Jakarta, CNBC Indonesia - China mulai waspada atas lonjakan kenaikan kasus covid-19 yang baru saja terjadi. Berbeda dari yang sebelumnya, virus yang menyebar adalah varian ganas, delta.

Dalam laporan Jumat (6/8/2021), kasus Covid-19 baru menyentuh angka tertinggi sepanjang gelombang baru ini, 124 kasus pada Kamis (5/8/2021). Angka ini naik dari sebelumnya 85 kasus. Dari data itu, 80 kasus merupakan transmisi lokal, naik dari sehari sebelumnya 62 kasus.

Mengutip Reuters, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan lonjakan infeksi masih terjadi di provinsi Jiangsu. Di mana ada 61 kasus baru yang dilaporkan atau naik dari sehari sebelumnya 40 kasus.

Xi Jinping diketahui belum mengomentari lebih jauh soal gelombang infeksi tersebut. Namun dari kebijakan yang ditempuh, terlihat kesiagaan cukup tegas.

Kemarin, dalam pernyataan publiknya, ia hanya menyebutkan kembali niat Beijing dalam membantu seluruh dunia dengan mengirimkan vaksin corona dan bantuan-bantuan lainnya.

China akan menyumbangkan 2 miliar dosis vaksin Covid sepanjang tahun ini. Selain itu Negeri Tirai Bambu juga akan memberikan US$ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun untuk program distribusi vaksin global Covax untuk negara-negara berkembang.

"China akan terus melakukan yang terbaik untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi pandemi," kata Xi.

Gelombang di China kali ini terjadi akibat masuknya varian Delta. Varian virus corona ini pertama kali ditemukan di India awal Mei lalu dan masuk ke China lewat penerbangan dari Rusia 20 Juli.

Saat ini, varian itu telah menyebar ke setidaknya 18 provinsi dan puluhan kota. Ini menghasilkan setidaknya empat daerah berisiko tinggi dan 91 daerah berisiko sedang.

Sementara itu, sejak akhir pekan, China sudah mengambil kebijakan penguncian (lockdown) melalui karantina khusus dan wilayah. Media pemerintah Global Times mengklaim beberapa kota tampaknya telah memperlihatkan hasil yang baik.

Di kota Nanjing, masih di provinsi Jiangsu, tempat virus mewabah pertama kali, kurva infeksi harian diklaim mulai datar. Bahkan, kota itu mencatatkan infeksi hingga satu digit saja dalam tiga hari berturut-turut.

Komisi Kesehatan kota Nanjing melaporkan empat kasus lokal baru yang dikonfirmasi pada Rabu (4/8/2021). Sehingga jumlah total infeksi di kota itu menjadi 227 sejak epidemi pecah dari bandara setempat.

Wang Guangfa, seorang ahli pernapasan di Rumah Sakit Pertama Universitas Peking, mengatakan bahwa tren menunjukkan wabah di Nanjing telah dikendalikan.

"Dengan langkah-langkah yang tepat waktu dan akurat untuk memutus rantai penularan, menahan penyebaran virus, dan vaksinasi, kami yakin dapat mengekang lonjakan Covid-19 bahkan dalam menghadapi varian Delta," kata Wang.

Hingga saat ini,China telah mencatat 93.374 kasus virus dan 4.636 kematian sejak wabah itu pertama kali muncul di kota Wuhan.

(mij/mij)

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Jawa Barat, menutup sementara aktivitas sebuah pondok pesantren di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, setelah mendapati 32 santrinya terkonfirmasi Covid-19, Sabtu (5/6/2021).

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan, 32 santri positif Covid-19 setelah digelar pembelajaran tatap muka (PTM), dengan dugaan kuat tertular setelah pulang ke kampung halaman.

"Ada dugaan, santri yang positif Covid-19 tertular dari santri yang baru pulang dari kampung halamannya pada saat libur Lebaran," kata Bima Arya di Bogor, seperti dilansir CNN Indonesia, Sabtu (5/6/2021).

Bima menyatakan sebanyak 398 santri dan 55 pengurus ponpes tersebut dites swab Covid-19 pada Kamis (3/6) dan Jumat (4/6). 

Hasilnya, sudah didapatkan, bahwa 32 santri terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari 32 santri tersebut, 24 santri sudah dievakuasi ke Pusat Isolasi Covid-19 di Pusdiklat BPKP di Ciawi, Bogor.

Sementara 8 (delapan) santri lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Santri di ponpes tersebut tidak hanya dari Kota Bogor tapi dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan dari luar Jawa," ujarnya.

Bima menyatakan pondok pesantren tersebut menjadi klaster baru Covid-19 di Kota Bogor.

Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito meminta pemerintah daerah mengawasi ketat pemudik yang masuk ke wilayahnya. Dia mengingatkan, pemerintah daerah wajib mengkarantina pemudik selama lima hari sejak tiba di kampung halaman.

"Saya meminta pemerintah daerah dan Satgas di daerah untuk melakukan karantina selama 5x24 jam bagi masyarakat yang datang dari luar daerah," katanya, Rabu (12/5/2021).

Selain melakukan karantina, Wiku juga meminta pemerintah daerah untuk menegakkan protokol kesehatan. Pemerintah daerah harus terus mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

"Sehingga dapat mencegah penularan dengan optimalisasi Posko di desa atau kelurahan," ujarnya.

Sebelumnya, Wiku menyesalkan aksi pemudik yang menerobos penyekatan di sejumlah titik. Menurutnya, aksi tersebut melanggar ketentuan pemerintah soal larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021.

"Masyarakat perlu memahami bahwa penyekatan yang dilakukan kepolisian merupakan bagian kebijakan pelarangan mudik yang sepatutnya dipatuhi," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Senin (11/5/2021).

Diberi Sanksi

Wiku mengingatkan masyarakat yang melanggar ketentuan larangan mudik bisa mendapatkan sanksi. Sanksi ringan bagi masyarakat yang ingin mudik menggunakan mobil pribadi yakni diputarbalikkan sesuai Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.

Sedangkan sanksi lainnya hukuman kurungan paling lama setahun dan denda maksimal hingga Rp100 juta berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 6 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Oleh karena itu, saya meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan yang melanggar dan berpotensi mendapat konsekuensi hukum. Patuhi kebijakan ini untuk kebaikan bersama dalam mencegah penularan covid," ujarnya.

Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ini mengimbau masyarakat menahan diri untuk mudik. Dia mengingatkan, mudik di tengah pandemi meningkatkan risiko penularan Covid-19.

"Saya harap kita bisa sama-sama bersabar. Kalau kita paksakan mudik, maka kita berpotensi merugikan diri sendiri, baik dari segi kehilangan waktu, materi, mengingat pada akhirnya dipaksa untuk putar balik," tutupnya.

Reporter: Supriatin

Sumber: Merdeka

Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia

Seorang pakar kebijakan publik mengkritik sikap pemerintah yang "reaktif" dan "sepotong-potong" saat melarang penerbangan carter dari luar negeri yang melayani tenaga kerja asing selama peniadaan mudik.

Larangan itu diterapkan di tengah gelombang kritik atas kehadiran WNA dari China melalui penerbangan carter.

"Kebijakannya itu reaktif dan sepotong-potong. Ini ada letupan, direspon, tapi tidak komprehensif dan kesannya reaktif. Seharusnya komprehensif dan proaktif," kata Pengamat kebijakan publik dari Fisipol UGM, Bayu Dardias Kurniadi, kepada BBC News Indonesia, Selasa (11/05).

Sementara, seorang pejabat di Kementerian Ketenagakerjaan mengatakan, kemunculan kembali isu soal kehadiran tenaga kerja asing asal China di Indonesia tidak terlepas dari sentimen terkait negara China.

"Pasti [ada sentimen] itu, makanya semua hal terkait Tiongkok, jadi seksi, jadi [isu] politik," kata Staf ahli bidang ekonomi dan SDM Menteri Tenaga Kerja, Aris Wahyudi, kepada BBC News Indonesia, Selasa (11/05).

Dalam hari-hari belakangan ini, masyarakat melayangkan kritikan terhadap pemerintah terkait kehadiran lebih dari 300 orang tenaga kerja asing (TKA) dari China di Bandara Sukarno-Hatta, di tengah kebijakan larangan mudik.

 

China

Tim gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya memeriksa suhu tubuh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China saat tiba di Bandar Udara Cut Nyak Dhien Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Jumat (11/9/2020)  ANTARA FOTO

 

Keterangan resmi pejabat keimigrasian mengatakan bahwa kehadiran lebih dari 300 orang tenaga kerja asing asal China itu telah memenuhi aturan keimigrasian, yaitu antara lain terkait proyek strategis nasional.

Mereka datang dalam tiga kloter, yaitu Selasa (04/05), Kamis (06/05), dan Sabtu (08/05) lalu di Bandara Sukarno Hatta, Provinsi Banten.

Namun sebagian masyarakat menganggap izin yang diberikan pemerintah terhadap kehadiran mereka "tidak peka", karena di saat bersamaan pemerintah melarang warganya untuk mudik lebaran.

Hasil pemeriksaan Kementerian Kesehatan, dua orang warga negara China itu positif terpapar Covid-19. Dua orang itu kini sedang menjalani isolasi di salah satu hotel di Jakarta.

Dan di tengah gelombang kemarahan yang muncul belakangan itulah, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Senin (10/05) mengumumkan kebijakan pelarangan penerbangan carter dari luar negeri yang melayani tenaga kerja asing selama peniadaan mudik.

Reaksi negatif terhadap kehadiran tenaga kerja asing (TKA) asal China di Indonesia ini bukanlah yang pertama.

Mengapa keputusan pemerintah melarang carter pesawat dikritik?

Pengamat kebijakan publik dari Fisipol UGM, Bayu Dardias Kurniadi, mengatakan kebijakan pemerintah terkait mudik lebaran lebih banyak bersifat reaktif, yaitu lebih banyak merespon apa yang terjadi di masyarakat.

"Jadi [turunnya izin] pesawat carter itu muncul karena reaksi atas pembatasan larangan penerbangan, dan akhirnya kemudian dilarang juga [carter pesawat]," kata Bayu Dardias kepada BBC News Indonesia, Selasa (11/05).

"Kebijakannya itu reaktif dan sepotong-potong. Ini ada letupan, direspons, tapi tidak komprehensif dan kesannya reaktif. Seharusnya komprehensif dan proaktif," tambahnya.

Seharusnya, kebijakan dibuat secara komprehensif dan kemudian dipikirkan secara sangat detil, apa dampak implementasi dari masing-masing kebijakan.

 

Bandara Sukarno Hatta

Calon penumpang pesawat udara berjalan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (02/05). FAUZAN/ANTARA FOTO

 

"Karena sudah jelas, tanggalnya kapan, fenomena seperti apa yang bakal terjadi, berapa orang yang akan pergi untuk mudik, semuanya bisa diantisipasi," jelasnya.

Dia menggarisbawahi, fenomena mudik sudah bisa diprediksi jauh-jauh hari.

Dengan demikian, demikian Bayu, kebijakan reaktif bisa dibenarkan apabila menghadapi situasi yang chaotic (kisruh) dan tidak bisa diprediksi.

Menurutnya, semua kebijakan pemerintah terkait mudik, harus dikembalikan kepada tujuan awalnya yaitu untuk membatasi mobilitas masyarakat agar Covid-19 tidak menyebar lebih luas.

Dihadapkan kenyataan bahwa cakupan vaksinasi di Indonesia sejauh ini masih dibawah empat persen, sehingga belum mampu melindungi seluruh masyarakat Indonesia dari paparan virus tersebut.

"Artinya, kebijakan mudik ini diantisipasi sejak awal, dan dipikirkan dampaknya. Kalau mau ditutup, ya, ditutup semua. Tidak hanya penerbangan komersial, tapi juga termasuk carter," paparnya.

Apa tanggapan Kementerian Perhubungan?

Dihubungi secara terpisah, Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengaku larangan penerbangan carter dari luar negeri sudah diberlakukan sejak Rabu, 5 Mei 2021.

"Sebelum masa peniadaan mudik," kata Adita Irawati dalam teks tertulis kepada BBC News Indonesia, Selasa (11/05) ketika ditanya kenapa larangan carter itu baru diterbitkan Senin (10/05).

Dalam keterangan pers pada Senin (10/05), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan penerbangan carter satu pesawat dari luar negeri ke Indonesia selama peniadaan mudik "dilarang" hingga 17 Mei 2021.

Dia mengatakan keputusan diambil setelah "disetujui dalam rapat terbatas" yang digelar di hari yang sama, yaitu Senin (10/05).

 

Bandara Sukarno Hatta

Calon penumpang pesawat udara menunggu jadwal keberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (02/05). FAUZAN/ANTARA FOTO

 

"Bahwa tidak ada lagi penerbangan carter dari luar negeri yang beroperasi melayani tenaga kerja asing selama masa peniadaan mudik hingga 17 Mei 2021.

"Menhub juga meminta para tenaga kerja asing untuk menunda perjalanannya," kata Budi Karya Sumadi, dalam jumpa pers, Senin (10/05).

Menurut Adita Irawati, larangan carter pesawat dari luar negeri yang melayani tenaga kerja asing itu juga berlaku bagi TKA dari China. "Tidak ada pengecualian," katanya.

Staf ahli Menaker: 'Isu tenaga kerja asing dari China menjadi 'seksi dan politis'

Reaksi negatif terhadap kehadiran tenaga kerja asing (TKA) asal China di Indonesia ini bukanlah yang pertama.

Di awal pandemi pada April tahun lalu, reaksi serupa juga muncul terhadap rencana kehadiran ratusan TKA asal China di sebuah proyek pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Tiga tahun lalu, muncul tudingan tidak berdasar terhadap keberadaan perpres tentang pengaturan TKA yang dianggap peluang bagi membanjirnya tenaga kerja asing di Indonesia. Tuduhan ini sudah berulangkali oleh pemerintah.

"Pasti [ada sentimen] itu, makanya semua hal terkait Tiongkok, jadi seksi, jadi [isu] politik," kata Staf ahli bidang ekonomi dan SDM Menteri Tenaga Kerja, Aris Wahyudi kepada BBC News Indonesia, Selasa (11/05)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan sudah menerbitkan izin kerja untuk para TKA dengan pertimbangan pekerjaan mereka dalam proyek strategis nasional, katanya.

 

Demo tolak TKA

Gerakan Aktivis Mahasiswa melakukan aksi di depan Kantor DPR Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 3 Mei 2018, menolak "dominasi tenaga kerja asing (TKA)" di Indonesia. ANTARA/YUSRAN UCCANG

 

"Kedatangan mereka (TKA) kita butuhkan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mereka maksimal di Indonesia selama enam bulan," ujarnya.

Kehadiran mereka dibutuhkan untuk percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional yang sudah diputuskan pemerintah.

"Mereka saat ini sedang menyiapkan pembangunan smelter, misalnya di Konawe dan Maluku Utara," kata Aris. Apabila TKA itu tidak bisa datang ke Indonesia secara tepat waktu, rencana pembangunan pabriknya akan mangkrak.

Lagipula, "Kalau sudah jadi [pabriknya], saat produksi nanti akan memanfaatkan tenaga lokal," tambahnya.

Selama pandemi, pemerintah tidak melarang kehadiran TKA asal China, namun menurutnya, pihaknya dan otoritas terkait lainnya menerapkan kebijakan protokol kesehatan, mulai pemberangkatan sampai mereka tiba di Indonesia.

Itulah sebabnya, kebijakan pemerintah yang semula mengizinkan penerbangan carter bagi TKA dari China, justru untuk melindungi mereka maupun warga Indonesia dari paparan Covid-19.

 

China

Tim gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya melakukan penyemprotan disinfektan barang bawaan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China saat tiba di Bandar Udara Cut Nyak Dhien Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Jumat (11/9/2020). ANTARA FOTO

 

"Carter [pesawat] bukan untuk mengeksklusifkan atau menganakemaskan, tapi untuk perlindungan baik TKA maupun warga kita," jelas Aris.

Ditanya tentang adanya kebijakan baru larangan penerbangan carter bagi TKA - termasuk dari China - ke Indonesia, Aris Wahyudi mengaku belum mengetahuinya.

"Insya Allah akan tidak terganggu [proyek strategis nasional, karena ini selama mudik saja," katanya.

'Bukan turis, tapi akan bekerja di proyek strategis nasional'

Pada Selasa (11/05), BBC News Indonesia sudah menghubungi Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara, tetapi belum mendapat respons.

Namun dalam keterangan sebelumnya, Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting mengatakan, kehadiran WNA asal China itu telah memenuhi aturan keimigrasian.

Menurutnya, kedatangan mereka ke Indonesia hanya diizinkan untuk melakukan kepentingan esensial saja.

"Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan untuk tujuan wisata," ungkap Jhoni, Jumat (07/05).

Dia mengeklaim bahwa mereka melewati pemeriksaan sesuai protokol kesehatan sebelum pemeriksaan keimigrasian.

 

Proyek bisnis China di Indonesia

Salah satu lokasi proyek kerja sama Cina-Indonesia di dekat Kota Bandung, Jawa Barat. AFP/GETTY IMAGES

 

Sampai sejauh ini, pelarangan masih berlaku untuk WNA yang ingin datang dengan tujuan wisata.

Pemerintah juga menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan serta Visa On Arrival sejak awal Maret tahun lalu untuk mencegah lonjakan penyebaran COVID-19.

Namun April lalu, kehadiran 117 orang warga negara India yang datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (21/04), menimbulkan kepanikan, di tengah melonjaknya kasus covid-19 di India.

Hasil pemeriksaan otoritas terkait menyimpulkan 12 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19 sehingga mereka harus diisolasi.

Di saat bersamaan, terkuak dugaan suap seorang warga Indonesia yang baru tiba dari India kepada "dua orang oknum" di Bandara Soeharto-Hatta.

Warga berinisial JD itu, menurut polisi, berusaha menyuap oknum di bandara agar dibebaskan dari kewajiban karantina selama 14 hari. Mereka sudah ditangkap oleh kepolisian.

Diterbitkan di Berita

POJOKSATU.id, BOGOR – Penyebar video yang menyebut TNI kerahkan tank sekat pemudik biar dibom akhirnya ditangkap. Penyebar video hoax tersebut bernama Faisal Rahman (35). Kini, dia tengah menjalani pemeriksaan di Mako Yon Armed 7 Dam Jaya.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan, Faisal Rahman merupakan warga Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Faisal Rahman diduga merekam dan menyebarkan video tank TNI di perbatasan Bekasi – Bogor. Ia menyebut TNI mengerahkan tank baja untuk menyekat pemudik.

Herwin menegaskan bahwa tank baja jenis AMX di Jalan raya Narogong Cileungsi tersebut bukan untuk melakukan penyekatan pemudik.

Menurutnya, keberadaan kenderaan tempur milik Yonarmed-7/105 GS itu dalam rangka latihan taktis tingkat baterai TW II tahun 2021.

Faisal Rahman Minta Maaf

Faisal Rahman telah menyampaikan permintaan maaf atas beredarnya video hoax tersebut.

“Saya Faisal Rahman, 35 tahun. Pembuat video hoaks tentang penyekatan jalan oleh TNI dengan menggunakan tank. Saya menyatakan bahwa video yang saya buat tersebut tidak benar dan hoaks,” kata Faisal dalam video.

“Saya mohon maaf kepada semua TNI seluruh Indonesia atas perbuatan saya yang telah mencemarkan institusi TNI,” sambung Faisal.

Sebelumnya, jagad dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video yang menunjukan sebuah tank baja milik TNI turun ke jalan, Jumat (7/5).

Video tersebut menunjukan tank baja sedang melintas di jalan raya. Jalan di lokasi ditutup oleh petugas TNI.

Yang menghebohkan, suara pria dalam video yang diduga menjadi perekam gambar menyebut TNI kerahkan tank sekat pemudik di perbatasan Bekasi – Bogor.

“Penyekatan mudik di perbatasan Bekasi – Bogor. Nggak tanggung-tanggung, TNI nurunin tank baja. Nah yang mudik biar dibom,” ujar pria dalam video berdurasi 30 detik tersebut. (one/pojoksatu)

Diterbitkan di Berita

Achmad Rizki alinea.id

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Suhud, memastikan, seluruh pesantren di Nahdliyin mematuhi keputusan pemerintah untuk tidak mudik yang mulai berlaku sejak 6 sampai 17 Mei 2021.

Marsudi mengatakan, peran pesantren NU sangat vital dalam mengurangi penularan pandemi Covid-19. Sejauh ini, total 28.000 pesantren dengan enam juta santri berada di bawah naungan PBNU di seluruh Indonesia.

"Kami mempunyai tiga ribu Gugus Tugas Covid-19. Sesungguhnya kalau disetiap kabupaten, kami mempunyai komunikasi antarpondok pesantren yang satu sama lain khususnya di bawah NU ini.

Maka, ketika sekarang tidak boleh diperbolehkan mudik, yah sudah tidak mudik," kata Marsudi, Rabu (5/5).
 
Menurut Marsudi, ketaatan pesantren PBNU terhadap protokol kesehatan (prokes) yang diamanahkan pemerintah tercermin dari bebasnya para santri dari Covid-19.

Meski demikian, larangan santri mudik membawa kontribusi besar agar penularan Covid-19 di Tanah Air dapat diatasi dengan cepat.

Dia menerangkan, kurangnya kasus Covid-19 di pesantren belajar dari kasus terpaparnya 539 santri di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kabupaten Banyuwangi pada September 2020.

"Sesungguhnya yang di pondok rata-rata aman. Anak ini, anak aman. Kalau cek kesehatan, dia (santri) tidak fit langsung isolasi. Kalau reaktif saja, belum positif, itu langsung diisolasi," katanya.

Terkait sikap elite yang berbeda terhadap boleh tidaknya santri mudik, Marsudi mengatakan, hal itu membuat para santri bingung. Kendati demikian, dia kembali memastikan semua pesantren mematuhi larangan tidak mudik tersebut.

Adapun santri yang terlanjur pulang, menurutnya sudah terjadi jauh-jauh hari sebelum pemerintah menyatakan larang mudik. "Sudah gak ada. Misalnya ada, waktu sebelum puasa memang sudah ada yang pulang.

Itu biasanya rombongan, tidak pakai bus umum. Anak saya kemarin di Jawa Timur, pulangnya rombongan," jelas dia.

Di sisi lain, Marsudi mengapresiasi pondok pesantren yang mematuhi larangan pemerintah tersebut. Dia juga mendorong pemerintah untuk memberikan apresiasi kepada pesantren yang taat dan patuh terhadap larangan tersebut.

"Kami mengapresiasi pesantren yang melaksanakkan protap dan melaksanakkan aturan pemerintah. Betapapun berat ya tetap mereka jalankan. Apresiasi untuk para kiai-kiai dan pengurus pesantren," pungkasnya.
 
Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tetap berkomitmen dengan keputusan pemerintah terkait pelarangan mudik di Lebaran 2021. Karena itu, tidak ada pemberian dispensasi terlebih untuk para santri. Dia meminta semua pihak menghormati keputusan tersebut.

"Kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19," kata Yaqut dalam keterangan tertulis, Rabu (28/4/2021).

Dia menyatakan adanya potensi kenaikan kasus Covid-19 saat lebaran. Karena hal itu, Yaqut mengharapkan semua masyarakat hingga kalangan santri tetap menaati larangan mudik dari pemerintah.

Lanjutnya, pergerakan jutaan santri ke daerah dalam waktu bersamaan sangat rawan dalam menimbulkan klaster baru Covid-19.

"Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya. Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik, potensi penularan virus pada Kiai dan Ibu Nyai," ungkap Yaqut.

Selain itu, saat pemulangan santri ke pondok pesantren usai lebaran juga akan memunculkan persoalan yang tidak mudah. Sebab santri harus melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan hingga karantina.

"Ini tentu membutuhkan banyak hal yang tidak mudah diselesaikan dalam tempo yang mepet," ujar Yaqut.

Karena hal itu, Yaqut meminta kepada para pengelola ponpes untuk bisa memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para santri dan orang tuanya. Pihak ponpes dapat mengisi masa libur santri dengan membuat kegiatan-kegiatan di internal yang positif dan menyenangkan.

"Di pondok itu juga tidak kurang berkahnya dengan meningkatkan amaliah, belajar dan mengaji. Sebab itu, mari menunda dulu sejenak untuk bertemu keluarga agar semua terlindungi. Silaturahmi, sungkem di Hari Raya Idul Fitri juga bisa dilakukan melalui virtual tanpa mengurangi makna," kata dia.

Pernyataan Jubir Wapres

Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan membolehkan mudik bagi para santri berlaku hanya selama masa pengetatan perjalanan, sesuai Addendum Surat Edaran Kepala Satuan Tugas Nomor 13 Tahun 2021 terkait larangan mudik.

"Jadi, sekali lagi ditegaskan, bahwa kepulangan para santri dari pesantren bukan di kurun waktu larangan mudik pada 6-17 Mei, namun dalam rentang waktu pengetatan mudik, yaitu sekitar 4-5 Mei," kata Masduki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/4/2021).

Hal itu untuk meralat pernyataannya, yang sebelumnya menyebutkan bahwa pengecualian mudik bagi santri merupakan permintaan Wapres Ma’ruf Amin.

Kemudahan mudik bagi para santri tersebut merupakan opsi yang diberikan Wapres Ma’ruf Amin setelah mengetahui kekhawatiran para santri terhadap pengetatan perjalanan mudik dari Pemerintah.

"Para santri khawatir tidak bisa berkumpul dengan orang tua mereka. Mereka khawatir tidak bisa pulang setelah masa pengajian usai, karena umumnya pengajian ramadan baru berakhir di hari ke-21 ramadan atau 3 Mei 2021," jelasnya.

Mendengar kekhawatiran tersebut, Wapres mencoba memberikan opsi untuk memfasilitasi kepulangan santri sebelum masa larangan mudik.

"Bukan dispensasi (bagi santri) pada masa larangan mudik yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu pada tanggal 6-17 Mei 2021," tukasnya.

 
Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- 

Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, mengatakan telah mengusulkan larangan mudik lebaran akibat lonjakan infeksi virus corona mencapai rekor tertinggi sejak lima pekan terakhir.

"Karena kasus harian masih meningkat dan belum stabil, perjalanan antarnegara ini perlu ditunda," kata Adham pada Kamis (15/4) seperti dikutip kantor berita Bernama.

Malaysia telah menerapkan penguncian wilayah (lockdown) dan serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan lainnya sebagai pencegahan penularan Covid-19.

Namun, sejak program vaksinasi corona dimulai pada Februari lalu, Negeri Jiran secara bertahap mulai melonggarkan pembatasan pergerakan tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Malaysia yang memiliki penduduk mayoritas Muslim kembali mencatat lonjakan kasus corona.

Pada Kamis, Malaysia mencatat 2.148 kasus corona baru dalam sehari, jumlah kasus harian tertinggi sejak 5 Maret lalu.

Lonjakan penularan corona ini juga berlangsung ketika Malaysia mendeteksi varian virus Covid-19 yang lebih menular dari Inggris.

Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes Malaysia, Hisham Abdullah, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi dua kasus baru corona varian Inggris yang dikenal B.1.1.7.

Varian corona itu terkait dua warga Malaysia yang baru pulang dari Polandia pada Maret lalu.

Mereka dinyatakan positif corona saat tiba di Kuala Lumpur pada 30 Maret lalu. Kedua orang itu menjadikan total lima kasus corona varian Inggris yang ditemukan di Malaysia sejauh ini.

Sementara itu, dikutip Reuters, sejauh ini Malaysia tercatat memiliki total 367.977 kasus corona dengan 1.363 kematian.

(rds/dea)

Diterbitkan di Berita