SEOUL, NETRALNEWS.COMKorea Selatan mencatat peningkatan tajam dalam kasus virus corona pada Rabu ketika negara itu berjuang untuk menjinakkan gelombang infeksi keempat di tengah penyebaran varian baru COVID-19.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mencatat 1.725 kasus pada Selasa, naik lebih dari 500 dari sehari sebelumnya, karena lebih banyak tes dilakukan setelah akhir pekan.

Total infeksi naik menjadi 203.926, dengan 2.106 kematian. Penghitungan harian mencapai yang tertinggi yaitu 1.895 minggu lalu, sebagian didorong oleh varian Delta yang lebih menular, di mana gelombang COVID-19 keempat menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda.

Otoritas kesehatan khawatir bahwa orang-orang melakukan perjalanan sekitar 6,4 persen lebih banyak minggu lalu dibandingkan dengan minggu sebelumnya, atau sekitar 34 persen lebih banyak dari pada awal Januari, di wilayah di luar ibu kota Seoul dan daerah sekitarnya.

Orang-orang melakukan perjalanan sebagian besar untuk liburan musim panas. "Pergerakan di wilayah tersebut telah meningkat selama tiga minggu berturut-turut," kata pejabat kesehatan senior Lee Gi-il dalam sebuah pengarahan.

"Ada kelelahan karena jarak yang lama, dan ini adalah musim liburan musim panas." Pemerintah memperketat pembatasan jarak sosial pekan lalu di sebagian besar negara selama dua minggu menjelang puncak periode liburan musim panas.

KDCA mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya telah mendeteksi dua kasus pertama varian Delta Plus di Korea Selatan, sub-garis keturunan dari varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India.

Hanya segelintir negara, termasuk Inggris, Portugal dan India, yang telah melaporkan kasus Delta Plus sejauh ini. Delta Plus masih dipelajari, tetapi beberapa ilmuwan mengatakan itu mungkin lebih menular.

Otoritas kesehatan mengatakan beberapa vaksin utama bekerja melawan varian Delta.

Korea Selatan akan mulai menerima reservasi untuk vaksin dari sekitar 2 juta kelompok prioritas di antara orang-orang berusia 18-49 pada Rabu malam, termasuk mereka yang cacat, pegawai di pusat kebugaran dan pekerja di pendidikan swasta, petugas pengiriman, pembersih jalan, dan karyawan "call center".

Sekitar 39,3 persen dari 52 juta penduduk negara itu telah menerima setidaknya satu suntikan pada hari Rabu, sementara 14,2 persen telah divaksinasi penuh, data KDCA menunjukkan.

Reporter : Antara
Editor : Wahyu Praditya P

Diterbitkan di Berita

Elshinta.com - Pemerintah Korea Selatan mengirim bantuan darurat penanganan COVID-19 tahap kedua untuk Indonesia, yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Sabtu sore.

Bantuan kedua yang diangkut dengan penerbangan GA 878 tersebut berupa 150 unit konsentrator oksigen dan 35 unit ventilator, demikian keterangan tertulis Kedubes Korea Selatan di Jakarta.

Pemerintah Korea Selatan sebelumnya juga telah menyalurkan 200 unit konsentrator oksigen ke Indonesia pada 18 Juli 2021 sebagai bantuan tahap pertama

"Tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasi pandemi COVID-19 ini seorang diri," kata Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Tae-sung dalam keterangan tertulisnya pekan lalu.

Menurut Park Tae-Sung, situasi COVID-19 seharusnya dihadapi dengan membangun solidaritas dan kerja sama internasional.

Park berkomitmen bahwa Korea Selatan, yang merupakan mitra strategis khusus bagi Indonesia, senantiasa akan berjuang bersama Indonesia untuk mengakhiri COVID-19.

Harapannya, melalui bantuan ini, Korea Selatan setidaknya turut andil mengamankan jumlah konsentrator oksigen di Indonesia.

Pemerintah Korea Selatan akan terus-menerus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk bersama-sama menangani COVID-19 di Indonesia, termasuk memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan lainnya.

Tahun ini pemerintah Korea Selatan telah mengucurkan dana sebesar 4 juta dolar AS atau sekitar Rp57 miliar untuk membantu Pemerintah Indonesia sebagai wujud kerja sama dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan COVID-19.

Program-program kerja sama tersebut meliputi pemberian peralatan tes PCR dan tes antigen untuk meningkatkan kapasitas pengetesan, pelaksanaan program peningkatan sumber daya tenaga kesehatan, serta pemberian bantuan penanggulangan penyebaran COVID-19 di daerah-daerah terpencil, termasuk di pulau-pulau terluar Indonesia.

Diterbitkan di Berita

Ayunda Septiani - detikHealth Jakarta - Menteri Kesehatan Korea Selatan Kwon Deok-cheol memperingatkan bahwa Korea Selatan kini sedang dalam fase menuju gelombang keempat pandemi COVID-19.

"Selama sepekan terakhir, jumlah kasus harian baru berada di kisaran 500 kasus. Ini jelas menandakan adanya tren penularan yang meningkat," kata Kwon dalam briefing mingguan, seperti dikutip dari laman CNN.

Dia mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan guna untuk menekan laju penyebaran virus Corona COVID-19.

Selain itu, Kwon juga meminta masyarakat untuk membatalkan semua pertemuan non-esensial dan berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi virus Corona COVID-19.

Pada kesempatan yang sama, pejabat Kemenkes Korsel Son Young-rae mengatakan pemerintah terus memantau tren penularan dalam sepekan ke depan, dan nantinya akan memutuskan apakah akan meningkatkan level pembatasan sosial.

Sejauh ini, pembatasan sosial level 2 diterapkan di area Seoul, Busan, dan Jeonju, sedangkan wilayah lain di negara itu berada pada level 1,5.
(ayd/up)

Diterbitkan di Berita