BBC News Indonesia

Di India, banyak warga yang mencari jodoh melalui iklan baris di surat kabar. Iklan-iklan itu kemudian dikategorikan menurut agama dan kasta.

Rangkaian kalimat dalam iklan semacam itu sering menuliskan rincian atribut fisik seperti warna kulit, tinggi, bentuk wajah, dan banyak yang membanggakan pendapatan enam digit, kekayaan keluarga, dan properti.

Akan tetapi, bagi kaum feminis di India, iklan mencari jodoh di surat kabar bukanlah pilihan.

Karena itu, ketika sebuah iklan mencari "seorang pria feminis yang tidak kentut, tidak bersendawa, tampan, kaya" untuk "seorang perempuan feminis berpendirian teguh, berambut pendek, dan memiliki tindikan" muncul di surat kabar terlaris di India, hal itu sontak viral.

Komedian Aditi Mittal membagikannya di Twitter, menanyakan apakah seseorang telah beriklan untuknya:

 
 
https://twitter.com/awryaditi/status/1404665961718841347
 

Banyak orang lain, termasuk aktris Bollywood Richa Chadha, menanggapi:

 
 
https://twitter.com/RichaChadha/status/1404693333599920130
 

Banyak yang berspekulasi tentang identitas orang-orang di balik iklan tersebut dan apakah iklan itu "asli".

Ternyata iklan tersebut adalah lelucon yang dibuat seorang laki-laki dan perempuan, yang merupakan kakak beradik, dan sahabat mereka.

Menggunakan alamat email yang diunggah di iklan, BBC berhasil melacak "feminis berpendirian" itu - Sakshi - dan saudara laki-lakinya Srijan dan sahabatnya Damyanti, yang mencetuskan ide tersebut.

Semua nama adalah nama samaran - mereka tidak ingin identitas mereka terungkap karena, seperti yang dikatakan Sakshi, "kami semua profesional dengan karier yang stabil, dan (semoga) memiliki masa depan yang menjanjikan" dan mereka tidak ingin diserang di media sosial.

Iklan tersebut, kata Srijan, adalah "sebuah lelucon kecil yang kami berikan untuk ulang tahun Sakshi yang ke-30".

"Usia 30 adalah tonggak sejarah, terutama karena semua percakapan di masyarakat kami adalah seputar pernikahan. Saat Anda berusia 30 tahun, keluarga dan masyarakat Anda mulai menekan Anda untuk menikah dan berkeluarga," katanya.

Sakshi mengatakan dia memiliki rambut pendek dan tindikan, bekerja di sektor sosial, berpendirian dan bahwa "bersendawa dan kentut" adalah lelucon keluarga.

Iklan itu dapat dilihat di belasan kota di India utara dan menelan biaya sekitar 13.000 rupee (Rp2,5 juta) - "jumlah yang akan kami habiskan untuk hadiah dan perayaan jika tidak ada lockdown Covid," kata Srijan.

Malam sebelum ulang tahunnya, kata Sakshi, saudara laki-lakinya memberinya gulungan kertas.

"Ketika saya membuka gulungannya, ada alamat email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. dan kata sandinya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan itu," katanya kepada saya melalui sambungan telepon dari rumahnya.

"Di pagi hari, Srijan membawakan saya koran dengan kolom cari jodohnya. Kami tertawa terbahak-bahak. Itu lelucon yang menyenangkan."

 

Feminist t-shirts on sale in the US

Di India, kaum feminis disalahpahami sebagai perempuan yang membenci pria dan tidak bermoral

 

Namun, lelucon pribadi tersebut segera tersebar di media sosial.

Setelah selebritas membagikan iklan itu, ratusan orang mulai mengomentarinya dan lusinan email mulai berdatangan.

"Saya telah menerima lebih dari 60 email sejauh ini. Banyak yang mengira itu lelucon dan menganggapnya lucu," kata Sakshi.

Seorang pria menulis dengan mengatakan bahwa dia cocok dengannya karena dia "penurut dan tidak berpendirian sama sekali".

Seorang perempuan menulis untuk berterima kasih padanya atas iklan tersebut dan berkata, "Saya juga seperti itu".

Namun di India, negara dengan budaya patriarki yang kuat, feminisme sering dianggap sebagai kata kotor.

Feminis disalahartikan sebagai perempuan yang membenci pria dan tidak bermoral, baik oleh laki-laki dan perempuan.

Iklan tersebut juga memicu pesan kasar.

Sakshi disebut "parempuan materialistis" dan "munafik" karena dia "anti-kapitalis tetapi menginginkan suami yang kaya"; dia digambarkan sebagai "cougar" karena "dia berusia 30 tahun ke atas tetapi menginginkan pria berusia 25-28 tahun";

dan banyak yang menasihatinya "untuk mencari uang sendiri".

 

India wedding

Lebih dari 90% pernikahan India adalah hasil perjodohan

 

Beberapa mengatakan iklannya "beracun", bahwa dia "terdengar gemuk" dan satu orang mengatakan bahwa "semua feminis adalah idiot".

Seorang perempuan sangat marah sehingga dia mengancam bahwa saudara laki-lakinya akan "melemparnya [pengiklan] dari lantai 78".

Damyanti menunjukkan bahwa di India, di mana 90% dari semua pernikahan masih terjadi karena perjodohan, "semua orang menginginkan pengantin pria yang mapan.

Namun, blak-blakan menyebut hal itu memicu begitu banyak kemarahan.

Sakshi mengatakan iklan itu "sepertinya telah melukai banyak ego".

"Kamu tidak bisa mengatakan hal-hal seperti itu dengan lantang. Laki-laki selalu menginginkan pengantin yang tinggi dan langsing, cantik, mereka membual tentang kekayaan mereka, tetapi ketika hal itu di balik mereka tidak bisa menerimanya.

"Mereka berpikir bagaimana mungkin seorang perempuan menetapkan kriteria seperti itu?"

Iklan tersebut, tambahnya, "adalah pernyataan satire tentang narasi ini dan saya berasumsi bahwa orang-orang yang marah adalah mereka yang mencari jodoh dengan menuliskan 'mencari pengantin yang langsing dan cantik" sebagai kriteria di iklan.

Dan pada mereka, ia bertanya: "Apakah Anda mengirim email yang seperti itu ke pengiklan seksis yang muncul di koran setiap hari? Jika tidak, maka Anda perlu mengekang patriarki Anda ".

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan 
Buang angin, atau yang biasa dikenal sebagai kentut, adalah aktivitas yang wajar dalam keseharian hidup kita. Saking wajarnya, seperti bernafas, kebanyakan orang tidak menghitung berapa kali mereka sudah kentut dalam waktu 24 jam terakhir. Lalu, berapa kali sih manusia biasanya kentut dalam sehari? Jika kamu mengingat kapan terakhir kali kamu kentut, mungkin kamu berpikir kalau jawabannya dapat dihitung dengan jari.
 
Namun, faktanya orang yang sehat bisa kentut belasan, atau bahkan puluhan kali dalam sehari. “Dari apa yang saya temukan, 10 kali sehari adalah normal untuk kentut,” kata Beth Mallard, dosen fisiologi di NUI Galway, dikutip dari The Irish Time. “Hingga dua kali dari itu bisa dianggap normal, dengan rentang volume yang besar juga.”
 
Senada dengan Mallard, menurut konsultan gastroenterologi dari Rumah Sakit Gleneagles di Singapura, Gwee Kok Ann, orang sehat umumnya kentut 15-23 kali sehari. “Umumnya orang-orang baru merasakan peningkatan jika kentut dua kali lipat dari rata-rata biasanya,” katanya kepada Channel News Asia.
 
Frekuensi orang kentut dalam sehari sebenarnya tergantung pada pola makan (diet) orang tersebut. Batas wajar kentut dalam sehari juga berbeda-beda menurut ahli. Menurut National Health Service, misalnya, rata-rata orang kentut sebanyak 15 kali sehari. Adapun menurut organisasi amal kesehatan pencernaan Guts di Inggris, kentut sampai 40 kali sehari masih bisa dibilang wajar.
 
 
Idealnya, Berapa Kali Orang Bisa Kentut dalam Sehari?   (1)
Ilustrasi kentut Foto: Dok.Shutterstock
 
Menanggapi variasi jumlah kentut yang normal dalam sehari, Rehan Haidry, seorang konsultan gastroenterologi di The London Clinic, mengatakan kalau yang perlu diperhatikan adalah apakah kentut itu bau dan menyakitkan atau tidak. “Frekuensi tidak begitu penting,” ucap Haidry kepada Daily Mail. "Tapi jika sangat bau dan disertai kembung dan nyeri di perut, itu mengkhawatirkan."
 

Apa itu kentut dan bagaimana prosesnya?

Kentut sendiri adalah adalah pelepasan gas dari usus. Ia terbentuk sebagai hasil dari proses tubuh kita mencerna makanan. Gas pembentuk kentut sebenarnya dapat ditemukan di seluruh saluran pencernaan, termasuk lambung, usus kecil, usus besar, dan rektum.
Sebelum terkumpul di tubuh dan menumpuk, gas di tubuh kita biasanya hadir karena menelan udara seperti minum soda atau proses mengunyah, pertumbuhan bakteri di usus, dan karbohidrat yang tak dicerna seutuhnya.
 
"Ada banyak karbohidrat yang kita konsumsi--terutama terdapat dalam sayuran, biji-bijian, dan buah--yang tubuh kita tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk mencerna," jelas Purna Kashyap, ahli gastroenterologi di Mayo Clinic yang mempelajari mikrobioma usus, kepada Vox
"Ini berakhir di usus besar, di mana mikroba mengunyahnya dan menggunakannya untuk energi, melalui proses fermentasi. Sebagai produk sampingan, mereka menghasilkan gas."
 
Ketika sudah menumpuk, gas di tubuh harus keluar. Hasilnya bisa jadi kentut, atau dalam kasus lain menjadi perut kembung.
 
Komposisi kentut: mengapa bisa bau?
Sejatinya sebagian besar gas kentut terbuat dari nitrogen dan karbon dioksida yang memang banyak ditemukan di udara. Menurut ThougtCo serta banyak sumber media lainnya, biasanya komposisi kimia gas kentut mengandung sekitar 20-90 persen nitrogen, 0-50 persen hidrogen, 10-30 persen karbon dioksida, 0-10 persen oksigen dan 0-10 persen metana.
 
 
Idealnya, Berapa Kali Orang Bisa Kentut dalam Sehari?   (2)
Pria Prancis Ini Bisa Ubah Bau Kentut Jadi Wangi Mawar & Cokelat. Foto: Shutterstock
 
Selain dari biokimia, bakteria dan makanan, penyebab buang angin seseorang juga berpengaruh terhadap komposisi gas tersebut. Jika buang angin terjadi karena terlalu banyak menelan udara, komposisi kimia kentut yang dihasilkan akan lebih banyak didominasi oleh zat yang sama dengan udara kita seperti nitrogen dan oksigen. 
 
Lalu, bagaimana dengan kentut yang bau? Bagaimana mereka bisa terbentuk dan berbeda dengan kentut yang tidak bau? Pada dasarnya, ada sejumlah alasan mengapa kentut punya bau tidak sedap. Dalam kebanyakan kasus, kentut berbau busuk disebabkan oleh makanan dan diet yang tidak seimbang.
 
Menurut Daphne Ang, seorang konsultan senior di Departemen Gastroenterologi dan Hepatologi Rumah Sakit Umum Changi Singapura, kacang dan lentil sumber utama karbohidrat seperti sayuran seperti brokoli, kembang kol, kubis, kubis Brussel, dan bawang bisa meningkatkan bau di kentut seseorang.
 
Sebab, tak hanya kandungan karbohidratnya lebih sulit dicerna tubuh, mereka mengandung sulfur yang tinggi, membuat gas kentut kamu jadi bau. “Diet tinggi protein, yang merupakan mode umum akhir-akhir ini, juga dapat dikaitkan dengan bau,” katanya kepada Channel News Asia.
 
“Ini karena protein dicerna pada kecepatan yang jauh lebih lambat daripada karbohidrat. Saat bakteri memfermentasi protein di usus besar, nitrogen diproduksi dan menghasilkan bau.”
Diterbitkan di Iptek