugiarto (Video Editor), Manarul Hidayat, Avis Rizqi (Video Graphic) Lisa Mayna Wulandari (Translator), Ludfi Karmila, Anif Farizi, Dian Ari Wakhidi (Transkriptor)

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Semarang – Dua terduga provokator aksi demo penolakan PPKM di sejumlah wilayah di Jawa Tengah diringkus Polda Jateng.

Kedua terduga tersebut diketahui memiliki peran yang berbeda dalam aksi yang rencananya digelar hari ini, Sabtu (24/7/2021) di beberapa kabupaten/kota.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyebut dua terduga provokator yang ditangkap masing-masing seorang perempuan berinisial N dan laki-laki yang berprovesi sebagai driver online berinisial B.

Keduanya ditangkap di Semarang, Jumat (23/7/2021) kemarin. Terduga pelaku N  bertugas sebagai inisiator dan host zoom meeting untuk rapat aksi pada 24 Juli 2021.

Sementara B berperan sebagai penyebar ajakan aksi di sejumlah media sosial dan grup Whatsapp. “Dua orang sudah kita amankan.

Kita juga mengamankan sejumlah barang bukti, handphone, dan screenshoot pesan ajakan demo di grup WhatsApp, hingga rekaman zoom meeting,” kata Kombes Iqbal dalam siaran pers, Sabtu (24/7/2021).

Iqbal menyebut, agar tidak terdeteksi petugas, pelaku sengaja membuat grup WhatsApp dengan menggunakan nama ‘Group Klub Tenis’.

Dari pembicaraan di grup tersebut, lanjut dia, diketahui adannya ajakan rencana aksi di beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Solo, Sukoharjo, Brebes, dan Kudus.

Dari hasil penyelidikan, diketahui sempat diadakan zoom meeting yang dilakukan Kamis (22/7/2021) pukul 20.00 WIB dengan host ‘ELLY AL YAHYA’ di link zoom Meeting ID : 81493262591.

“Penyidik saat ini melakukan pemeriksaan mendalam terhadap yang bersangkutan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terhasut. Mari kita ciptakan kesejukan dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir,” pungkasnya.

Keduanya kini masih dalam penanganan jajaran Polda Jateng dan terancam melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.  

Reporter: Yuda Aulia Rahman Editor: Supriyadi


Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai anak-anak memiliki antusiasme tinggi untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Pihaknya mendorong percepatan vaksinasi guna membentengi anak-anak jika nantinya pembelajaran tatap muka dimulai.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai meninjau Vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 12-17 tahun dalam rangka hari anak nasional tahun 2021 di GOR Patriot Kodam IV/Diponegoro, Jumat (23/7/2021). Ganjar datang dan menyapa sejumlah siswa yang sedang menunggu giliran vaksin.

 “Kamu kenapa di sini? Mau divaksin? Siapa yang kasih tahu kalau ada vaksin?,” tanya Ganjar didampingi Pangdam IV Diponegoro Mayjen Rudianto dan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.
 

“(yang kasih tau) Ayah, mau vaksin biar sehat,” ujar siswa tersebut.

Anak-anak yang lain juga tak luput oleh Ganjar, ketika ditanya ternyata tidak sedang antri vaksin. Namun sedang menemani dan menunggu kakaknya yang antri vaksin.

“Kamu namanya siapa? Sekolah di mana? Ikut vaksin juga?,” tanya Ganjar. “Nadia, sekolah di SD Jatingaleh 2. Ke sini nungguin kakak,” kata Nadia.

Ganjar kemudian ‘ngetes’ pemahaman Nadia pada situasi pandemi ini. Ganjar bertanya apa saja 3M protokol kesehatan yang saat pandemi.

“Mencuci tangan, memakai masker sama menjaga jarak,” kata Nadia. “Wah hebat, kasih hadiah ini mas. Kamu mau coklat ndak?,” ujar Ganjar sembari memberikan coklat pada Nadia.

Suasana di GOR Patriot pun ger-geran. Ganjar kemudian masuk ke bagian gelanggang olahraga itu dan berinteraksi dengan siswa lainnya. Ganjar melihat antusias tinggi dari para siswa untuk vaksin. Ganjar juga mengapresiasi pihak TNI yang menyiapkan tempat dengan baik.

“Saya terima kasih, ini bagus ya diatur memang duduk itu cara paling bagus untuk controlling,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, antusias anak usia 12-17 tahun dalam vaksinasi ini adalah bukti bahwa mereka punya keinginan untuk bisa sehat dan tidak tertular.

“Ini cara kita mendorong agar anak-anak bisa cepet belajar kembali, dan pada saatnya nanti dibentengi vaksin ini,” katanya.

Di sisi lain, Ganjar juga merencanakan agar para mahasiswa juga bisa segera mendapatkan vaksin. Sebab, mereka masuk kategori usia muda untuk divaksin.

“Habis ini kita ajak mahasiswa, karena masuk usia muda untuk divaksin,” tegasnya.

Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto mengatakan, vaksinasi untuk anak ini menyasar untuk pelajar di sekolah umum hingga pelajar di pesantren. Selain itu, pihaknya juga bantu mendorong percepatan vaksinasi daerah yang capaian vaksinnya rendah.

“Karena sewaktu-waktu pak gub instruksikan belajar tatap muka anak-anak sudah siap. Karena kalau kita lihat anak-anak hanpir 1,5 tahun berada di rumah, mereka ingin sekali segera tatap muka dan kita coba sasar daerah-daerah merah yang tinggi angka COVIDnya,” tandas Pangdam.

Pemprov Kolaborasi TNI Polri, Akselerasi Daerah yang Tingkat Vaksinasinya Rendah

Di sisi lain, dalam kesempatan tersebut Ganjar mengatakan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan TNI Polri untuk percepatan vaksinasi. Beberapa daerah yang vaksinasinya rendah, didorong dengan bantuan dari TNI Polri.

“Kita kolaborasi terus (dengan TNI Polri) untuk percepatan. Daerah-daerah tadi yang kurang cepet, (antara lain) Brebes, Cilacap,” kata Ganjar.

Sebenarnya, lanjut Ganjar, Pemda maupun masyarakat di daerah yang vaksinasinya masih rendah memiliki semangat yang tinggi. Namun harus bersabar karena stok vaksinnya terbatas.

“Sebenarnya mereka-mereka sudah gumregah, bersemangat. Hanya memang mesti bersabar karena pengirimannya belum bisa lancar karena belum banyak masuk impornya. Agustus nanti akan banyak (penerimaan dosis vaksin) jadi insyaallah akan lancar,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Diterbitkan di Berita

Syaiful W Harahap tagar.id Semarang – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), meninjau pembangunan jalan tol ruas Semarang-Demak yang berlokasi di wilayah Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), 11 Juni 2021, sore.

Kepala Negara menyampaikan, keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Raya Kaligawe, Semarang.

“Jalan tol ini kita harapkan akan mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan Kaligawe dan Bandar Udara Ahmad Yani, ini yang sudah berpuluh-puluh tahun selalu macet, baik karena kendaraan-kendaraan besar yang semuanya melewati jalur ini,” ujar Jokowi dalam keterangan pers usai peninjauan.

Tak hanya itu, keberadaan jalan tol ini juga berfungsi untuk mengatasi banjir rob yang juga kerap menggenangi Kaligawe.

“Keistimewaan jalan tol ini adalah multifungsi, selain meningkatkan konektivitas, Jalan Tol Semarang – Demak seksi 1 ini juga akan berfungsi untuk pengendalian banjir rob dengan adanya fungsi kolam retensi dan adanya nanti tanggul laut,” kata Presiden.

 

Banjir rob semarang

Sebagian Ruas Jalan Yos Sudarso Kota Semarang, atau jalur yang menghubungkan Semarang-Demak terendam rob, belum lama ini. (Foto: Tagar/Yulianto)

 

Selain itu, menurut Presiden, juga dilakukan pengembangan area yang tadinya terendam sehingga menjadi kering.

“Yang masih terendam nantinya semuanya akan kering dan bisa digunakan, baik untuk kawasan industri dan pendukungnya serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Jokowi.

Ruas Tol Semarang – Demak sepanjang 26,7 kilometer terbagi menjadi dua seksi, yaitu Seksi 1 Kaligawe – Sayung sepanjang 10,39 kilometer dan Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer.

Ruas tol ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa koridor Pantai Utara Jawa yang akan menghubungkan Semarang, Demak, Rembang, Tuban, dan Gresik.

Untuk pengerjaan Seksi 1, ujar Presiden, adalah dukungan dari pemerintah, sedang Seksi 2 dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

 

banjir semarang

Banjir di jalur Pantura Semarang, Jalan Kaligawe, Sabtu, 6 Februari 2021. BMKG sebenarnya telah menyampaikan informasi jika Semarang masuk dalam wilayah yang bakal terjadi cuaca ekstrem. (Foto: Tagar/Istimewa)

 

Pada saat beroperasi nanti, keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

“Kita harapkan ini segera bisa diselesaikan, sehingga sekali lagi mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi Jawa Tengah,” kata Presiden.

Dalam peninjauan ini, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negaram Pratikno, serta Gubernur Jatengm Ganjar Pranowo. (TGH/UN)/setkab.go.id. []

Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau tempat karantina di STIE Bank Jateng, Senin (8/12/2021).

Tempat yang telah disiapkan Pemprov sejak awal pandemi lalu itu, rencananya akan digunakan untuk isolasi warga positif Covid-19 dari Kudus dan sekitarnya.

Ganjar mengatakan, tempat tersebut belum pernah dipakai sejak disiapkan sekitar setahun yang lalu. Meski begitu, tempat karantina tersebut dinilai sangat layak untuk digunakan.

“Ini ruang yang kita siapkan dulu pada saat tahun lalu covidnya muncul, belum pernah dipakai tempatnya bagus, kemarin saya minta ini untuk dibuka lagi, udah dibersihkan,” kata Ganjar.

Ganjar melihat satu demi satu bilik dan tempat tidur isolasi. Serta fasilitas seperti perlengkapan APD hingga MCK. Ganjar menerangkan, lokasi tersebut sudah siap digunakan untuk jadi tempat isolasi terpusat.

“Jadi nanti kalau dari Kudus Demak sekitar Semarang membutuhkan, (tempat) ini sudah siap. Bagus sekali tempatnya, AC-nya juga hidup. Di sini malah ada bednya bagus,” ujarnya.

Setidaknya ada 19 bed isolasi yang siap digunakan di STIE Bank Jateng. Tempat tersebut, tahun lalu disiapkan oleh Pemprov Jateng untuk isolasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jateng yang pulang dari Malaysia.

Namun, meningkatnya kasus COVID-19 di sejumlah daerah Jateng mulai mengakibatkan Bed Ocupancy Ratio di daerah-daerah tersebut mulai penuh. Ganjar pun meminta daerah lainnya untuk gotong royong membantu.

Sebelum ke tempat isolasi tersebut, ganjar menggowes sepedanya menyusuri sudut-sudut Kota Semarang. Setiap menemukan kerumunan, Ganjar menyempatkan berhenti untuk sekadar mengingatkan para warga yang tak menggunakan masker.

“Ayo ibu maskernya dipakai,” ujar Ganjar mengagetkan warga kelurahan Rejosari, Semarang Timur.

Ganjar terus mengayuh sepedanya menyusuri gang-gang sempit dan menemukan banyak warga yang tak menggunakan masker saat berkumpul. Di wilayah Semarang Timur tersebut, Ganjar menemukan banyak kerumunan yang tak disiplin protokol kesehatan.

“Ibuke nganggo masker ora? Lha ya dipakai, ditutupke (mulut dan hidungnya). Ibuke kok pakai masker kenapa?,” tanya Ganjar menghampiri kerumunan ibu-ibu yang sedang berbelanja.

Dengan santai, Ganjar berdialog dengan ibu-ibu tersebut tentang pentingnya menggunakan masker. Ganjar bahkan mengapresiasi mereka yang menggunakan masker. Salah satunya bernama Barokah.

“Alhamdulillah bisa ketemu pak Ganjar seneng banget. Pesennya ya harus pakai masker, jaga protokol kesehatan, jaga jarak,” ujarnya.

“Biasanya yo pakai, mau ndilalah ketemu pak Ganjar nggak pakai,” ujar ibu-ibu lainnya yang sempat ditegur Ganjar.

Editor: Suwoko

Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah eks narapidana kasus terorisme (napiter) diundang ke kantor Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Balaikota Semarang, pada Kamis (22/4). Undangan itu bukan tanpa alasan.

Hendi, biasa akrab disapa mengaku ingin menggandeng para eks napiter untuk menggiatkan program deradikalisasi ke sekolah-sekolah di Kota Semarang.

Menurutnya peran para eks napiter menjadi penting karena mampu memberi gambaran, terkait teknik pencucian otak yang dilakukan oknum-oknum tertentu yang kemudian generasi muda dapat dikuatkan agar tidak goyah.

Di hadapan Hendi, salah satu eks napiter yang saat ini menjadi ketua PERSADANI (Yayasan Persaudaraan Anak Negeri) Machmudi Hariono alias Yusuf, menceritakan bagaimana upaya pencucian otak dilakukan dengan memberikan doktrin-doktrin yang bersifat membenci NKRI.

"Secara bertahap terus dimunculkan kebencian akan NKRI kepada kami, yang mendasar misalnya tentang KTP seharusnya tidak perlu membuat KTP, atau terkait pajak juga seharusnya tidak perlu membayar pajak, dan sebagainya," tutur Yusuf.

Di sisi lain, Hendi sendiri yang mengapresiasi kembali berikrarnya para eks napiter cinta pada NKRI, memberikan peluang untuk para eks napiter untuk juga berpartisipasi dalam berbagai program pengembangan UMKM, sehingga menguatkan kemandirian dan kecintaan pada NKRI itu sendiri.

"Kami sangat berterima kasih kepada kawan-kawan Persadani yang telah berikrar untuk kembali pada NKRI dan bersinergi bersama Pemerintah Kota Semarang dalam percepatan pembangunan," ungkap Hendi.

Terkait hal tersebut, mewakili eks napiter lainnya, Machmudi Hariono alias Yusuf merasa bahagia diberi kesempatan untuk Hendi memberi ide dan gagasan dalam mendukung pembangunan di Kota Semarang.

Dia juga bersyukur mendapat dukungan wirasusaha yang sedang dirintis para anggota termasuk, khususnya dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang.

Diterbitkan di Berita

Semarang, CNN Indonesia -- Sebanyak 30 orang eks narapidana kasus terorisme di Jawa Tengah menyatakan diri siap berdakwah di sejumlah tempat selama masa Ramadan 1442 H.

Lewat dakwah, mereka yang tergabung dalam Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) akan meluruskan pemahaman jihad yang sesuai dengan akidah agama yang sebenarnya, dan bukanlah jihad sesat dengan melakukan serangan bom yang memakan korban banyak.

"Kami di sini membuka diri, lewat Ramadan kami siap berdakwah melawan terorisme dan radikalisme. Pemahaman agama yang salah harus diluruskan, terlebih pemahaman jihad yang sesat dengan main bom atau senjata api", ungkap Ketua Yayasan Persadani Machmudi Hariono alias Yusuf di Semarang, Senin (12/4).

Persadani juga ingin menyasar kalangan milenial sebagai audiens mereka dalam berdakwah seiring maraknya pemahaman terorisme dan radikalisme yang sudah masuk ke kelompok milenial. Salah satunya adalah pelaku penyerangan di Mabes Polri yang merupakan wanita berusia 25 tahun.
 
"Lebih baik yang audiens milenial karena sekarang trennya sudah beda. Aksi teror di Mabes Polri sudah menjadi bukti bahwa milenial menjadi kelompok yang mudah disusupi karena bisa lewat medsos dan internet.
 
Nah kita disini sebagai eks pelaku akan melawannya dengan dakwah pas Ramadhan", tambah Yusuf. Sikap terbuka eks teroris inipun langsung diambil oleh Polrestabes Semarang yang akan memfasilitasi tempat di beberapa masjid, musala, dan pesantren.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar mengaku akan memberikan ruang untuk berbagi kisah dan diskusi secara berkelanjutan bagi para eks napiter tersebut.

"Kita langsung respons, akan kita bawa rekan-rekan eks napiter ke Masjid, Mushola dan Pesantren. Jadi benar-benar dakwah yang menyejukkan, bukan yang memprovokasi untuk melakukan terorisme dan radikalisme," kata dia.

Senada, Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polrestabes Semarang AKBP Danang Kuswoyo mengaku akan membukan forum diskusi terkait gagasan ini.

"Nanti kita buatkan forum atau ruang diskusi. Kami terima kasih sekali dengan rekan-rekan Persadani", ujar dia.

Persadani sendiri beranggotakan 70 orang eks napiter yang pernah terafiliasi ke beberapa kelompok seperti Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD) maupun kelompok Aceh.

(dmr/arh)

 
Diterbitkan di Berita

Semarang, Dakwah NU Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang laporkan penerbit PT. Tiga Serangkai ke Polda Jawa Tengah karena menerbitkan buku untuk kelas 3 sebuah SMK di Kota Semarang yang mengarah pada ajaran Hizbut Tahrir Indonnesia (HTI).

Ketua GP Ansor Kota Semarang, Gus Rahul Saiful Bahri mengatakan, awalnya pihaknya mendapatkan laporan jika buku agama kelas 3 sebuah SMK di Semarang yang diterbitkan oleh PT. Tiga Serangkai terdapat ajaran HTI.

“Ada sebuah link di buku tersebut yang mengarahkan ke situs www.dakwahtuna.com. Padahal situs tersebut mengandung ajaran HTI,” jelasnya di Polda Jateng, Selasa (16/3/2021).

Untuk itu, pihaknya melaporkan PT Tiga Serangkai ke Polda Jawa Tengah karena dianggap membahayakan untuk keutuhan bangsa dan keutuhan Indonesia. “Di situ ada ajaran radikalnya, HTI kan sebuah organisasi terlarang di Indonesia,” ujarnya.

Sebelum melaporkan ke polisi, pihaknya melakukan penelusuran dulu. Setelah ditelusuri, beberapa link yang ada di dalam buku tersebut memang mengarah ke website yang didapati ajaran HTI. “Buku ini setelah ditelusuri ada framing yang mengarah pada radikalisme dan intoleransi,” imbuhnya.

Dia menambahkan, buku tersebut terbit tahun 2012 yang sudah menyebar ke beberapa daerah di Jateng, DIY dan Jabar .Meski demikian diia belum mendapatkan data pasti soal waktu penyebaran buku tersebut.

“Pastinya kapan penyebarannya kami belum mendapatkan secara rinci, namun saya meyakini jika link-link yang mengarah ke situs tersebut masih aktif sampai saat ini,” katanya.

Hari ini, pihaknya sudah melaporkan temuan tersebut ke Polda Jateng. Selama satu minggu pihak Polda Jateng akan melakukan pengkajian sebelum akhirnya ditindaklanjuti.

“Ini meresahkan kalau buku itu masih menjadi refrensi, apalagi di dalamnya diarahkan untuk membaca refrensi HTI yang mengarah ke radikalisme,” pungkasnya.

Kontributor: Dafi Yusuf (Suara)
Editor: Faqih Ulwan

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM memutuskan mundur dari tim penelitian uji klinis vaksin sel dendritik SARS-Cov-2 atau Vaksin Nusantara. Vaksin Nusantara itu digagas oleh eks Menkes Terawan Agus Putranto.
 
Alasan para peneliti ini mundur karena merasa tidak dilibatkan dalam proses uji klinis, termasuk dalam penyusunan protokol. Surat pengunduran diri itu sudah ditujukan ke Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
 
"Belum ada keterlibatan sama sekali. Kita baru tahu saat itu muncul di media massa bahwa itu dikembangkan di Semarang kemudian disebutkan dalam pengembangannya melibatkan tim dari UGM," kata Wakil Dekan FK-KMK UGM Bidang Penelitian dan Pengembangan, dr Yodi Mahendradhata dalam keterangan tertulis melalui Humas UGM, Senin (8/3).
 
Sebelumnya, para peneliti UGM itu telah berkomunikasi secara informal soal rencana pengembangan vaksin di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan. Ketika itu, para peneliti UGM bersedia mendukung penelitian ini.
 
Akan tetapi, setelah itu tidak ada komunikasi lebih lanjut. Ketika Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Keputusan Nomor HK 01.07/MENKES/11176/2020 yang mencantumkan nama peneliti UGM beserta posisi, mereka juga tidak mengetahuinya.
 
"Waktu itu belum ada detail ini vaksinnya seperti apa, namanya saja kita tidak tahu. Hanya waktu itu diminta untuk membantu, ya kami di UGM jika ada permintaan dari pemerintah seperti itu kami berinisiatif untuk membantu," katanya.
 
Tak hanya tidak dilibatkan dalam proses penelitian, para peneliti UGM ini juga belum pernah melihat protokol uji klinis. Dengan demikian para peneliti UGM pun tak bisa berkomentar dengan penelitian vaksin ini.
 
UGM Mundur dari Pengembangan Vaksin Nusantara yang Digagas Terawan (1)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
 
Yodi menjelaskan, dalam kerja sama penelitian umumnya para pihak yang terlibat akan mengadakan pertemuan dan koordinasi sebelum penelitian dimulai. Semestinya Kementerian Kesehatan selaku koordinator penelitian, menjelaskan detail penelitian yang akan dikerjakan.
 
Tetapi dalam kasus ini, tahapan-tahapan itu tidak ada. Bahkan peneliti yang namanya telah tercantum dalam Surat Keputusan Menkes, belum mengetahui detail penelitian sampai akhirnya muncul di pemberitaan media massa.
 
"Kita belum pernah menerima surat resmi, protokol, atau apa pun. Teman-teman agak keberatan, kalau disebutkan sebagai tim pengembang kan harus tahu persis yang diteliti apa," katanya.
 
Sebelumnya, Vaksin Nusantara untuk menangkal COVID-19 yang digagas eks Menkes Terawan Agus Putranto kini segera memasuki uji klinis tahap II. Terawan meninjau perkembangan kandidat vaksin ini bersama sejumlah anggota DPR Komisi Kesehatan di RSUP Dr Kariadi.
 
Pengembangan kandidat vaksin menggunakan sel dendritik yang disebut penelitinya memiliki beberapa kelebihan, salah satunya bersifat personalized.
 
Vaksin ini merupakan kerja sama antara PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) bersama AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat, Universitas Diponegoro (Undip) dan juga RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengembangan vaksin ini digagas saat Terawan masih menjabat sebagai Menkes.
 
Anggota tim peneliti Vaksin Nusantara dr Yetty Movieta Nency mengatakan, penelitian dimulai pada September 2020. Uji klinis I dilakukan terhadap 27 relawan asal Semarang.
Diterbitkan di Berita
Halaman 1 dari 2