sindonews.com JAKARTA - Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta , dilakukan tes PCR sebanyak 19.260 spesimen.

"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 11.941 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 430 positif dan 11.511 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 14.736 orang dites, dengan hasil 227 positif dan 14.509 negatif," kata Dwi di Jakarta, Kamis (2/9/2021). 

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 80.358 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 545.121 per sejuta penduduk," terangnya.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 417 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.244 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 851.686 kasus.

Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 832.130 dengan tingkat kesembuhan 97,7%, dan total 13.312 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,3%. 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 4,3%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 14,7%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

(kri)

Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Kudus – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kudus kini menembus angka 15.756 orang. Dari jumlah itu, kini tinggal 383 pasien aktif, baik yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Sementara untuk jumlah pasien sembuh, kini berada di angka 14.111 orang. Serta jumlah pasien meninggal ada sebanyak 1.262 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengatakan, untuk rincian jumlah kasus aktif terdiri dari 91 pasien menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

Sementara untuk 292 sisanya, kini tengah menjalani isolasi mandiri. “Bagi yang tidak bergejala dan rumahnya memadai, maka akan diperbolehkan untuk menjalani isolasi mandiri.

Namun jika bergejala, maka akan dirawat,” kata Badai, Rabu (21/7/2021) Kabupaten Kudus masih memiliki setidaknya 83 suspek dan 205 probable. Dari 83 suspek dalam wilayah, sebayak 56 dirawat dan 27 lainnya isolasi mandiri.

“Secara keseluruhan, kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus kini trennya terus mengalami penurunan walau penambahan pasien harian masih terjadi,” ujarnya.

Semua desa di Kabupaten Kudus pun kini tak ada yang berstatus zona merah, setelah pada pekan lalu, masih ada dua desa dengan status zona merah. Hanya memang tetap didominasi zona oranye.

Walau demikian, Badai berharap masyarakat tak mengendurkan penerapan protokol kesehatan 5M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Dengan begitu diharapkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus bisa ditekan semaksimal mungkin. “Ini jadi perhatian kita bersama. Karena untuk menurunkan (kasus Covid-19, red) perlu sinergitas baik dari masyarakat, pemerintah, dan unsur-unsur lainnya,” ujar Badai.  

Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha


Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Kudus – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kudus kembali mencatat penamabahan pasien sembuh pada Kamis (1/7/2021) malam. Jumlah pasien sembuh lebih banyak dari pasien konfirmasi baru, sehingga kasus aktif di Kudus kembali menurun.

Jumlah pasien sembuh tercatat sebanyak 229 orang, sementara kasus baru sebanyak 104 orang. Satgas juga mencatat ada 14 pasien corona yang meninggal dunia.

“Sehingga kini jumlah pasien aktif menurun ke 1.312 orang, dibanding hari sebelumnya yakni sebanyak  1.451 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo, Jumat (2/7/2021).

Sementara untuk akumulasi, lanjutnya, hingga Jumat pagi, sudah ada sebanyak 11.688 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Untuk jumlah pasien sembuh, kini beradai di angka 9.137 orang. Kemudian pasien meninggal berada di angka 1.178 orang.

“Sementara jumlah pasien aktif adalah yang kami sebutkan tadi, 1.312 orang. Dari jumlah itu, 1.021 orang menjalani isolasi mandiri, dan 291 lainnya dalam perawatan di rumah sakit,” rincinya.

Kabupaten Kudus, lanjut Badai, juga masih ada sebanyak 207 suspek yang masih menunggu hasil swab-PCR, dan 189 probable. “Oleh karena itu kami harapkan masyarakat bisa melaksanakan disiplin protokol kesehatan secara baik dan benar,” katanya.

Penerapan prokesnya, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “Sehingga bisa memutus rantai penularan virus ini,” lanjut Badai.

Para pasien yang kini menjalani isolasi pun diharapkan bisa melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Sehingga klaster keluarga bisa dihindari. “Pasien yang tengah dirawat juga kami upayakan kesembuhannya,” jelas dia.  

Reporter: Anggara Jiwandhana Editor: Ali Muntoha


Diterbitkan di Berita

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 8.440 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 384 positif dan 8.056 negatif, berikut tes Antigen hari ini sebanyak 3.731 orang dengan hasil 69 positif dan 3.662 negatif.

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 319.501. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 74.349.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 823 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.944 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," kata Dwi Oktavia di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (30/3/2021). 

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 381.090 kasus.

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 367.819 dengan tingkat kesembuhan 96.5%, dan total 6.327 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1.7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2.7%. 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 11.1%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11.2%.

WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung.

Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang.

Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.178.243 orang (39,3%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 388.065 orang (12.9%).

Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 123.199 orang (109.7%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 103.537 orang (92.2%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 444.817 orang (48.8%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 42.494 orang (4.7%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang. 

Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 610.227 orang (30.9%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 242.034 orang (12.2%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang.

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan COVID-19.

Berdasarkan data terakhir hingga 28 Maret 2021, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 106 RS rujukan.

Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 7.692, persentase keterisiannya sebesar 49% dengan total pasien isolasi sebanyak 3.774 orang.

Sedangkan, untuk tempat tidur ICU sejumlah 1.137, persentase keterisiannya sebesar 54% dengan total pasien ICU sebanyak 610 orang.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya.

Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta hingga 29 Maret 2021 pukul 18.00 WIB, telah dilakukan penertiban dengan rincian sebagai berikut:

A. PERORANGAN (Tidak Memakai Masker)

- Kerja Sosial = 2.797

- Denda = 68

- Jumlah = 2.865

B. RESTORAN / RUMAH MAKAN

- Denda   = 0

- Penghentian Sementara Kegiatan 1x24 jam = 4

- Penghentian Sementara Kegiatan 3x24 jam = 7

- Teguran Tertulis = 29

- Pembubaran = 17

- Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

- Tidak ditemukan Pelanggaran = 300

- Jumlah = 357

C. PERKANTORAN, TEMPAT USAHA, TEMPAT INDUSTRI

- Denda   = 0

- Penghentian Sementara Kegiatan 3x24 Jam  = 2

- Teguran Tertulis = 27

- Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

- Tidak ditemukan Pelanggaran = 413

- Jumlah = 442

NILAI DENDA

- Perorangan = Rp7.150.000

- Tempat Usaha Makan Minum / Restoran / rumah Makan = Rp -

- Tempat Kerja / Kantor / Tempat Industri = Rp -

- Jumlah = Rp.7.150.000

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, lantaran kasus positif COVID-19 yang masih terus bertambah.

Kendati Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan 3T, namun hal itu juga diperlukan kerja bersama masyarakat untuk memutus mata rantai penularan wabah pandemi global Coronavirus. (Miechell Octovy Koagouw)

Diterbitkan di Berita