MURIANEWS, Semarang – Dua terduga provokator aksi demo penolakan PPKM di sejumlah wilayah di Jawa Tengah diringkus Polda Jateng.

Kedua terduga tersebut diketahui memiliki peran yang berbeda dalam aksi yang rencananya digelar hari ini, Sabtu (24/7/2021) di beberapa kabupaten/kota.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyebut dua terduga provokator yang ditangkap masing-masing seorang perempuan berinisial N dan laki-laki yang berprovesi sebagai driver online berinisial B.

Keduanya ditangkap di Semarang, Jumat (23/7/2021) kemarin. Terduga pelaku N  bertugas sebagai inisiator dan host zoom meeting untuk rapat aksi pada 24 Juli 2021.

Sementara B berperan sebagai penyebar ajakan aksi di sejumlah media sosial dan grup Whatsapp. “Dua orang sudah kita amankan.

Kita juga mengamankan sejumlah barang bukti, handphone, dan screenshoot pesan ajakan demo di grup WhatsApp, hingga rekaman zoom meeting,” kata Kombes Iqbal dalam siaran pers, Sabtu (24/7/2021).

Iqbal menyebut, agar tidak terdeteksi petugas, pelaku sengaja membuat grup WhatsApp dengan menggunakan nama ‘Group Klub Tenis’.

Dari pembicaraan di grup tersebut, lanjut dia, diketahui adannya ajakan rencana aksi di beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Solo, Sukoharjo, Brebes, dan Kudus.

Dari hasil penyelidikan, diketahui sempat diadakan zoom meeting yang dilakukan Kamis (22/7/2021) pukul 20.00 WIB dengan host ‘ELLY AL YAHYA’ di link zoom Meeting ID : 81493262591.

“Penyidik saat ini melakukan pemeriksaan mendalam terhadap yang bersangkutan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terhasut. Mari kita ciptakan kesejukan dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir,” pungkasnya.

Keduanya kini masih dalam penanganan jajaran Polda Jateng dan terancam melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.  

Reporter: Yuda Aulia Rahman Editor: Supriyadi


Diterbitkan di Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pemerintah melalui Kementerian Agama kembali memutuskan tidak memberangkatkan calon jamaah haji pada musim haji 2021 Masehi/1442 Hijriyah.

Keputusan ini menuai reaksi dari masyarakat. Salah satunya mantan Sekretaris BUMN, Said Didu.

“Apakah para buzzeRp dan para islamphobia sedang bergenbira atas “dilarangnya” umat islam Indonesia menunaikan ibadah haji thn ini ?,” tulis Said Didu dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Jumat (4/6/2021).

 

 

Cuitan Said Didu itu lantas dibalas oleh pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean. Menurutnya, apa yang dilontarkan Said Didu bernada provokatif.

“Cuitan org ini provokatif. Mengadu domba konflik horizontal dgn membangun opini bahwa seolah di negeri ini ada yang bergembira atas batalnya haji tahun ini,” balasnya.

Mantan kader Partai Demokrat itu pun mempertanyakan karir pendidikan Said Didu yang justru membuat pernyataan bernada kebencian.

“Percuma memang gelar panjang kalau nalar tetap cebol dan penuh kebencian,” pungkasnya. (msn/fajar)

Diterbitkan di Berita