MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus mulai beranjak dari status zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19. Per Senin (5/7/2021) hari ini, Kabupaten Kudus kini berstatus zona oranye atau dengan risiko penularan sedang.

Hal tersebut dikarenakan mulai menurunnya kasus harian dan naikknya jumlah pasien sembuh di Kota Kretek. Bupati Kudus HM Hartopo memastikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi tingkat provinsi di Command Center Kudus, Senin (5/7/2021).

“Alhamdulillah berkat doa semuanya, sudah mulai turun ke zona oranye, sudah tidak merah,” katanya. Penurunan zona di tingkat kabupaten, lanjut dia, diikuti dengan menurunnya jumlah desa berstatus zona merah.

Di mana sebelumnya titik tertinggi ada sebanyak 83 desa zona merah, kini hanya ada sebanyak delapan desa saja. “Sisanya banyak oranye, ada juga yang sudah kuning dan hijau,” sambung Hartopo.

Walau demikian, HM Hartopo berharap masyarakat tak mengendurkan penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Penurunan kasus, hanya merupakan langkah awal untuk menjadikan Kabupaten Kudus bisa segera menjadi zona hijau.

Karena itu, pihaknya benar-benar memohon agar masyarakat mau menjalankan penerapan 5M mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Sehingga Kudus ini bisa segera bebas dari Covid-19 ini, masyarakat juga bisa beraktivitas seperti semula tanpa banyak pembatasan,” jelas Hartopo. Kondisi Covid-19 di Kabupaten Kudus sendiri secara persentase, untuk angka kesembuhan kini berada di angka 83,44 persen.

Jumlah tersebut naik dibanding pekan sebelumnya yang berada di angka 75,97persen. Sementara angka pasein meninggal menurun pada pekan ini, yakni sebesar 8,13 persen dari pekan sebelumnya 8,29 persen.

Sementara untuk akumulasi total, hingga Senin ini sudah ada sebanyak 14.593 warga Kudus yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 12.164 orang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19, sementara jumlah pasien meninggal berada di angka 1.197 orang.

Kemudian untuk jumlah pasien aktif kini tersisa 1.232 orang, di mana 232 di antaranya menjalani perawatan dan seribu sisanya menjalani isolasi mandiri.  

Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha


Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat Kabupaten Kudus menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masuk kategori zona merah alias wilayah dengan risiko penularan kasus virus corona tinggi di Indonesia pada sepekan terakhir.

Seperti diketahui, di sisi lain, zona merah terbanyak terdapat di Pulau Sumatra.

Berdasarkan data perkembangan terakhir Satgas Covid-19 per 30 Mei 2021, terdapat total 13 kabupaten/kota yang masuk zona merah. Jumlah daerah yang masuk zona merah pada pekan ini bertambah dibanding data pekan lalu yang hanya mencatat 10 wilayah.

Adapun 13 kabupaten/kota yang tercatat masuk zona merah sepekan terakhir yakni Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kemudian empat daerah di Sumatra Barat, yakni Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Kemudian dua lainnya berasal dari Sumatra Selatan yakni Kota Palembang dan Kota Prabumulih.

Selanjutnya, masing-masing dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara; Kota Pekanbaru, Riau; Kota Batam, Kepulauan Riau; Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat; Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi; dan Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Lebih lanjut, penambahan zonasi juga terjadi di zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan Covid-19. Dari pekan lalu tercatat sebanyak 302 wilayah zona oranye, sementara pekan ini bertambah menjadi 322 kabupaten/kota zona oranye.

Seluruh wilayah di DKI Jakarta masuk dalam zona oranye pekan ini.

Sedangkan untuk zona kuning atau wilayah dengan risiko rendah penularan Covid-19 berkurang menjadi 171 wilayah, dari pekan lalu yang mencatat 194 kabupaten/kota masuk dalam zona kuning.

Sementara itu, tujuh kabupaten/kota masuk dalam kategori zona hijau atau tidak ada kasus. Satgas Covid-19 juga mencatat satu wilayah yang tidak terdampak virus corona hingga saat ini adalah kabupaten Dogiyai di Papua.

Adapun data terakhir yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terakhir per Selasa (1/6) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 4.824 kasus. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 5.360 kasus, dan kasus meninggal 145 kasus baru.

Sehingga secara kumulatif, sebanyak 1.826.527 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 1.674.479 orang dinyatakan pulih, 101.325 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 50.723 lainnya meninggal dunia.

(ain)

Diterbitkan di Berita