Jakarta,  NAWACITAPOST – Politisi Ferdinand Hutahaen mengatakan bahwa gerakan eks HTI dan FPI menjelang Pemilu 2024 menjadi ancaman bagi partai politik.
“Ya potensi ancaman gerakan eks HTI dan FPI ditengah pesta demokrasi pada pemilu 2024 harus menjadi perhatian semua pihak termasuk pemerintah, ” kata Ferdinand, Sabtu (31/7/2024).
 
Ferdinand mengungkapkan  bahwa potensi ancaman gerakan radikalisme atau eks HTI dan FPI bukan hanya mengancam pemilu 2024. Tetapi juga  kesatuan negara Indonesia. “Bukan hanya ancaman bagi pemilu 2024 tetapi kesatuan negara, ” ujarnya.
Meskipun telah dibubarkan oleh pemerintah,  tetapi organisasi FPI dan HTI masih juga melakukan aktivitas secara diam-diam, sehingga harus ada langkah tegas aparat hukum dalam memantau aktivitas gerakan eks HTI dan FPI kedalam politik.
 
“Jika dibiarkan kekuatan aktivitas politik eks FPI dan HTI semakin hari akan terus bertambah dalam melakukan gerakan untuk mempengaruhi politik di pemilu 2024,” jelasnya. Menurut dia harus ada tindakan tegas kembali dari penegak hukum terhadap aktivitas gerakan yang telah dilarang pemerintah.
 
“Harus ada tindakan tegas pemerintah untuk menindak aktivitas mantan anggota FPI dan HTI dalam melakukan aktivitas politik, ” ucapnya.
Diterbitkan di Berita

BANDUNG, iNews.id - Gembong Primajaya terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) melalui sistem ivoting, Sabtu (17/4/2021).

Gembong ayang merupakan alumni Teknik Mesin ITB angkatan 1986 ini akan memimpin IA ITB selama periode 2021-2025. Dalam ivoting, Gembong mengalahkan tujuh kandidat lainnya pada Kongres Nasional X IA ITB, 16-17 April 2021 yang berakhir, Sabtu (17/4/2021).

Gembong yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Pelindo Energi Logistik, Ketua Tim Percepatan Konversi Bahan Bakar Gas pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, serta Ketua Ikatan Alumni Mesin ITB ini, mendapatkan suara 5.798 dari sekitar 18.000 suara yang masuk melakukan pemilihan secara ivoting. 

Sebelumnya, delapan kandidat yang bakal meramaikan pemilu IA ITB, adalah Honesti Basyir;  I Made Dana Tangkas, Gembong Primadjaja; Hariyono; Bimo Sasongko; Syarifah Amelia; Gatot Sudariyono; dan Seterhen Akbar Suriadinata. 

Diketahui, Gembong adalah alumni Teknik Mesin 1986. Dia pernah menjabat sebagai Direktur PT Pelindo Energi Logistik, Ketua Tim Percepatan Konversi Bahan Bakar Gas pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas. Dia juga Ketua Ikatan Alumni Mesin ITB).

Sebelumnya, Kongres Nasional X dan Pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni ITB 2021 yang dilaksanakan pada 16-17 April mendapat dukungan dari Sekretaris Kabinet Pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin, Pramono Anung, dan Rektor ITB Reini Wirahadikusumah.

Dukungan ini diberikan langsung saat keduanya hadir secara virtual dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Pramono yang juga alumni ITB mengajak seluruh alumni ITB untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan ketua IA ITB periode 2021-2026 meski saat ini masih pandemi virus korona. 

Terlebih, para alumni bisa tetap memilih meski tidak bisa hadir langsung di Bandung mengingat sistem pemilihan yang berbasis internet.

"Jarak, waktu, ruang tak bisa memisahkan kita sebagai alumni, tetap bisa berdemokrasi, bisa memilih siapa yang terbaik untuk memimpin," kata Pramono dalam siaran persnya.

Dia juga mengapresiasi penggunaan sistem i-voting ini karena menegaskan keberadaan ITB sebagai salah satu kampus yang mata kuliah utamanya tentang teknologi Dengan penggunaan teknologi, menurutnya akan meningkatkan angka partisipasi pemilih dalam setiap ajang demokrasi.

"Kita sudah sangat dewasa dalam berdemokrasi," katanya. Kongres Nasional X dan Pemilu Ketua Umum IA ITB 2021 pun mendapat dukungan penuh dari Rektor ITB Reuni Wirahadikusumah yang hadir secara daring.

Dalam sambutannya, dia mengajak alumninya untuk menjaga nama baik almamater termasuk dengan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara.

"Senat ITB telah menuangkan tujuan hubungan ITB dan alumninya juga karakter-karakter yang diharapkan dari alumni ITB yang di antaranya pengabdian dan wawasan kebangsaan yang tinggi dalam suasana kebinekaan," ujarnya. 

Sementara itu, di hadapan 1.000 lebih peserta kongres yang hadir secara hybrid, Ketua Umum IA ITB periode 2016-2021, Ridwan Djamaluddin, menyampaikan laporan pertanggungjawaban. 

Di antara kegiatan yang sudah dilakukan pengurus IA ITB kepemimpinannya, adalah kunjungan ke Presiden Joko Widodo dan turut berperan aktif dalam pembangunan nasional.

"Kami juga mendukung reindustrialisasi mengawal produk teknologi anak bangsa lewat ajang Indonesian is Me Summit," kata Ridwan.  Selain itu, Ridwan menyebut pihaknya aktif dalam inovasi dan penguasaan teknologi seperti dengan menyelenggarakan I-tech forum.

Tak hanya itu, selama kepemimpinan Ridwan alumni pun aktif dalam kegiatan sosial seperti donor darah, dan membantu korban bencana.  "Kami juga menggelar latihan kepemimpinan berwawasan kebangsaan Lemhanas.

Juga menggerakan sinergi muda alumni ITB, kolaborasi global dengan alumni MIT dan turut menginisiasi pembentukan Komisariat IA Brussel dan dua komisariat lainnya di Eropa," ujarnya.

Seusai paparan laporan pertanggungjawaban itu, terdapat beberapa tanggapan dari sejumlah komisariat dan pengurus daerah IA ITB.

Hampir semua perwakilan seperti dari Aceh, Batam, Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Papua, hingga Eropa itu mengapresiasi kinerja dan capaian pengurus IA ITB periode 2016-2022.

Dengan begitu, secara umum kinerja pengurus IA ITB 2016-2021 dianggap baik dengan penilaian solid dari semua pihak terkait. Terlebih dengan adanya peningkatan nilai aset yang cukup signifikan dari Rp4,6 miliar menjadi Rp8,8 miliar.

Atas semua itu, laporan pertanggungjawaban diterima secara aklamasi oleh seluruh perwakilan yang hadir dan disahkan oleh pimpinan sidang. Pada kongres inipun, dihadiri notaris untuk mengesahkan hasil pemilihan ketua umum yang baru.

"Sehingga hasil-hasil kongres bisa langsung disahkan dibuatkan aktanya untuk didaftarkan ke Kemenkumham," katanya.

Editor : Agus Warsudi

Diterbitkan di Berita

Siti Fatimah - detikNews Bandung - Kongres Nasional X Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) sejatinya digelar di Balai Pertemuan Ilmiah ITB, di Bandung, pada 16-17 April 2021. Dalam kesempatan tersebut, beragendakan Pemilihan Ketua Umum (Pemilu) IA ITB periode 2021-2026 dengan delapan kandidat.

Namun, dalam pelaksanaannya Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Bandung (IKA POLBAN) atau POLTEK ITB Agus Mulyawan menilai, pihaknya tak mendapatkan perlindungan suara dalam memilih.

Sikap tersebut dikeluarkan dalam delapan maklumat pernyataan sikap tentang 'Mohon Perlindungan Hak Suara Kami dalam Memilih' yang ditujukan pada Ketua SC Kongres IA ITB 2021, Tito Kurniadi (GL84), Ketua OC Kongres IA ITB 2021 Agustin Peranginangin (Si'94), Ketua Umum Pengurus IA ITB 2026-2020 Ridwan Djamalludin (GL`82), Dewan Pengawas IA ITB Ketua Pengurus Daerah IA ITB, dan Ketua Pengurus Program Studi IA ITB serta Ketua Komisariat IA ITB.

Dalam surat pernyataan sikap yang diterima detikcom, telah dibubuhi tanda tangan Ketua IKA POLBAN/POLTEK ITB dan Ketua Harian Adi Budiman. Agus mengatakan, bahwa para Alumni Politeknik ITB satu kesatuan yang utuh sebagai anggota Keluarga Besar Ikatan Alumni ITB, dan termasuk Anggota Biasa sesuai yang dinyatakan dalam AD/ART IA ITB.

"Namun dalam ajang demokrasi e-voting pemilihan ketua umum periode kali ini, hak menyampaikan suara kami menemui berbagai kendala yang berasal dari Panitia Pemilu," kata Agus dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

IKA POLBAN/POLTEK ITB yang beranggotakan 6.000 an orang tersebut tak semuanya mendapatkan akses menjadi pemilih. Dia menyebut, berbagai kendala terjadi seperti tidak diberikan akses ke menu pilihan jurusan/Prodi sehingga sebagian dari anggota banyak memilih Program Profesi Insinyur (PPI) yang itu bukan merupakan Politeknik ITB.

Pihaknya baru diberikan akses sekitar dua minggu kemudian dengan akses menu pilihan jurusan Program Politeknik ITB tanpa menyertakan menu berbagai pilihan jurusan/Prodi. Padahal, kata dia, di PPI dicantumkan berbagai jurusan/Prodi.

"Kami merasa mendapat perlakuan yang berbeda dengan pemilih Alumni ITB yang lain, khususnya yang berasal dari Program Profesi Insinyur (PPI) yang kuliah hanya dua semester," ujar Agus menambahkan.

Persoalan lain pun berkaitan dengan penentuan Data Pemilih Sementara menjadi Data Pemilih Tetap. Agus mengatakan, panitia tak memberikan kelanjutan penentuan tersebut.

"Namun sampai berakhirnya masa pendaftaran DPT pada tanggal 11 April 2021, data yang disampaikan tersebut tidak pernah ada tindak lanjut sama-sekali, yang menyebabkan ribuan alumni Politeknik tidak bisa mendaftar," lanjutnya.

Lebih lanjut, pada 12 April 2021 pihaknya mendeteksi adanya penambahan akses pilihan jurusan Program D3 Politeknik ITB dan berisi data-data DPS Alumni ITB yang berasal dari Data BAAK Politeknik Negeri Bandung. Namun di waktu yang sama pendaftaran sudah tidak dapat dilakukan.

"Akibatnya kami merasa malu dan marah, karena dengan penerapan teknologi maju dalam proses pemilihan ketua umum pengurus pusat IA ITB kali ini, yang di dalam kepanitiaannya diisi oleh putra-putri terbaik bangsa, justru malah menyebabkan Alumni Politeknik ITB mengalami kehilangan hak suara akibat pengurusnya sangat tidak profesional dan benar-benar tidak memperhatikan ketentuan pasal-pasal AD/ART IA ITB tersebut," ujarnya.

Dua pernyataan sikap lainnya masih berkenaan dengan tidak Diikutsertakan sebagai DPT Pemilu IA ITB. Agus menilai, jika pemilu tetap dilanjutkan maka ada banyak hal negatif yang terjadi.

"Bukan hanya akan mencederai perasaan namun juga telah melukai proses demokrasi pemilu IA ITB tersebut dan berakibat lemahnya legitimasi dan keguyuban organisasi IA ITB yang sedang gencar-gencarnya dikampanyekan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, polemik pun sempat terjadi jelang Kongres Nasional X ITB. Salah satunya muncul surat terbuka dari Komunitas Alumni ITB-Spirit Indonesia yang meminta pelaksanaan Kongres X ditunda, surat tersebut tertanggal 10 Maret 2021. Selain itu, muncul Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar secara daring dan luring di Hotel Savoy Homan, pada 10-11 April 2021 yang menyatakan Akhmad Syarbini terpilih sebagai Ketua IA-ITB.

(mud/mud)

Diterbitkan di Berita