SuaraJogja.idSosok Gus Miftah belakangan menjadi sorotan lantaran masuk dan berceramah di dalam Gereja Bethel Indonesia Amanat Agung, Penjaringan Jakarta Utara.

Siapa kira jauh sebelum tindakannya masuk ke Gereja dan jadi polemik, nyatanya hal serupa pernah dilakukan pendiri Muhammadiyah, Kyai Ahmad Dahlan.

Sebelumnya, kedatangan Gus Miftah ke Gereja Bethel Indonesia Amanat Agung diketahui bersama dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan serta Sekjen PBNU Helmy Faizal Zaini dan sejumlah tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Namun, belakangan sosok yang dihujat justru hanya mengarah pada Gus Miftah. Tak sedikit yang menyayangkan tindakan pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman itu yang dianggap tak pantas dilakukan umat muslim.

Belakangan diketahui jauh sebelum tindakan Gus Miftah masuk gereja yang jadi polemik, tindakan serupa pernah juga dilakukan oleh pendiri Muhammadiyah yakni Kyai Ahmad Dahlan.

Hal ini seperti utas yang diunggah oleh akun @tajdidmu.

 

https://twitter.com/tajdidmu/status/1389960566429552641

 

Dari uraiannya, pendiri Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan pernah mengunjungi gereja di Kolase Xaverius. Kyai Ahmad Dahlan datang bersama muridnya untuk menemui Romo van Lith.

"Salah satu yang tercatat dalam kronik sejarah, K.H Ahmad Dahlan pernah mendatangi Kolese Xaverius (saat ini SMA Pangudi Luhur Van Lith di Muntilan, Magelang) untuk menemui Romo Van Lith," tulisnya.

Lebih lanjut akun tersebut menjelaskan pertemuan Kyai Ahmad Dahlan dengan Romo Van Lith untuk bertukar gagasan mengenai bentuk pendidikan yang ideal bagi rakyat pribumi.

"Dari perjalanan ke Muntilan inilah Kyai Ahmad Dahlan mendapat inspirasi mengubah nama sekolahnya menjadi Kweekschool Islam agar sekolahnya dipandang setara dengan sekolah-sekolah Belanda," lanjutnya.

"Kelak nama ini berganti lagi menjadi Kweekschool Muhammadijah. Sepeninggal Kyai Ahmad Dahlan sekolah ini kembali beralih nama menjadi Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah. Nama terakhir ini masih dipergunakan sampai sekarang," tambahnya.

Berkait dengan sosok Gus Miftah yang dihujat, ia sudah memberikan klarifikasi lewat akun Instagramnya. Ia menyebut bahwa kehadirannya di gereja bukan dalam rangka peribadatan.

Tak berhenti di situ, Gus Miftah belakangan juga mengunggah kutipan Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin berkait kasus gereja yang membuatnya dihujat.

"Gus Miftah orasi budaya di gereja mereka ribut semua, tapi ada teroris mengebom gereja mereka diam semua," kata Kyai Ishommudin.

Diterbitkan di Berita