Tim detikcom - detikFinance Jakarta - Publik kembali dihebohkan dengan munculnya dokumen kartu kredit PT Pertamina (Persero) yang mencapai Rp 420 miliar.

Dokumen tersebut muncul usai geger kartu kredit Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan limit Rp 30 miliar.

Seperti dilihat detikcom, Rabu (30/6/2021), dokumen tersebut memuat beberapa kolom. Kemudian, dalam kolom tersebut ada tulisan 'pagu kredit' dan di bawahnya tertulis 'super group credit limit'. Nilai super group credit limit tertulis di bawahnya dengan angka Rp 420 miliar.

Saat dimintai konfirmasi perihal tersebut, Ahok mulanya meminta agar hal itu dimintakan konfirmasi kepada Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
 
"Nanya ke Dirut aja," katanya kepada detikcom lewat pesan singkat, Selasa kemarin (29/6/2021).
 
dokumen super group credit limit Pertamina
Ini Penampakan Dokumen Kartu Kredit Pertamina Rp 420 Miliar yang Bocor Foto: dokumen super group credit limit Pertamina (istimewa)

 

Saat ditanya apakah komisaris pernah mendapat laporan tersebut, Ahok mengatakan, justru ia meminta laporan tersebut. "Justru kami minta. Nanti jika dibuka bisa pada kaget," katanya.

Ahok sendiri merupakan komisaris yang menolak fasilitas kartu kredit untuk para petinggi Pertamina. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) usulan penghapusan fasiitas kartu kredit itu disampaikan.

Ia menilai, penghapusan fasilitas kartu kredit ini sebagai kontrol dari pemakaian yang tidak tepat sasaran. Tak lama, niat Ahok menghapus fasilitas kartu kredit itu terlaksana.

Kebijakan itu tertuang dalam surat No. 204/H00000/2021-S4 tanggal 15 Juni 2021 yang ditandatangani Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini.

Lebih lanjut Ahok menuturkan, selama ini dirinya hanya mendapat kartu kredit. Dia juga menuturkan, saat ini fasilitas kartu kredit untuk para petinggi Pertamina telah ditarik. "Iya dan udah dapat sekarang setelah jadi rame di media," ujarnya.

(acd/dna)

Diterbitkan di Berita
Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan, fasilitas kartu kredit untuk manajer, direksi dan komisaris dihapus. Ia pun blak-blakan terkait fasilitas kartu kredit yang diterimanya.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (16/6/2021), Ahok mengaku dapat fasilitas kartu kredit dengan limit sampai Rp 30 miliar.

"Iya, Komisaris Utama dengan limit Rp 30 miliar," kata Ahok. Ahok bilang, dirinya sudah meminta ke manajemen untuk menyetop program ini sejak tahun lalu. Namun, hal tersebut tidak digubris.

"Sudah kami minta sejak tahun lalu. Didiamkan saja." katanya. Kartu kredit yang diterima Ahok dikeluarkan oleh Bank Mandiri dengan jenis Platinum Corporate Card. Platinum Corporate Card ini menampilkan logo Pertamina juga sebagai identitas perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan pemberian limit Corporate Card ini memang tergantung dari masing-masing perusahaan.

"Corporate Card ini tergantung dari perusahaannya," kata Rudi. Dengan limit yang mencapai Rp 30 miliar ini, Ahok bisa saja membeli 3 Ferarri 458 Italia Spider yang kurang lebih berharga Rp 10 miliar.

Ia meminta fasilitas tersebut dihapus dengan tujuan untuk mempermudah dalam melakukan kontrol dan mencegah pemanfaatan yang tidak kaitannya dengan perusahaan.

(acd/eds)

Diterbitkan di Berita