sindonews.com JAKARTA - Gelaran vaksinasi Covid-19 jenis Moderna di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, mendapat sambutan baik dari warga. Pasalnya, setelah penantian panjang akhirnya mereka yang memiliki komorbid dapat menerima vaksinasi Covid-19.

Riska salah satu peserta vaksinasi Covid-19 mengaku senang bisa mengikuti gelaran vaksinasi Covid-19 jenis Moderna yang berada Puskesmas Kramat Jati.

"Sebelumnya saya enggak bisa ikut vaksin Sinovac atau AstraZeneca karena punya penyakit autoimun. Alhamdulillah sekarang udah bisa ikut vaksin Moderna," ujarnya di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (22/8/2021).

Menurutnya, dengan adanya vaksin Moderna sangat membantu, khususnya bagi warga yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Karena baginya vaksinasi sangat penting guna mencegah penularan Covid-19.

"Saya nunggu udah lama biar busa divaksin, untungnya vaksin Moderna keluar juga. Iya buat saya ini untuk memperkuat imun supaya enggak kena Covid-19," katanya.

Ridho peserta vaksin Moderna Puskesmas Kramat Jati juga mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Dia baru bisa mengikuti vaksinasi Covid-19 lantaran memiliki riwayat penyakit pasca operasi tiroid totalis.

"Saya habis operasi terus juga pernah kena Covid-19. Kalau yang kena itu kan harus nunggu tiga bulan," ucapnya.

(saz)

Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa produsen vaksin COVID-19 kini mulai memperluas uji coba mereka pada kelompok usia anak, demikian pula dengan Moderna.

Produsen vaksin tersebut dikabarkan tengah berencana memperbesar skala uji coba mereka pada anak usia 6 bulan hingga kurang dari 12 tahun.

Studi tersebut kini akan mendaftarkan 13.275 partisipan uji coba vaksin menurut rincian terbaru yang dimuat dalam situs catatan uji klinis clinicaltrials.gov. Jumlah itu hampir dua kali lipat dari target awal 6.975, seperti dikutip Antara dari Reuters.

Moderna mengatakan pada Juli lalu tengah berdiskusi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) guna memperluas studi yang bakal mendaftarkan database keamanan yang lebih besar, yang meningkatkan kemungkinan pelacakan kejadian langka.

Saat ini vaksin Moderna juga dalam peninjauan FDA untuk penggunaan pada remaja. Pada Desember 2020, vaksin Moderna telah mengantongi izin guna darurat bagi individu usia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat.

Diterbitkan di Berita
sindonews.com JAKARTA - Vaksin platform mRNA, Moderna , yang rencananya dipakai juga di Indonesia, tengah dirancang untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Uji coba akan dilakukan dengan harapan mengetahui informasi lebih baik terkait potensi efek samping.
 
"Ini merupakan niat kami untuk memperluas cakupan penerima vaksin COVID-19 dengan dilakukannya uji coba dan kami secara aktif mendiskusikan proposal dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)," kata juru bicara Moderna pada Fox News melalui email, dikutip Selasa (27/7).
Dari uji coba tersebut, diharapkan peneliti mendapati informasi mengenai database keamanan vaksin serta adanya kemungkinan kejadian yang jarang terjadi.

Kabar ini mencuat ke publik setelah The New York Times melaporkan bahwa atas 'desakan' FDA, vaksin Pfizer maupun Moderna memperluas cakupan vaksinasi mereka yaitu pada usia 5-11 tahun . Uji coba diharapkan dapat membuktikan apakah dugaan peradangan jantung benar muncul paskavaksinasi.

Pfizer sendiri mengumumkan bahwa uji coba pada usia 5-11 tahun akan bisa diketahui pada September mendatang, kemudian uji coba berlanjut ke usia yang lebih muda lagi setelahnya. "Hasil uji coba pada usia 6 bulan diharapkan rampung pada Oktober atau November," kata juru bicara Pfizer.
 
Pfizer sendiri sudah mulai menguji coba anak berusia 5-11 tahun sejak 8 Juni 2021 dan anak di bawah 5 tahun pada 21 Juni 2021. Uji coba diketahui diikuti oleh 4.500 peserta dari Amerika Serikat, Finlandia, Polandia, dan Spanyol.
(tsa)
 
 
Diterbitkan di Berita
sindonews.com JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dedy Permadi dalam keterangan persnya di akun YouTube Sekretariat Presiden menyebutkan bahwa kedatangan vaksin Moderna hari ini akan diutamakan untuk perlindungan para nakes.
"Kita bersyukur siang tadi baru menerima 3 juta lebih vaksin moderna dari Amerika Serikat yang sudah disetujui penggunaannya oleh WHO dan BPOM," ujar Dedy Permadi, Minggu (11/7/2021).
 
Ia mengungkapkan vaksin tersebut diperuntukkan khusus untuk menjamin keselamatan nakes yang setiap hari harus berinteraksi dengan pasien Covid-19 baik yang bergejala ringan, sedang, hingga berat.
"Dan kebijakan Kementerian Kesehatan adalah memberikannya kepada yang paling membutuhkan yakni tenaga kesehatan yang sedang merawat 376.015 saudara kita yang sedang berjuang melawan Covid-19 per hari ini," tambah Dedy Permadi.

Ia berharap kehadiran vaksin tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat dan daya juang nakes. "Meskipun 100% tenaga kesehatan sudah menerima dosis lengkap, namun perlindungan tambahan ini membuat mereka akan semakin semangat meningkatkan angka kesembuhan," tandas Dedy Permadi. [Carlos Roy Fajarta]
 
Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan 
 
Penasihat Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan berkomunikasi dengan Menlu Retno Marsudi, Sabtu (3/7). Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Emily Horne, mengungkapkan dalam komunikasi itu, Jake Sullivan menegaskan dukungan AS kepada masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19.
  
"Mr. Sullivan mengatakan AS akan mendonasikan 4 juta dosis vaksin Moderna ke Indonesia dan vaksin tersebut akan dikirim melalui COVAX secepat mungkin," kata Horne dalam keterangannya yang dikutip kumparan.
Selain itu, Jake Sullivan dan Retno juga membahas rencana AS untuk meningkatkan bantuan penanganan kasus COVID-19 di Indonesia.
 
Amerika Serikat Donasikan 4 Juta Dosis Vaksin Moderna untuk Indonesia (1)
Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan. Foto: Tom Brenner/REUTERS
 
"Mr. Sullivan menyoroti pentingnya pemerintahan Biden-Harris di Indonesia, Asia Tenggara, dan mengakhiri pandemi secara lebih luas dan menjanjikan dukungan berkelanjutan dan keterlibatan tingkat tinggi," pungkasnya.
 Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Indonesia akan mendapatkan bantuan vaksin Moderna dari AS.
 
Ia berharap dengan bantuan vaksin dari AS, akan semakin banyak dosis vaksin yang didapatkan untuk mempercepat target vaksinasi Indonesia.
"Kalau dapat mungkin akan ada 10 juta [dosis vaksin] dari Australia dan dari Amerika 4 juta dosis Moderna. Jadi semakin banyak dosis vaksin yang akan kita dapatkan. Kalau lebih banyak lagi, maka terima kasihnya lebih banyak," kata Budi dalam jumpa pers virtual, Kamis (1/7).
Diterbitkan di Berita
KBRN, Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) kepada vaksin Covid-19 Moderna.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan hal ini sebagai upaya melawan infeksi Covid-19 di tanah air. Menurut Penny, pada bulan Juni, pihaknya sudah menerbitkan izin UEA pada vaksin CoronaVac, AstraZeneca, Bio Farma dan Sinopaharm.

"Kemarin menambahkan satu vaksin lagi yang dapat UEA dari BPOM, vaksin Covid-19 Moderna. Moderna menjadi vaksin platform mRNA pertama yang dapat izin BPOM," kata Penny dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021).

Penny menjelaskan vaksin Moderna ini akan masuk secara bilateral dan merupakan bantuan dari Amerika Serikat (AS) dan multilateral Covax Facility.

“Vaksin ini akan diberikan pada mereka yang berusia 18-65 tahun dengan efikasi atau kemanjuran 94,1%,” tandas Penny.

Diterbitkan di Berita