suaraislam.co

Media sosial belakangan ramai membicarakan seorang mualaf Yahya Waloni, yang terjun menjadi penceramah, namun sangat disayangkan ceramahnya berisi tentang kebencian dan provokasi.

Hal ini tertunya sangat bertentangan dengan ajaran dan cara penyampaian dakwah yang dilakukan Rasulullah.

Pegiat media sosial, Muhammad Zazuli, mengkritik keras model dakwah yang dipraktekkan oleh Yahya Waloni. Dia meminta pemerintah dan pihak terkait, khusunya MUI untuk menertibkan Yahya Waloni yang semakin lama cara dakwahnya semakin membahayakan umat.

Muhammad Zazuli menilai apa yang dilakukan oleh Yahya Waloni adalah pembodohan kepada umat serta pembusukan terhadap agama. Berikut kritikan Muhammad Zazuli kepada Yahya Waloni yang diposting di akun facebooknya.

 

Pembodohan Umat dan Pembusukan Agama yang Terus Dibiarkan

Pengikut yang bodoh untuk pengajar yang bodoh.
Pengajar yang bodoh untuk pengikut yang bodoh.
Sekelas dan satu frekuensi.

Sepertinya dia sengaja terus melakukan kontroversi hanya demi mendapat perhatian agar terkenal dan dapat uang karena diundang.

Yang mengundang juga tidak sadar kalo dirinya justru makin dibodohin dan citra agamanya jadi makin jelek, terbelakang dan ditertawakan orang.

MUI dan pemerintah juga diam saja tidak bisa menertibkan yang seperti ini.
Bagi mereka yang dikejar mungkin hanya proyek label halal yang ada duitnya.

Sementara tanggung jawab untuk mendidik umat dan menjaga citra agama yang lebih penting justru tidak dilakukan.

Pemerintah juga harus tegas dalam melakukan sertifikasi ustadz biar orang tidak bisa sembarangan ngaku ustadz, asal bunyi dan menyebarkan racun kemana-mana.

Tapi pertanyaannya, apakah pemerintah punya nyali?
Biasanya sih tidak.

Apa yang dikatakan oleh presiden Perancis tentang krisis yang dialami umat Islam memang ada benarnya.

Eh malah baginda kita cepat-cepat melakukan kecaman.

Padahal untuk mengecam kasus pembantaian Sigi nunggu lama dan nunggu medsos harus heboh dulu.

Semua hanya demi pencitraan dan cari aman.

Diterbitkan di Berita