PIKIRAN RAKYAT - Muslim Rohingya saat ini dalam kondisi terkatung-katung di berbagai lokasi lantaran banyak yang menolak untuk merawat mereka, termasuk negara-negara Muslim.

Bangladesh dan Arab Saudi adalah dua dari sekian banyak negara yang menjadi tujuan pengungsi Muslim Rohingya.

Baru-baru ini, Pemerintah Arab Saudi meminta Bangladesh memberikan paspor kepada puluhan ribu Muslim Rohingya yang kini tinggal di negaranya.

Namun, pejabat tinggi Pemerintah Bangladesh menegaskan bahwa Muslim Rohingya yang telah tinggal selama beberapa dekade di Arab Saudi takkan diberikan kesempatan untuk menjadi warga negaranya.

Tanggapan terhadap Arab Saudi terkait isu Muslim Rohingya disampaikan Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahriar Alam pada Rabu 10 Maret 2021 lalu.

Hal ini diungkapkan Shahriar Alam usai mengunjungi Arab Saudi dan menemui Adel Al-Jubeir, Menlu Arab Saudi.

"Arab Saudi tak menyebut pihaknya akan mengirim Muslim Rohingya kembali ke Bangladesh. Dan, tak ada masalah di antara kedua negara ini," ucap Menlu Bangladesh dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Middle East Monitor.

Respon tersebut muncul usai Arab Saudi mendesak Bangladesh memberikan paspor kepada 55.000 Muslim Rohingya yang mengaku kehilangan dokumen mereka atau dokumennya telah kedaluwarsa.

Shahriar Alam menegaskan Pemerintah Bangladesh hanya akan membantu Muslim Rohingya yang telah secara legal tercatat sebagai warga negaranya.

Menlu Bangladesh mengeluarkan pernyataan ini dalam konferensi pers di Dhaka, sehari setelah ia pulang dari Arab Saudi.

"Kami meminta pada Pemerintah Saudi untuk memberikan rincian dalam dokumen itu, termasuk nomor paspor dan nama-nama dari mereka yang hanya tercatat memiliki nomor masuk perbatasan," tutur dia.

"Dan kemudian, kami akan mengambil langkah selanjutnya setelah mencermati dokumen-dokumen mereka," kata Menlu Bangladesh itu.

Shariar menegaskan Pemerintah Bangladesh tidak akan mengurus mereka yang belum menjadi warga negaranya.

"Ya, ada beberapa insiden dan celah dan layanan yang tidak teratur dalam prosedur pemberian paspor sehingga beberapa orang berhasil membawa paspor dari wilayah Cox's Bazar dan Chattogram dan pergi ke Kerajaan Arab Saudi," kata Shahriar Alam menyinggung lokasi pengungsian Muslim Rohingya.

"Dan, jika kami dapat mengidentifikasi siapa pun orang Bangladesh, kami akan memberi mereka paspor Bangladesh," ujarnya menegaskan.

Selain itu, Shahriar menyebut Bangladesh dan Arab Saudi akan bersama-sama menyelesaikan isu pengungsi Muslim Rohingya di masing-masing negara.

Menurut laporan media pada Januari 2021 lalu, Duta Besar Arab Saudi untuk Bangladesh Issa Bin Yousef Al-Duhailan mengatakan di Dhaka bahwa pemerintahnya telah mengirim daftar nama dari 55.000 orang yang kehilangan dokumen mereka atau dokumennya kedaluwarsa.***

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: Middle East Monitor

Diterbitkan di Berita