SAMARINDA, KOMPAS.TV – Inilah video yang viral di media sosial. Iring-iringan mobil Presiden Jokowi melintas di Jalan DI Panjaitan, Samarinda pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Lalu, ada mobil ambulans yang mendahului rombongan mobil Presiden Jokowi. Paspampres yang berada di atas motornya pun Nampak membiarkan ambulans itu lewat mendahului mobil Presiden.

Video ini direkam oleh warga dan viral di media sosial.

"Ambulance sanak, ambulance ya tetap ambulance. Rombongan Paspampres memberikan jalan kepada Ambulance yang akan melintas mendahului dikawasan Jl. D.I Panjaitan," tulis Instagram Info_Samarinda dalam video yang diunggah tersebut.

Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja di Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Kunjungan Presiden ini disambut antusias oleh warga yang telah menunggu Presiden sejak pagi. Presiden Jokowi juga sempat membagikan baju dan masker kepada warga.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Presiden Jokowi meresmikan jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Kemudian meninjau vaksinasi Covid-19 di sentra vaksin Covid-19 BSCC Dome Balikpapan.

Video Editor: Lisa Nurjannah

Diterbitkan di Berita

suaraislam.co - Paspampres akhirnya buka suara soal kabar yang beredar terkait Khalid Basalamah diundang menjadi Khotib sholat Jumat 25 Juni 2021 di Mako Paspampres.

Asintel Danpaspampres Kolonel Inf Wisnu Herlambang, menjelaskan, Paspampres untuk sementara waktu tidak menyelenggarakan sholat Jumat berjamaah di masjid di lingkungan Paspampres sesuai dengan instruksi pemerintah guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid- 19 yang sedang mengalami peningkatan khususnya di wilayah Jakarta.

“Paspampres pernah mengundang Ustadz Khalid Basalamah untuk menjadi Khatib Sholat Jumat tahun lalu tepatnya pada tanggal 7 Februari 2020,” demikian bantahan seperti dikutip dari muslim.okezone.com.

Sebelumnya diberitakan, warga NU sempat terbengong membaca berita muslim.okezone.com, yang mengabarkan Khalid Basalamah menjadi Khotib sholat Jumat 25 Juni 2021 di Mako Paspampres. Kabar itu diambil okezone.com dari channel Khalid sendiri.

Disebutkan, isi khotbah Khalid tentang halal dan haram. Karuan, berita ini mendapat respon beragam, terutama warga NU yang selama ini menilai Khalid sebagai ustad radikal, anti Pancasila. Dengan bantahan Asintel Danpaspampres Kolonel Inf Wisnu Herlambang, semua menjadi terang.

Senin 28/6/21, beredar bantahan melalui portal yang sama, muslim.okezone.com, bahwa, Jumat tanggal 25 Juni 2021 Paspampres tidak mengundang Ustadz Khalid Basalamah menjadi Khotib sholat Jumat.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, Dakwah NU - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengundang Khalid Basalamah untuk menjadi khotib Shalat Jumat di Markas komando (Mako) Paspampres, Jakarta Pusat pada 25 Juni 2021 lalu.

Dari akun Channel Youtube resmi milik Khalid Basalamah Official disebutkan tema khotbah Jumat yakni “Akibat Makanan Haram”. Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 menit itu, Khalid Basalamah menjelaskan dengan gamblang persoalan halal dan haram.

Khalid Basalamah ini termasuk ustadz Salafi-Hijazi: prinsipnya adalah melakukan purifikasi Islam yang membid’ahkan amalan tahlilan, maulid Nabi, dan khazanah Islam yang ada di Nusantara yang lainnya. Mereka tidak cocok dengan NU.

Dari penelusuan redaksi Dakwah NU, setiap ceramah yang disampaikan Khalid Basalamah itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif.

Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sekadar diketahui, Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurutnya, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Sebuah ibadah harus ada dalilnya. Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal “ushalli”.

Selain itu, kata “sayyidna” tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin mengatakan, pengajian Khalid Basalamah cenderung berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan. 

“Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya.

Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya,” kata Rizza dikutip NU Online. (red)

Diterbitkan di Berita