Rahma Indina Harbani - detikEdu Jakarta - Indonesia siap untuk bersaing di olimpiade matematika dalam kancah internasional. Hal ini dinyatakan langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan merilis 11 nama mahasiswa terbaik yang tersebar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Olimpiade yang akan diikuti oleh tim Indonesia bernama International Mathematics Competition (IMC) 2021 dan negara Bulgaria yang akan menjadi tuan rumahnya. Namun, mengingat kondisi masih pandemi, olimpade ini diselenggarakan secara daring pada 2 Agustus hingga 7 Agustus 2021 besok.

"#SahabatDikbud, mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia tengah berkompetisi di ajang International Mathematics Competition (IMC) 2021 yang diselenggarakan pada tanggal 2 s.d. 7 Agustus 2021 di Bulgaria secara daring," tulis Kemendikbudristek melalui akun resmi Instagramnya, dikutip Jumat (6/8/2021).

Peserta yang akan diturunkan dalam olimpiade matematika adalah peraih medali dalam Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) di bidang matematika. Berikut ini 11 nama yang dirilis Kemendikbudristek,

Daftar wakil Indonesia di olimpiade matematika IMC:

- Akeyla Pradia N: Intstitut Teknologi Bandung (ITB)

- Rizma Yudatama: Universitas Sebelas Maret (UNS)

- Nabil Mahatir: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

- Waffiw Maaroja: Universitas Gadjah Mada (UGM)

- M. Reza Ardhana: Institut Pertanian Bogor (IPB)

- Bramantya Arya D: Institut Pertanian Bogor (IPB)

- Andry Wijaya: Universitas Indonesia (UI)

- Kevin Tenata: Universitas Indonesia (UI)

- Syaifullah Hi Nurdin: Universitas Hasanudin (Unhas)

- Alvian Alif H: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

- Rofiud Darojad: Universitas Negeri Malang (UM).

Sebagai informasi, kompetisi internasional International Mathematics Competition (IMC) merupakan olimpiade matematika internasional yang selalu diadakan setiap tahun. Biasanya ajang olimpiade besar ini diadakan sekitar bulan Juli sampai dengan Agustus.

Wah, hebat ya Indonesia bisa menurunkan 11 mahasiswa untuk berlaga di olimpiade matematika berskala dunia. Yuk, kita beri semangat, detikers!
(rah/row)

Diterbitkan di Berita

KOMPAS.com - Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas cabang olahraga badminton Olimpiade Tokyo 2020. Mereka mendapat medali tersebut setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China) pada partai final, Senin (2/8/2021) pagi WIB.

Berlaga di Lapangan 1 Musashino Forest Sport Plaza, Greysia/Apriyani menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-15 dalam tempo 55 menit. Greysia/Apriyani menjadi ganda putri pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade.

Sebelumnya, prestasi terbaik ganda putri Indonesia di kompetisi multicabang olahraga empat tahunan itu hanya perempat final, yakni pada Olimpiade Rio 2016 (Greysia Polii/Nitya Krishinda).

Selain itu, kesuksesan Greysia/Apriyani memastikan Indonesia mendapatkan medali emas pertamanya di Olimpiade Tokyo 2020. Baca juga: Ivana Lie Yakin Greysia/Apriyani Tampil Maksimal di Final Olimpiade

Jalannya pertandingan Greysia/Apriyani sempat kehilangan angka pertama. Namun, mereka berhasil membalikkan keadaan 2-1 usai dua drop shot Greysia jatuh ke bidang permainan lawan.

Selain drop shot, Greysia/Apriyani juga pandai dalam menempatkan bola. Hal itu ditunjukkan Greysia/Apriyani saat menambah keunggulan menjadi 5-1. Keunggulan Greysia/Apriyani terus bertambah.

Dua bola panjang ganda putri China jauh ke belakang. Mereka pun menjauh 7-3. Greysia/Apriyani sempat kehilangan beberapa poin dan keunggulan mereka menyempit jadi satu poin saja pada kedudukan 8-7.

Namun, Greysia/Apriyani berhasil mengatasinya dan menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-8. Baca juga: Final Olimpiade Tokyo, Head to Head Greysia/Apriyani Vs Chen/Jia Selepas jeda, Greysia/Apriyani kehilangan tiga poin akibat kesalahan mereka sendiri.

Kedudukan berubah menjadi imbang 11-11, mereka masih unggul. Namun, Greysia/Apriyani segera merebut dua poin lagi dan keunggulan mereka bertambah menjadi 13-11. Chen/Jia banyak melakukan kesalahan setelah itu, Greysia/Apriyani pun semakin di atas angin.

Mereka unggul empat poin pada kedudukan 16-12. Keunggulan Greysia/Apriyani bertambah menjadi lima poin saat memasuki poin-poin kritis, yakni pada kedudukan 19-14. Ganda putri China banyak melakukan kesalahan sendiri, sehingga menguntungkan Greysia/Apriyani.

Namun, setelah itu, Greysia/Apriyani justru banyak kehilangan poin. Mereka tak mampu mengembalikan serangan-serangan Chen/Jia. Kedudukan menjadi 19-18.

Setelah melalui pertarungan sengit, Greysia/Apriyani akhirnya memenangi gim pertama dengan skor 21-19.

Pada awal gim kedua, sempat terjadi reli panjang sebelum diakhiri dengan smes Apriyani Rahayu. Skor 1-0 untuk Greysia/Apriyani.

Kedudukan sempat berubah 1-1, tapi Greysia/Apriyani merebut keunggulan kembali menjadi 3-1 usai netting Chen/Jia menyangkut di net dan smes Apriyani Rahayu melunucur telak ke area lawan.

Greysia/Apriyani menambah keunggulan menjadi 7-2, beberapa kesalahan ganda putri China dan kecerdikan Apriyani dalam menempatka bola, menjadi sumber poin Greysia/Apriyani.

Interval gim kedua akhirnya bisa dimenangi Greysia/Apriyani dengan keunggulan 11-7. Smes tajam Apriyani mengakhiri perlawanan Chen/Jia pada paruh pertama gim kedua.

Selepas jeda, refleks Apriyani Rahayu dalam mengembalikan flick serve Chen/Jia membuat ganda putri Indonesia menambah keunggulan 12-8. Greysia/Apriyani terus menekan Chen/Jia.

Pukulan-pukulan mereka banyak yang tak bisa diantisipasi lawan. Mereka pun menjauh 17-9. Keunggulan itu terus dijaga oleh Greysia/Apriyani, bahkan bertambah menjadi sembilan poin pada kedudukan 19-10 saat bola kiriman Chen/Jia menyangkut di net.

Greysia/Apriyani sempat kehilangan beberapa poin, tetapi akhirnya bisa memenangi gim kedua dengan skor 21-15. 

Editor : Faishal Raihan

Diterbitkan di Berita
Adhi Prasetya - Sport Jakarta - Indonesia berpeluang menambah dua medali hari ini dari bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Sepanjang sejarah keikutsertaan, kontingen Merah Putih nyaris selalu menyumbang medali dari cabang tepok bulu tersebut.

Pada Senin (2/8/2021), Musashino Forest Sports Plaza akan menjadi saksi perebutan medali ganda putri dan tunggal putra. Di dua nomor itu, Indonesia diwakili Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Anthony Sinisuka Ginting.

Siang ini pukul 11.50 WIB di ganda putri, Greysia/Apriyani akan berjuang mendapat medali emas saat menghadapi Chen Qing Che/Jia Yi Fan dari China. Sore harinya pukul 18.00 WIB, Anthony akan berhadapan dengan Kevin Cordon (Guatemala) dalam perebutan medali perunggu.

Setidaknya satu medali akan diraih oleh Greysia/Apriyani (emas atau perak), membuat tradisi medali Indonesia di bulutangkis Olimpiade tetap terjaga. Sejak resmi masuk sebagai cabang Olimpiade pada 1992, hanya sekali Indonesia pulang tanpa membawa medali.

Hal itu terjadi pada Olimpiade London 2012. Saat itu, capaian terbaik wakil Indonesia diraih Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad yang kalah di perebutan medali perunggu. Sisanya, selalu ada medali emas yang dibawa pulang. 

Pada Barcelona 1992, Susy Susanti dan Alan Budikusuma menyumbang emas lewat nomor tunggal putri dan tunggal putra. Pada Atlanta 1996, medali emas diraih ganda putra Ricky Subagja/Rexy Mainaky.

Empat tahun kemudian di Sydney, ganda putra kembali meraih emas, kali ini giliran Candra Wijaya/Tony Gunawan. Di Athena 2004, Taufik Hidayat memperpanjang sejarah emas tersebut.

Markis Kido/Hendra Setiawan selanjutnya sukses meraih emas di Olimpiade Beijing 2008. Sedangkan di Rio de Janeiro 2016, tradisi emas dipertahankan Owi/Butet, menebus kekalahan di London 2012. 

Tradisi Medali Indonesia di Bulutangkis Olimpiade 1992-sekarang

Barcelona 1992

Emas: Susy Susanti (Tunggal Putri), Alan Budikusuma (Tunggal Putra)

Perak: Ardy Wiranata (Tunggal Putra), Eddy Hartono/Rudy Gunawan (Ganda Putra)

Perunggu: Hermawan Susanto (Tunggal Putra)

Atlanta 1996

Emas: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Ganda Putra)

Perak: Mia Audina (Tunggal Putri)

Perunggu: Antonius Ariantho/Denny Kantono (Ganda Putra), Susy Susanti (Tunggal Putri) 

Sydney 2000

Emas: Candra Wijaya/Tony Gunawan (Ganda Putra)

Perak: Tri Kusharjanto/Minarti Timur (Ganda Campuran), Hendrawan (Tunggal Putra)

Perunggu: - 

Athena 2004

Emas: Taufik Hidayat (Tunggal Putra)

Perak: -

Perunggu: Eng Hian/Flandy Limpele (Ganda Putra), Sony Dwi Kuncoro (Tunggal Putra)

Beijing 2008

Emas: Markis Kido/Hendra Setiawan (Ganda Putra)

Perak: Liliyana Natsir/Nova Widianto (Ganda Campuran)

Perunggu: Maria Kristin Yulianti (Tunggal Putri)

London 2012

Emas: -

Perak: -

Perunggu: -

Rio de Janeiro 2016

Emas: Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad (Ganda Campuran)

Perak: -

Perunggu: -

Tokyo 2020

Emas: (?)

Perak: (?)

Perunggu: (?)

(adp/aff)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Merasa tergeliti, Eko Kuntadhi ikut mencuit terkait persoalah hijab alatu jilbab yang menurut banyak pihak mengapa tak dikenakan oleh atlet Windy Cantika. Padahal ia berhasil boyiong medali perunggu.

“Atlet. Bukan perolehan medalinya yang diributin. Tapi jilbabnya. Kita ini selalu salah fokus membahas sesuatu...,” kata Eko Kuntadhi, Kamis 29 Juli 2021.

 

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1420577765179346945

 

Untuk diketahui, sosok Windy Cantika baru-baru ini mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan memenangkan juara ketiga cabang olahraga angkat besi putri ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Ia berhasil membawa pulang medali perunggu setelah mengumpulkan poin total angkatan 194 kilogram di nomor 48 kilogam, pada Sabtu (24/7/2021) kemarin.

Sejak namanya dikenal, banyak netizen Indonesia ingin mengetahui kehidupan atlet 19 tahun ini. Bahkan, beberapa netizen ingin mengetahui perihal keputusannya memakai hijab.

Ditanya tentang alasannya tidak mengenakan hijab saat bertanding, Windy menjawabnya dengan tenang melalui unggahan Instagram Story, Senin (26/7/2021).

"Banyak dm dan tag soal Windy bertanding ga pake hijab. Alhamdulillah Windy lagi hijrah, baru belajar pake hijab jadi masih penyesuaian," tulisnya.

Windy juga menjelaskan bahwa ketika sedang tidak berlatih, dirinya selalu memakai hijab. "Jadi untuk di luar latihan Alhamdulillah Windy udah pakai hijab," sambungnya dinukil Suara.com.

Atlet asal Jawa Barat ini pun meminta doa agar selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya. "Mohon doanya biar Istiqomah dan lebih baik lagi."

Dalam unggahannya itu juga Windy menambahkan satu foto dirinya tidak memakai hijab dan satu yang memakai hijab, serta sebuah animasi yang menunjukkan transformasi seorang perempuan dalam memakai hijab.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani

Diterbitkan di Berita

Luar Biasa Eko! 4 Olimpiade 4 Medali

Senin, 26 Juli 2021 09:34

Dengan medali perak itu, Eko Yuli bukan hanya menyamai prestasi yang diraih pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Tetapi, Eko Yuli juga mencatat sejarah satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali pada empat penampilan beruntun di Olimpiade. Sebelumnya, dia meraih medali perunggu di Olimpiade 2008 Beijing, dan Olimpiade 2012 London, seperti dilansir dari keterangan tertulis NOC Indonesia.

Bertanding di Tokyo International Forum Hall, Jepang, Minggu (26/07/2021), Eko Yuli Irawan yang berada di puncak starting list melakukan angkatan pertama untuk Snatch 137kg.  

Pada angkatan kedua, Eko mencoba menaikkan beban menjadi 141kg. Namun, dia gagal melakukannya. Begitu juga pada angkatan ketiga dengan beban yang sama. Angkatan Snatch Eko ini terpaut 4kg dari rival terberatnya, Li Fabin dari China.

Padahal, Li Fabin sempat gagal pada angkatan pertama dengan beban 137kg. Namun, dia baru berhasil mengulanginya pada angkata kedua. Dan, dia juga sukses melakukan angkatan ketiga ketika menambah beban seberat 4kg menjadi 141kg.

Di angkatan Clean and Jerk, Eko sukses melakukan angkatan pertama dengan beban 165kg. Dan, Eko mencoba membuka peluang meraih emas dengan menaikkan beban menjadi 177kg setelah Li Fabin sukses melakukan angkatan 172kg. Hanya saja, angkatan kedua ini gagal. Begitu juga pada angkatan ketiga dengan beban yang sama.

Dengan hasil itu, Li Fabin merebut medali emas dengan meraih total angkatan 313 kg. Sedangkan medali perunggu direbut lifter Kazahkstan, Igor Son dengan total angkatan 294 kg.

Ini merupakan medali kedua yang disumbangkan cabang olahraga angkat besi bagi Kontingen Indonesia. Sebelumnya, Windy Cantika Aisah membuat kejutan. Gadis berusia 19  tahun merebut medali perunggu pada penampilan perdananya.

Lifter China, Hou Zhihui, mendapatkan emas dengan total angkatan 210 kg. Medali Perak direbut oleh wakil India, Chanu Saikhom Mirabai dengan total angkatan 202 kg.

Diterbitkan di Berita
Lucas Aditya - detikSport Jakarta - Lifter putri Windy Cantika Aisah menyumbang medali pertama untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Turun di kelas 49 kg, dia menyabet perunggu,

Dalam perlombaan di Tokyo International Forum, Tokyo, Sabtu (24/7/2021), Windi mengumpulkan poin total angkatan 104. Saat angkatan snatch, Windy mencatatkan 84 kg, clean and jerk 110 kg.

Windy kalah dari lifter India Chanu Saikhom Mirabai yang mengumpulkan total angkatan 202. Lifter China, Hou Zhihui, menjadi peraih emas dengan total angkatan seberat 210.

Zhihui mencatatkan tiga rekor olimpiade di kelas 49 kg putri. Dia membukukan seberat 94 kg untuk angatan snatch dan 116 untuk angkatan clean and jerk.

Rengan raihan perunggu ini, Indonesia untuk sementara ada di urutan keempat klasemen medali Olimpiade Tokyo bersama dengan Swiss yang sama-sama meraih 1 perunggu hingga pukul 13.50 WIB.

Sementara itu, China ada di urutan pertama dengan raihan dua emas. India dan Rusia sama-sama mengumpulkan satu perak ada di urutan kedua.


(cas/nds)
Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Dalam penyelengaraan Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia dijadwalkan akan memulai sejumlah pertandingan hari ini, Sabtu (24/7/2021).

Dalam jadwal yang ditentukan atlet yang akan bertanding hari ini adalah Vidya Rafika (menembak), Windy Cantika Aisah (angkat besi), Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa (panahan), dan sembilan atlet bulu tangkis.

Kesembilan atlet bulu tangkis tersebut adalah dari cabor bulutangkis, yakni Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Jonatan Christie, Praveen Jordan, dan Melati Daeva Oktavianti. 

Lalu siapakah mereka sebenarnya? Berikut ulasannya yang dirangkum melalui wikipedia, Sabtu (24/7/2021).

1. Greysia Polii

Greysia Polii merupakan wanita kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1987 dan saat ini berumur 33 tahun. Wanita yang sering dipanggil dengan nama Greys ini adalah salah satu pemain bulu tangkis ganda Indonesia pada nomor ganda putri. 

Putri dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi ini biasa berpasangan dengan Jo Novita di berbagai ajang. Ia mulai bergabung di tim Piala Uber Indonesia sejak tahun 2004 dan juga tahun 2008.

2. Apriyani Rahayu

Apriyani Rahayu  lahir di Konawe, 29 April 1998 dan saat ini berumur 23 tahun. Ia adalah pebulutangkis Indonesia spesialis ganda putri dan ganda campuran ketika junior. 

Di level senior, ia menjadi pebulutangkis spesialis ganda putri. Apriyani juga merupakan peraih medali perunggu ganda putri Kejuaraan Dunia 2018 di Tiongkok serta Asian Games 2018 di Jakarta. 

Dalam karirnya sebagai pebulutangkis, Apriani pernah berpasangan dengan beberapa pemain seperti Rosyita Eka Putri Sari, Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, Jauza Fadhila Sugiarto, Agripinna Prima Rahmanto Putra, Panji Akbar Sudrajat dan saat ini bersama Greysia Polli.

3. Marcus Fernaldi Gideon

Marcus Fernaldi Gideon lahir di Jakarta, 9 Maret 1991 sekarang umur 30 tahun). Ia adalah salah satu pemain bulu tangkis Ganda Putra Indonesia berpasangan dengan Markis Kido diganda putra dan ganda campuran bersama Rizki Amelia Pradipta. 

Pada tahun 2015, ia berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo di ganda putra. Penghujung tahun 2017 ini, Marcus Fernaldi Gideon bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil mencatatkan sejarah baru di ganda putra yaitu juara 12 turnamen dalam 1 tahun, termasuk medali emas kejuaraan dunia bwf 2017 di glasgow setelah mengalahkan Mathias boe/Carsten mogensen di partai puncak dengan skor 21-19, 20-22, dan 21-18, dan setelah pada hari minggu 17 Desember 2017 menjadi kampiun di turnamen SS Final Dubai dengan menaklukan pasangan Tiongkok Zhang Nan-Liu Cheng 21-0, 21-0.

4. Kevin Sanjaya Sukamuljo

Kevin Sanjaya Sukamuljo lahir di Banyuwangi, 2 Agustus 1995 dan berumur 25 tahun. Kevin adalah salah satu pemain bulu tangkis ganda putra dan campuran Indonesia. 

Atlet ini merupakan pemain asal klub Djarum di Kudus, Jawa Tengah dan bergabung sejak tahun 2007. Bersama dengan rekan-rekan pemain beregu putra lainnya ia berhasil menyumbangkan medali emas pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015. 

Ia saat ini dipasangkan dengan Marcus Fernaldi Gideon di nomor ganda putra. Kevin Sanjaya Sukamuljo merupakan Pebulu tangkis peringkat 1 dunia bersama Marcus Fernaldi Gideon di sektor ganda Putra. Pada tahun 2017,bersama Marcus Fernaldi Gideon ia mendapatkan penghargaan dari BWF sebagai pemain badminton terbaik seluruh dunia. Kevin Sanjaya Sukamuljo terkenal dengan permainan yang cepat, agresif, full attack, dan memiliki serangan yang sangat sadis terhadap lawannya.

5. Mohammad Ahsan

Mohammad Ahsan merupakan pria kelahiran Palembang, 9 Juli 1987 dan saat ini berumur 34 tahun. Ia adalah salah satu pemain bulu tangkis Ganda Putra Indonesia yang berpasangan dengan Bona Septano dan Hendra Setiawan.

6. Hendra Setiawan

Hendra Setiawan lahir di Pemalang, Jawa Tengah, 25 Agustus 1984 dan berumur 36 tahun. Ia adalah salah satu pemain bulu tangkis Indonesia. 

Hendra Setiawan mengawali kariernya berpasangan dengan Markis Kido dan pernah menduduki peringkat ke-2 dunia IBF untuk ganda putra. Gelar yang pernah didapat adalah juara dunia 2007 di Malaysia, juara China Super Series 2007 dan Hongkong Super Series 2007. Pada tahun 2008 juga menjadi pasangan Kido/Setiawan juara di Malaysia Super Series.

7. Jonatan Christie

Jonatan Christie lahir di Jakarta, 15 September 1997 dan saat ini bermur 23 tahun. Ia adalah pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia, dan berasal dari PB. Tangkas Specs, Jakarta.

Pada Juli 2013, ia memenangkan gelar internasional senior pertamanya pada usia 15 tahun di Indonesia International Challenge, setelah mengalahkan Alamsyah Yunus di final dengan skor 21-17, 21-10.

Secara mengejutkan dia dan rekannya Anthony Sinisuka Ginting berhasil menciptakan All Indonesian Final meskipun pada akhirnya dia menyerah atas lawannya dengan pertarungan rubber set 13-21, 21-19, 20-22. Ini merupakan prestasi Indonesia setelah sembilan tahun absen menciptakan final sesama pemain bulu tangkis Indonesia di nomor tunggal putra. Kali terakhir Indonesia mampu menciptakan All Indonesian Final di nomor tunggal putra adalah turnamen Indonesai Open Super Series Premiere 2008.

8. Praveen Jordan 

Praven Jordan lahir di Bontang, Indonesia, 26 April 1993 dan saat ini berumur 28 tahun. Ia adalah salah satu pemain bulu tangkis Indonesia yang bermain di nomor ganda putra dan ganda campuran. 

Praven merupakan pemain Pelatnas sejak 2014 yang berasal dari PB Djarum Kudus. Praveen Jordan merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2014 dan medali emas SEA Games Singapura 2015 serta juara All England bersama Debby Susanto. Ia juga pernah berpasangan dengan pemain senior, Vita Marissa dan meraih tiga gelar yaitu Indonesia Masters Grand Prix Gold 2013, Malaysia Masters Grand Prix Gold 2013, dan New Zealand Grand Prix 2013. Praveen bersama Debby Susanto akhirnya kembali menambah koleksi gelar nya dengan menjuarai Victor Korean Open Super 300 2017. Setelah mengandaskan harapan wakil China, Wang Yilu/Huang Dongping dalam straight games 21-17,21-18.

9. Melati Daeva Oktavianti

Melati Daeva Oktavianti lahir di Serang, Jawa Barat, 26 Oktober 1994, umur 26 tahun) ia merupakan pemain bulu tangkis asal Indonesia. Atlet kelahiran Serang, 26 Oktober 1994 ini merupakan pemain asal klub PB Djarum. 

Melati merupakan peraih medali emas Kejuaraan Dunia Junior BWF 2012 bersama Edi Subaktiar. Ia saat ini dipasangkan dengan Praveen Jordan di nomor ganda campuran.

Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia

Menjelang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, para ahli medis telah mewanti-wanti tentang kemungkinan penyebaran Covid-19.

Olimpiade dimulai pada 23 Juli dan penyelenggara mengatakan hingga 10.000 warga setempat akan diizinkan menonton acara itu seacara langsung.

Adapun Paralimpiade dimulai pada 24 Agustus, dengan jumlah penonton yang akan dikonfirmasi pada 16 Juli.

Bagaimana langkah persiapan Jepang? Lantas apakah Indonesia tetap mengirimkan kontingen ke Jepang?

Bagaimana situasi infeksi Covid-19 di Jepang?

Sekitar 1.400 kasus baru dilaporkan setiap hari, tetapi jumlah kasus telah turun dari puncaknya, yakni lebih dari 6.000 kasus pada pertengahan Mei.

 

Charts show Covid cases and deaths in Japan

 

Para ahli mengatakan tingkat kasus harian di kota tuan rumah Tokyo harus turun di bawah 100 kasus agar penyelenggaraan Olimpiade bisa berjalan aman.

Pada 21 Juni, otoritas kesehatan kota melaporkan 236 kasus baru, dengan rata-rata hanya di bawah 400 kasus baru sehari selama tujuh hari terakhir.

Penurunan tajam dari pertengahan Mei kini telah mendatar, sebagaimana dengan gambaran nasional.

 

Chart shows Covid cases in Tokyo over time

Pada puncak penularan pada bulan Mei, rumah sakit di banyak daerah kewalahan sehingga dengan sebagian besar Jepang dalam keadaan darurat. Hal ini membuat otoritas melakukan kebijakan pembatasan.

Dalam pelaksanaan Olimpiade, akan diberlakukan kebijakan khusus di Tokyo, seperti pembatasan operasional bar.

Berapa orang yang sudah divaksinasi?

Kampanye vaksinasi massal diluncurkan di dua kota terbesar, Tokyo dan Osaka, ketika infeksi meningkat.

Tetapi sampai saat ini, hanya sekitar 16% dari negara yang telah divaksinasi.

Itu kira-kira proporsi yang sama dengan warga yang mendapat satu dosis di India.

 

The Ugandan Olympic team in Japan

Tim Uganda telah tiba di Tokyo tetapi salah satu tim harus dikarantina setelah dinyatakan positif Covid REUTERS

 

Lebih dari setengah populasi Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman telah mendapat satu dosis vaksin.

Jepang baru mulai memvaksinasi orang pada bulan Februari, lebih lambat dari kebanyakan negara maju lainnya.

Vaksin Pfizer, selama beberapa bulan, adalah satu-satunya vaksin yang disetujui di Jepang.

Proses ini memakan waktu lebih lama karena Jepang bersikeras melakukan uji coba sendiri di samping tes yang dilakukan secara internasional.

 

Elderly man receiving jab in Tokyo

Ada sejumlah hambatan dalam program vaksinasi Jepang GETTY IMAGES

 

Para pejabat mengatakan hal ini dilakukan untuk membangun kepercayaan warga pada vaksin, menurut pemberitaan surat kabar Asahi Shimbun.

Kekhawatiran seputar efek samping vaksin telah berkontribusi pada keraguan terhadap vaksinasi di masa lalu.

Sebuah kajian yang dilakoni Imperial College London terhadap 15 negara menemukan bahwa Jepang memiliki tingkat kepercayaan terendah terhadap vaksin virus corona.

Peluncuran vaksin juga terhambat karena kurangnya pasokan dan hambatan logistik.

Hukum Jepang hanya mengizinkan dokter dan perawat untuk melakukan vaksinasi, tetapi aturan tersebut sekarang telah dilonggarkan untuk memungkinkan dokter gigi hingga paramedis mendukung upaya vaksinasi.

Sejak awal bulan, jumlah suntikan harian meningkat hampir dua kali lipat - pertanda bahwa pendekatan baru tampaknya berhasil.

Jepang dilaporkan telah mendapatkan lebih dari 300 juta dosis suntikan Pfizer, AstraZeneca dan Moderna (mereka menyetujui produksi dan penggunaan AstraZeneca dan Moderna pada bulan Mei), yang akan cukup untuk memvaksinasi seluruh penduduk.

Langkah apa lagi yang diambil Jepang?

Jepang -tak seperti banyak negara lainnya- tidak menerapkan kebijakan lockdown yang ketat atau menutup perbatasannya secara keseluruhan sejak pandemi terjadi tahun lalu.

 

Japanese officials at start of torch relay in Fukushima

Arak obor Olimpiade dimulai pada bulan Maret GETTY IMAGES

 

Pada April 2020, pemerintah memberlakukan keadaan darurat, meskipun pedoman tinggal di rumah bersifat sukarela.

Bisnis yang tidak penting diminta untuk tutup, tetapi tidak akan kena sanksi jika tidak mematuhinya.

Pembatasan masuk diberlakukan untuk beberapa negara.

Meskipun memiliki populasi lansia yang besar dan pusat kota yang padat penduduk, Jepang terbukti relatif berhasil dalam mengendalikan virus di awal dan menghindari tingkat kematian yang tinggi.

Ada beberapa teori yang menjawab mengapa hal ini bisa terjadi, antara lain:

  • kepatuhan publik yang tinggi terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker
  • kontak fisik yang dekat seperti berpelukan dan berciuman umumnya dihindari
  • tingkat penyakit kronis yang lebih rendah seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes

 

Crowds in street in Japan

Warga Jepang patuh memakai masker GETTY IMAGES

 

Namun, ada peningkatan kasus sepanjang tahun 2020 dan secara nasional, jumlah kasus meningkat tajam di akhir tahun dan mencapai puncaknya pada Januari 2021.

Pada saat itu, pemerintah menghadapi kritik atas kampanye perjalanan domestik demi meningkatkan perekonomian.

Keadaan darurat diumumkan di Tokyo dan sembilan wilayah lainnya ketika jumlah kasus mulai meningkat pada bulan April.

Apa langkah Indonesia?

Jumlah kasus penularan covid di Tokyo masih relatif tinggi walau belakangan ini sudah menurun, Indonesia tetap mempersiapkan kontingennya ke pesta olahraga terbesar sedunia itu, seperti diungkapkan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia, Ferry Kono.

"Sementara ini kita masih tetap on schedule. Semua atlet kita sudah divaksin. Kita juga melakukan monitoring atas aktivitas mereka selama empat minggu sebelum keberangkatan. Dan ini semua memenuhi protokol yang sudah ditetapkan melalui guide book yang kami terima," kata Ferry kepada BBC News Indonesia Selasa (22/06).

Keberangkatan kontingen Indonesia akan dibagi dalam empat kloter. Kloter pertama tanggal 8 Juli adalah tim badminton yang akan menjalani training camp di Kumamoto.

"Kloter berikut pada tanggal 18 (Juli) dari Jakarta adalah rombongan besar selain tim badminton. Lalu ada lagi tanggal 21 dan tanggal 25 Juli," ujarnya.

Setidaknya ada delapan cabang olahraga yang sudah disiapkan kontingen Indonesia untuk berlaga di Olimpiade Tokyo, yaitu angkat besi (lima atlet), atletik (dua atlet), badminton (11 atlet), menembak (satu atlet), panahan (empat atlet), mendayung (dua atlet), selancar ombak (satu atlet dengan disiapkan satu atlet cadangan), dan renang (dua atlet).

Sedangkan untuk cabang senang dan voli pantai, lanjut Ferry, pihaknya masih menunggu hasil kualifikasi.

Diterbitkan di Berita

Elshinta.com - Kirab obor Olimpiade Tokyo mengalami pembatalan total untuk pertama kalinya, ketika penyelenggara Prefektur Okinawa mengumumkan estafet pada 2 Mei di Miyakojima tidak akan berjalan sama sekali, dan tidak ada acara yang akan diadakan, Kantor Berita Kyodo melaporkan, Jumat (23/4).

Penyelenggara di wilayah kepulauan, yang saat ini berada di bawah langkah-langkah ketat untuk mengendalikan virus corona, tersebut berencana tidak akan menggelar estafet di jalan umum, dan panitia penyelenggara Olimpiade memberikan lampu hijau atas permintaan itu.

Namun, menurut komite eksekutif Prefektur Okinawa, tidak akan ada tanggal alternatif yang ditetapkan untuk estafet dan juga tidak ada acara seremonial di Miyakojima.

Hal itu menjadikannya kasus pertama pembatalan kirab obor Olimpide, yang akan melakukan perjalanan melalui 47 prefektur di Jepang.

Lonjakan terbaru dalam kasus COVID-19 yang terjadi di kota-kota bagian barat, membuat Osaka dan Matsuyama memindahkan estafet dari jalan umum ke jalur alternatif untuk menghindari adanya kerumunan.

Pulau utama Okinawa, yang berisi area yang terkena pemberlakuan upaya yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus corona, akan mengadakan estafet di dua tempat acara yang jauh dari jalan umum.

Pelari yang telah dijadwalkan untuk ambil bagian di Miyakojima tidak akan berlari di pulau utama untuk mengurangi perjalanan yang tidak perlu karena pertimbangan sistem medis yang rapuh di Miyakojima dan pulau-pulau terpencil lainnya di Okinawa.

Diterbitkan di Berita